November 28, 2022

0 thoughts on “KLUB GURU: MEMBANGUN NEGARA DENGAN MENJADI GURU BANGSA

  1. Semoga antusiasme mas Satria dalam membina Klub Guru ini benar-benar bisa membentuk karakter guru, yang layak untuk “digugu lan ditiru” …bukan hanya semu dan superficial saja… seperti yang masih sering saya lihat di kepribadian sebagian para guru.

    Salam,
    Wuryanano

  2. Saya sepakat dengan bung Satria. Guru adalah pelopor perubahan. Sayangnya masih banyak yang status quo, anti perubahan, malas, tergantung, suka menuntut dan manja. Mohon ijin tulisan ini saya posting di blog kami untuk ‘memprovokasi’ teman-teman kami di Kab.Kendal.

  3. saya alumni UNESA Th. 2000, saya pernah menjadi Guru Kontrak (Bantu) disebuah SMK di Surabaya. Namun karena dari profesi Guru kesejahteraan saya kurang terjamin saya untuk sementara waktu memilih mundur dan kemudian terjun ke Dunia Wirausaha. Alhamdulillah sekarang Rejeki saya agak lumayan, sekarang saya ingin kembali Membagi ilmu saya dengan semua.. Jiwa Guru saya bangkit kembali.. Meskipun saya sudah kehilangan kesempatan menjadi PNS.. saya apresiate terhadap Klub Guru yang semakin berusaha meningkatkan SDM Guru di Indonesia, klo ada kesempatan saya pingin berbagi..

  4. Saya Melly kiong, menaruh hormat yang luar biasa atas keinginnan luhur dan penganbdian Guru guru Bangsa. Setelah saya baca tentang klub guru ini, sungguh terbangun rasa optimis yang luar biasa, bahwa jika benar benar semua guru punya semangat yang begitu besar untuk merubah bangsa ke arah yang lebih baik, niscaya kita punya harapan ke depan bangsa kita akan lebih baik. Pak, perkenankan saya juga menjalankan misi kedepulian saya terhadap anak anak bangsa, yang saya bisa kampanyekan juga lewat sekolah sekolah, dimana syaa mulai ngamen dari sekolah ke sekolah untuk mengajak kembali peran serta orang tua, untuk membangun hubungan harmonis dengan guru guru sekolah, dalam mempersiapkan mental juang anak anak di era globalisasi. Sukses untuk Klub Guru, dan perkenakanlah saya menjadi debu perubahan bagi bangsa kita ke depan, karena saya yakin sebagai ibibu anak bangsa, kehadiran kami dalam mendidik anak anak dari rumah akan memberikan efek yang bermanfaat bagi masa depan bangsa.
    Salam Peduli Aanak Bangsa

  5. Thanks atas komentarnya Bu Melly. Saya berharap suatu saat kita bisa mengadakan seminar khusus Parenting dan Ibu bisa jadi narasumber kami. bersedia kan?
    Salam
    Satria

  6. Dengan senag hati Pak, justru saya lagi mencari jalan utk mengetuk pintu hati banyak pintu untuk bisa mensponsori kegiatan saya supaya saya bia masuk ke semua sekolah tanpa kecuali dan mengajak orang tua untuk peduli dengan anak anak bangsa.
    Doakan saya yah Pak.
    Salam Peduli Anak Bangsa

  7. Assalamualaikum wr.wb.,
    Yth.
    Pak atau Mas Satriadhrma yang diberkahi Allah.
    Saya M. Masykur Hs., satu noktah kecil dari sekian guru yang telah berbuat banyak untuk anak bangsa, saya beberapa kali telah membaca tulisan/ulasan bapak/Mas satria di beberapa milis dan juga di situs bapak, namun baru sekarang melayangkan tulisan ini, saya ingin menyampaiakn beberapa hal:
    1. Saya seorang guru dan menyintai profesi saya ini (dengan penuh harapan saya selalu ikhlas dengan setiap tugas yang dibebankan pada saya), sekarang di tugaskan di Sekolah Indonesia Riyadh, ingin bergabung pada komunitas Klub Guru yang sudah eksis ini. Bagaimana mekanismenya?
    2. Untuk meningkatkan mutu dan profesionalitas profesi saya juga teman-teman yang lain )di Sekolah Indonesia Riyadh), Adakah langkah kongkrit yang bisa kami serap dan terapkan?. Perlu teman-teman yang lain ketahui keberadaan Sekolah Indonesia Luar Negeri khususnya Sekolah Indonesia Riyadh merupakan sarana untuk mencerdaskan anak-anak bangsa yang saat ini mengikuti orang tua mereka untuk mengais Riyal dalam berbagai profesi dari sektor formal sampai informal dan bergelut dengan ketidak ramahan lingkungan dimana mereka kerja.
    Demikian sementara pertanyaan saya semoga berkenan menanggapi.
    Wassalamualaikum wr.wb.,
    M.Masykur Hs., Riyadh

  8. Untuk ibu Melly,
    Ada satu contoh yang bagus sekali bagaimana orang tua berperan besar menentukan arah pendidikan di sekolah putra-putri mereka. Para bapak-bapak komite sekolah SMPN 2 Cisauk ini ikut mengontrol keuangan sekolah, kualitas guru, content pengajaran, dan gaya hidup anak-anak mereka di sekolah. Mereka bukannnya kongkalingkong dengan kepsek tapi dengan tegas dan lugas mereka menjadi lembaga pengotrol eksekutif sekolah. Belum pernah ada komite sekolah yang sekuat ini dari banyak sekolah yag saya kenal. Mereka orang-orang pintar dari puspiptek (Pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi), dimana kebetulan sekolah tersebut berada dalam perumahannya. Selama ini komite sekolah yang saya kenal diketuai kalau bukan oleh salah satu suaminya guru yang mengajar di sana, atau oleh big shot misalnya anggota DPR yang notabenenya nggak punya waktu dan dedikasi yang murni terhadap pendidikan. Hasilnya komite sekolah lebih sebagai lembaga juru ‘amiin’ keinginan sekolah plus atm untuk menjalankan proyek-proyek mereka. Tapi komite sekolah smpn 2 cisauk,suwer bedaaaa! (Kok kayak iklan, ya?)

  9. Wa alaikum salam wr wb Pak Maskur.
    Saat ini kami sedang berusaha untuk mendirikan Klub Guru di setiap daerah. Kami ingin menginspirasi para guru agar benar-benar mau berdedikasi penuh pada tugas mulianya tersebut. Pertengahan bulan ini kami akan mengundang para guru dari berbagai daerah untuk menjelaskan bagaimana membuka Klub Guru di daerah masing-masing dan sekaligus menyusun program-program pemberdayaan gurunya. Saya belum tahu bagaimana caranya agar teman-teman di Riyadh bisa terlibat langsung di Klub Guru. Tapi kalau mau terlibat secara virtual maka bisa ikut di milis Klub Guru atau masuk ke website kami di http://www.klubguru.com.
    Apakah Bapak sudah pernah mengunjungi web kami? Silakan datang dan kunjungi.
    Salam
    Satria

  10. Pak Satria konsultan di SF, kan? Ada yang bisa dibagi tentang konsep USI SMAN 10 Malang yang bekerjasama dengan SF. Katanya cukup baik dan berbeda. Baiknya dan bedanya apa ya klo dibandingkan program pemerintah?

  11. bagaimana klub guru bisa mewadahi guru-guru yang bergerak di bidang pendidikan luar sekolah (pls) yang selama ini nota bene kurang mendapatkan perhatian ???
    Bisakah gerakan pendidikan formal berjalan beriring dg pls atau pada dasarnya masing-masing berdiri sendiri-sendiri dan tidak pernah bertemu dalam suatu forum untuk membahas kesepadanan dan sinkronisasi di bidang pendidikan ?

  12. Warmly and with regard and thanks
    Pak satria kami berterima kasih dengan apa yang telah dilakukan bapak selama ini..
    terlebih memperkenalkan kami dimojokerto dengan komunitas yang luar biasa…

    Namun ditahun-tahun ke depan perlu kiranya semua eksponen klub guru disemua cabang dan daerah untuk kumpul bareng dalam sebuah momen (Kongres atau apalah namanya.Bagaimana mekanisme organisasi ini dan semua kelengkapannya. Bukankah kita semua ingin klub guru berkembang menjadi organisasi yang profesional, transparan dan akuntabel, menjadi guru bangsa seperti yang dikatakan oleh Pak Satria.

    Agar kami-kami didaerah turut terbantu dalam mensosialisasikan klub guru kepada para guru

    Terima kasih atas kesempatan yang luarbiasa

    hafis/mojokerto

  13. aSSALAMUALAIKUM.
    pAK SATRIA TERIMA KASIH ATAS KEGITAN INI TERLEBIH SETELAH KLUB GURU MEMBUKA CABANG DI GRESIK SEMOGA ORGANISASI INI MENJADIKAN KITA GURU YANG PROFESIONAL UNTUK TURUT SERTA DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN DI iNDONESIA tRIMs wASSALAM

  14. Beruntunglah daerah yang sudah siap menerima perubahan……di tempat kami (Banten) terjadi intimidasi bagi PNS yang menjadi anggota IGI. ini terjadi pada sy, ketika sy ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Seminar IGI se-Kab Pandeglang, Pimpinan PGRI Pdg dan jajaran pengurus mengintimidasi saya seolah IGI itu adalah organisasi terlarang meski sy sdh jelaskan bahkan sy berikan Profil IGI.

  15. Situasi dan kondisi yang belum siap menerima kehadiran IGI karena dianggap saingan oleh jajaran PGRI, karena mantan-mantan pengurus PGRI sekarang ini (di daerah) banyak yang menduduki jabatan di Dinas Pendidikan, kondisi ini saya alami sekarang ini, oleh sebab itu sampai saat ini saya sangat berhati-hati mau mengadakan kegiatan, tapi sambil jalan dan sharing dengan sesama IGI di lain daerah mudah-mudahan IGI saya bisa eksis, mohon dukungan….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *