Minggu, 28 September 2020
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
APA SIH AJARAN ISLAM ITU?
Ilustrasi. pinterpolitik.com

Ilustrasi. pinterpolitik.com

Salah satu masalah besar kita sebagai umat Islam dalam memahami agama adalah ketidakmampuan kita untuk MEMBEDAKAN mana yang ajaran agama, mana yang budaya, mana yang sejarah, mana yang ijtihad, mana yang pendapat ulama, dll.
Masih banyak di antara kita yang mengira bahwa semua yang dilakukan oleh nabi Muhammad (atau yang dilakukan oleh para nabi yang tertulis dalam Alquran) adalah ajaran agama. Padahal tidak.
Masih banyak di antara kita yang mengira bahwa semua yang dilakukan oleh para khalifah Islam adalah ajaran agama yang perlu kita ikuti. Tentu saja tidak.

Masih banyak di antara kita yang mengira bahwa pendapat para ulama pastilah merupakan ajaran agama semua. Tentu saja tidak. Sebagian besar dari apa yang mereka sampaikan jelas hanyalah hasil pemikiran mereka. Meski pun mereka telah berusaha keras untuk mendasarkannya pada Alquran dan hadist paling shahih.

Para nabi itu punya beberapa istri. Tapi ada juga yang tidak beristri. Nabi Muhammad bahkan punya lebih dari empat istri. Nabi Daud bahkan sampai didatangi oleh malaikat perkara berlebih-lebihannya dalam soal memiliki istri. Nabi Sulaiman katanya juga istrinya puluhan orang. Tapi jelas punya banyak istri itu BUKAN ajaran agama. Itu hanya kebiasaan dan adat istiadat orang-orang zaman dahulu di mana para nabi termasuk di dalamnya.
Selanjutnya…

KITA BISA KENA VIRUS DI MANA SAJA

Ya, apa pun upaya kita, kita tetap bisa terjangkit di mana aja.

Pertama, kita tidak mungkin tinggal di rumah terus. Kita harus melanjutkan kehidupan kita. Kita tidak mungkin mengurung diri terus tanpa berhubungan langsung dengan siapa pun. Meski pun saya sudah pensiun, tidak bekerja ngantor lagi, dan menolak untuk bepergian jika tidak sangat perlu tapi saya masih mungkin terpapar di jalanan, di toko, di pasar, di resto, di masjid, di mana saja saya pernah berada. Saya juga masih harus tetap bertemu dengan orang-orang lain. Dan salah satu dari mereka mungkin OTG yang bisa menularkan virus kepada saya.

Kalau pun kita mengurung diri total dengan tidak keluar rumah sama sekali, anggota keluarga kita tentu tidak bisa melakukan hal yang sama. Meski saya berusaha untuk tidak bertemu teman-teman saya, umpamanya, tapi anak-anak dan istri saya tentu tidak bisa. Mereka punya kehidupan sosial yang harus mereka jalankan. Saya bahkan tidak mampu menahan mereka untuk tidak keluyuran atau nongkrong di café bersama teman-temannya. Saya juga tidak bisa menolak teman-teman mereka datang dan bahkan tidur di kamar mereka. Salah satu dari anggota keluarga saya atau teman-temannya yang berkunjung mungkin sudah jadi OTG dan bisa menularkan virus kepada anggota keluarga yang lain. Bahkan saya bisa tertular di mobil atau di rumah saya sendiri.

Kedua, sedisiplin apa pun kita menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, menjaga kesehatan tubuh, membaca banyak petunjuk dan panduan untuk tidak tertular virus, berdoa dalam setiap salat kita, tetap tidak ada jaminan bahwa kita tidak akan tertular.

Yang bisa kita lakukan hanyalah IKHTIAR. Soal apakah kita akan tertular atau tidak suatu saat itu adalah MISTERI. Para dokter dan tenaga kesehatan yang sudah demikian disiplin dan pahamnya akan virus ini saja masih juga jadi korban. Kita bukanlah perkecualian. Tidak peduli seberapa ketatnya kita menjaga jarak, seberapa sehatnya tubuh kita, seberapa mudanya usia kita, seberapa cerdasnya kita memahami virus ini dan penyebarannya, seberapa merasa dekatnya kita berhubungan dengan Tuhan, we are still no exception. Kalau Tuhan inginkan kita tertular ya kena juga.

Jadi bagaimana dong…?! Selanjutnya…

SITI GALAUWATI BERANAK TIGA

Kadangkala kita kehilangan kekuasaan tepat di jantung kekuasaan kita. Seperti yang saya alami di rumah saya sendiri…

Semua anggota keluarga saya suka dengan binatang peliharaan, kecuali saya. Mereka suka sekali memelihara kucing. Yubi bahkan pernah membeli seekor anjing kecil jenis poodle yang sangat lucu dan dimasukkannya ke kamarnya. Tentu saja saya berang. Meski semula binatang piaraan tersebut janjinya hanya akan berada di luar rumah dalam kandang tapi tentu saja itu janji kosong seperti janjinya para politisi. Pada kenyataannya binatang piaraan tersebut akhirnya akan menjadi bagian dari keluarga yang akan mendapatkan perlakuan sebagaimana layaknya anggota keluarga yang lain. Mereka hanya tidak masuk dalam daftar Kartu Keluarga dan diikutkan BPJS saja.

Berkali-kali saya sampaikan bahwa saya tidak suka ada binatang peliharaan masuk rumah. Kalau pun TERPAKSA kami harus memelihara seekor anjing lucu atau kucing jenaka maka mereka harus tinggal di luar rumah. Di dalam pagar oke tapi tidak di dalam rumah. Belikan kandang dan bikin senyaman mungkin bagi mereka. Mereka sepakat, pada mulanya….

Tapi saya dikepung oleh persekongkolan antara istri dan anak-anak saya yang lama-lama membiarkan mereka masuk sedikit demi sedikit. Akhirnya para kucing menjengkelkan tersebut akan naik ke kasur mereka masing-masing. Sungguh anjay dan kucay mereka itu…!

Lalu kucing-kucing tersebut akan mulai masuk ke kamar saya mencoba merayu saya agar ikut menyukai mereka. No way, Jose…!
Selanjutnya…

BENARKAH MUHAMMAD ADALAH SEORANG NABI?

Ketika saya menulis “Muslim Kritis? Harus dong!” seseorang mengritik dan mengatakan bahwa ia tidak percaya bahwa Alquran itu adalah wahyu Tuhan karena katanya isinya banyak kontroversi (meski ia tidak menjelaskan apa kontroversinya dan saya tidak tertarik untuk menanyainya). Jadi saya jawab bahwa ia bukan orang pertama dan tidak sendirian. Sejak awal Nabi Muhammad mendakwahkan agama Islam sudah ditentang dan dilecehkan. Dan itu akan terus terjadi sampai akhir zaman nanti. Jadi nothing new. Orang akan terus membantah dan menolaknya. Lagipula orang yang tidak mengimani kebenaran dalam agama Islam itu jauh lebih banyak daripada yang mengimaninya. Jumlah umat Islam di dunia ini memang sudah dalam bilangan milyar. Tapi yang non-muslim kan lebih milyar jumlahnya. Lha wong yang mengaku Islam aja belum tentu mukmin lho! Jadi saya katakan padanya ‘You’re not alone’. There are so many of people like him in the world. Anda punya hak untuk tidak percaya. Itu sudah disampaikan oleh Tuhan dalam Al-Kahfi 29 (sila cek sendiri apa kata Tuhan dalam ayat ini).

Dulu saya menikmati berdebat tentang agama baik dengan sesama muslim, apalagi dengan non-muslim, di milis-milis. Saya ini ‘alumni’ milis Apakabar yang heboh dulu itu. Jika Anda sudah cukup tua mungkin Anda tahu mailing list group ini. Rasanya adrenalin saya mengalir deras kalau mendapat tantangan debat tentang agama. Pokoknya saya sok bangetlah. Saya mengoleksi berbagai buku-buku debat agama yang berbahasa Indonesia mau pun yang berbahasa Inggris. Ahmed Deedat almarhum (semoga Allah merahmatinya di alam kubur) adalah debater favorit saya. Selanjutnya…

PERLU MUKJIZAT?

Apakah Anda memerlukan mukjizat dalam hidup Anda? Jika ya, mukjizat apa yang Anda inginkan?

Sesungguhnya kehidupan kita ini dipenuhi dengan mukjizat-mukjizat yang tidak kita sadari..

Menyembuhkan orang yang sakit lepra dan kusta? Ilmu kedokteran bahkan mampu melenyapkan penyakit itu selama-lamanya. Sebentar lagi kita sudah akan bisa menemukan cara mengalahkan Covid 19. Just a matter of time.

Memiliki suara yang merdu seperti Nabi Daud? Sekarang ada ribuan penyanyi yang memiliki suara yang sungguh memukau dan bisa kita simpan lagunya di gadget kita.

Menyeberangkan ratusan orang lewat laut dengan membelahnya sehingga mereka bisa berjalan di antaranya? Sekarang ribuan orang lalu lalang melintasi lautan tanpa harus capek-capek berjalan. Laut juga tidak perlu dibelah. Lewat saja di atasnya. Zaman dulu Nabi Musa tidak punya kapal makanya ia terpaksa harus melakukan atraksinya tersebut untuk menyelamatkan umatnya.

Mengubah tongkat menjadi ular? Siapa yang terkesan sekarang? Lha wong orang lebih terkesan kalau ada mukjizat mengubah kertas koran menjadi uang.

Ada nabi atau orang yang bisa melayang atau terbang? Now everybody can fly, kata Airasia. It’s no magic anymore. Kalau ada orang yang dengan kekuatan batinnya bisa melayang beberapa centimeter dari tanah maka itu sekarang hanya akan dianggap semacam atraksi saja.

Hal tersebut TIDAK MEMECAHKAN MASALAH APA PUN. Selanjutnya…

HALU LEVEL TUJUH


Kadang ada orang yang bersikap aneh bin ajaib. Orang-orang ini menyuruh sesuatu agar dilakukan tapi dia sendiri tidak melakukannya.

“Ngopilah setiap hari…! Barangsiapa tidak ngopi maka hidupnya akan susah !”

“Kami ngopi kok setiap hari.”

“Kopi kalian ini tidak murni. Itu tidak dianggap ngopi.”

“Lha apakah kalian ngopi yang murni?”

“Tidak. Kami masih mencari kopi luak murni asli gurun.”

“Busyet dah…!” 🙄 Selanjutnya…

BUMBU PALING SEDAP DI DUNIA

Menurut Anda apa bumbu paling sedap di dunia…?!
Bumbu rendang…?! Bumbu rica-rica…?! Bumbu rawon…?! 😊
Bukan. Saya tidak sedang membicarakan bumbu dapur atau bumbu masakan… 😄

Saya sedang membicarakan sebuah bumbu yang bisa benar-benar mampu MEMBIUS manusia. Dengan bumbu ini maka manusia bisa benar-benar sakau dan lupa diri. Dengan bumbu ini manusia bisa membenci dan tega membunuh siapa saja. Dengan bumbu ini manusia bisa mabuk dan terkena histeria massal. Dengan bumbu ini apa yang batil, jahat, nista, bisa menjadi baik, halal, terpuji, dan mendatangkan kekaguman. Dengan bumbu ini seorang penjahat yang paling kejam, wanita yang paling nista, bisa menjadi suci dan terpuji. Seseorang yang mulutnya kasar dan penuh sumpah serapah menyemburkan fitnah ke mana-mana akan bisa disebut “Gus”, “Yai”, atau bahkan “Habib”. Seorang filsuf Islam yang terkenal dengan kutipannya “Two truths cannot contradict one another.” Sudah mengingatkan kita berabad-abad yang lalu tentang bumbu paling enak di dunia ini.

Begini katanya, “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah yang batil dengan agama.”. Nama bekennya Averroes tapi nama aslinya Abu Walid Muhammad bin Rusyd (Ibnu Rusyid), cendikia & ilmuwan muslim yang lahir di Andalusia Spanyol tahun 1128 M. Sejak ratusan tahun yang lalu Ibnu Rusyd ini sudah mengingatkan kita akan bahayanya BUMBU AGAMA ini. 🙏 Selanjutnya…

MITOS KHILAFAH AJARAN ISLAM

Apa sih sebenarnya yang dijanjikan oleh Hizbut Tahrir dan apa yang membuat ‘janji’ itu dibeli oleh umat-umat Islam (meskipun janji itu tidak pernah terwujud dan bahkan semakin jauh dari harapan setelah 60 tahun lebih dijanjikan pertama kali)? Hizbut Tahrir juga menjanjikan sesuatu yang lebih besar, yaitu kejayaan Islam dan surga sambil menakut-nakuti mati kafir jika tidak ikut mereka. Mereka tahu benar bahwa umat Islam paling ngeri jika ditakut-takuti mati kafir. Jadi mereka gunakanlah trik tersebut untuk melariskan dagangan mereka. Trik kuno yang selalu berhasil pada umat Islam awam.

Jika Anda sering berhadapan dengan para pendukung HTI maka Anda akan paham bahwa sebenarnya semua argument mereka itu sekedar cocoklogi dantak berdasar. Kalau Anda menyodok mereka dengan pertanyaan yang mendasar maka mereka akan kelabakan lalu menghindar dengan cara mengalihkan topik pembicaraan atau mereka akan mencaci maki Anda (shoot the messenger). Tapi pertama-tama yang mereka lakukan adalah menakut-nakuti Anda dengan membawa-nama nama Tuhan. Takut-takuti baliklah mereka…

Semakin lama saya bergaul dan berdebat dengan orang-orang HTI semakin saya sadar bahwa apa yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir ini benar-benar membodohi umat Islam secara massif, sistemik, dan terstruktur. Ideologi yang mereka jajakan sama sekali tidak berdasar dan apa yang mereka lakukan adalah kebodohan dan kesia-siaan belaka. Organisasi ini membawa-bawa nama Islam dan mengklaim dirinya sebagai organisasi yang akan menegakkan kejayaan Islam, tapi pada praktiknya di berbagai negara tampil sebagai perusuh yang selalu menghasut umat Islam untuk menentang bangsa dan negara di mana mereka tinggal. Mereka menghasut umat Islam untuk menjadi pengkhianat bagi bangsa dan negara mereka masing-masing.

Selanjutnya…

MENJAWAB CAK NUN (PART2)


Meski pun saya ngefan sama Cak Nun dan menjadikannya sebagai salah seorang penulis favorit saya dulu (sekarang kayaknya tulisannya sudah kehilangan greget) tapi kadang saya juga gregetan dengan apa yang ditulisnya dan yang ia sampaikan di mimbarnya. Kok ngono sih…?! Really, Bro…?! 🤔

Salah satu tulisannya yang membuat saya ‘njingkat’ karena gak trimo dan langsung buka computer untuk nulis adalah The Scary Khilafah.

Apa yang ditulis oleh Cak Nun di sini akhirnya dijadikan pembelaan dan pembenar oleh para pendukung HTI. Saya tidak yakin bahwa ini yang diinginkan oleh Cak Nun tapi nyatanya apa yang ia tulis memang akhirnya dijadikan pembenar gagasan khilafahnya HTI yang akhirnya semakin lama semakin nglamak. Saya menulis tiga artikel untuk menjawab apa yang ditulis Cak Nun di situ.

– SCARY KHILAFAH
“Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah.”
Selanjutnya…

MENJAWAB CAK NUN

Dear all, tolong jangan salah paham…

Kalau saya mendebat pendapat Cak Nun itu bukan berarti saya tidak suka atau membenci Cak Nun. Sama sekali tidak. Saya MENCINTAI dan NGEFAN sama Cak Nun… Saya dulu mengoleksi buku-bukunya dan masih suka mendengarkan videonya (biasanya cuma potongan) sesekali. Bagi saya Cak Nun itu luar biasa pemikiran dan sikapnya. Aset bangsa banget…!

Saya juga SANGAT mencintai istri saya. Saya juga MENGAGUMINYA.

Tapi ya kami sesekali tidak sepakat satu sama lain. Dia membantah saya dan saya juga membantah dia. Dan setelah itu kami kelon lagi (yang ini bukan kelas online lho ya…!) Biasa saja kalau kita sesekali tidak sepakat dengan siapa pun.

Lha wong para sahabat saja juga tidak selalu sepakat dengan Nabi lho…! Sudah gitu Tuhan malah membela pendapat sahabat, bukannya Nabi Muhammad. Piye ngono kuwi…?!

Jadi tolong jangan menghujat Cak Nun yang saya cintai itu hanya karena Anda tidak cocok dengan pendapatnya. Mending kalian misuhi saya karena saya bisa balik misuhi kalian.

Mari kita berdiskusi baik-baik. Ini pendapat Cak Nun yang mau saya kritisi. Selanjutnya…