Selasa, 22 Januari 2019
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
BANGSA INDONESIA YANG PEMAAF DAN UMAT ISLAM YANG PENDENDAM

Bangsa Indonesia katanya pernah dijajah oleh bangsa Belanda selama 350 tahun dan juga dijajah oleh bangsa Jepang selama 3,5 tahun dengan penuh penderitaan. Tapi sejak tahun 1945 Indonesia telah menjadi bangsa yang merdeka. Alhamdulillah…! 👍😊

Apakah bangsa Indonesia menyimpan dendam kesumat pada bangsa Belanda dan Jepang yang telah menjajah, membunuhi rakyat, dan membuat mereka sengsara? Tidak. Itu masa lalu. Kini bangsa Indonesia bahkan bekerja sama dengan mesra dengan ke dua bangsa penjajah tersebut. Mereka seolah sudah lupa bahwa kakek moyang orang Belanda dan Jepang tersebut telah membuat kakek moyang bangsa Indonesia tertindas dan sangat menderita.

Sebenarnya kita tidaklah lupa, tidak akan melupakan, dan akan terus mengingatkan semua anak-anak kita. Kita mengingatkan anak-anak kita dalam pelajaran sejarah. Tetapi sejarah adalah sejarah. Kisah tentang masa lampau. Sejarah permusuhan di masa lampau tidak perlu diteruskan dan rasa dendam dan permusuhan perlu dikubur saja. Sekarang kita mengajarkan anak-anak kita untuk bersama-sama dengan bangsa mana pun menatap masa depan, yaitu dengan bekerjasama mengupayakan kesejahteraan dan kemakmuran bersama dalam suasana penuh kedamaian. Bahkan kepedihan dan kekejaman perang antara bangsa Indonesia dengan Timor Leste yang baru saja berlalu juga sudah dilupakan. Saya berkunjung ke Timor Leste baru-baru ini dan sama sekali tidak melihat dan merasakan sedikit pun rasa dendam mereka kepada bangsa Indonesia. Begitu juga sebaliknya. Alangkah indahnya dan tentramnya perdamaian di antara dua bangsa ini. ❤

Tapi berbeda dengan umat Islam. Selanjutnya…

TERIMA KENYATAANNYA SEKARANG

Anda pendukung keras Jokowi atau Prabowo? Bahkan bersedia berkelahi dan kalau perlu mati demi pilihan Anda? Tidak masalah. Yang mana pun yang Anda dukung bersiap-siaplah untuk menerima kenyataan. Fakta yang harus Anda terima, suka atau tidak suka – mau atau tidak mau, adalah bahwa capres yang Anda dukung dengan mati-matian besar kemungkinannya kalah dan justru capres yang sangat Anda benci malah jadi. Mereka bisa Jokowi – Kyai Ma’ruf Amin dan bisa Prabowo – Sandi. Anda bisa saja benci pada salah satu pasangan dan sangat mencintai pasangan lainnya tapi kenyataan nantinya bisa saja yang jadi adalah pasangan orang yang Anda benci.

Apakah Anda bisa menerima kenyataan itu? Kalau itu berat maka mulailah BELAJAR menerima kenyataan mulai sekarang. Jangan menunggu setelah pilpres. It’s just a mental exercise and you can start now. Kita harus mulai menerima kenyataan dan juga melihat kenyataan bahwa siapa pun pasangan yang terpilih nantinya adalah pasangan presiden dan wakilnya yang telah direstui oleh Tuhan dan disepakati oleh bangsa Indonesia. Mereka adalah bagian dari kita, saudara kita, dan bukan orang lain. Mereka memiliki keinginan dan cita-cita yang sama dengan kita dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa meski mungkin dengan cara mencapainya yang tidak seperti yang kita inginkan. Siapa pun nantinya yang akan terpilih adalah SAUDARA KITA. Kita harus bisa menerimanya dengan ikhlas sejak sekarang. 🙏 Selanjutnya…

GERAKAN MENYUMBANG BUKU UNTUK ALMAMATER

Pada tahun 1997, Taufik Ismail, atas perintah dari Prof Dr. Wardiman Djojonegoro yang merupakan menteri Pendidikan pada waktu itu, melakukan survei tentang budaya membaca siswa-siswa SMA di 13 negara, baik itu di Eropa, Amerika, Kanada, mau pun Asia. Hasilnya beliau tuliskan dalam sebuah laporan yang kita kenal dengan istilah “Tragedi Nol Buku”. Tragedi Nol Buku adalah fakta menyedihkan bahwa ternyata siswa SMA Indonesia TIDAK WAJIB MEMBACA BUKU SASTRA SAMA SEKALI (atau nol buku) sehingga dianggap sebagai siswa yang BERSEKOLAH TANPA KEWAJIBAN MEMBACA. Sila baca untuk lebih lanjut. https://satriadharma.com/2014/01/28/tragedi-nol-buku-tragedi-di-dunia-pendidikan-indonesia/

Setelah 21 tahun berlalu, apakah telah terjadi perubahan pada kurikulum pendidikan kita? Apakah kita kemudian berupaya keras untuk membuat kurikulum yang akan membuat siswa sekolah menengah kita akan wajib membaca karya sastra? Aneh bin ajaib ternyata tidak ada perubahan. Sampai hari ini siswa sekolah menengah kita masih TIDAK DIWAJIBKAN MEMBACA KARYA SASTRA. Apa sebenarnya masalahnya?
Selanjutnya…

PERTANDINGAN YANG ANEH

Sekarang ini sedang berlangsung sebuah pertandingan yang aneh. Dua tim sedang berhadap-hadapan untuk berlaga. Ada panitia dan ada wasitnya. Ketika salah satu pemain melakukan kesalahan maka wasit pun meniup peluit, “Priiit…! Priiit…!”

Seketika ributlah para supporter dan official dari tim pemain yang kena semprit. Mereka tidak terima pemainnya disemprit. Mereka malah marah pada manajer lawan. Menurutnya manajer pemain lawan melakukan kecurangan. Pemain lawan banyak yang melakukan kesalahan yang sama dengan pemainnya yang disemprit tapi kok hanya pemain mereka yang disemprit? Itu tidak adil dan itu adalah kesalahan Jokowi.

Ya begitulah yang sedang terjadi. Silakan ngakak. Saya tadi juga sudah ngakak kok! Pokoknya entah sampai kapan Jokowi masih akan menjadi sumber kesalahan nasional apa pun itu kasusnya.

Anies Baswedan, teman baik saya yang sekarang sedang menjadi Gubernur DKI, sedang dilaporkan ke Bawaslu dengan dugaan kampanye terselubungsaat menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra, di Sentul, Bogor, Senin (17/12/2018). Selanjutnya…

HIKAYAT SI JONI (Part 2)

Bagaimana seandainya ada SMS nyasar ke nomor HP Anda yang berbunyi :

Ass met pagi pak Joni. Pak sy indah temen nya sari. Sy mau tidur sm bpk. Sy butuh uang buat ayah sy pak. Sy dah ikhlas pak, wass

Terus terang saya kaget dan sempat berpikir yang iya-iya. Pertama yang menjadi pemikiran saya adalah apakah SMS ini genuine alias benar-benar salah kirim atau jangan-jangan sekedar awu-awu. Situasinya tampak genuine, yaitu ada seorang wanita, yang mengaku bernama Indah, yang mau menyerahkan dirinya pada seseorang bernama Pak Joni karena ia membutuhkan uang bagi ayahnya. Semula ia mungkin menolak tapi pada akhirnya ia ikhlas menyerahkan dirinya demi menolong ayahnya. Seorang wanita terpaksa menyerahkan dirinya demi uang yang ia perlukan untuk menolong orang tuanya adalah kisah klasik yang mudah kita temukan di mana saja dan kapan saja. Kebetulan saja bahwa SMS itu nyelonong ke nomor saya. Kebetulan…?! Really…?!

Memang sudah menjadi pembawaan saya untuk tidak terlalu mudah mempercayai hal-hal yang tampak kebetulan atau yang ‘too good to be true’. Sudah pembawaan saya untuk mudah mengenali hal-hal yang ganjil yang mungkin tidak disadari oleh orang-orang lain. Saya tidak tahu apakah ini baik atau buruk tapi saya biasanya dengan mudah mengenali sebuah setting penipuan. Saya bisa dengan cepat mengenali kesalahan atau kejanggalan pada sebuah situasi atau orang yang ingin menipu walau telah disamarkan dengan baik. Jadi kalau ada orang yang mau menipu saya dengan iming-iming hadiah lewat telpon atau SMS maka biasanya kurang dari lima detik saya sudah tahu bahwa itu penipuan. Selanjutnya…

HIKAYAT SI JONI 

Ribut-ribut soal Mbak Angel, The 80 Million Girl, saya tiba-tiba teringat kembali pada sebuah kisah pribadi. (Tolong yang usianya masih di bawah 21 tahun agar tidak ikut membaca kisah saya ini. Parental guidance is needed here)

Suatu kali saya mendapat sebuah SMS nyasar yang berbunyi ngeres…res…!  Begini bunyinya “Ass met pagi pak Joni. Pak sy indah temen nya sari. Sy mau tidur sm bpk. Sy butuh uang buat ayah sy pak. Sy dah ikhlas pak, wass”

Begitu mendapat SMS ini hati saya langsung mak deg. Mungkin ada beberapa detik jantung saya berhenti berdetak. Haah…! Saya langsung nyebut dan dzikir. Astagfirullah hal adzim… Audzubillahi minas syaitanirrojim… Allahumma inni audzubika minal khubutsi wal khabaits… Subhanallah wal hamdulillah wala ilahaa illallah wallahu akbar…

Setelah hati saya mulai tenang SMS itu saya baca lagi pelan-pelan. Entah berkat dzikir saya tadi atau setelah membaca dengan cermat saya baru sadar bahwa ternyata saya ini GR. Pertama, nama saya kan bukan Pak Joni (yang benar adalah Pak Imron, jare Cak Nanang Ahmad Rizali). Jadi jelas SMS itu bukan untuk saya dan entah bagaimana ceritanya kok bisa masuk ke nomor HP saya. Opo aku iki koyok Pak Joni? Yang kedua, saya juga tidak kenal siapa itu Indah temannya Sari. Ada beberapa orang yang bernama Indah dan Sari yang saya kenal tapi jelas gak ada hubungannya dengan Pak Joni.  Yang ketiga, dia bilang dia ‘mau tidur sm bpk’. Lha ini…! Selanjutnya…

HANUM SI CALON MAYYIT

Sebuah cuitan dari Hanum Salsabila Rais di Twitter pada Senin (7/1/2019) menarik perhatian saya. Pada kicauannya, Hanum menyebut KPU sebagai sosok wasit yang telah berlaku sebagai Timses dalam kontestasi Pemilu 2019. Tentu saja yang ia maksud adalah sebagai Timsesnya 01. Bagi Anda yang tidak tahu siapa wanita cantik ini sebaiknya Anda caritahu sendiri. Rugi kalau gak tahu siapa dia. J Yang jelas drama teatrikalnya di ILC ketika membela Ratna Sarumpaet sambil menitikkan air mata kapan hari itu sungguh menyentuh hati saya. Ingin rasanya saya ikut menghapus air mata dari pipinya tersebut dengan lembut. Tapi tentu saja keinginan tersebut saya simpan saja dalam hati saya dan tidak saya sampaikan pada istri saya. Lagipula saya kenal aja tidak sama dia.

Begini cuitan putri Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut:

“Wahai wasit, kini bagimu dunia memang begitu nyata, akhirat cuma cerita. Sebagai sesama calon mayyit, hanya ingin mengingatkan bahwa begitu jadi jenazah, akhirat lebih dari nyata, duniapun tinggal cerita. #KPUWasitRasaTimses

Kali ini Hanum memerankan dirinya sebagai ‘calon mayyit’. Betul, dia pakai dobel ‘y’. Itu artinya dia sangat serius memerankan sebagai ‘calon mayyit’ ini. Tentu saja ini peran yang sangat menantang karena biasanya kita mengenal peran-peran mayat hidup semacam ‘Suster Ngesot’, ‘Pocong’, ‘Jailangkung’, ‘Kuntilanak’, ‘Delivering at the Grave alias Beranak dalam Kubur’, ‘Suzzana, Breathing Under the Grave’, ‘Infidel : In Ally with Satan (KAFIR Bersekutu dengan Setan)’ dll. Kali ini Hanum mengambil angle yang unik (ojok kliru karo ‘angel’ lho yo. Sakno arek iki. Dijanjeni 80 juta sak tumpakan tibakno malah silaturrahmi polisi yang ia terima. Ngeriii…! L). Dia tidak mengambil peran sebagai mayyit sebagaimana film-film mainstream lainnya. Dia ingin memainkan peran as a candidate, sebagai calon mayyit. Sungguh anti-mainstream Mbak Hanum ini. Selanjutnya…

AKIBAT KEBANYAKAN NGUNTAL HOAX

Akhirnya yang saya kuatirkan terjadi juga…! Akibat terlalu banyak dicekoki oleh berita bohong dan fitnah akhirnya masyarakat tidak bisa lagi membedakan mana berita yang benar dan mana yang bohong. Bukan lagi mereka tidak bisa membedakan, mereka bahkan sudah tidak peduli lagi mana berita yang benar dan mana yang bohong. Masyarakat akhirnya mengonsumsi berita yang mereka sukai saja dan anggap itu sebagai berita benar. Sebuah era post-truth yang benar-benar merusak tatanan masyarakat. Lebih celaka lagi adalah bahwa para pelaku pembuat dan penyebar berita bohong ini bukan hanya orang-orang yang tidak terdidik tapi bahkan dilakukan dengan sukarela oleh orang-orang yang bahkan bergelar doktor (dan dokter).

Itulah sebabnya Tuhan sangat melarang kita untuk menyebarkan berita bohong. Dalam istilah Alquran, berita hoax tersebut disebut dengan kata‘Fahisyah’ sebagaimana penegasan Alquran surah an-Nur ayat ke-19, yaitu sesuatu yang teramat keji dan bahkan terbilang dosa besar. Mengutip hadis Rasul tentang bahaya hoax dari riwayat Bukhari. Hadis tersebut berbunyi : “Maukah kalian aku beritahu tentang sebesar-besar dosa besar? Yaitu mempersekutukan Allah dan durhaka pada kedua orang tua. Ketahuilah juga, termasuk perkataan/persaksian dusta/palsu.”  Ini menunjukkan bahwa dosa penyebar hoax berada sedikit di bawah dosa syirik. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tegas mengatakan, “Cukuplah seseorang dikatakan sebagai pendusta apabila dia mengatakan semua yang didengar.” (HR. Muslim no.7) Selanjutnya…

KISAH SOLEMAN

Alkisah ada seorang santri hafiz Alquran bernama Soleman yang naksir seorang gadis cantik di kampungnya bernama Fatimah. Fatimah ini anak seorang janda kaya raya bernama Bu Solekah. Sayangnya si Soleman ini selain wajahnya kurang ganteng (kata lain dari elek) juga gak punya modal financial. Tapi namanya cinta tak iya… Hatinya ngebet sekali untuk bisa memperoleh Fatimah.

Soleman lalu memberanikan dirinya untuk mendatangi kyainya dan menyampaikan apa yang ada dalam hatinya. Sang kyai sebetulnya ya kasihan ya agak gimana gitu mendengar keinginan Soleman untuk memperoleh Fatimah yang cantik dan anak janda yang kaya raya. Lha wong Soleman itu gak punya modal apa-apa selain hafiz Alquran. Tapi namanya kyai tak iya… Resep dan rumus untuk mendapatkan Fatimah pun diberikannya pada Soleman. Soleman harus tirakat selama 40 hari dengan khatam Alquran setiap hari dan juga salat malam. Pada saat salat malam itulah Soleman harus menyampaikan doanya pada Tuhan. Selanjutnya…

AYAM YANG MUSLIM

Mungkin Anda tidak akan percaya kalau saya bilang bahwa sekarang sudah ada ayam yang muslim sejak lahir. 😊
Saya saja sebelumnya tidak percaya sampai saya mencaritahu sendiri. Ternyata memang ada ayam yang muslim sejak lahir, artinya sejak hari pertama dia ditetaskan. Ayam itu namanya ‘O’ Chicken dan telah ada di banyak kota. Ayam goreng soleh ini bahkan telah diwaralabakan dan telah memiliki lebih dari 60 gerai di Sumatra dan Jawa. Begitu saya tahu saya langsung takbir “Allahu Akbar..!”. Sungguh terpukau saya olehnya. 😯

Cak Nanang, Ahmad Rizali malah lebih terpana begitu saya beri tahu. Ia bukan hanya takbir tapi bablas adzan dan iqomah lengkap. Setelah itu ia sujud syukur dan salat tobat di tempat. 😂 Saya melihat air matanya mengalir karena begitu terharu. Alhamdulillah…! Dia sungguh merasa mendapat pencerahan dan hidayah sekaligus. Hampir saja dia mau salto tiga kali ke belakang tapi saya cegah. “Isok mrotoli balungan peno, Cak,” kata saya mengingatkan. 😎

Bagaimana tidak muslim ayam ini lha wong katanya sejak hari pertama ayam-ayam ini sudah diperdengarkan lantunan ayat suci yang diputar 24 jam sehari, Full Day and Night Ngaji Chicken. Jadi sejak ditetaskan sampai disembelih (jelas dengan tuntunan penyembelihan yang syar’i lengkap dengan sertifikat Halal MUI-nya dong!) ayam-ayam ini selalu dalam situasi terkondisikan muslim sepenuhnya. Wow banget kan…! 😀 Selanjutnya…