Senin, 24 Februari 2020
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
KONSEKUEN

Makna konsekuen di KBBI adalah: sesuai dengan apa yang telah dikatakan atau diperbuat; berwatak teguh, tidak menyimpang dari apa yang sudah diputuskan. Dan ini adalah salah satu sifat menonjol ayah saya yang lain selain keberaniannya. Kalau beliau sudah menyatakan sesuatu maka beliau akan memegang kata-katanya tersebut meski ia sebenarnya tidak suka.

Ketika kelas 3 SMP saya mulai merokok. Saya dipengaruhi oleh seorang teman yang neneknya punya los di pasar. Hampir setiap hari ia ke Pasar Wonokromo untuk mengunjungi los pasar neneknya tersebut. Seringkali ia mengajak saya untuk ikut bersamanya mendatangi neneknya tersebut. Tujuannya datang ke sana adalah untuk minta uang neneknya. Ia seolah punya jatah uang harian dari neneknya karena selalu diberi uang setibanya di sana. Selain itu ia juga mengambil rokok yang dijual di los neneknya tersebut. Tentu saja tanpa diketahui oleh neneknya. Ia lalu mengajak saya untuk mulai belajar merokok.
Pada mulanya saya batuk-batuk dan tidak menikmati merokok. Tapi lama-lama saya bisa menikmatinya juga. Bukan hanya itu, semakin lama dan semakin sering saya menikmati rokok gratisan (dan colongan) itu saya menjadi semakin ketagihan. Kalau biasanya saya agak ogah-ogahan diajak ikut ke pasar maka belakangan saya malah bersemangat untuk ikut teman saya tersebut. Minimal saya dapat rokok beberapa batang yang akan saya konsumsi bersama teman-teman sepermainan yang juga sudah mulai ketagihan merokok. Celakanya, ketika saya sudah ketagihan merokok teman saya yang biasa memasok saya rokok sudah tidak mau lagi memasok atau berbagi rokok yang ia peroleh dari neneknya. Mungkin ia sudah ketahuan kalau sering mengambil rokok dari los neneknya dan mendapat pengawasan yang ketat sehingga ia sendiri pun sudah kesulitan untuk mendapat rokok. KPK sudah bertindak dan OTT semakin sering dilakukan. 😀
Selanjutnya…

PEMBERANI (Bagian 3)

Seekor singa tentu ingin agar anak-anaknya menjadi singa juga. Dia tentu tidak ingin anak-anaknya menjadi kucing, ikan piranha, terwelu, atau kalkun. Begitu juga ayah saya…

Karena beliau adalah orang yang sangat berani ngedap-ngedapi melawan siapa saja maka tentu beliau juga ingin agar anak-anaknya jadi pemberani seperti beliau. Utamanya tentu beliau berharap agar saya sebagai anak laki-laki pertama dalam keluarga juga bersikap berani berkelahi dan berani mati seperti beliau.

Jadi beliau selalu bilang bahwa saya harus berani berkelahi melawan siapa pun. Saya tidak boleh takut melawan siapa pun. Siapa pun itu… Siktalah, Dad…! 🙄

Suatu ketika ayah saya melihat saya dibuli oleh anak tetangga saya (kalau tidak salah namanya Saiful). Anak ini badannya dua kali lebih besar daripada saya dan tentu saja saya tidak berani melawannya. Begitu melihat saya mengalah dibuli oleh Saiful ini maka beranglah ayah saya. Mosok anak Singa dikerjain sama Gorilla kok diam saja?

Saya lalu dipanggil dan diminta untuk melawan Saiful. “Lawan dia…!” Selanjutnya…

PEMBERANI (Bagian 2)

Selain berani berkelahi melawan tentara, ayah saya juga punya keberanian lain. Salah satunya adalah berani punya anak banyak. Eit…! Jangan ketawa. Iki serius rek…!

Berani punya anak banyak itu termasuk keberanian yang sangat langka sekarang ini. Kalau dulu sih banyak orang yang punya anak banyak. Tapi punya anak sebelas zaman dulu pun tetaplah sebuah jenis pencapaian yang spektakuler. Kalau tidak percaya coba cari keluarga teman dan tetanggamu yang punya anak di atas sepuluh. Pasti hanya bisa dihitung dengan jari tangan sebelah. Kami ini sebelas anaknya tak satu pun yang berani punya anak banyak. Paling banter ya cuma punya anak empat. Itu bahkan belum separonya dari anaknya ayah saya. Ini agak aneh soalnya kami itu tahu betul betapa enaknya punya banyak saudara. Punya banyak saudara itu sumprit wuenak pol…! Kami itu selalu bersyukur bahwa kami punya banyak saudara. Kami itu kalau sudah berkumpul, masya Allah ributnya. Kami bisa bergurau berjam-jam lupa waktu sambil menghabiskan hidangan yang ada di atas meja. Kalau sate ayam lima puluh tusuk aja udah kayak sulap David Copperfiled. Tiba-tiba aja menghilang…

Punya anak sebelas itu jelaz (pakai akhiran ‘z’) sebuah prestasi yang tidak main-main. Tapi selain prestasi ini juga sebuah tantangan dan cobaan yang berat yang tidak berani kami tanggungkan. Akhirnya paling tinggi kami hanya berhenti di angka 4 dan yang terbanyak ya 3. Tak ada yang berani lebih. Tidak ada yang berani mewarisi keberanian ayah kami tersebut. Dulu pun kami sering merasa malu karena disindiri tetangga kanan kiri kok orang tua kami anaknya banyak sekali. Iku manak opo mencret…?! Ya terpaksa mereka saya pisuhi dengan cara yang selegan-elegannya. Tentu saja yang tidak punya anak merasa iri karena mereka tidak diberi Tuhan meski satu anak pun. Aduh…! Enak ya bisa punya banyak anak, kata mereka. Saya diam saja tidak berkomentar. Tapi dalam hati saya menjawab, “Iyo, awakmu gak ngrasakno.” 😞
Selanjutnya…

PEMBERANI

Saudara-saudara saya tiba-tiba punya ide bagus. Bagaimana kalau kami yang sepuluh bersaudara itu (semuanya sebenarnya sebelas tapi salah seorang dari kami, adik saya Alim Akbar Jaya, telah berpulang ke rahmatullah) menerbitkan sebuah buku yang ditulis bersama. Jadi kami diminta untuk menulis kisah dan nantinya dikumpulkan untuk diterbitkan.. Pancen ciamik kok dulur-dulurku iki. 😂 Tentu saja kami juga akan mengajak anak-anak kami yang mau ikut. Buku ini khusus tentang kisah dan kenangan kami bersama ayah kami, Muhammad Hasyim Mahmud, yang saat ini telah berusia 86 tahun. Buku ini akan kami tulis dan cetak dan akan kami berikan sebagai kenang-kenangan dan hadiah ulang tahun bagi beliau pada ultah beliau yang ke 87.
Tentu saja kami semua punya kenangan yang mengesankan dan rasa cinta dan kagum yang kuat pada ayah kami.. Ayah kami punya banyak sifat-sifat baik yang sangat menonjol. Saya akan menceritakan salah satunya, yaitu soal keberanian beliau. 👍😊

Salah satu sifat ayah saya yang sangat menonjol adalah keberaniannya. Beliau bukan hanya sangat berani tapi juga cenderung nekat ngedap-ngedapi. Orang akan salah sangka jika melihat ayah saya. Meski wajah dan postur beliau tampak halus, lembut, ramah, selalu tersenyum, kulitnya putih bersih, dan sangat miayeni (seperti piyayi Jawa), tapi kalau sudah marah maka beliau bisa berubah menjadi monster yang menakutkan dan akan menerjang apa dan siapa saja yang berani menghadapinya. Beliau akan tiwikrama menjadi raksasa yang akan mengobrak-abrik hutan seperti Arjuna Sasrabahu ketika marah pada Bambang Sumantri. Kalau di kantor beliau dulu di Kanwil Depdikbud Propinsi Gentengkali beliau sangat dikenal ‘kegarangan’nya. Beliau juga sangat saklek dan tanpa tedeng aling-aling. Lebih tepatnya adalah beliau memandang sesuatu kalau tidak hitam ya putih. Bugis aslilah pokoknya. 😂
Selanjutnya…

KALIAN PIKIR ISLAM ITU… 🙁

Masih sangat banyak umat islam yang mengira bahwa agama Islam itu suci murni tanpa campuran dari ritual-ritual agama lain. Jadi mereka mengira bahwa ajaran dan ritual-ritual agama Islam itu langsung turun dari langit melalui Jibril dan diberikan ke Nabi Muhammad dan tidak ada campurannya sama sekali dengan ritual ataupun ajaran agama lain. Semacam emas 24 karat begitulah. 😀

Padahal Nabi Muhammad sendiri dengan begitu rendah hatinya menyatakan bahwa apa yang ia bawakan hanyalah sepotong batu batu penyempurna bangunan yang sudah berdiri kokoh.

“Perumpamaanku dan para Nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia membaguskannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) yang berada di dinding samping rumah tersebut, lalu manusia mengelilinginya dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; ‘Duh seandainya ada orang yang meletakkan labinah (batu bata) di tempatnya ini”. Beliau bersabda: “Maka akulah labinah itu dan aku adalah penutup para Nabi”.

Karena mengira bahwa agamanya paling suci dan murni 24 karat maka mereka selalu curiga dan paranoid jika ada unsur-unsur ritual agama lain yang mirip-mirip atau menyerupai ritual dan ajaran agama Islam. Dengan sigap mereka akan berkata,”Agamaku agamaku, agamamu agamamu.” yang maksudnya jangan meniru ritual agamaku, jangan meniru ajaran agamaku, kalau kamu non-muslim ya jangan pakai kopiah dan sarung, apalagi pakai gamis, cadar, dan memainkan musik rebana. Itu artinya kalian telah berusaha untuk mengacau agamaku. Stay away… 😡
Selanjutnya…

INKONSISTENSI SIKAP: ANTARA MALAM TAHUN BARU DAN VALENTINE DAY

Posting saya tentang perayaan Valentine Day mendapat banyak pro dan kontra. Saya senang. Artinya topik ini menarik. Sayangnya sebagian besar yang berkomentar BELUM MAMPU berargumen dengan baik, yaitu logis dan diikuti dengan analisis. Kebanyakan cuma memaki-maki dan melontarkan sumpah serapah. Kalau hal tersebut diterus-teruskan maka kalian akan saya tendang keluar dari grup ini. Grup ini adalah grup untuk para guru yang diharapkan mampu menunjukkan kualitas dan kapasitas berpikir dan argumennya. Bukan kemampuan memaki-makinya.

Bagi Anda yang bilang bahwa VD harus dan wajib dilarang karena itu adalah BUDAYA ASING maka coba dipahami bahwa hampir semua yang Anda tonton di TV Anda itu adalah budaya asing. Islam sendiri sebagai agama TIDAK PUNYA BUDAYA. Yang punya budaya itu masyarakat. Jadi kalau Anda lihat majlis dzikir, tahlilan, festival rebana, pakai sarung, baju koko, songkok, dll maka itu BUKAN BUDAYA ISLAM tapi budaya umat Islam Indonesia, khususnya umat Islam NU. Setahu saya orang Muhammadiyah tidak pernah bikin tahlilan atau acara 100 Hari Wafatnya seseorang.

Jadi kalau Anda menolak VD dengan alasan itu adalah budaya asing coba berikan argumen yang lebih masuk akal karena pakai gamis dan cadar itu budaya asing. Anda mau tolak karena ia budaya asing? Selanjutnya…

PARA KHAWARIJ DAN PEMBELANYA

Ada dua jenis kelompok orang yang melakukan kejahatan dengan mengatasnamakan agama. Pertama adalah orang-orang yang memang sengaja menggunakan simbol-simbol dan kemasan agama untuk membodohi umat Islam. Ini seperti apa yang disampaikan pesan Ibnu Rusyid, “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah kebatilan dengan agama”. Karena bodohnya umat Islam maka apa pun yang menggunakan kemasan dan bungkus agama akan dianggap sebagai kebenaran, termasuk hal-hal yang batil yang sangat nyata sekali pun.. Umat Islam yang bodoh ini tidak mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil jika sesuatu telah dibungkus dengan symbol dan kemasan agama. Apalagi kalau sesuatu itu sudah ditempeli dengan ayat-ayat dan hadist maka langsung ditelannya dan dianggapnya sebagai sebuah kebenaran. Tentu saja para penipu berkedok agama adalah orang-orang yang mahir menggunakan jargon-jargon, simbol, isu, rangkaian kata dan narasi agama. Mereka akan menggunakan kepandaian mereka untuk membungkus kebatilan mereka dengan agama tersebut untuk menipu umat Islam yang bodoh. Jadi jangan heran bahwa segala isu berbau agama meski pun itu jelas-jelas salah akan tetap dilakukan dengan penuh semangat jihad seolah mereka sedang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar yang akan mengantarkan mereka ke sorga. Perusakan dan pembongkaran tempat ibadah umat lain, pelarangan untuk beribadah bagi umat lain, permusuhan dan kebencian pada umat lain adalah contoh yang sangat nyata dari kebatilan yang dibungkus agama. Kalau yang bermotifkan ekonomi juga banyak. Contohnya adalah penipuan properti atau bisnis berbasis syariah dengan embel-embel agama. Yang membuat orang melarat dan hidupnya susah contohnya adalah dengan memprovokasi umat Islam untuk tidak berhubungan dengan perbankan dan bahkan memprovokasi karyawan bank untuk keluar karena dianggap sebagai dosa riba. Yang membahayakan jiwa dalam kesehatan adalah yang menggunakan alasan agama untuk mencegah umat Islam melakukan vaksinasi, dll
Selanjutnya…

MEREKA PENJAHAT, BUKAN PAHLAWAN
Presiden Suriah Bashar al-Assad berbincang dengan pasukan pemerintah di garis depan wilayah Ghouta Timur, Minggu (18/3). Ini adalah pertama kalinya Assad mengunjungi daerah ini selama bertahun-tahun. (HO/SYRIAN PRESIDENCY FACEBOOK PAGE/AFP)

Presiden Suriah Bashar al-Assad berbincang dengan pasukan pemerintah di garis depan wilayah Ghouta Timur, Minggu (18/3). Ini adalah pertama kalinya Assad mengunjungi daerah ini selama bertahun-tahun. (HO/SYRIAN PRESIDENCY FACEBOOK PAGE/AFP)

“Setiap teroris di wilayah yang dikendalikan oleh negara Suriah akan tunduk pada hukum Suriah dan hukum Suriah mengenai terorisme,” Bashar Assad, Presiden Suriah

Seandainya saya adalah Presiden Assad maka saya akan minta izin pada Presiden Jokowi untuk mendatangkan Mardani Ali Sera dan semua yang MEMBELA para kombatan ISIS asal Indonesia ke Suriah. Di Suriah mereka akan saya setrum kepalanya sampai mereka waras kembali. 😬

Apakah Mardani Ali Sera cs berusaha untuk membela para TERORIS PENJAHAT PERANG ASING yang selama ini memerangi pemerintahan Suriah yang sah? Mereka datang ke negara Suriah lalu berkomplot dengan para pemberontak dengan tujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Apakah Mardani Ali Sera cs itu tidak paham bahwa hukum dari membangkang pada ulil amrinya adalah diperangi. Apalagi ini adalah warga negara asing yang membantu memerangi pemerintah Suriah yang sah. Untuk itu mereka membunuhi warga Suriah, merampok harta warga, memerkosa anak-anak wanita Suriah, dan mau menjajah negara Suriah. Mereka selama ini telah meluluh lantakkan negara Suriah dengan berbagai kejahatan yang mereka lakukan. mereka datang dari Indonesia adalah untuk bergabung dengan para teroris ISIS yang melakukan kejahatan-kejahatan yang sangat kejam dan sama sekali tidak berprikemanusian. Mereka itu ke Suriah untuk menjadi teroris untuk merampok dan menjajah negara Suriah. Mereka sama sekali tidak peduli dengan HAM dari para warga Suriah. Lantas mengapa tiba-tiba mereka mau dilindungi dengan HAM ala Indonesia dengan melupakan kejahatan yang mereka lakukan pada warga Suriah yang mereka perangi dan bunuh selama ini? Apakah mereka ini menganggap semua kejahatan mereka itu bukanlah hal yang serius dan patut mendapat hukuman? Apakah mereka menganggap Pemerintah Suriah tidak ada dan dengan seenaknya mau memulangkan para penjahat kombatan ISIS tersebut. Anda anggap apa kami ini? 🙄
Selanjutnya…

JADILAH TETANGGA YANG BAIK

Apa yang kita lakukan jika tetangga kita terkena bencana?

Kita MEMBANTU mereka. Itu sudah jelas.

Perkara bagaimana bentuk bantuannya maka itu bergantung pada apa bantuan yang mereka butuhkan dan bagaimana kesanggupan kita dalam membantu mereka. Jika mereka butuh bantuan tenaga, dana, makanan, pakaian, saran, hiburan, doa, atau apa saja yang kita miliki dan kita mampu membantunya maka kita membantu mereka sesuai dengan kebutuhan mereka dan kemampuan kita

Kita TIDAK menari di atas penderitaan mereka.

Kita TIDAK bergembira atau senang dengan penderitaan yang menimpa mereka.

Kita TIDAK mengatakan bahwa itu adalah azab, kutukan, hukuman, dan laknat Tuhan pada mereka.

TIDAK….!

Kita MEMBANTU tetangga kita. Kita MENAWARKAN bantuan kita pada mereka. Selanjutnya…

MANUSIA VERSUS VIRUS

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”

Kabar terbaru soal wabah Coronavirus sampai hari ini adalah:
– 46 kematian baru di Tiongkok sehingga jumlah korban menjadi 259.
– Sekitar 2.100 kasus baru dalam 24 jam terakhir, sehingga totalnya menjadi hampir 12.000 kasus menurut data Organisasi Kesehatan Dunia dan Cina. Sebagian besar kasus ada di China; sekitar 100 kasus telah dikonfirmasi di 21 negara lain.
– Berbagai negara telah melakukan upaya untuk menghentikan masuknya pendatang yang baru saja mengunjungi China ke negaranya dan hanya membolehkan warganya sendiri masuk.
– Warganegara yang baru saja datang dari Provinsi Hubei dan mau masuk kembali ke negaranya harus mengikuti prosedur isolasi selama dua minggu sebelum boleh kembali ke keluarganya.
– Hampir semua penerbangan dunia ke dan dari China dibatasi atau dihentikan sementara. Sekitar 10.000 penerbangan telah dihentikan sementara sejak merebaknya wabah ini.
– Beberapa negara mengevakuasi warganya dari Hubei. Korea Selatan, India, dan Bangladesh telah menerbangkan ratusan warga mereka pulang dari Wuhan, sementara Indonesia dan Turki juga telah mengirim pesawat ke sana untuk menjemput warganya. Senin, ini militer Rusia akan mulai mengevakuasi warga Rusia dari daerah yang terkena dampak di China.
– Para WNI yang dipulangkan dari Wuhan akan dikarantina di Pulau Natuna sebelum dikembalikan ke keluarga masing-masing (tapi rencana ini didemo dan ditolak oleh warga Natuna).
Selanjutnya…