Sabtu, 12 Juni 2021
Satria Dharma's Weblog
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
MEMBENCI KARENA AGAMA

Mengapa umat Islam membenci dan memusuhi orang Israel dan umat Yahudi?

Karena dulu… ya dulu sekali, sekitar 14 abad yang lalu, umat islam pernah bermusuhan dengan umat Yahudi dan perseteruan itu tertulis dalam Alqur’an. Lalu para ulama Islam mengawetkan dan bahkan mengobar-ngobarkan permusuhan tersebut agar TETAP ABADI. Meski perseteruan antara umat Islam dengan kaum kafir, umat Nasrani, dan umat Yahudi sudah berlalu selama 14 abad tapi perseteruan, permusuhan, dan kebencian itu masih diawetkan dan dihirup setiap hari. Jangankan itu. Sedangkan permusuhan antara kaum Sunni dan Syiah yang dimulai belasan abad yang lalu saja sampai saat ini masih awet, segar, dan dipupuk dengan penuh semangat oleh umat Islam. Mereka terus menyimpan dan mengobarkan dendam lama seolah itu adalah amanah suci yang harus terus dilestarikan. Padahal Sunni dan Syiah itu punya Tuhan yang sama, Nabi yang sama, Alquran yang sama, syahadat yang sama, salat yang sama, puasa yang sama, dan ada ratusan kesamaan lain yang bisa disebutkan kalau mau. Tapi mereka lebih memilih satu perbedaan, saya Sunni dan kamu Syiah. Dan itu membuat kita benar-benar berbeda. Berbeda berarti bermusuhan. Mari kita bermusuhan sampai kiamat. Titik. 😠

Apakah Alqur’an mengajarkan umat Islam untuk membenci kaum Nasrani dan Yahudi yang pernah bermusuhan dengan mereka 14 abad yang lalu? Tidak. Alqur’an memang menuliskan permusuhan dan perseteruan tersebut tapi Tuhan SAMA SEKALI TIDAK MENYURUH umat Islam untuk tetap mempertahankan permusuhan dan kebencian tersebut. Apa yang tertulis itu adalah catatan sejarah perjuangan Nabi di zamannya yang penuh dengan hikmah. Tapi Tuhan tidak pernah menyuruh umat Islam untuk tetap membenci dan memerangi mereka. Sebaliknya, Tuhan malah menyuruh umat islam untuk saling mengenal dan saling berkolaborasi dengan umat, suku, dan bangsa lain untuk menciptakan dunia yang rahmatan lil alamin. 🙏

Tapi kok berbeda antara ajaran dengan realitanya…?! 🤔
Selanjutnya…

KEGEERAN


Seorang teman mengadakan pesta sunatan anak bungsunya di rumahnya. Saya datang dan dengan bangga teman saya itu bilang, “Alhamdulillah lho. Meski pun saya ini tidak seberapa dekat dengan tetangga-tetangga tapi dari 70 orang yang saya undang yang datang 60 orang. Mereka rupanya menghargai undangan saya.” Wajahnya berseri-seri dan ia tampak bangga dengan dirinya. Saya ikut senang tentu saja. 😊

Ketika pulang istri saya yang mendengar sedikit lalu bertanya apa yang teman saya sampaikan tersebut. Begitu mendengarnya istri saya langsung ngomel, ”Ooo…gak tahu diri dia itu. Geer banget dia. Orang-orang datang ke pesta sunat anaknya itu karena menghargai dan menghormati istrinya, bukan dia. Istrinya itu sangat ramah, semua orang dianggapnya teman baik. Dia juga pemurah dan sangat suka membantu orang lain. Jadi orang juga sayang sama dia.”

Saya tercengang…. 😳
Selanjutnya…

MENJADI BODOH KARENA BERAGAMA

Pesan Ibnu Rusyd, “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkus yang batil dengan agama” rasanya perlu dikoreksi sedikit. Saat ini bukan hanya orang bodoh yang bisa ditipu dengan bungkus agama tapi bahkan orang-orang pintar. Banyak orang-orang pintar akhirnya menjadi bodoh hanya karena tertipu oleh bungkus agama. Saya punya beberapa bukti untuk itu tapi saya beri satu saja contoh yang sangat fenomenal belakangan ini, yaitu ketika orang yang sebenarnya pintar, cerdas, dan mampu berpikir mandiri tiba-tiba menganggap minum kencing onta sebagai sebuah ajaran agama berdasarkan hadist yang ia baca. Mereka berhenti menggunakan akalnya dan menyerahkan sepenuhnya pertimbangannya pada hadist tentang pernahnya nabi menyuruh seseorang minum air kencing onta sehingga sembuh. Mereka menganggap bahwa mempercayai hal tersebut dan ikut meminum air kencing onta adalah sebuah bentuk ketaatan pada agama. Ya, Allah…! 🙄

Sebenarnya ada contoh yang jauh lebih mencolok mata betapa agama telah membutakan mata bahkan orang-orang muslim yang pintar. Saat ini banyak sekali muslim cerdas, berpendidikan tinggi, dan bahkan memiliki gelar professor yang tiba-tiba tertarik pada ajakan untuk mendirikan kehilafahan ala Tahririyah yang jelas-jelas konyol, tidak masuk akal, dan bahkan membahayakan kehidupan berbangsa kita. Tapi karena ide kekhilafahan ala Hizbut Tahrir ini dibungkus dengan kemasan agama yang sangat indah, ditempeli dengan beberapa ayat Alqur’an dengan narasi yang sangat persuasif, maka tiba-tiba orang-orang pintar pun terkecoh dan terbuai. Mereka menganggap mendirikan kekhilafahan ala tahririyah tersebut sebagai ajaran agama dan bahkan mereka anggap sebagai perintah Tuhan.

Mengapa ini bisa terjadi…?! 🤔

Karena agama memang BISA membuat pengikutnya BERHENTI BERPIKIR. Selanjutnya…

CHINA UNDER ATTACK. 😁

Di antara prestasi dan kemajuannya yang luar biasa dan membelalakkan mata di dunia internasional, belakangan ini warga dan negara China diserang habis-habisan oleh berita bohong dan fitnah di medsos. Berbagai hoax dan fitnah secara sistematis, terstruktur dan massif menggempur China. Hampir semua medsos yang saya ikuti diserbu oleh berita-berita miring tentang negara China yang katanya akan menguasai dan menjajah Indonesia, sebagaimana China menguasai negara-negara lain yang berutang padanya. Really, bro? 🤔

Dan sebagaimana biasanya, saya dengan senang hati menghajar berita-berita fitnah tersebut. Apalagi yang lebih menyenangkan bagi seorang pensiunan bahagia seperti saya selain smashing those lies and hoaxes? 😂 Tentu saja mereka dengan penuh kegeraman memberi saya julukan ‘antek China’ di berbagai media di mana mereka saya smash. Dan saya menerima julukan tersebut dengan gembira sambil tertawa ngakak di dalam hati. Emang gue pikirin…! 🤣

Salah satu hujatan pada China adalah soal Tibet. Mereka mengedarkan video tentang tentara China yang katanya menyamar jadi TKA di Tibet kemudian pada suatu hari mereka bangkit menjadi tentara dengan senjata lengkap menggulingkan pemerintahan dan menguasai Tibet. Intinya adalah negara China menjajah negara lain dengan pura-pura mengirim TKA yang ternyata adalah tentara yang belakangan menggulingkan kekuasaan di mana mereka jadi TKA. Pesan langsungnya adalah agar berhati-hati pada TKA China yang mungkin suatu saat akan menjajah Indonesia sebagaimana mereka menguasai Tibet. Sungguh sebuah kisah gabungan antara drama sinetron, telenovela, sekaligus Srimulatan. 😂

Yang saya heran sebenarnya kok bisa tiba-tiba teman pensiunan saya tsb punya minat dan wawasan soal konflik China dan Tibet. Lha wong selama ini tak ada sama sekali pemahamannya soal politik luar negeri. Sopo gurune wong-wong iki? 😁 Selanjutnya…

HOAX SMASHER

Sudah cukup lama saya punya kesenangan di berbagai WAG yang saya ikuti, yaitu mengkaunter atau melawan berbagai berita bohong alias hoax yang disebarkan oleh teman-teman di WAG. Soalnya dua tahun belakangan ini memang marak sekali penyebaran berita hoax dan fitnah. Setelah saya perhatikan ternyata mereka yang suka menyebarkan berita bohong dan fitnah adalah mereka-mereka yang belum juga sembuh rasa kecewanya atas kekalahan capres pilihan mereka kemarin. Tahun sudah dua kali berganti tapi rasa sakit di hati masih belum juga sembuh. Bayangkan jika orang-orang seperti ini sampai jadi pacar Anda lalu Anda tinggalkan begitu saja dan Anda menikah dengan orang lain. Your life will surely be in danger. 😂

Salah satu yang disebarkan di WAG pensiunan saya adalah hoax lama yang bersemi kembali.

MERINDING!! GUBERNUR SUMUT SERUKAN JIHAD DAN REVOLUSI!! TEGASKAN BAHWA REZIM INI ADALAH REZIM BUSUK!

Gubernur Sumut, Letnan Jenderal Purnawirawan TNI H. Edy Rahmayadi, serukan JIHAD dan Revolusi terhadap Rezim Busuk!

Versi lengkapnya sila cari sendiri. 😁 Selanjutnya…

PAKAI OTAKMU, BRO! 😁

Kadang saya jengkel dan juga sedih baca segala artikel, berita, atau posting provokasi yang disebarkan oleh teman-teman di berbagai WAG. Jelas-jelas isinya tidak masuk akal sama sekali tapi kok ya dipercaya dan disebarluaskannya. Apakah otakmu sedang prei atau soak, Bro? Kok posting ngawur pol begitu kamu percaya dan sebarluaskan? Begitu kata saya dalam hati. 😒

Sebagai contoh adalah postingan yang katanya dari Haz Pohan yang mantan Dubes Polandia. Dalam posting tersebut disampaikan SKENARIO PREDIKSI REZIM BERKUASA. Ada beberapa skenario yang disampaikan tapi baru baca skenario pertama saja sudah jelas-jelas tidak masuk akal. Jadi untuk apa membaca dan mempercayai poin-poin berikutnya yang jauh lebih ngawur? 🤔

Poin 1 bunyi seperti ini.
1. periode 2019-2024 akan terjadi migrasi besar-besaran rakyat China ke Indonesia, minimal 25-50 juta.
Migrasi itu kan perpindahan penduduk lha mana ada migrasi dari satu negara ke negara lain apalagi dalam jumlah yang begitu fantastis? 😳

Migrasi besar-besaran itu terjadi jika ada perang di negara asalnya ke negara tetangganya atau jika penduduknya perlu mencari kerja seperti dari Meksiko ke AS. Lha migrasi penduduk China ke Indonesia itu karena faktor apa? Kata teman yang mengirim berita ngawur itu karena rakyat China butuh pekerjaan di Indonesia. Lha saya jelas ngakak karena faktanya sekarang China itu lebih makmur negaranya ketimbang Indonesia. Coba dengarkan video dari Dahlan Iskan dan Dr. Novi Basuki, anak pesantren dari Madura yang dapat beasiswa belajar sampai S-3 di China. Kata Novi orang kayanya di tempatnya sama dengan orang miskinnya di China. 😁
Selanjutnya…

PERTANYAAN SATU JUTA DOLLAR

Apa yang bisa membuat beberapa orang bisa naik-turun, melalui kelokan dan tikungan, hambatan dan rintangan kehidupan dengan ketenangan dan pengendalian diri yang tetap terjaga, sementara yang lain tersulut hanya oleh hinaan yang sangat remeh, hancur berantakan saat menghadapi frustasi kecil dan meledak karena kekecewaan ringan? 🤔

Ini jawabannya: SUDUT PANDANG atau PERSPEKTIF

Bayangkan seorang anak kecil yang bersenang-senang dengan sebuah mainan yang tiba-tiba rusak. Seluruh dunia anak itu hancur, dan dia mungkin merespons dengan menangis atau menjadi muram, sedih, bahkan marah. Anak itu gagal mengapresiasi, apalagi mengakui, seluruh kebaikan dalam hidupnya: bahwa dia masih mengenakan pakaian, diberi makan, disayangi, dan dirawat – belum lagi fakta bahwa ada satu dunia utuh di luar dunianya yang lebih kecil.

Bagaimana orang tua anak itu memandang masalah anaknya? Tentu saja masalah yang dihadapi anaknya bukanlah hal yang besar. Orang tua anak itu mengetahui bahwa mainan yang rusak tidak terlalu penting karena orang tua anak ini memiliki sudut pandang yang tidak dimiliki oleh anak itu.
Selanjutnya…

PILIH MACHIAVELLI ATAU AL-GHAZALI?

Machiavelli menulis buku The Prince yang isinya cara mendapat dan mempertahankan kekuasaan dengan MENGHALALKAN SEGALA CARA, sedangkan Imam Al-Ghazali menekankan pesan KEADILAN kepada penguasa. Yang menakjubkan adalah beliau lebih dahulu MENGKRITIK PARA ULAMA sebagai BIANG KERUSAKAN RAKYAT DAN PENGUASA dalam kitabnya yang legendaris Ihya Ulum al-Din.

Penguasa adil itu yang memberikan keadilan kepada sesama hamba dan tidak melakukan hal sebaliknya, karena penguasa zalim tidak akan bertahan lama. Hadist Nabi menyatakan : ‘kekuasaan itu bertahan bersama kekufuran tapi tidak bersama kezaliman‘.” Maksudnya, meski pun penguasanya kufur tapi jika dia adil maka dia akan bertahan tapi meski penguasanya muslim jika dia zalim dan tidak adil maka dia tidak akan bertahan.

Dalam sejarah tercatat Majusi bertahan selama 4.000 tahun menguasai dunia karena adil sehingga bisa mengembangkan peradaban dan kesejahteraan.

Al-Ghazali justru memberi contoh PENGUASA ADIL dari golongan kafir, baik di China mau pun Persia dalam kitabnya tentu maksudnya untuk menekankan betapa pentingnya penguasa yang adil. Penguasa yang zalim itu justru dimulai dari rusaknya para ulama.

Ihya, juz 2, hal 238:
Tidaklah terjadi KERUSAKAN RAKYAT itu kecuali dengan KERUSAKAN PENGUASA, dan tidaklah rusak para penguasa kecuali dengan KERUSAKAN PARA ULAMA.

Marilah berhenti mempromosikan dan mempraktikkan ISLAM POLITIK YANG TIDAK ISLAMI. 🙏

MEMBAHAGIAKAN ISTRI? 🤔


Pagi ini saya dan istri gembuleng berpelukan di kasur dan ngobrol ngalor ngidul as usual. Kami mendiskusikan tentang orang-orang dekat kami yang kehidupan berkeluarganya tidak berbahagia dan akhirnya bercerai. 😔

“Mengapa mereka tidak bisa membahagiakan satu sama lain, ya?!” tiba-tiba tercetus pertanyaan tersebut di antara kami.

“Mengapa si suami tidak bisa membahagiakan si istri maksudnya?” Kata saya menggoda istri saya. “Itu mungkin karena si suami sendiri belum bahagia,” jawab saya sendiri.

“Mungkin si suami menuntut istrinya agar membahagiakan dirinya dulu baru mau sebaliknya membahagiakan istrinya,” kata istri saya. “Yang terjadi akhirnya adalah saling menuntut dan bukan saling memberi,” sambungnya.

“Lalu mengapa kita tidak seperti mereka?” Tanya saya.

“Karena kita memutuskan untuk memberi lebih dahulu dan tidak bersikeras menuntut dulu pada pasangan.” jawab istri saya. Ah, istri saya memang cerdas. Mungkin dulu pernah kuliah di Harvard. 😁

Tapi saya tentu tidak mau kalah… Lha wong saya ini mantan gurunya kok. 😎
Selanjutnya…

RADIO GOMBAL…! 🙄

Seorang jamaah haji yang baru pulang marah-marah dan membanting radio yang baru dibelinya di Mekkah.

“Lho kang, ngopo ngamuk-ngamuk mbanting radio?” tanya kawannya penasaran.

“Radio gombal!” ujarnya geram.

Temannya terpaku kebingungan.

“Radio ini di Mekkah tiap hari ngaji Al-Quran terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok. Baru sehari di Indonesia sudah ketularan ndangdutan. Lha saya kan beli radio ini karena dia radio islami. Lha nek ndangdutan podo ae karo liyane… 🙄” sahutnya sambil terus ngomel.

Pancen angel tuturane… 🤣