Minggu, 16 Desember 2019
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
TEACHING TO THE TEST
Ilustrasi. gambar: https://www.mlive.com/

Ilustrasi. gambar: https://www.mlive.com/

Teaching to the test atau Mengajar untuk Menghadapi Tes adalah istilah untuk praktek pengajaran atau pendidikan yang kurikulumnya sangat terfokus pada persiapan siswa untuk mengikuti ujian standar. Itulah yang terjadi pada dunia pendidikan kita selama belasan tahun ini dengan adanya kewajiban mengikuti UN. Para guru bahasa Inggris tidak lagi mengajarkan ketrampilan berbahasa seperti Listening, Speaking, Reading, dan Writing tapi fokus pada mengajarkan siswanya agar bisa menjawab soal-soal UN Bahasa Inggris. Siswa tidak dilatih agar mampu menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai bekal kehidupan mereka kelak tapi dilatih untuk bisa menjawab soal-soal UN. Begitu juga dengan bidang studi lain.

Jadi jelas bahwa adanya UN itu memaksa guru untuk membatasi kurikulumnya pada pengetahuan atau keterampilan untuk meningkatkan kinerja siswa menghadapi ujian yang harus mereka ikuti. Ini menghasilkan fokus pembelajaran pada pengulangan keterampilan sederhana mengenali dan menjawab soal (“drill and kill”) dan membatasi kemampuan guru untuk fokus pada pemahaman holistik tentang materi pelajaran. Dengan ujian berisiko tinggi (highstake tests) yang harus dihadapi siswanya guru jelas dipaksa untuk mengajar menjawab soal tes daripada ketrampilan berbahasa kepada siswa mereka. Selanjutnya…

APA PISA ITU?

PISA (Programme for International Students Assessment) atau Program Penilaian Siswa Internasional adalah sebuah studi yang dilakukan untuk menghasilkan data tentang kebijakan pendidikan dan hasilnya di seluruh negara. Tes ini diprakarsai oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), sebuah organisasi ekonomi antar pemerintah dengan 36 negara anggota, yang dimulai pada tahun 2000. OECD melakukan tes yang mengevaluasi anak berusia 15 tahun di negara-negara anggota dan non-anggota untuk menilai kualitas dan inklusivitas sistem sekolah di negara-negara yang ikut. Tes PISA diadakan setiap tiga tahun dan tes berikutnya akan diadakan pada 2021. Hasil tes PISA 2018 baru saja dikeluarkan dan ternyata hasil siswa kita lebih buruk daripada tahun-tahun sebelumnya.

SIAPA YANG MENGUJI?

Tes ini dirancang oleh para pakar pendidikan dari seluruh dunia. Hingga saat ini, para ahli dari lebih dari delapan puluh negara telah berkontribusi dalam menyusun pertanyaan tes, kebanyakan dari negara-negara yang telah berpartisipasi dalam tes.

APA YANG DIBUTUHKAN OLEH TES INI? Selanjutnya…

UJIAN NASIONAL : NADIEM VS JUSUF KALLA
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: CNN

Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: CNN

Jusuf Kalla kembali bersuara fals ketika Nadiem ingin menghapus UN dan menggantinya dengan bentuk asesmen yang lebih rasional. Jusuf Kalla ini memang pendukung UN paling militan sejak beliau masih menjabat sebagai Wakil Presidennya SBY. Beliau mengeluarkan berbagai argumen mengapa UN harus tetap dijalankan meski argumen-argumennya jelas berdasarkan asumsi yang tidak memiliki landasan akademik dan hasil riset sama sekali. Argumennya hantam kromo dan menggelikan. Saya bahkan sudah menulis betapa konyolnya asumsi-asumsi JK ini dalam UN. Jika mau baca sila buka Jusuf Kalla dan Unasnya

Dulu beliau beranggapan bahwa Ujian Nasional dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Benarkah UN bisa meningkatkan kualitas pendidikan? Tidak ada studi yang mendukung pendapat tersebut. Jadi pendapat JK itu sekedar pendapat pribadi yang sama sekali tidak punya dasar. Itu jelas-jelas cuma asumsi karena JK juga tidak pernah menyampaikan hasil studi mana pun. Studi yang ada justru menunjukkan sebaliknya. Faktanya adalah meski pun hasil nilai UN siswa kita semakin baik ternyata di tes PISA malah ndlosor. Mau bilang apa lagi…?!

Dulu JK berpendapat bahwa UN merupakan sarana untuk membuat seluruh siswa di Indonesia sama pintarnya, karena memakai satu standar. “Siswa di Kendari, Ternate, maupun di mana saja di seluruh pelosok negeri di-set pengetahuannya sama dengan siswa di Jakarta maupun kota besar lainnya,” ujarnya. Selanjutnya…

PAHLAWAN AIR : MENJARING AIR DARI LANGIT

” Ketika mengunjungi komunitas kecil yang terisolasi di dataran tinggi di wilayah Timur Laut Ethiopia, saya menyaksikan kenyataan dramatis ini: kurangnya air minum. Penduduk desa hidup di lingkungan alam yang indah tetapi seringkali tanpa air, listrik, toilet. Untuk membantu memperbaiki situasi drastis ini, saya menjadikannya sebagai misi kami untuk menemukan solusi dan membantu orang-orang ini ” Arturo Vittori

Arturo Vittori, seorang arsitek Italia melakukan perjalanan pertama kalinya ke Ethiopia pada tahun 2012. Ethiopia saat itu benar-benar sebuah dunia yang baru baginya.
Pada suatu hari ia melihat seorang wanita Ethiopia berjuang setengah mati untuk membawa air dalam gentong yang besar dan berat ke desanya. Ia merasa sangat ingin membantunya, tetapi ia menyerah melihat ukuran dan berat gentong air yang dibawa wanita itu. Bahkan dia yang laki-laki akan sangat kesulitan untuk mengangkatnya. Dia terkejut dengan kemampuan wanita Ethiopia itu untuk membawa wadah air yang begitu besar dan berat sepanjang beberapa mil kembali ke desanya.
Selanjutnya…

TANPA UN MENGAPA CEMAS?

Mengapa ada orang yang cemas jika UN dihapuskan? Apa sih yang paling dikuatirkan jika UN dihapus? Mutu pendidikan dikuatirkan akan turun kalau UN dihapus? Lha kekuatiran itu datangnya dari mana? Apakah Anda sudah melihat data dan fakta yang terbentang sepanjang dilaksanakannya UN selama belasan tahun ini?

Ujian Nasional telah dilaksanakan belasan tahun dengan biaya yang luar biasa besarnya dan dengan mengorbankan moral dunia pendidikan hancur-hancuran. Toh mutu pendidikan kita juga merosot terus. Jadi bolehkan saya simpulkan bahwa adanya UN justru membuat mutu pendidikan kita merosot? Ini memang sudah diteliti. Sebuah studi dari Stanford University’s Institute for Research on Education Policy and Practice mengungkapkan bahwa kebijakan UN ternyata lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Baca di sini

Semestinya Ujian Nasional itu dijadikan sebagai tolok ukur untuk menilai kinerja pemerintah (dalam hal ini Kemendikbud dan dinas pendidikan) dalam menyelenggarakan pendidikan. Jadi bukan untuk mengukur kinerja siswa utamanya. Siswa itu kan hanya menerima pelayanan pendidikan dan bukan pelaku yang menentukan kualitas pelayanan pendidikan itu sendiri. Lantas kenapa siswa yang harus menerima resiko dan hukumannya jika pelayanan pendidikan di daerah atau sekolahnya buruk? Kenapa bukan Dinas Pendidikannya yang dicopot jabatannya lebih dahulu? Mereka sesungguhnya pantas untuk menerima resiko dari buruknya pelayanan pendidikan kita ketimbang siswanya yang tidak tahu harus berbuat apa agar bisa mengejar ketertinggalan dengan siswa Jakarta atau Jogyakarta, umpamanya.

Selanjutnya…

PEMIMPIN REVOLUSIONER

Kita harus benar-benar sadar dan bersedia menerima kenyataan bahwa kita kini telah masuk ke Era Disrupsi. Era Manual di mana segalanya masih dikerjakan oleh tangan dan harus oleh manusia sudah berakhir. Pintu tol sudah benar-benar tidak butuh tangan manusia untuk proses pembayaran. Kalau kita ke luar negeri kita bahkan tidak perlu lagi menempelkan kartu tol karena kartu tolnya sudah terpasang di kaca depan mobil dan pintu tol bisa langsung membacanya dari jarak jauh tanpa perlu ditempel lagi. Jadi begitu mobil sampai di depan pintu tol dalam jarak sekian meter pintu tol akan membacanya dan membuka pintu mempersilakan mobil lewat. Jadi jangan lagi berpikir bahwa kalau kita punya teman yang punya bisnis jalan tol maka keponakan kita bisa kita titip pekerjakan sebagai petugas pintu tol. It’s over. No more job for that kind of thing.

 

Selain itu filosofi ‘alon-alon waton kelakon’ harus benar-benar kita tinggalkan. Lha wong permainan catur yang dulunya satu game bisa berjam-jam sekarang sudah ada jenis barunya, yaitu ‘lightning chess’ alias Catur Kilat yang hanya memberikan masing-masing waktu bagi pemainnya sebanyak 5 menit saja dalam satu partai.  Gendeng…! Saya sampai tidak bisa melihat bidak melangkah ke mana dan dimakan sama apa saking cepatnya mereka bergerak dan tiba-tiba skak-mat…! Matek…! Kita tidak bisa lagi berlambat-lambat kecuali kita benar-benar ingin tertinggal dan jadi negara besar yang miskin. Negara kecil miskin masih mudah untuk diatasi oleh dunia tapi negara besar miskin adalah benar-benar bencana bagi dunia. Bayangkan seandainya Negara China itu masih ‘sekaya’ Indonesia (yang jutaan warganya cari kerja jadi pembantu rumah tangga di negara-negara lain) maka TKI dan TKW akan setengah mati bersaing dengan ratusan juta warga China yang juga ingin bekerja jadi PRT di negara lain. Untunglah China sekarang sudah benar-benar kaya dan malah bisa memberi pekerjaan pada warga Indonesia.

Selanjutnya…

RADIKALISME SEJAK PAUD?
Ilustrasi. pinterpolitik.com

Ilustrasi. pinterpolitik.com

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Al-Hujurat (49:13)

Wapres Kyai Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (15/11/19) menyampaikan sebuah isu tentang pentingnya upaya melawan radikalisme pendidikan di pengajaran pada anak sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkat Sekolah Dasar (SD).

Melawan radikalisme melalui pendidikan sejak PAUD? Ya. Menurut Kyai Ma’ruf saat ini telah muncul gejala radikalisme di tingkat PAUD hingga SD.

 

Maka gegerlah dunia persilatan…

Selanjutnya…

SYUKURAN KELUARGA

Alhamdulillah acara syukuran kami kemarin berjalan dengan sangat meriah. Tamu-tamu berdatangan baik dari dalam kota mau pun dari luar kota.  Dapat kejutan yang menyenangkan ketika para tonggo kampung Darmokali dulu yang kini sudah berpencaran juga datang serombongan. Mereka heran mengapa nama saya jadi Satria Dharma karena mereka tahunya nama kampung saya adalah Mas Adok (yang katanya singkatan dari ‘Arek Darmokali’). Semua hidangan bisa habis dan mereka benar-benar menikmatinya. Glad to know that everybody enjoyed the food served.

Banyak yang bertanya, “Syukuran opo iki, Cak Sat? Ulang tahun tah? Mantu tah? dlsb” Saya memang sengaja tidak menuliskan pada undangannya ini syukuran apa. Mengapa? Karena ini memang syukuran reno-reno. Ada banyak hal yang perlu kami syukuri dalam hidup ini dan kami merasa perlu untuk merayakannya. Pertama, tentu saja kami bersyukur bahwa selama tahun 2019 ini kami sekeluarga sehat-sehat semua. Mangan yo sik tetep akeh dan Alhamdulillah sing dipangan yo onok ae. Kami memang mengikuti falsafah ‘Mangan sak onoke’ jadi kalau ada sate dan gule enak di warung bu Umi ya kami makan, kalau ada panganan Ayam Geprek enak nang Transmart ya kami datangi, pokoknya ‘mangan sak onoke’, onoke isuk dipangan isuk, onok awan di pangan awan, nek gak onok yo digolekno coro supoyo onok. begitulah….
Selanjutnya…

MENGAPA KITA HARUS MENULIS?

Once in a lifetime we must be able to write and publish our own book. It is a proof that our life is valuable and we have stories, opinions, values, and thoughts that are worth sharing and may inspire others. – Satria Dharma

Tidak peduli apakah pernah terbersit di dalam hati Anda keinginan agar suatu hari Anda akan bisa menjadi seorang penulis buku yang bestseller atau sekadar memiliki blog sendiri, semua orang perlu mengembangkan kemampuan menulisnya. Di dunia yang semakin mengglobal ini kemampuan berkomunikasi adalah sangat vital. Menulis adalah sebuah cara berkomunikasi yang sangat penting. Sehebat atau sepandai apa pun Anda, sebagus dan secanggih apa pun produk yang mungkin bisa Anda ciptakan, tapi jika Anda tidak mampu mengkomunikasikannya ke dunia luas maka semua itu akan sia-sia. If nobody knows you or what you can do then you don’t exist. You should communicate yourself or your products well.

Cara pertama untuk berkomunikasi adalah berbicara atau tatap muka. Dengan berbicara langsung kita bisa menyampaikan dan mengekspresikan diri dengan meyakinkan. Itu sebabnya bahwa keputusan-keputusan penting tetap dilakukan dengan tatap muka dan bicara langsung antar pihak meski sebenarnya bisa dilakukan secara tertulis dan dari jarak jauh. Selanjutnya…

HABIB RIZIEQ SEBAGAI STAF KHUSUS WAPRES. 😎
Sumber foto : Instagram Agan Harahap

Sumber foto : Instagram Agan Harahap

(Believe me, you will love the idea…) 😎

Mengapa tidak…?! Lha wong Presiden Jokowi aja dengan penuh percaya diri mengangkat Prabowo sebagai Menhan kok. 😀 (Seribu teman itu kurang dan satu musuh terlalu banyak, kata Prabowo di sebuah videonya. Saya langsung kesengsem nontonnya padahal cuma cuplikan dan tidak tahu kapan, di mana, dan pada acara apa beliau ngomong gitu.😎)

Jadi apa salahnya kalau Habib Rizieq jadi stafsus Pak Amin Ma’ruf? (Ayo wudhu dulu kalau kamu belum paham apa hebatnya usulan saya ini) 😜

Pertama, Kyai Ma’ruf adalah penggagas dan sekaligus penggerak perekonomian syariah di Indonesia. Hal ini sesuai dengan apa yang selama ini digelutinya di perbankan syariah. Beliau adalah anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia sejak 1999) dan menjadi Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004–2010). Beliau bahkan telah menyusun rencananya tersebut dan menyampaikannya pada pengukuhan gelarnya. Kyai Ma’ruf Amin menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul ‘Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru Ekonomi Syariah di Indonesia’.

Kyai Ma’ruf Amin mengatakan jika nanti diberi amanah rakyat untuk memimpin Indonesia akan mengutamakan program ekonomi keumatan.

“Ekonomi keumatan adalah arus baru. Kenapa arus baru karena arus lama membentuk konglomerat. Ini kita jadikan arus baru, bukan melemahkan yang kuat. Tidak. Tapi, bagaimana menguatkan yang lemah. Itulah lahir program aset dan kemitraan. Konglomerat bermitra dengan usaha masyarakat,” ujar Ma’ruf di Kantor PBNU, Kamis (9/8/2018), tak lama setelah diumumkan Jokowi sebagai cawapres. Selanjutnya…