Rabu, 15 Nopember 2018
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
PENASARAN

“Sungguh mati aku penasaran…” demikian Rhoma Irama memulai sebuah lagunya “Penasaran” yang dirilis pada tahun 1974. Pada tahun itu sebagian besar kalian tentulah masih kecebong. Kalau sekarang ada di antara kalian yang jadi kampret maka itu tentulah karena salah pergaulan. J Tapi lagu inilah yang membuat Ahmad Rizali, salah seorang konco kay pang saya, tergila-gila pada Ani (yang sebetulnya adalah nama samaran dari Enny Arrow). Selanjutnya…

ANEH BIN AJAIB…!

Saya benar-benar tidak habis pikir kenapa Habib Rizieq bisa ditangkap dan diperiksa oleh aparat keamanan Arab Saudi GARA-GARA BENDERA TAUHID…! Emoji

Apakah aparat keamanan Arab Saudi TIDAK PAHAM bahwa bendera hitam tersebut adalah BENDERA TAUHID sehingga sebenarnya justru harus DIBELA DAN DIJAGA keberadaannya sebagaimana orang Indonesia di tanah air?
Kok aneh sekali para aparat keamanan Arab Saudi sampai TIDAK PAHAM apa itu BENDERA TAUHID yang sangat diagung-agungkan dan bahkan dibela mati-matian oleh orang-orang Indonesia?

Apakah kita perlu mengirimkan Felix Siauw kepada mereka untuk mengajarkan bagaimana memahami dan menghormati BENDERA TAUHID? Tapi rasanya kok ya gak mungkin aparat keamanan Arab Saudi sampai TIDAK TAHU apa itu BENDERA TAUHID lha wong bendera itu kan katanya benderanya Rasulullah yang asalnya dari Arab Saudi dan pakai huruf Arab.

Bagi saya ini aneh bin ajaib…! Maksud saya BENDERA TAUHID ini sebetulnya APA BENAR merupakan BENDERA TAUHID kok sampai aparat keamanan Arab Saudi bukan hanya TIDAK MENGAKUINYA dan bahkan tampak MELARANGNYA. 🙁 Selanjutnya…

TUHAN MEMBUKA KEDOK KITA
DEMO: Puluhan ribu warga Boyolali turun ke jalan mendesak agar Prabowo Subianto meminta maaf terkait pidatonya baru-baru ini yang tengah viral di medsos, Minggu (4/11). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

DEMO: Puluhan ribu warga Boyolali turun ke jalan mendesak agar Prabowo Subianto meminta maaf terkait pidatonya baru-baru ini yang tengah viral di medsos, Minggu (4/11).(Ari Purnomo/ JawaPos.com)

Saya sangat sedih bahwa pidato Prabowo yang dimaksudkan sebagai guyonan untuk mendekatkan diri pada PENDUKUNGNYA di Boyolali bisa diplintir dengan dahsyat sebagai penghinaan bagi orang Boyolali. Tidak…! Prabowo SAMA SEKALI TIDAK BERMAKSUD untuk menghina orang-orang Boyolali. Dia hanya ingin bergurau dan menyampaikan pesan lain. Dia memang tidak pandai bergurau tapi dia jelas sekali ingin bergurau saja. Lagipula dia kan berbicara KHUSUS pada pendukungnya yang ia tahu tidak bakalan marah kalau ia sedikit melontarkan jokes yang garing seperti itu.

Kata-kata atau lelucon itu ditujukan pada khalayak yang ia yakin tidak akan marah. Sama dengan teman-teman kita yang kalau guyon bisa lebih nylekit seperti, “Raimu asu…!”, “Potonganmu mlarat kabeh ae ojok nggaya ngopi nang Excelso. Kon kabeh asu, cok…!” tapi justru akan membuat kita tertawa ngakak terguling-guling. Ada konteks yang rupanya sengaja diplintir oleh orang-orang tertentu yang melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan politis dengan mendorongnya sebagai sebuah penghinaan dan penistaan secara umum pada orang-orang Boyolali.

Terus terang saya marah dan sedih melihat ini. Emoji Kita tidak semestinya bersikap seburuk ini.
Selanjutnya…

UMAT YANG TIDAK BELAJAR DARI SEJARAH

Umat Islam memang tidak pernah mau belajar dari sejarah, meski pun itu dari sejarahnya sendiri. Mereka terus menerus terjebak dalam kesalahan yang sama dan dengan bebalnya mengira mereka sedang memperjuangkan kebenaran agama mereka. Sungguh menyedihkan. 🙁

Kasus pembakaran bendera HTI oleh Banser kemarin jelas-jelas menunjukkan betapa mudahnya umat Islam, tidak terkecuali beberapa ulama di MUI, terjebak dalam politisasi simbol-simbol agama. Mereka dengan penuh kemarahan mengutuk Banser yang membakar bendera HTI yang mereka bela sebagai Bendera Rasulullah, Bendera Tauhid, Bendera Umat Islam. Padahal kalau mereka tidak terbawa emosi dan mau membaca sedikit penjelasan dari banyak ulama yang benar-benar paham maka mereka akan sadar bahwa mereka memang sedang dikecoh dengan politisasi simbol agama. Selanjutnya…

MERUSAK MORAL BANGSA DEMI KEKUASAAN


Bagaimana cara merusak moral dan mental bangsa yang terbukti terbukti efektif? Sebuah hasil studi dari riset psikologi yang dilakukan oleh Universitas Nebraska pada para tahanan perang Korea mengungkapkannya.

Perang Korea ternyata adalah perang yang paling banyak membunuh tahanan tentara AS meski pun ditahan di kamp-kamp yang tidak dianggap kejam. Salah satu taktik untuk membunuh tahanan yang paling efektif meski pun tidak tampak kejam adalah dengan menghancurkan kejiwaan para tahanan.

Caranya adalah dengan menghancurkan motivasi mereka untuk bertahan hidup. Jadi mereka tidak disiksa tapi justru dibikin putus asa dan kehilangan gairah hidup. Nama penyakitnya adalah ‘mirasmus’ atau ‘kurangnya pertahanan, kepasifan’. Angka kematian perang kamp Korea Utara mencapai angka 38% – angka kematian tertinggi sepanjang sejarah militer Amerika Serikat.

Bagaimana cara menghancurkan mental para tahanan? Ada empat taktik utama yang digunakan. Pertama, menjadikan para tahanan saling bermusuhan. Dengan demikian tidak ada rasa kesetiakawanan lagi antara mereka karena hubungan mereka dihancurkan satu sama lain. Selanjutnya…

GAME OF THRONES DAN KRITIK PADA JOKOWI

Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Plenary Meeting IMF, di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018 menggunakan analogi film seri Game of Thrones, sebuah serial televisi yang sangat popular, tentang pentingnya masyarakat dunia bersama-sama menghadapi ancaman global yang tengah meningkat pesat.

Jokowi menggunakan kutipan kisah dalam film tersebut karena ingin menyampaikan pesan secara sederhana. Oleh sebab itu ia mengambil analogi dan ungkapan-ungkapan di serial televisi yang sudah banyak diketahui publik, khususnya para tamu IMF dari berbagai negara tersebut.

“Saya menyampaikannya juga dengan sangat sederhana. Dan perang di mana pun itu yang kalah dan menang tidak dapat manfaat kecuali porak poranda dan kesedihan masyarakat. Saya hanya ingin memberikan pesan itu,” ucap Jokowi.

“Namun akhir-akhir ini, hubungan antar negara-negara ekonomi maju… semakin lama semakin terlihat seperti “Game of Thrones”…Balance of power…dan aliansi antar negara-negara ekonomi maju… sepertinya tengah mengalami keretakan…,” begitu penggalan pidato Presiden Jokowi di depan forum. Selanjutnya…

LITERASI DI ERA DISRUPSI
Disruption. Gambar: http://emje-20.blogspot.com/2018/01/disrupsi-pendidikan-bagian-2.html

Disruption. Gambar: http://emje-20.blogspot.com/2018/01/disrupsi-pendidikan-bagian-2.html

Fenomena disrupsi (disruption) adalah fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata ke dunia maya sehingga terjadi perubahan fundamental atau mendasar pada kehidupan sehari-hari. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disrupsi didefinisikan sebagai ketercabutan dari akarnya. Hal ini disebabkan oleh terjadinya revolusi di bidang teknologi yang mengubah cara bekerja dan kehidupan manusia dengan perubahan yang sangat cepat dan mengubah total pola tatanan lama dalam waktu yang sangat singkat. Fenomena ini kemudian berkembang pada perubahan pola dunia bisnis dan industri sehingga pergerakan dunia industri atau persaingan kerja tidak lagi linear. Cakupan perubahannya luas mulai dari dunia bisnis, perbankan, transportasi, sosial masyarakat, hingga pendidikan. Disrupsi menginisiasi lahirnya model bisnis baru dengan strategi yang jauh lebih inovatif dan tak dikenal sebelumnya.. Dalam bisnis konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Clayton M. Christensen, salah satu professor di Harvard Business School. Selanjutnya…

PUKUL DULU MENYESAL BELAKANGAN (Part 2)

Orang-orang yang merasa hidupnya gagal, atau tidak mendapatkan kesenangan dan capaian seperti orang-orang di sekitarnya kadang merasa iri pada orang-orang yang ia anggap lebih berhasil, lebih nyaman, dan lebih bahagia hidupnya ketimbang dirinya. Bagi mereka life is not fair dan sekaligus merasa terdzolimi. Rasa kecewa, marah, putus asa, tertindas, dan tak berdaya itu kemudian bisa berubah menjadi kebencian pada orang, kelompok, atau ideologi yang dianggap sebagai sumber yang menyebabkannya tidak berdaya atau tertindas tersebut. Jika orang-orang ini berkelompok kemudian digosok-gosok oleh seseorang yang dianggap berani menyuarakan ‘kedzoliman’ maka mereka bisa melakukan tindakan anarki yang paling kejam sekali pun. Para teroris yang tega membom orang-orang yang tidak bersalah adalah contoh orang-orang semacam ini. Kebencian adalah biang kejahatan terbesar dalam hidup ini. Iblis iri dan benci pada Adam dan ia bertekad untuk menjerumuskannya dalam neraka hanya untuk membuktikan bahwa ia lebih baik daripada Adam.
Selanjutnya…

PUKUL DULU MENYESAL KEMUDIAN

Para teroris itu menurut saya adalah orang-orang yang memendam rasa kecewa, marah, putus asa, tertindas, dan tak berdaya. Perasaan ini lalu berkembang menjadi kebencian yang memuncak. Ia lalu ingin membalas pada orang-orang atau kelompok yang ia anggap sebagai sumber atau hal yang menyebabkannya tidak berdaya atau tertindas tersebut. Kalau kebetulan ia bergaul dengan orang-orang yang berpaham agama sesat, yang menyuntikkan paham jihad dengan membunuh orang yang dianggap tidak seakidah, maka ia bisa terjerumus dalam perbuatan terorisme. Ia akan melampiaskannya dengan membom orang-orang tak bersalah yang ia anggap sebagai representasi dari musuhnya yang telah menganiaya dan menindasnya. 🙁

Apa yang terjadi setelah mereka melakukan pengeboman yang mereka anggap sebagai perbuatan jihad tersebut? Mereka mungkin akan merasa menyesal dan ingin menebus kesalahan tersebut. Dan itulah yang dilakukan oleh beberapa pelaku pengeboman yang tidak ikut mati bersama bomnya sendiri.
Selanjutnya…

ALWAYS LUCKY…

Jika Anda mengikuti kisah saya ketinggalan pesawat tadi sebenarnya endingnya sudah bisa ditebak. Lha wong sudah jelas saya ditawari ‘one last ticket’ dengan harga 1,3 ke Bandung pada jam 12:10 oleh Lion. Itu jelas lebih murah daripada tiket bisnis Sriwijaya yang 1,8. Kalau naik Lion artinya saya sudah ‘menghemat’ mangatus ewu. Lagipula Sriwijaya baru berangkat nanti sore sedangkan Lion siang ini. Selanjutnya…