Sabtu, 05 Desember 2021
Satria Dharma's Weblog
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
MENCINTAI KETURUNAN RASULULLAH?

Bagaimana sih seharusnya umat Islam harus bersikap terhadap keturunan Rasulullah? (Perlukah sampai harus berdoa di depan baliho seseorang yang dianggap sebagai keturunan beliau?). 😎

Ada pendapat yang MEWAJIBKAN umat Islam untuk mencintai dan menyayangi siapa saja keturunan Nabi, lepas dari apa pun perbuatannya. Biar pun buruk kelakuannya ya harus tetap dicintai. Lha wong keturunan Nabi Muhammad je…! 😎
Ada yang MEWAJIBKAN mencintai dan menyayangi mereka tapi kalau mereka berprilaku melenceng maka siapa saja yang memiliki keahlian atau kedudukan untuk memberi nasihat, hendaknya TIDAK SEGAN-SEGAN MENASIHATI dan mendorong mereka kembali menempuh jalan hidup berakhlak terpuji dan berperilaku luhur sebagai mana seharusnya keturunan Nabi.

Tapi ada pula yang tidak menerima pendapat tersebut. Mereka yang demikian berpandangan bahwa semua manusia itu sejatinya sama, hanya amal dan takwalah yang membedakannya di hadapan Allah. Buya Syafii menyebut orang-orang yang mendewakan seorang yang mengaku keturunan nabi adalah bentuk PERBUDAKAN SPIRITUAL.

“Gelar habib, dan 1.001 gelar lain yang mengaku keturunan nabi, atau keturunan raja, hulubalang/keturunan bajak laut, perompak lanun yang menjadi raja, sultan, dianggap suci oleh sebagian orang akan runtuh berkeping berhadapan dengan penegasan ayat Alquran,” kata Buya Syafii.

Bagi beliau kemuliaan manusia di sisi Allah adalah karena ketakwaannya semata. “Inna akromakum indalllahi ‘atsqookum ( Al Hujarat 13). Beliau, dan orang Muhammadiyah umumnya, menganggap Habib, Sayyid, Syarif, keturunan siapa pun tak terkecuali, kedudukannya sama seperti orang lain. Semuanya anak cucu Nabi Adam. Tak ada keistimewaan satu dengan lainnya. Dasarnya dalam AlQuran jelas. Surat Al-Baqarah 285-286 yang menyatakan: Kami tak membedakan Rasul satu dengan lainnya. Ini artinya, keturunan Nabi Adam pun kedudukannya sama dengan keturunan Nabi yang lain. Kecuali kalau ternyata ada di antara kita yang keturunan Pithecanthropus Erectus. 😁
Selanjutnya…

ALQURAN DAN SAINS

Mana yang harus kita percaya? Saya percaya dua-duanya.

Bagaimana kalau terjadi pertentangan antara keduanya? Saya tidak melihat Alquran bertentangan dengan sains. Mereka berada di lintasan yang berbeda dan tidak perlu dipertentangkan. Kita bisa mempercayai Alquran dan sekaligus sains tanpa harus membenturkan pemahaman kita antara keduanya. Untuk memahami Alquran kita perlu cara memahami dan berpikir yang berbeda dengan sains. Jadi ketika membicarakan Alquran gunakan pendekatan yang berbeda dengan ketika kita membicarakan sains.

Apakah itu mungkin? Kenapa tidak mungkin? Jutaan orang yang mengimani Alquran dan sekaligus bergelut sehari-hari dengan sains tanpa terganggu atau merasa itu sesuatu hal yang bertentangan. Analoginya adalah seperti kita mencintai anak-anak kita masing-masing 100% meski kita tahu bahwa kita tidak mungkin mencintai lebih dari 100%.

Lalu bagaimana mereka bisa merasionalisasikan hal-hal yang bertentangan di antara Alquran dan sains? Ada banyak cara. Tapi pertama-tama kita memang harus memahami bahwa kita tidak bisa menggunakan pendekatan sains dalam memahami Alquran. Begitu juga sebaliknya. Jangan memahami sains dengan menggunakan pendekatan tafsir Alquran. Itu dua hal yang berbeda jalur. Mereka yang berusaha untuk ‘mengilmiahkan Alquran’ atau ‘mengalqurankan sains’ pasti akan terbentur dan balik berputar melingkar. Itu memang tidak perlu. Pahami Alquran dengan pendekatan iman dan pahami sains dengan pendekatan ilmiah. Mari kita mempercayai bahwa Alquran dan sains memiliki kebenarannya masing-masing tanpa harus membenturkannya.

Selanjutnya…

DISKUSI PERMENDIKBUD TENTANG KEKERASAN SEKSUAL

Sobat kaypang saya, Cak Nanang, tiba-tiba mengirim surat resmi dari NU Circle untuk mengajak saya menjadi narasumber dalam diskusi NGOPI SEKSI (ngobrol Pintar Seputar Kebijakan Edukasi) melalui webinar hari Minggu kemarin. Kebetulan dia memang jadi Waketum III Korbid Pendidikan dan SDM di NU Circle (saya juga baru tahu setelah baca surat dengan tandatangannya itu) Tumben kok resmi Sute saya ini? Langsung saya iyakan. Di samping sudah lama kami tidak ngacapruk bareng dalam suasana seminar bareng, topik yang ditawarkan adalah tentang “Kontroversi Permendikbud Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual”. Ini masih hangat banget dan saya juga sudah nulis 2 artikel tentang ini di FB.

Ternyata setelah saya iyakan muncul pengumuman resminya di mana saya akan berbicara dengan Prof. DR. Rochmat Wahab, mantan Rektor UNY dan mantan Ketua Forum Rektor Indonesia, dan Pak Ferdiansyah, Anggota Komisi X DPR RI. Waduh…! Kayaknya ini serius dan bukan sekedar hahahihi seperti biasanya kalau kami tampil bareng. Sute saya sendiri malah tidak jadi pembicara. Anjrit…! Ane kena prank sute Nanang nih…! 🥺

Jadi begitulah…
Saya ngacapruk soal Permendikbud 30 ini bersama Prof DR. Rochmat Wahab dan Pak Ferdiyansyah yang datangnya agak belakangan dan menghilang duluan (namanya juga orang sibuk). Kalau mau tahu bagaimana jalannya diskusi bisa dilihat di video yang saya sertakan. 🙏
Selanjutnya…

JANGAN MENYERAH

Bagaimana Anda mengambil pelajaran dalam hidup Anda…?!

Setiap orang mengambil pelajaran dari hidup masing-masing sesuai dengan cara pandang dan kapasitas masing-masing. Meski mengalami kejadian dan peristiwa dalam hidup yang sama tapi tiap orang mengambil pelajaran atau hikmah yang berbeda dengan yang lain. Saya ingin bercerita tentang seseorang yang pernah ikut dengan saya mengelola bimbingan belajar di Surabaya pada tahun 1985. Pada tahun itu saya bersama dua orang teman mendirikan Bimbingan Belajar Airlangga Student Group (ASG) di Surabaya. Saya baru lulus dari IKIP Surabaya. Dua orang teman saya bahkan belum lulus dari kampus masing-masing.

Bimbingan belajar kami itu cukup sukses dan sempat membuka cabang di beberapa kota. Untuk tenaga pengajar kami merekrut mahasiswa dan dosen dari berbagai jurusan, khususnya dari Unair, ITS, dan IKIP Surabaya. Dosen dan mahasiswa honornya sama. Tentu saja banyak mahasiswa yang ingin ikut mengajar karena dapat honor. Siapa yang gak pingin dapat penghasilan sendiri di zaman kuliah di tahun-tahun sengsara zaman itu. Ada beberapa mahasiswa ITS, Unair, dan IKIP Surabaya yang benar-benar setiap hari datang dan ngumpul di lokasi bimjar kami itu. Kami merasa seperti saudara saja laiknya yang mangan, turu, ngajar, main bilyard bareng.
Selanjutnya…

LAGI SOAL PERMENDIKBUD NOMOR 30 TAHUN 2021
Nadiem Makarim mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah. https://muhammadiyah.or.id/

Nadiem Makarim mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah. https://muhammadiyah.or.id/

Permendikbud-Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual diteken Mendikbud pada 31 Agustus 2021. Peraturan ini, menurut Nadiem, adalah jawaban dari kegelisahan banyak pihak, terutama mahasiswa dan mahasiswi di seluruh Indonesia atas TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN KAMPUS. Baca baik-baik ya… jadi ini adalah jawaban dari tuntutan atas tindakan KEKERASAN SEKSUAL di lingkungan kampus. Jadi bukan karena maraknya perbuatan zinah di dalam kampus. Jadi kalau Anda menggiringnya ke masalah zinah itu jelas SALAH KAPRAH. Kadohan olehmu mblakrak, bro.

Jadi bagaimana dengan perzinahan di kampus? Apakah dibenarkan…?! Ya, Allah…! Kok ngomong soal perzinahan lagi sih…?! Emang di kampus ente lagi marak perzinahan?

Aturan ini menjadi pegangan bagi korban kekerasan seksual di kampus yang selama ini tidak bisa berpegangan pada hukum lainnya, kata Nadiem. Ada sejumlah keterbatasan dalam penanganan kasus kekerasan seksual apabila menggunakan KUHP, termasuk banyaknya kasus kekerasan berbasis online yang tidak diatur di KUHP. Aturan yang dikeluarkan oleh Menteri Nadiem ini punya dua tujuan utama yaitu sebagai PEDOMAN bagi Perguruan Tinggi untuk MENYUSUN kebijakan dan MENGAMBIL tindakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang terkait dengan pelaksanaan Tridharma di dalam atau di luar kampus; dan untuk menumbuhkan kehidupan kampus yang manusiawi, bermartabat, setara, inklusif, kolaboratif, serta tanpa kekerasan di antara Mahasiswa, Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Warga Kampus di Perguruan Tinggi.
Selanjutnya…

TERIMA KASIH OPUNG…! 🙏😊

Sekedar untuk mengingatkan bahwa saat ini pandemi covid di Eropa dan bbrp negara lain (termasuk Singapura dan Malaysia) sedang melejit. Kita patut bersyukur bahwa penanganan pandemi covid di Indonesia termasuk yg TERBAIK dan mendapatkan PUJIAN DUNIA. 👍😊

Oleh sebab itu kita perlu berterima kasih pada Opung LBP yang telah jungkir balik untuk mengatasi pandemi di negara kita tapi malah mendapat fitnah sebagai balasannya. Aku rapopo… 😎

Semoga Allah selalu melindungimu dari orang-orang jahat, Opung. Amin…! 🙏 Selanjutnya…

KONTROVERSI PERMENDIKBUD TENTANG KEKERASAN SEKSUAL


Permendikbud No 30 Tahun 2021 yang beberapa waktu lalu resmi diundangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menuai kontroversi terlebih dari para pemuka agama. Peraturan terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi dianggap telah melegalkan aktivitas perzinahan di kampus. Bahkan beredar meme di WAG saya yang jelas-jelas menuduh Mendikbud ingin melegalkan seks bebas di kampus.

Alasannya adalah bahwa ada pasal atau bahkan kata “tanpa persetujuan”, yang dalam bahasa kerennya disebut sexual consent. Mereka keberatan. Katanya peraturan itu menganjurkan kebebasan dalam hubungan seks. Menurut mereka, dengan konsep persetujuan tadi maka kalau mau sama mau jadi boleh.

Haah…! Are you serious…?! Kok kayaknya yang menentang ini benar-benar sudah tidak menggunakan otak dan nuraninya lagi ya…?! Kok dengan mudahnya MENUDUH bahwa Mendikbud dan bahkan yang setuju dengan Permendikbud ini sebagai orang-orang liberal yang menganjurkan perzinahan HANYA karena tidak setuju dengan istilah tersebut. Itu jelas-jelas logika ngawur ditambah dengan sikap suudzon yang parah. Apakah mereka tidak sadar bahwa jika logika semacam itu digunakan untuk menyerang balik mereka maka mereka juga akan kalang kabut dan akan mati-matian menolak? Bagaimana seandainya mereka yang setuju dengan Permendikbud ini kemudian menuduh balik mereka yang menentang ini sebagai PENGANJUR KEKERASAN SEKSUAL DI SEKOLAH DAN DI KAMPUS dan MENYETUJUI PEMERKOSAAN DAN MELINDUNGI PARA PEMERKOSA di lingkungan pendidikan. Apakah Anda tidak marah dan misuh-misuh diserang balik seperti itu?
Selanjutnya…

ISLAM DI PERSIMPANGAN

Dunia Islam benar-benar menghadapi masa yang sangat unik saat ini. Tanpa kita sadari tiba-tiba dunia Islam berubah dengan sangat ekstrim. Dunia Islam menghadapi dua contoh perubahan yang sangat ekstrim yang membuat umat Islam, Indonesia khususnya, terkaget-kaget dan bingung menghadapinya.

Perubahan pertama adalah semakin moderatnya Arab Saudi. Reformasi Arab Saudi dimulai setelah Mohammed bin Salman (MBS) diangkat menjadi putra mahkota pada 2017. Arab Saudi yang semula sangat puritan dan menganut paham Wahabi tiba-tiba berbelok tajam. Begitu diangkat menjadi Putra Mahkota MBS langsung mengubah kultur Saudi, yang semula adalah negara ultrakonservatif, menjadi lebih moderat, terutama dalam penerapan hukum syariat Islam.

Perubahan sosio-kultural itu terjadi hampir di semua sektor dan isu: pendidikan, ketenagakerjaan, perekonomian, perbankan, peranan perempuan, tata-busana, bahasa, makanan-minuman, interaksi sosial, persepsi keagamaan, dlsb. Saudi sedang mengalami perubahan besar.
Selanjutnya…

HALUSINASI LEVEL TUJUH

Pernahkah Anda mendengar berita tentang penyesalan dan tangisan warga Turki sampai saat ini karena runtuhnya kerajaan Demak, Kerajaan Pajang, dan Kesultanan Mataram pada Abad 16 dan 17 yang lalu?

Mungkin belum pernah ya…?! Kalau ada pastilah mereka sedang halu level tujuh alias level dewa. 😁

Daripada Anda bingung baiklah saya jelaskan mengapa saya bertanya seperti ini.

Kerajaan Demak adalah salah satu kerajaan Islam yang didirikan oleh Raden Fatah pada 1478. Kerajaan Demak memberikan peran besar dalam peradaban Islam di Jawa.

Apakah kita sebagai umat Islam bangga pada berdirinya kerajaan Demak ini? Tentu saja kita bangga. Itulah sejarah bangsa kita. Kita tentu bangga dan bersyukur bahwa umat Islam Nusantara sejak dulu sudah berjaya. Apakah bangsa Turki bangga dengan berdirinya Kerajaan Demak? Lha ada urusan apa dengan bangsa Turki? 🤔

Kerajaan Demak hanya bertahan sekitar satu abad kemudian runtuh. Keruntuhan Kerajaan Demak disebabkan oleh pemberontakan Adipati Hadiwijaya, penguasa Pajang pada 1556. Kerajaan Pajang sendiri berdiri pada tahun 1568 dan runtuh pada 1587. Setelah itu muncullah Kerajaan atau Kesultanan Mataram.
Selanjutnya…

PETUALANGAN SEORANG DOSEN

Ini adalah buku otobiografi yang ditulis oleh Prof E. Sadtono, seorang mantan dosen sekaligus mantan rektor IKIP Malang yang telah mengajar puluhan tahun bukan hanya di Indonesia tapi juga di beberapa negara lain. Kisah yang beliau tulis ini sangat menarik dan membuat saya berpikir bahwa semestinya setiap dosen perlu menulis juga kisah-kisahnya yang nantinya dapat mereka terbitkan setelah pensiun. Tapi tentu sajaa kan lebih baik jika mereka bisa menerbitkan buku mereka ketika masih aktif mengajar.

Sebagai seorang mantan guru bahasa Inggris, saya sering mendengar nama Prof Sadtono ini disebut meski pun saya sama sekali belum pernah diajar oleh beliau. Mungkin karena beberapa teman kolega saya pernah dibimbing oleh beliau dan mestinya Prof Sadtono adalah kolega para dosen saya di IKIP Surabaya. Yang jelas Prof Sadtono menyebutkan nama almarhumah Ibu Thea Kusumo sebagai salah satu koleganya mengajar di zaman dulu. Ibu The Kusumo adalah salah satu dosen saya dulu di IKIP Surabaya.

Pengalaman yang ditulis dalam buku otobiografinya ini sangat menarik karena beliau memang seorang penulis yang trampil, sangat humoris, dengan daya ingat yang tinggi. Tapi utamanya adalah karena beliau memang sempat mengajar di beberapa negara, di antaranya di Singapura, Jepang, New Zealand, Malaysia, Australia, Swedia, Amerika, sehingga segala pengalamannya ketika mengajar dan bergaul dengan para dosen di berbagai negara itu menjadi unik dan menarik untuk diketahui. Beliau sendiri memperoleh gelar doktornya dari University of Texas, Austin. Beliau juga berkeliling keberbagai negara lain dalam kapasitasnya sebagai visiting professor dan mengisi atau mengikuti seminar internasional di London, Kanada, Swiss, Paris, Bangkok, yang kemudian pengalamannya yang menarik dituliskannya dengan sangat menarik dan lucu. Boleh dikata beliau itu adalah seorang guru besar dalam tataran global. Pengalaman mengajar bersama dengan berbagai dosen dari berbagai negara membuat beliau terbiasa dengan bahasa Inggris cengkok India, Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, Australia, Amerika, British, Jepang, dan bahkan dialek lokal Amerika seperti cengkok Boston dan cengkok Arkansas. Kalau selama kuliah bahasa Inggris kalian terbiasa dengan cengkok jawanya dosen kalian maka saya jamin kalian akan kesulitan memahami ucapan penutur asli. Apalagi memahami bahasa Inggris dalam berbagai cengkok atau logat tersebut.
Selanjutnya…