Selasa, 23 Juli 2019
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
PROGRAM GENOSIDA YANG DIRESTUI

 

Akhirnya manusia sebagai mahluk yang berakal bisa memenangkan peperangan yang sudah berlangsung sangat lama sampai saat ini melawan musuhnya yang tidak berakal. Lawannya yang sangat menjengkelkan ini benar-benar bisa membuat manusia menderita kesakitan, berdarah-darah, dan mati dengan mengenaskan. 😱

Musuh tangguh yang meski sangat kecil dan tak berakal ini ternyata merupakan lawan manusia yang paling banyak membunuh manusia dengan senjata tusuknya yang sangat kecil tersebut. Peperangan melawan mahluk kecil mematikan ini rasanya akan abadi. Nama musuh manusia itu adalah nyamuk.

Sekarang di musim kemarau ini mereka menyerbu kita dalam jumlah ribuan dan mengirimkan penyakit mematikan. Dulu mereka membawa penyakit malaria dan kini demam berdarah. Sampai sekarang dokter-dokter yang merupakan orang-orang yang dianggap paling pintar dan paham soal kesehatan masih terus kelimpungan menghadapi penyakit yang dibawa oleh musuh paling kecil dan menjengkelkan ini. 🙁

Tapi sekarang kita BISA mengalahkannya. nyamuk bisa dibinasakan. Secara total. Bisa lho ya… Bukan berarti kita BAKAL benar-benar mengalahkannya. 😊

Selanjutnya…

LITERASI DASAR YANG TERTINGGAL DAN TERLANTAR

Tahukah Anda (wahai para pejabat di bidang pendidikan), bahwa dunia ilmu pengetahuan kita SANGAT TERTINGGAL dibandingkan dengan negara lain, bahkan dengan negara tetangga ASEAN? 🙁

Berdasarkan statistik dari Bank Dunia jumlah peneliti per sejuta orang maka datanya adalah: Israel: 8250 South Korea: 7113 Japan: 5210 Germany: 4893 Canada: 4552 Australia: 4539 UK: 4430 US: 4313 France: 4307 Russia: 2979 Spain: 2732 Malaysia: 2274 Italy: 2131 Turkey: 1216 China: 1206 Brazil: 881 India: 216 Indonesia: 89 (World Bank). (World Bank)

Jadi hanya ada 89 orang peneliti dari sejuta orang di Indonesia sementara Malaysia yang dulunya katanya impor guru dari kita sudah mencapai ribuan. 🙁

Selanjutnya…

SEPERTI BULAN DAN MATAHARI

“Apa yang dibutuhkan untuk memoderatkan cara berpikir beberapa pesantren yang ekstrem hanyalah dengan memberikan ilmu pengetahuan.”(Stanley J. Harsha)

Ini adalah judul buku yang saya baca mulai kemarin dan akan menemani saya dalam perjalanan ke Bali pagi ini.

Buku ini sangat menarik dan membuat saya merasa bahwa buku ini perlu dibaca oleh masyarakat Indonesia (saya selalu merasa demikian jika menemukan buku-buku bagus.

Everybody should read this good book, I always say to myself). 😊

Buku ini ditulis oleh Stanley Harsha (saya yakin Anda akan mengira penulisnya orang Indonesia karena nama belakangnya Harsha). Tidak.

Selanjutnya…

TOO BIG TOO FAIL

“Menurut pendapat saya, di Indonesia tidak ada umat Islam yang jahat, yang ada hanyalah orang-orang kejam yang sudah kehilangan imannya,” demikian kata Stanley J. Harsha, seorang diplomat Amerika muslim yang telah tinggal di Indonesia selama hampir 30 tahun.

Beberapa cendekiawan menyetujui bahwa paling sedikit 80% orang Indonesia adalah moderat, kurang dari 20% konservatif, hanya beberapa persen berpandangan ekstrem, dan sangat sedikit yang fanatik, sedangkan kaum fanatik yang ganas jumlahnya sangat kecil.

“Kaum moderat di Indonesia terlalu besar jumlahnya untuk gagal,” kata Azyumardi Azra di sebuah konperensi di Aceh pada 2014.

Bagaimana dengan di Amerika Serikat? Selanjutnya…

KETAHUILAH…

Ketahuilah wahai saudaraku sesama muslim, bahwasanya apabila terjadi permusuhan diantara kedua orang, maka akan terhalang bagi mereka untuk mendapatkan ampunan sampai mereka berdamai. Jika salah seorang dari mereka berusaha berdamai, dan yang lainnya menolaknya, maka orang yang menolak tersebutlah yang akan tertutup baginya ampunan disebabkan karena penolakannya dan ketidaktaatannya kepada Allah.

Wajib bagimu wahai saudaraku sesama muslim, untuk sungguh-sungguh dalam berusaha untuk berdamai, dan meminta pertolongan – setelah pertolongan kepada Allah – kepada orang-orang yang baik (untuk mendamaikan kalian).

Dalam Shahih Muslim terdapat hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Selanjutnya…

SEBERAPA KAYA ANDA INGINKAN…?!

Seberapa kaya atau banyak harta yang Anda inginkan dalam hidup Anda? CUKUP KAYA atau SANGAT KAYA? Perbedaan dari kedua situasi ini bukan dari jumlah atau nilai kekayaannya tapi dari IMPLIKASINYA pada kehidupan Anda.

Seorang konglomerat yang sangat kaya raya sebelum meninggal telah membuat wasiat tentang hartanya. Berdasarkan wasiatnya itu ternyata ia hanya mewariskan sedikit dari kekayaannya kepada anaknya. Sangat sedikit dari jumlah hartanya yang begitu berlimpah tersebut. Tapi tentunya sedikit bagian itu pun sudah sangat banyak bagi kita. Bagi Sandiaga Uno mengeluarkan dana 1 trilyun untuk nyapres itu sedikit tapi bagi Cak Nanang ketiban uang sepersepuluhnya saja bisa bikin dia klagep-klagep saking kagetnya.😀 Kalau Anda tidak bisa membayangkan seberapa banyak sepersepuluh dari dana nyapresnya Sandiaga Uno berarti Anda perlu ikut Gernastastakanya Cak Nanang. 😎

Bagian terbesar dari kekayaan konglomerat tersebut ia bagi-bagikan kepada berbagai lembaga dan yayasan sosial. Ketika ditanya mengapa ia tidak mewariskan semua hartanya pada anaknya ia menjawab bahwa sedikit harta yang ia berikan pada anaknya tersebut sudah cukup besar bagi anaknya untuk melakukan apa saja yang ia inginkan tapi tidak terlalu besar sehingga membuatnya tidak melakukan apa-apa. Maksudnya, si konglomerat ini memberikan harta yang cukup bagi anaknya sebagai modal untuk mewujudkan cita-cita hidupnya sendiri tapi ia tidak ingin memberikan terlalu banyak bagi anaknya sehingga membuat anaknya berpikir untuk tidak melakukan apa-apa karena sudah memiliki segalanya tanpa ia harus melakukan apa pun.
Selanjutnya…

BANK DAN RIBA

“Teknologi sungguh memudahkan hidup kita,” kata seorang teman suatu ketika. “Bahkan untuk berbuat baik pun sekarang itu sungguh mudah.”

“Bagaimana maksudmu?” tanya saya.

“Coba lihat…! Pagi hari bahkan saya tidak perlu turun dari tempat tidur saya untuk mulai mengeluarkan sedekah. Saya cukup membuka handphone saya dan mulai mengirim sedekah rutin ke berbagai lembaga sosial dan yayasan yatim piatu. Saya tinggal pencet angka-angka dan mengalirlah sedekah saya pada lembaga-lembaga tersebut.” Jawabnya sambil tersenyum.

Tiba-tiba handphonenya berbunyi dan ia pun mengangkatnya. Ternyata ada seorang temannya yang butuh bantuan uang darinya.
“Ada nomor rekening? Nanti saya transfer saja.” Jawabnya.

Ternyata temannya tersebut tidak punya rekening bank dan ATM. Katanya sudah lama ia tidak mau berhubungan dengan perbankan karena tidak mau bersinggungan dengan dosa riba. Katanya sih dosa riba itu paling ringan semisal dengan berzinah dengan ibu kandung. Sangar bin ngeri nggak…?! 😱😀

“Kalau begitu hidup saja di tahun 2000 SM,” jawab teman saya tadi dengan jengkel dan menutup percakapannya. Mukanya kelihatan memerah.
Selanjutnya…

SEKANTONG BERAS


Seorang pria yang merasa hidupnya kesulitan mendatangi seorang temannya yang kaya. “Saya melihat engkau kaya raya sedangkan aku hidup dalam kesusahan. Maukah engkau memberiku sekantong beras agar aku bisa hidup dalam sebulan ini,” demikian pintanya.

“Baiklah,” kata temannya tersebut, “Ambillah di gudang sesuai dengan kebutuhanmu.”

“Terima kasih, kawan. Engkau sungguh dermawan. Engkau telah mencabut kesusahanku,” jawab si pria. Ia menjabat tangan temannya, memeluk dan menciumnya, dan pulanglah si pria ini membawa sekantong beras yang cukup untuk membuatnya makan selama sebulan.

Bulan-bulan berikutnya si pria datang lagi, ia meminta lagi sekantong beras, dan pulangnya ia sudah membawa sekantong beras untuk hidupnya sebulan itu. Seringkali ia mengambil beras lebih banyak dan memenuhi kantongnya.

Begitulah yang terjadi beberapa lama. Si pria meminta dan ia mendapatkan apa yang ia inginkan sampai suatu saat ia merasa lelah membawa kantong beras. Ia lalu berkata pada temannya, “Saya melihat engkau memiliki banyak pegawai yang kuat-kuat. Bisakah saya minta tolong salah seorang pegawaimu untuk membawakan kantong beras saya ini ke rumah. Saya sungguh lelah hari ini.“ Temannya mengiyakan dan si pria ini melenggang mengikuti pegawai yang membawakan kantong berasnya. Selanjutnya…

KEPOMPONG DAN PERJUANGANNYA

Seorang pria menemukan sebuah kepompong kupu-kupu. Ia lalu memungutnya untuk melihat bagaimana kupu-kupu akan keluar dari kepompong tersebut.

Keesokan harinya sebuah celah kecil muncul dari kepompong tersebut. Seekor calon kupu-kupu berupaya keluar dari kepompong tersebut. Si pria ini dengan takjub duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu itu selama berjam-jam berusaha keras memaksa tubuhnya keluar melewati lubang kecil itu sedikit demi sedikit. Sampai tiba-tiba ia berhenti membuat kemajuan dan tampak seperti tidak mampu lagi keluar. Si laki-laki merasa kasihan melihat kupu-kupu tersebut.

Maka lelaki itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Dia mengambil gunting dan membuka lebar celah kepompong. Kupu-kupu kemudian muncul dengan mudah, meskipun memiliki tubuh bengkak dan sayap kecil yang layu.

Pria yang merasa telah berjasa membantu kupu-kupu tersebut merasa lega dan duduk memperhatikan. Ia menunggu sayap kupu-kupu mengembang dan membesar agar dapat membuat kupu-kupu bisa terbang. Tetapi itu tidak terjadi. Kupu-kupu itu menjadi cacat dan akhirnya menghabiskan sisa hidupnya tidak bisa terbang, merangkak dengan sayap kecil dan tubuh bengkak.
Selanjutnya…

BATU DI TENGAH JALAN

Pada zaman dulu, ada seorang Raja yang ingin menguji rakyatnya. Ia lalu menempatkan sebuah batu besar di tengah jalan. Sang Raja kemudian menyembunyikan dirinya dan memperhatikan apakah ada orang yang peduli dan akan memindahkan batu itu dari tengah jalan. Beberapa pedagang dan orang-orang kaya datang melewati jalan itu tapi hanya berjalan menghindari batu besar tersebut.

Banyak juga orang yang tidak berusaha memindahkan batu tersebut tapi justru mengomel kesana kemari menyalahkan Raja karena adanya batu besar tersebut di tengah jalan. Menurut mereka adalah tugas Raja untuk membersihkan jalan. Tetapi tidak ada yang melakukan apa pun untuk menyingkirkan batu itu.

Seorang petani kemudian lewat di jalan tersebut. Saat melihat batu di tengah jalan tersebut, petani lalu segera meletakkan bawaannya dan mencoba mendorong batu keluar dari jalan. Setelah berupaya keras untuk mendorong batu besar tersebut dari jalan, dia akhirnya berhasil. Ketika petani mau kembali untuk mengambil bawaannya, dia melihat sebuah pundi-pundi tergeletak di jalan tempat batu itu berada. Pundi-pundi itu berisi uang emas dan catatan dari Raja yang menjelaskan bahwa emas itu untuk orang yang mengeluarkan batu dari jalan.

Perbuatan baik memang akan selalu memberikan ganjaran yang baik pula pada pelakunya. Itu pesan moralnya. Tapi tentu saja bagi yang mempercayainya.

Selanjutnya…