Sabtu, 05 April 2020
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
SAATNYA MENERAPKAN STRATEGI SUN TZU

Pernah dengar strategi perang Sun Tzu? Kata Sun Tzu: “Memenangkan seratus kemenangan dalam seratus pertarungan bukanlah keunggulan tertinggi. Justru menundukkan dan mengalahkan musuh tanpa bertarung adalah keunggulan tertinggi ” 🙏😊

Jadi jangan merasa hebat hanya karena berhasil memenangkan seratus pertarungan dan pertempuran. Tapi jika kita bisa memenangkan peperangan tanpa harus bertempur maka itulah sesungguhnya kemenangan sejati. Ciamik kan…! 👍😀

Saat ini adalah saat yang paling tepat untuk menerapkan strategi Sun Tzu ini. Kita saat ini sedang berperang melawan wabah virus Covid 19, sebagaimana semua negara lain juga.

Strategi paling tepat untuk memenangkan perang melawan virus ini adalah justru MENGHINDARINYA. Kita tidak perlu bertempur dengan virus ini dengan cara menghindarinya. Mari kita leyeh-leyeh di rumah dan tidak usah keluar dengan resiko bertemu dengan virus ini. Kita jauhi virus ini dan jangan biarkan tubuh kita harus bertempur melawannya. Kalau tak ada lagi lawan yang harus dihadapinya maka virus ini akan mati sendiri.
Selanjutnya…

BEST MOMENT FOR THE EARTH AND US

Anda boleh percaya atau tidak tapi sekarang adalah juga SAAT YANG PALING TEPAT untuk hal-hal tertentu.
Saat ini adalah saat yang paling tepat bagi bumi ini untuk menyembuhkan dirinya dari kerusakan-kerusakan yang telah dilakukan manusia. Saatnya bagi bumi untuk bernapas lebih lega.

Di negara-negara dengan polusi yang parah udara sekarang sangat bersih. Kanal Besar Venesia, yang biasanya dilalui oleh lalu lintas kapal, airnya tampak jernih. Di Seattle, New York, Los Angeles, Chicago dan Atlanta, kabut polusi menghilang. Bahkan emisi karbon global telah turun. Coronavirus telah menyebabkan penghentian aktivitas ekonomi yang merusak bumi dengan cara yang mencengangkan dan pengurangan drastis dalam penggunaan bahan bakar fosil. Di Cina, langkah-langkah untuk menghentikan virus pada bulan Februari saja menyebabkan penurunan emisi karbon sekitar 25 persen. Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih memperkirakan bahwa ini setara dengan 200 juta ton karbon dioksida – lebih dari setengah emisi tahunan Inggris. Dalam jangka pendek, respons terhadap pandemi tampaknya memiliki efek positif pada emisi.

Ada banyak hal yang mau ‘disembuhkan’ oleh wabah ini. Kita hanya perlu memperhatikan dan memikirkannya. Tuhan jelas hendak menunjukkan kasih dan sayangNya pada semua mahluknya dibalik musibah yang ditimpakannya. Perhatikanlah baik-baik dengan pikirkanlah dengan tenang agar kita mendapatkan hikmahnya. 🙏

Bagi saya wabah ini hendak mengingatkan kita bahwa sekarang ini adalah SAAT YANG PALING TEPAT UNTUK BERBAGI. Jika ada yang melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk mengeruk keuntungan dan memperkaya diri maka itulah musibah yang sesungguhnya. 😞 Selanjutnya…

FALSE MESSAGE

Rupanya inisiatif untuk mengadakan ‘Desinfectant Chamber’ atau Ruang Penyemprotan yang dilakukan oleh komunitas dan pemerintah untuk mengurangi resiko terkena Covid-19 memberikan PESAN YANG SALAH pada masyarakat.

Masyarakat MENGIRA bahwa jika sudah disemprot desinfektan maka mereka sudah bebas tidak akan tertular dan juga tidak akan menularkan virus Covid-19 ini. Oleh sebab itu mereka merasa bebas dari keharusan untuk physical distancing atau pun social distancing. Mereka merasa sudah bebas untuk salat berjamaah lagi di masjid seperti biasanya, bebas mengadakan mantenan, bebas untuk memgadakan pengajian, bebas untuk melaksanakan seminar, bebas berkumpul kongkow-kongkow, dlsb. Ini jelas pemahaman yang SALAH DAN BERBAHAYA.

COVID-19 dan wabah virus atau bakteri lain bisa tersebar melalui udara. Tetapi berdasarkan hasil penelitian melakukan desinfeksi udara pada kota dan lingkungan TIDAK TERBUKTI EFEKTIF untuk pengendalian penyakit dan PERLU DIHENTIKAN. Praktek penyemprotan desinfektan dan alkohol yang tersebar luas di udara, di jalan, kendaraan, dan orang TIDAK BERMANFAAT. Selain itu, alkohol dan desinfektan dalam jumlah besar berpotensi berbahaya bagi manusia dan HARUS DIHINDARI. (baca artikel di sini) Selanjutnya…

KABAR BAIK DARI PRANCIS (dan dari rumah saya) 🙏😊

Sebuah penelitian yang ditugaskan oleh pemerintah Prancis, mengkonfirmasikan bahwa kombinasi obat anti-malaria Hydroxychloroquine (HCQ) dan Azithromycin efektif dalam mengobati pasien COVID-19. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Antimicrobial Agents, terapi kombinasi kedua obat tersebut menunjukkan hasil yang signifikan dan menjanjikan dalam pengobatan coronavirus pada 36 pasien COVID-19.

Penelitian, yang dilakukan dan dipimpin oleh Philippe Gautreta, et. al di Marseille, Prancis, menunjukkan bahwa 100% pasien yang menerima kombinasi HCQ dan Azithromycin dinyatakan negatif dan secara virologis sembuh dalam 6 hari pengobatan. “Di antara pasien yang diobati dengan hydroxychloroquine, enam pasien menerima azithromycin (500mg pada hari pertama diikuti 250mg per hari, empat hari berikutnya) untuk mencegah infeksi super bakteri di bawah kendali elektrokardiogram harian,” demikian kata tim tersebut.

Dalam sebuah penelitian yang baru-baru ini dirilis ke publik, Gautreta dan tim penelitinya merawat 20 pasien dengan 600 miligram hidroksi kloroquine setiap hari di rumah sakit antara awal dan pertengahan Maret. Tergantung pada gejalanya, pasien coronovirus menerima kombinasi HCQ dan Azithromycin, antibiotik yang melawan bakteri dan digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi pernapasan, infeksi kulit, infeksi telinga, infeksi mata, dan seksual. penyakit menular.
16 pasien yang tersisa tidak diberi obat sebagai kontrol. Setelah 6 hari, persentase kasus yang masih membawa SRAS-CoV-2 di antara pasien yang diberi terapi kombinasi hydroxychloroquine dan Azithromycin, tidak lebih dari 5%. Terapi kombinasi ini berkinerja lebih baik daripada pasien yang hanya menggunakan choloroquine.
Selanjutnya…

SUSPECT COVID 19…?!

Beberapa hari ini hati saya benar-benar kebat-kebit. Apalagi kalau bukan perkara viruscorona. Rasanya kayak paranoid aja…🙄

Yufi, anak kedua saya, sekarang kuliah sambil kerja di Bali. Karena Bali adalah tempat para turis asing banyak berkumpul maka saya tentu cemas. Kalau bisa sih saya berharap agar dia stay at homelah sampai Covid 19 ini berlalu, entah berapa lama. Tapi kan gak bisa karena dia kuliah dan sekaligus bekerja.

Ketika kampusnya akhirnya diliburkan ia belum bisa pulang ke Surabaya karena kantornya masih buka. Tapi ketika Jum’at kemarin kantornya meliburkannya maka ia langsung balik ke Surabaya.

Yang membuat kami orang tuanya cemas adalah bahwa sebelum pulang dia bilang bahwa tubuhnya demam, batuk-batuk, dadanya sesak, dan badannya sakit semua. Walah…! Kok kayak gejala kena Covid 19 nih! Jangan-jangan… 😳

Kami pun mulai cemas dan bimbang. Ini anak disuruh stay di Bali atau suruh balik ke Surabaya ya…?! Tapi karena pertimbangan perawatan akan lebih baik kalau di Surabaya maka ia kami bolehkan untuk pulang ke Surabaya. Lagipula dia sudah beli tiket pulang Jum’at itu.
Selanjutnya…

PESAN INDAH DARI BILL GATES

Saya sangat percaya bahwa ada tujuan spiritual di balik segala sesuatu yang terjadi, apakah itu yang kita anggap baik atau pun buruk. Ketika saya merenungkan hal ini, saya ingin berbagi dengan Anda apa yang saya rasa benar-benar dilakukan oleh virus Covid-19 kepada kita:

1) Virus ini mengingatkan kita bahwa kita semua sama, terlepas dari budaya, agama, pekerjaan, situasi keuangan kita, atau seberapa terkenal kita. Penyakit ini memperlakukan kita semua sama, sebagaimana kita juga harus melakukannya terhadap sesama. Jika Anda tidak percaya kepada saya, tanyakan saja kepada Tom Hanks.

2) Ini mengingatkan kita bahwa kita semua terhubung dan sesuatu yang mempengaruhi satu orang berpengaruh pada orang lain. Ini mengingatkan kita bahwa perbatasan palsu yang kita pasang tidak ada artinya karena virus ini tidak memerlukan paspor. Ini mengingatkan kita, dengan memaksa kita dalam waktu yang singkat, pada orang-orang di dunia ini yang seluruh hidupnya berada dalam penindasan.

3) Ini mengingatkan kita tentang betapa berharganya kesehatan kita dan bagaimana kita selama ini telah mengabaikannya dengan memakan makanan dengan gizi yang diproduksi dengan buruk dan air minum yang terkontaminasi bahan kimia oleh peralatan berbahan kimia. Jika kita tidak menjaga kesehatan kita, tentu saja kita akan jatuh sakit.
Selanjutnya…

MEMENANGKAN PERANG MELAWAN COVID 19

Mohon dipahami bahwa saat ini kita SEDANG BERPERANG. Manusia saat ini sedang berperang melawan virus yang sangat berbahaya. Covid 19 ini adalah lawan yang sangat berbahaya karena ia tidak tampak tapi sangat menular. Virus ini sedang menyerang MANUSIA dan dia tidak peduli apakah manusia tersebut beriman atau tidak, apa agama dan mazhabnya, tinggal di bagian bumi sebelah mana, berkulit warna apa, kewarganegaraan apa, kaya atau miskin, siap mati atau takut mati, punya istri empat atau jomblo, dermawan atau bajingan, gak ada urusan. Pokoknya kalau ia manusia maka akan diserangnya.

Karena kita sebagai MANUSIA sedang diperangi oleh virus maka kita harus bersatu padu melawannya. Dalam perang kali ini kita harus menyingkirkan ego dan perbedaan kepentingan, baik itu agama, politik, bangsa, negara, ekonomi, sosial, dan lain-lain.
Kita harus bersatu dan melepaskan semua sekat-sekat perbedaan kita sebagai sesama manusia untuk menghadapi Covid 19 ini. Karena kalau kita tidak bersatu bersama-sama menghadapinya maka kita akan digilas habis oleh penyakit yang luar biasa berbahayanya ini. Virus Covid 19 ini telah memporak prandakan beberapa negara dan membunuh ribuan manusia. 😞

Tapi syukurlah ternyata ada cara untuk memenangkan pertempuran ini. Beberapa negara telah berhasil mengalahkan virus ini dan mengenyahkan wabah ini dari negara mereka. Kita bisa belajar dari mereka. Ternyata cara untuk memenangkan perang melawan virus ini bukanlah dengan menghadapinya dengan gagah berani tetapi justru dengan BERSEMBUNYI dan MENGHINDARINYA. Kita tidak bisa memenangkan perang dengan menghadapi lawan yang tidak tampak ini karena kita tidak memiliki senjata untuk menghadapinya. Bahkan negara-negara terhebat di dunia yang memiliki senjata pemusnah massal yang paling mengerikan tidak mampu menghadapi Covid 19 ini. Ini memang cara Tuhan untuk menundukkan kesombongan manusia yang merasa hebat dengan apa yang dimilikinya.
Selanjutnya…

MAU DENGAR KABAR BAIK…?! 😊

– Cina telah menutup rumah sakit coronavirus terakhirnya. Tidak ada kasus baru untuk membuatnya tetap beroperasi.
— Dokter di India telah berhasil mengobati Coronavirus. Kombinasi obat yang digunakan: Lopinavir, Retonovir, Oseltamivir bersama dengan Chlorphenamine. Mereka akan menyarankan obat yang sama, secara global.
– Para peneliti dari Pusat Medis Erasmus mengklaim telah menemukan antibodi terhadap coronavirus.
– Seorang nenek Cina berusia 103 tahun telah pulih sepenuhnya dari COVID-19 setelah dirawat selama 6 hari di Wuhan, Cina.
– Apple membuka kembali semua 42 tokonya di China,
– Klinik Cleveland mengembangkan tes COVID-19 yang memberikan hasil dalam hitungan jam, bukan hari.
– Berita baik dari Korea Selatan, di mana jumlah kasus baru sudah menurun.
– Italia sangat terpukul, kata para ahli, hanya karena mereka memiliki populasi orang tua terbanyak di Eropa.
– Para ilmuwan di Israel kemungkinan akan mengumumkan pengembangan vaksin coronavirus. Selanjutnya…

SAYANGI JAMAAHMU

Subuh ini, tak seperti biasanya, saya membawa sajadah kecil. Padahal biasanya saya tidak pernah bawa sajadah.. Karpet masjid kompleks saya sungguh empuk dan diberi kain putih bersih pas di tempat sujud. Sesekali kain ini disemprot dengan parfum sehingga membuat sujud terasa berada di sorga, minimal di taman bungalah. 😀 Masjid kami ini sejuk ber-AC dan selalu ada makan gratis di hari Senin, Kamis, dan sesudah salat Jum’at. Kadang hari lain juga sering ada jama’ah yang berbagai rejeki dengan menyediakan sarapan bagi jamaah salat Subuh. Jadi tidak heran kalau jamaah di masjid kami ini selalu hampir penuh shafnya meski pada salat Dhuhur dan Ashar. Masjid kompleks kami ini memang nyaman.

Tapi subuh kali ini memang tidak seperti biasanya. Wabah virus Corona akhirnya merangsek Indonesia dan kami juga harus mulai waspada. Sudah berhari-hari saya diterjang oleh informasi tentang pentingnya social distancing, termasuk di masjid. Imbauan untuk salat di rumah saja juga sudah berkali-kali saya baca. Tujuh kasus virus Corona di Betlehem membuat otoritas Palestina menutup gereja dan masjid selama dua pekan. Pemerintah Palestina juga membatalkan salat Jumat di 27 masjid di wilayah Bethlehem. Iran memutuskan membatalkan salat Jumat di puluhan kota, termasuk ibu kota Teheran. Selain Teheran, ada 21 kota lainnya yang membatalkan salat Jumat, misal di Qom dan Mashhad. Otoritas Singapura menutup sementara 70 masjid selama lima hari, sehingga bisa dibersihkan untuk mencegah penyebaran wabah virus ini. Ibadah salat Jumat juga ditiadakan pada Jumat kemarin. Pemerintah Arab Saudi dan Malaysia membatasi durasi sholat Jumat, termasuk khotbah, tak lebih dari 15 menit. Para jamaah diminta untuk memakai masker dan yang sakit diminta untuk tidak datang ke masjid. MUI bahkan telah merilis fatwa bahwa setiap umat Islam yang berada di daerah yang berpotensi tinggi terjangkit Covid-19 diperbolehkan untuk meninggalkan salat Jumat dan menggantinya dengan salat Zuhur. Umat Islam juga dibolehkan untuk meninggalkan jemaah salat lima waktu atau rawatib, tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya.
Selanjutnya…

LOCK DOWN ALA RASULULLAH

Nabi Muhammad SAW telah memberikan golden rules bagi umat Islam dalam menghadapi wabah. Aturan emas ini sangat jelas, crystal clear, dan simple. Jika ada sebuah daerah terkena wabah maka daerah itu JANGAN DIMASUKI dan bagi mereka yang di dalam daerah yang terkena wabah JANGAN KELUAR. Itu artinya ada dua hal yang harus diperhatikan benar-benar oleh umat Islam.

PERTAMA, dengan melarang umat Islam memasuki daerah yang terkena wabah artinya umat Islam JANGAN SAMPAI TERTULAR oleh wabah tersebut. Rasulullah jelas melarang umatnya untuk tertular oleh suatu penyakit wabah, apalagi dengan sengaja mendatangi tempat di mana wabah tersebut merebak. Hanya orang bodoh dan tidak bertanggung jawab yang melakukan hal tersebut dan Rasulullah tidak ingin umatnya bersikap tidak berrtanggung jawab, sok jago, dan berprilaku bodoh dengan mendatangi tempat wabah merebak. Intinya umat Islam DILARANG KENA WABAH dengan sengaja mendatangi tempat wabah berada. Umat Islam harus menjaga dirinya agar TIDAK TERKENA WABAH dengan berbagai cara.
Selanjutnya…