Senin, 12 Nopember 2019
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
SEANDAINYA SAYA ANIES BASWEDAN…

 

Ini sekedar untuk menyaingi tulisan sute saya, Nang Te, yang dengan jumawanya menulis di kompas.com dengan judul sungguh sangar “Jika saya Nadiem Makarim, …” 😎

Saya harus mengakui bahwa tulisannya sungguh ciamik dan patut dibaca dan dijadikan pertimbangan oleh Mas Mentri. Yo gak salah lha wong Nang Te ini pernah malang melintang jadi staf khusus di Kemendikbud (dan saya juga sempat ikut melintang sebentar terus diluruskan). Tulisannya sila baca di https://edukasi.kompas.com/…/0700…/jika-saya-nadiem-makarim…

Nah, mumpung teman kita, Anies Baswedan, sedang kebanjiran hujat dan caci-maki maka saya yang dhoif ini (sambil lirak lirik bergaya sok alim) mencoba untuk menulis dengan judul “Jika saya Anies Baswedan…” Saya berharap minimal bisa menggedor lweekang saya 5/11 walau jelas gak bisa mengejar ginkang Nang Te.

Seandainya saya Anies Baswedan maka pertama-tama saya akan beristigfar dengan khusyuk dan lama. Saya akan mohon ampun pada Allah SWT atas cobaan ini (oke, teguran deh…!). 🙏 Saya yakin bahwa apa yang terjadi pada diri saya pastilah merupakan sebuah kebaikan bagi saya dan juga bagi bangsa ini. Tuhan jelas hendak memberi pelajaran kepada saya dan semua orang dengan adanya kasus penganggaran dummy yang menghebohkan ini. Terbongkarnya kasus lem Aibon dll itu jelas merupakan cara Tuhan untuk membuat kita semua belajar dari sana. Saya harus minta ampun atas kecerobohan saya dalam bekerja sebagai gubernur dan sekaligus berterima kasih bahwa Allah hendak memberi saya pelajaran. Saya tidak bisa membayangkan seandainya kasus ini tidak terkuak dan terjadi korupsi dan penyelewengan anggaran di bawah kepemerintahan saya. Jelas saya yang harus mempertanggungjawabkannya secara hukum. Allah benar-benar masih sayang pada saya sehingga kasus ini terkuak dan tidak berkelanjutan. 🙏😞 Selanjutnya…

ALHAMDULILLAH…! 😊

Alhamdulillah saya resmi menjadi anggota atau peserta asuransi kesehatan BPJS. Kemarin saya membayar pertama kalinya asuransi kesehatan keluarga ini melalui ATM Bank BRI. Untuk pembayaran premi selanjutnya saya pilih yang autodebet. Dengan demikian dana saya di BRI akan dipotong secara rutin setiap bulan untuk membayar premi asuransi kesehatan ini. Saya ikutkan semua anggota keluarga saya dan saya pilih yang Klas 1. Seandainya ada yang VIP atau VVIP mungkin akan saya pilih yang VIP atau VVIP. Bukankah kita harus memberikan yang terbaik bagi keluarga? 😀

Meski punya asuransi kesehatan lain yang preminya jauh lebih mahal tapi saya memang sangat ingin ikut BPJS. Ini asuransi kesehatan milik negara, Bro. Dan saya merasa harus ikut membantu negara. 😊

Semoga dengan ikut asuransi kesehatan BPJS ini maka semua anggota keluarga saya selalu sehat walafiat dan TIDAK PERLU menggunakan dana dan jasanya kapan pun. Kami ingin sehat dan tidak ingin sakit sampai harus menggunakan asuransi BPJS ini. Tujuan saya ikut BPJS adalah ikut serta membiayai dana pengobatan warga lain yang ikut BPJS ini dan membutuhkan dana asuransinya. Kami mau sehatnya saja. 😀
Selanjutnya…

FESTIVAL LITERASI SEKOLAH 2019 SMPN 3 PETERONGAN JOMBANG

Saya sangat beruntung diminta oleh Ibu Faiq Rosidah untuk menjadi juri pada Lomba Tulis Opini (dan presentasinya) pada acara Festival Literasi Sekolah 2019 yang diadakan oleh SMPN 3 Peterongan Jombang pagi ini. Ini adalah lomba tahunan kedua yang diadakan oleh sekolah ini. Hebatnya adalah bahwa ini adalah lomba tingkat propinsi sehingga diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ada 32 tim dari 24 sekolah dari 14 kota dan kabupaten yang ikut berlomba untuk memperebutkan Piala Gubernur Jatim. Para pemenang akan mendapatkan sertifikat sebagai pemenang yang akan ditandatangani langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Dari 10 finalis untuk Lomba Tulis Opini pesertanya berasal dari Jombang, Kediri, Sumenep, Mojokerto, Blitar, dan Bondowoso.

Saya beruntung bisa menjadi partner juri bersama Dr. Sutejo, dosen dari STKIP Ponorogo, motivator, dan penggiat literasi nasional, dan Anjrah Lelono Broto, penyair, esais, cerpenis, penulis naskah drama, aktor, dan salah satu penggagas organisasi nirlaba Lembaga Baca-Tulis Indonesia. Selanjutnya…

SIAPA BISA JAMIN…?! 😎

Saya ingat zaman dulu waktu harus ikut penataran P4 pada awal tahun 80-an. Ada seorang kyai kharismatik yang melancarkan gugatan pada seorang penatar karena dia juga diwajibkan ikut Penataran P4 tsb. “Apa orang bisa jadi Pancasilais setelah ikut Penataran P4 selama dua minggu? Sampeyan bisa jamin?”

Saya pikir penatarnya akan kelabakan ditanya begini. Tapi ternyata seorang penatarnya yang paling tua dan paling bijaksana menjawab dengan santai. “Keliru, Pak Kyai. Sampeyan yang harus menjamin, bukan kami. Jadi setelah dapat penataran dua minggu dari kami maka Pak Kyai harus memberi jaminan pada kami bahwa Pak Kyai akan jadi manusia Pancasilais. Mosok sudah ditatar dua minggu masih juga belum paham bagaimana hidup sebagai manusia yang Pancasilais?” 😊

Pak Kyai tidak menduga akan mendapat jawaban spt itu dan tidak bisa berkata apa pun. Dia benar-benar blangkemen. 😀

Setelah itu Sang Penatar bertanya balik pada Pak Kyai. “Sekarang saya mau tanya balik pada Pak Kyai. Setelah belajar ttg Islam selama bertahun-tahun di pesantren Pak Kyai apakah Pak Kyai bisa memberi jaminan bahwa santri-santri Pak Kyai pasti bisa menjadi muslim yang baik dan selalu taat pada ajaran Islam?”

Semakin ndlahomlah Pak Kyai siang itu kena skak-mat oleh Sang Penatar P4. 😎

BUSINESS AS USUAL VS EVERYBODY’S BUSINESS

Apa yang terjadi jika Anda ingin mendapat masukan tentang berbagai masalah kemudian mengundang 40 orang yang menurut Anda adalah pakar dan meminta mereka bicara sak karepnya sesuai dengan apa uneg-uneg mereka di sebuah forum dengan jatah waktu hanya sekitar satu jam?

Saur manuk…! 😀 (kalau tidak tahu artinya ya cobalah buka buku primbon) 😎

Pertemuan dengan Mas Mentri kemarin sore sampai Maghrib punya beberapa nilai strategis (menurut saya sih!), yaitu:
– Kami bisa berkenalan langsung dengan Mas Mentri dan beliau juga mengenal kami in general. I hear you… I hear you…! 😀
– Kami bisa menilai seperti apa beliau at a snapshot dan beliau juga bisa menilai seperti apa sih prejengan dan isi kepala kami. Tentu saja dalam batasan waktu dan materi yang tersampaikan pada waktu itu.

– Beliau bisa menyampaikan pesan tentang ke mana beliau akan mengarahkan kapal induk Kemendikbud nantinya dan bagaimana ia akan membawanya. Ada tiga pesan yang beliau sampaikan tentang bagaimana ia akan membawa kementriannya, yaitu: Pertama ia menjanjikan adanya inovasi-inovasi di bidang pendidikan. Bagaimana inovasinya kita belum tahu. Let’s see and hope for the best. Yang jelas beliau ini sangat taktis dan tidak suka hal yang bertele-tele. Just jump and get to your point. Tentu saja ini berita buruk bagi mereka yang suka bermain wacana dan bergumul di kata-kata indah belaka. 😎 Kedua, ia mendapatkan kesan bahwa sebenarnya komunitas pendidikan lebih tahu tentang apa permasalahan pendidikan dan bagaimana mengatasinya. Ini tentu saja kabar baik dan melegakan bagi para pegiat pendidikan di berbagai penjuru angin karena ini berarti beliau mengapresiasi apa yang dilakukan oleh mereka-mereka yang di lapangan. Ketiga, beliau menegaskan pada semua pihak bahwa dia akan bekerja sungguh-sungguh dan tidak akan tertarik pada hal-hal seremonial.
Selanjutnya…

PIBU ATAU REUNI…?! 😀

Sore tadi Bengcu Dikbudpay menemui 40 tokoh kangaow dari delapan penjuru angin untuk mendengarkan apa permasalahan pendidikan yang mereka lihat dan apa rekomendasi mereka untuk menyelesaikan masalah tsb. Yang hadir hampir semua taihiap dan lihiap dari semua perguruan termasuk Pendekar Pedang Harum, Si Bongkok dari Gurun Gobi, Pek I Lihiap, Pendekar Tinju Seribu Kati, Pendekar Racun Timur, San Hoa Lihiap, Seruling Maut, dll. 😀

Mas Mentri datang terlambat karena harus menghadiri rapat dengan Wapres ketika kami sudah mulai lempar jurus masing-masing. Ketika piauw mulai beterbangan dan lwekang berkesiuran barulah Bengcu baru yang dianggap sebagai Sintong ini datang.

Begitu Bengcu datang maka semakin ramailah ruang pibu dengan berkelebatannya jurus-jurus dari para tayhiap dan lihiap yang hadir. Bercampur baurlah jurus pedang, jurus golok, gada, tongkat, piauw di ruang pibu tsb. Saya yang hanya membawa jurus tangan kosong terpaksa blangkemen melihat kehebatan jurus-jurus maut mereka. Daripada kena sodokan jurus-jurus mematikan mereka maka saya diam-diam mengerahkan gwakang saya untuk saya menghabiskan kudapan yang tersedia di meja. Tidak sampai sepenanak nasi habislah kudapan di hadapan saya. Saya sempat melirik kudapan Pak Fasli Jalal yang duduk di sebelah saya tapi saya tidak berani mencomotnya. Bisa-bisa saya kena jurus Patokan Burung Bangau beliau. 😀
Selanjutnya…

JALAN JALAN KE BALKAN (Bagian 3)

Setiap kali kami ikut tur ke LN saya selalu merasa senang dan gembira. Saya berpikir segala hal yang kami lihat begitu indah. Mengapa kami tidak melakukannya lebih sering dan lebih lama? Hidup ini tentu akan lebih bahagia jika kita lebih sering mendatangi negara-negara lain, utamanya lokasi-lokasi yang memang dijadikan tujuan turisme. Mungkin itu sebabnya kalau saya setiap tahun selalu ingin jalan-jalan dan selalu suka dapat penawaran tur dari biro travel. Tapi kadang kami juga suka mengadakan tur sendiri tanpa ikut biro travel. Mungkin itu juga resepnya mengapa saya tampak lebih muda dari usia saya dan istri saya tampak lebih muda daripada saya. J Banyak yang menduga saya baru berusia 60 tahun padahal sebenarnya sudah hampir 62 tahun. Lumayanlah dapat kortingan setahun lebih. Emoji Itulah rahasianya mengapa sering-sering bepergian keliling dunia membuat orang jadi awet muda. Lakukanlah apa yang kami lakukan ini… Jadilah awet muda…! Emoji

Perjalanan kami berikutnya adalah ke Kroasia. Ini negara lain di sebelah timur Slovenia. Tapi sebelumnya kami mengunjungi Postojna Cave di Slovenia yang merupakan goa dengan panjang 24km yang stalaktit dan stalakmitnya terbentuk dari 2 juta tahun lalu. Pagi ini kami dari Ljubljana menuju ke Postojna, Slovenia, yang berjarak 53 km atau 1 jam perjalanan dari Ljubljana.

Selanjutnya…

JALAN-JALAN KE BALKAN (Bagian 2)

Semenanjung Balkan adalah sekelompok negara di Eropa yang disatukan oleh sebuah semenanjung yang menakjubkan. Balkan memiliki luas wilayah dan budaya yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh sejarah (dan kemudian dipecah oleh egoisme kesukuan dan agama)

Balkan adalah daerah yang sangat indah. Negara-negara di sini punya sejarah yang sangat menarik sekaligus kelam. Sejarah kelam inilah kemudian yang memunculkan istilah ‘balkanisasi’, yang berkonotasi sebagai upaya pemisahan dan perpecahan dari sebuah negara kesatuan. Balkanisasi kemudian juga menjadi istilah umum yang sering digunakan untuk menyebut kebangkitan ‘etno-nasionalisme’ yang mencabik negara yang terdiri dari banyak kelompok etnis dan agama. Ada juga yang menyebut fenomena ini sebagai ‘etno-tribalisme’ paduan antara pemisahan etnisitas dengan sektarianisme antaragama.

Kata “Balkan” berasal dari bahasa Turki yang berarti “gunung”. Artinya pengaruh Turki sangat kuat di daerah ini dulu ketika terbentuk oleh kekaisaran Ottoman (Kekhilafahan Ustmaniyah).
Selanjutnya…

JALAN-JALAN KE BALKAN

Waktunya jalan-jalan lagi…. Mau apa lagi lha wong saya sudah pensiun. 😀
Kali ini kami akan jalan-jalan ke wilayah Balkan. Kalian belum pernah ke sana kan? Sama. Saya juga belum… 😎
Negara Balkan merupakan sekumpulan negara-negara yang terletak di area Eropa Tenggara. Penduduknya sekitar 53 juta dan luasnya sekitar 700.000 km persegi. Pada awalnya istilah Balkan di ambil dari nama pegunungan yang merentang dari Serbia hingga Laut Hitam yang memiliki nama sama. Namun, tidak semua negara masuk ke dalam wilayah Balkan, hanya ada beberapa negara saja, yaitu Albania, Bosnia & Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Kosovo, Macedonia, Montenegro, Romania, Serbia, dan Slovenia. Tapi kami tidak akan mengunjungi semua negara tersebut. Iso legrek awak… 😀

Mengapa kami memilih tur ke Balkan (dan bukan ke Njarkan)? Kami sebenarnya merencanakan untuk tur ke Rusia tahun ini tapi ternyata paket yang ditawarkan pas musim dingin dan kami tidak suka bepergian di musim dingin. Lalu kami ditawari untuk ikut tur ke Balkan ini oleh Mbak Wid, dr. Sri Widyayati SpPK MKes, istri dr. Taufik Kresna SpPD, teman IKPTM. Mereka ada acara tur bersama para alumni dokter dari Fakultas Kedokteran Angkatan 1978 ++ Undip ke Balkan bersama Atrika Tour & Travel dan kami diajak untuk ikut. Kami sepakat. Kapan lagi bisa tur bersama para pensiunan dokter? Mbak Wid memang baru saja pensiun sebagai Direktur RSJD dr Amino Gondohutomo Semarang dan beliau dan teman-temannya merencanakan untuk jalan-jalan ke Balkan ini. Sesekali bolehlah saya yang pensiunan guru tak ber-SK ini ikut acara turnya para pensiunan dokter. 😎
Selanjutnya…

IMAN DAN TETANGGA

“Apa iman itu menurutmu?”, seorang teman tiba-tiba bertanya pada saya.

“Iman itu apa yang ada di hati, diucapkan oleh mulut, dan yang dinyatakan dalam perbuatan.” Jawab saya. Setidaknya itu yang saya baca dan pelajari selama ini.

“Betul! Itu adalah sebuah kesatuan dan semua harus selaras,” jawabnya sambil tersenyum. ” Jadi meski pun kamu berbusa-busa mengucapkan sesuatu di mulutmu tapi jika itu tidak tercermin dalam perbuatanmu maka itu bukanlah iman.”

“Maksudmu?” saya bertanya penasaran.

“Apakah kamu mengimani Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang?” tanyanya. Saya rasa ia sedang menggoda saya.
“Tentu saja. Apa maksudmu?” Saya semakin penasaran.

“Jika kamu mengimani Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan kamu sebutkan itu di mulutmu setiap kali engkau melakukan sesuatu maka seharusnya sifat pengasih dan penyayang itu muncul dalam perbuatanmu.” Demikian tandasnya.
Selanjutnya…