Mei 17, 2022

18 thoughts on “HOAX “BERAKIDAH DAN BERSYARIAH”

  1. Tapi kalau untuk 7 cara itu rasanya saya setuju karena semua yang ditunjukan untuk ikhtiar kesembuhan itu tidak ada perbuatan yang tercela malah insyaalah bernilai ibadah, perkara hoax atw tidak untuk keadaan rumahsakit yang sepi itu tidak jadi masalah yang berarti bukan? Toh semua ikhtiar yang ditunjukan juga sesuai dengan syariat islam dan memang sebaiknya dilakukan oleh kaum muslimin. Afwan min jika saya keliru

    1. Benar ka saya sdh membuktikannya setelah membaca istighfar subhanallah walhamdulillah walaailahaillallah wallahuakbar walaa Haula wakuwwata illabillahil….. Dibaca terus menerus selama sakit nya hilang sambil dipegang dibagian yg sakit dan Alhamdulillah dgn izin Allah sembuh walaupun gejalanya hanya pusing panas dingin kalau Allah sdh berkehendak yg tadinya ragu seketika Allah menunjukan kuasanya.

  2. Perkara hoax / informasi salah / informasi keliru mengenai rumah sakit justru jadi masalah karena tidak sesuai dengan kondisi aslinya, malah bisa dikategorikan membohongi orang dengan informasi keliru tersebut. Seharusnya kalau ingin menyampaikan kebenaran mengenai ikhtiar kesembuhan, langsung saja sampaikan tanpa harus menyisipkan informasi yang keliru. Sampaikan saja “Berikut 7 cara pengobatan yang dianjurkan sebelum ikhtiar ke dokter”. Sayang, kalau kebenaran disertai dengan beberapa kekeliruan informasi.

    1. Wah, mumtaz mas. Bagaimana dia mematahkan suatu berita malah bilang hoax hanya berdasarkan asumsi jumlah rumah sakit.. Naif benar. Coba saja kesana susuri beberapa rumah sakit yang anda pilih random, ada gak pasiennya sesuai “dugaan” anda Satria Darma? Lalu jika ada pasien, berapa perbandingan orang Arab disana dengan orang luar yg dirawat karena Arab banyak pengunjung, yg mungkin sedang Ibadah, sudah tua2, sepuh kayak orang Indonesia baru ketiban rejeki pergi Haji atau Umrah.. Nah itu baru ilmiah pikiran anda Satria Darma…

  3. Berakhidah dan bersyariah setuju sekali, cara yg bagus utk dilakukan khususnya oleh seorang Muslim. Disamping berikhtiar, cara itu bisa lebih mendekat kan diri kepada sang Kholik SBG penguasa atas segalanya. Kedokter un hakekatnya yg menyembuhkan adalah bukan dokter itu sendiri tapi Krn Ridho Nya. Pembantahan ini jelas jelas ingin membelokkan kita pd keyakinan kita. Bahaya ini !!! Dipastikan yg membantah itu bukan seorang Muslim. ( Sy belum pernah berkomentar sebelumnya )

  4. Saya sangat tidak setuju jika anda membandingkan jumlah rs di arab saudi terutama kota Mekkah dengan jumlah penduduknya. Mungkin anda lupa kl disana ada musim haji dimana jutaan tamu Allah dr seluruh dunia hadir untuk beribadah dengan segala kondisi fisik. Pemerintah Arab Saudi sangat mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut tamu Allah di musim haji. Jd sepinya rs2 di video yg disebar krn mungkin saja situasi tsb diluar musim haji ditambah ikhtiar umat muslim dalam penyembuhan sakit spt yang dijelas kan , dan tidak seperti kebanyakan penduduk kita yang memang tergolong manja jika terkena penyakit. Jadi argumen ttg hoaxnya cerita ini spt yang anda sampaikan diatas, juga tidak punya narasi yang kuat.

  5. Kalau membaca postingan ini justru saya termakan hoax tsb. Alhamdulillah. Sejak membaca itu saya kalau sakit sholat tobat minta ampin atas dosa dosa saya dan mohon kesembuhan sambil saya juga ikhtiar minum madu dan habatussaodah. Juga bersedekah. Alhamdulillah sembuh.

  6. Mau sehat atau sakit, ke 7 langkah itu seharusnya tetap dilakukan.

    Sabar ya, Mas. Memang sulit mengedukasi masyarakat agar tak mudah terhasut hoax. Padahal Rasulullah mengajarkan tabayyun.

  7. Yang bikin analisa jumlah rumah sakit tidak tahu di arab saudi ada orang orang dari negara lain yang umroh setiap hari berjibun dan musim haji yang tak kalah jumlahnya…fasilitas RS yang ada sebagian besar kan sarana buat itu dan kebanyakan orang orangnya yang masih dikit dikit ke dokter dan RS…konsep penyembuhan di Islam bukan dokter yang menyembuhkan karena dokter juga sering sakit dan akan mati…Jadi tujuh cara melakukan minta kesembuhan tersebut memang sudah banyak dilakukan oleh umat Islam yang mengamalkannya bahkan oleh dokter sendiri….terkait kondisi RS bisa saja di tempat dan waktu tertentu bisa begitu bahkan di Indonesia banyak RS yang sepi dan dijual…

  8. Pak @Budi, pernyataan anda “Yang “hoax” itu anda satria darma, karena anda bukan muslim.” merupakan galat logika (logical fallacy) jenis ‘ad hominem’ karena anda menyerang pribadi pihak lain yang tidak berhubungan dengan pembahasan.

    Keberagamaan seseorang tidak ada hubungannya dengan dia itu penyebar hoax atau tidak. Semua orang -agama apa pun dia- selalu punya potensi untuk menjadi pelaku hoax.

    Mengutip dari Rocky Gerung, pernyataan anda itu adalah dungu. Bukan orangnya yang dungu, tetapi cara berpikirnya yang dungu. Karena pernyataan tersebut adalah sebentuk gagal nalar dalam membangun konklusi.

  9. Jika sakit lakukan langkah 1.tunggu brp lama.menahan sakitnya,? tdk berhasil langkah 2 tunggu brp lama..? dst..sampai ke 7..lalu mencari cari dokter se iman dan yg saleh (tanya ke siapa dokter itu saleh atau tdk.) Duh..kasihan. si sakit jangan2 terlambat sudah …Semoga Tuhan YMK selalu memberi kita akal sehat dan pikiran yg rasional. Aamiin.

  10. Tingkat kesehatan dan harapan hidup orang jepang yg tdk mengenal akidah dan syariah jauh lebih tinggi dr orang arab. Kenapa..?

  11. Segala sesuatu kembali pada niat dan tergantung dari sudut mana orang menilai. Menurut hemat sy tinggal ambil hikmahnya karena ada kata manusia tidak ada yg sempurna, pasti selalu ada salahnya karena kebenaran itu mutlak milik Alloh. Simplenya ya tinggal ambil yg baik2nya sj. Ketika sesuatu yg meng arah pada suatu kebaikan (akhlak) kenapa tidak yg penting tidak ada pembelokan akidah. Toh ketika disampaikannya 7 perkara itu mengarah pd tuntunan kebaikan berakhlak/berakidah, gak ada salahnya kok. Masalah sikon RS disana antara iya dan tidak gak pentinglah untuk di besar2kan. Sy setuju dgn komentar no.5 (ama).

  12. Kan hadits Rasul juga mengatakan gunakan hati nuranimu. Ikhtiar harus. Berdoa juga wajib, jadi dua2nya. Asalkan kita tidak terjerumus mempersekutukan Allah dengan mengkultus individukan bangsa n suku tertentu. Kita tetap org Indonesia yg dikaruniai negri seprti Surga, dengan buah2an berlimpah n sungai2 dengan air mengalir di bawahnya., beraneka hewan, burung kecil bertelur besar dll dll MasyaaAllah….bukan padang pasir panas atau salju dingin terhampar luas…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.