Senin, 22 Juli 2019
Just another WordPress site
HOAX “BERAKIDAH DAN BERSYARIAH”

Dunia media sosial kita benar-benar dikepung oleh berbagai macam hoax, termasuk yang diklaim ‘berakidah dan bersyariah’. Tentunya ini sangat meresahkan dan mengkhawatirkan.

Pernahkah Anda mendapat kiriman video tentang mengapa rumah sakit di Mekkah sepi? Video itu sering sekali disebarluaskan melalui WA grup (dan anehnya juga disebarkan oleh teman-teman yang sebenarnya berpendidikan tinggi). 😕

Video itu menampilkan foto-foto kamar dan ranjang rumah sakit yang katanya adalah video rumah sakit di Mekkah yang sepi dan tak ada pasiennya. Tidak sama dengan di Indonesia katanya (yang rumah sakitnya penuh pasien). Rahasianya katanya terletak pada AKIDAH dan SYARIAH. 😯

Katanya suatu ketika ada dokter dari luar Mekkah yang praktek selama 6 bulan di Mekkah dan selama itu ternyata tidak ada pasien yang datang padanya. Tentu saja ia heran. Ada apa ini kok gak ada warga Mekkah yang sakit? Setelah ditanyakan dan diselidiki ternyata katanya orang Mekkah punya metode khusus kalau sakit sehingga mereka tidak perlu ke dokter, apalagi masuk rumah sakit. 😮

Katanya orang Mekkah kalau sakit melakukan 7 langkah atau cara sehingga tidak perlu masuk rumah sakit, yaitu : Pertama, sholat dua rakaat. Insya Allah sembuh. Kalau belum sembuh kedua lalu baca al-Fatihah. Kalau cara kedua belum berhasil maka cara ketiga yang ditempuh adalah bersedekah. Insya Allah akan sembuh. Jika ini juga belum berhasil maka cara keempat adalah dengan istigfar. Semoga langsung sembuh. Kalau penyakit membandel maka cara kelima yang ditempuh adalah minum madu dan habbatus sauda. Ini obat luar biasa yang membuat kita sembuh dan tidak perlu ke dokter. Belum berhasil? Cara keenam adalah makan bawang putih dan buah zaitun. Ini sangat tokcer. Dan kalau semua cara tersebut belum berhasil barulah mereka melakukan cara terakhir, yaitu mendatangi dokter yang saleh. Apa boleh buat…! 😊

Katanya berkat cara yang BERAKIDAH DAN BERSYARIAH ini maka rumah sakit di Mekkah menjadi sepi dan tidak ada pasien. (Di video ditunjukkan kamar RS dan bed yang kosong)😄

Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa ini hoax? 😊

Jika Anda kritis maka Anda akan merasa curiga. Mosok sih cara ‘berakidah dan bersyariah’ tersebut dapat membuat para dokter menganggur karena tidak dapat pasien? Dan kalau Anda mau sedikit browsing maka Anda akan dapat menemukan data-data yang akan membuktikan kebohongan klaim pada video tsb.

Baca juga:  SAMBIL WASPADA MENYEBARKAN HOAX?!

Anda tidak perlu harus cerdas untuk kritis dan tidak langsung percaya pada klaim semacam ini. Klaim semacam ini ‘too good to be true‘. Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Modern, mungkin akan bangkit dari kuburnya jika ini benar. 😄

Respon paling sederhana jika kita mendapatkan info semacam ini adalah bertanya pada diri sendiri benarkah info ini?
Jika Anda mulai bertanya demikian maka Anda akan langsung menuju ke tahap berikutnya, yaitu membuat analisis-analisis dan mencoba mencari kebenaran dari analisis tersebut.

Sebagai contoh, jika memang SANGAT JARANG orang Mekkah yang masuk rumah sakit maka KONSEKUENSI LOGISNYA adalah HANYA ADA SEDIKIT RS DI MEKKAH. Untuk apa membangun banyak RS jika sangat jarang ada orang sakit yang perlu dirawat di RS kan?

Nah, kita tinggal mencari fakta untuk menguatkan perkiraan kita. Kita tinggal browsing di Google dengan kata kunci ‘number of hospitals in makkah’ dan kita akan tahu berapa banyak RS di kota Mekkah.

Kalau benar bahwa sangat sedikit pasien di Makkah maka tentunya rumah sakit juga sedikit. Coba cek saja berapa jumlah RS di Makkah. Tada…! 😄

https://knoema.com/…/health-statistics-of-saudi-arabia-2011…

Ternyata ada 35 rumah sakit di Mekkah padahal jumlah penduduknya hanya 1,5 juta. 😊 Apakah jumlah ini sedikit atau banyak? Ya coba saja bandingkan dengan jumlah rumah sakit di kota Anda. (Kota Surabaya dengan populasi sebesar 2,7 juta punya 40 RS)

Jika di Makkah pasiennya sangat jarang maka tentunya berlaku yang sama untuk di negara Saudi Arabia. Kan metode “7 Langkah Berakidah dan Bersyariah” tersebut juga bisa diterapkan di kota lain di Arab Saudi.
Coba cek berapa jumlah RS di Saudi Arabia. Kalau tidak ada pasien maka RS di Saudi Arabia tidak akan bertambah. Faktanya RS di sana sangat banyak dan bertambah terus.

Baca juga:  KETINGGALAN PESAWAT

“There are about 415 governmental hospitals and 127 private hospitals in Saudi Arabia, 270 of them are under Ministry of Health umbrella.[1]”
https://en.m.wikipedia.org/…/List_of_hospitals_in_Saudi_Ara…

Apakah jumlah RS sekian itu banyak atau sedikit? Ya cek saja dengan jumlah penduduknya.

Jumlah penduduk Saudi Arabia adalah sekitar 32 juta orang (ini juga bisa dicari di Google) dan hampir sama dengan Jawa Tengah yang 33,75 juta jiwa. Tetapi jumlah RS di Jateng hanya 105 buah baik yang pemerintah mau pun swasta (cari di Google juga)

Jadi jumlah RS di Arab Saudi jauh lebih banyak ketimbang Jateng. Kalau dilihat dari jumlahnya bahkan 5 kali lipat.

Lebih banyaknya RS di Arab Saudi memang tidak berarti lebih banyaknya pasien di sana. Tapi itu sudah cukup untuk mematahkan hoax bahwa RS di Arab Saudi kosong karena tidak ada pasien (di video tsb ditunjukkan RS yang kamarnya kosong tanpa pasien).

Pertanyaannya sebenarnya adalah apa tujuan orang membuat hoax seperti itu? Mengapa ada orang yang membuat video hoax semacam ini dan apa sebenarnya yang hendak ia tuju? 😟

Sebagai muslim kita harus tahu bahwa menebar hoax adalah perbuatan haram dan sangat dibenci dalam ajaran Islam.
Menebar fitnah dan kebohongan adalah hal yang buruk bagi peradaban, dan mereka-mereka yang memproduksi hoax di sosial media sebenarnya adalah orang-orang yang mendustakan ajaran dan nilai Islam. 🙏

Satu tanggapan untuk “HOAX “BERAKIDAH DAN BERSYARIAH””

  1. Tia berkata:

    Tapi kalau untuk 7 cara itu rasanya saya setuju karena semua yang ditunjukan untuk ikhtiar kesembuhan itu tidak ada perbuatan yang tercela malah insyaalah bernilai ibadah, perkara hoax atw tidak untuk keadaan rumahsakit yang sepi itu tidak jadi masalah yang berarti bukan? Toh semua ikhtiar yang ditunjukan juga sesuai dengan syariat islam dan memang sebaiknya dilakukan oleh kaum muslimin. Afwan min jika saya keliru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *