Senin, 08 Maret 2021
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
WHY ME…?!

Mengapa saya yang terkena Covid 19…?! 🤔

Ya, mengapa tidak…?! 😁 Saya adalah orang yang sangat tepat untuk terkena penyakit ini. Saya punya semua alasan untuk terkena Covid 19 ini. Sama seperti Dahlan Iskan, Syeh Ali Jaber, Anies Baswedan, Tung Desem Waringin, Budi Karya, Airlangga Hartarto, Ary Ginanjar, Aa’ Gym, Bu Samsinar, Wagimin, Tumiran (tiga nama terakhir adalah karangan saya belaka). Orang-orang yang saya sebut di atas adalah orang-orang yang telah menjaga protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh dan bahkan terus menerus mengajak masyarakat untuk tidak tertular dengan tetap menjaga protokol keseahatan. Faktanya mereka toh tetap terkena…! 😎

Lha saya ini punya privilege dan kesaktimadragunaan apa kok bisa luput dari Covid 19…?! Kehati-hatian saya jelas masih di bawah mereka yang saya sebutkan di atas. Banyak orang yang jauh lebih berhati-hati, lebih muda, lebih fit, lebih protektif, lebih sehat walafiat, lebih cantik istrinya, lebih besar nomor sepatunya, lebih gondrong rambutnya, dll toh ya waktunya kena ya kena juga. 😂

Jadi kalau saya ditanya sampeyan kok bisa kena Covid 19 saya malah bingung. Emang orang seganteng, sepintar, seramah, sealim, sekeren, seperti saya tidak bisa kena ya…?! Itu ada tertulis di buku mana….?! 😎
Selanjutnya…

SAYA SURVIVOR COVID 19

Siang ini saya duduk di meja makan dan mencoba untuk makan sebagaimana sebelum sakit. Istri saya sudah menyediakan semangkok kecil sup iga Bu Umi kesukaan saya. Saya memandangi mangkok tersebut dengan perasaan masgul. “Di manakah dikau wahai nafsu makan…?” Mengapa semua hilang tak berbekas…?! 😔 Sampai hari ini tak satu pun menu makanan favorit saya yang mampu memggerakkan nafsu makan saya. Nafsu makan saya ditunggangi habis-habisan oleh Covid 19 dan ia belum juga bersedia melepaskannya.

Saya memasukkan sesendok sup iga Bu Umi ke mulut saya pelan-pelan dan mulai mengunyah… Tiba-tiba saya bisa merasakan kembali gurihnya sup iganya, manisnya kecapnya, dan kecutnya perasan jeruknya. Mereka bersatu menyapa indra perasa saya. Saya terkejut….! Wow…! 😳

Ternyata indra perasa saya sudah kembali siang ini dan saya bisa merasakan kembali nikmatnya sup iga Bu Umi….! Ini hanya berarti satu, THE COVID 19’S GONE….! Virus ini sudah pergi dari tubuh saya dan yang tertinggal hanyalah bekas-bekas kerusakan yang mereka tinggalkan begitu saja di tubuh saya. Tubuh saya jelas lemas tidak berdaya dihajar berhari-hari olehnya. Tapi peperangan besarnya jelas sudah lewat. Tak ada lagi dentuman-dentuman, tembakan-tembakan, dan ledakan pertempuran. Yang ada tinggal batuk-batuk kecil yang saya yakin bakal menghilang juga dalam beberapa hari ini. 🙏

Hari-hari berikutnya jelas adalah hari-hari pemulihan. Saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh tubuh saya untuk pulih kembali seperti semula. Mungkin tiga, mungkin lima, mungkin tujuh hari… Biar tubuh saya saja yang memutuskannya. Tapi yang jelas saya tidak akan memburu tubuh saya untuk segara pulih. Tak ada hal sangat penting yang menunggu kesembuhan saya hadir atau terlalu sayang untuk dilewatkan. Selama lebih dari dua minggu ini dunia memberi saya privilege untuk mengistirahatkan diri. Dan saat ini, walau belum resmi, bolehlah rasanya saya menyebut diri saya sebagai seorang Survivor Covid 19. 🙏😁

Surabaya, Senin 18 Januari 2021
Satria Dharma

SAYA KENA COVID 19


Dahlan Iskan kena Covid 19. Saya baca itu dari tulisannya. Saya pikir saya juga kena….

Selama dua bulan terakhir 2020 saya memang sibuk. Saya bepergian ke beberapa kota. Saya ke Balikpapan bertemu dengan keluarga besar saya di sana. Dan seperti diketahui kalau kita sudah ketemu dengan keluarga besar tiba-tiba kita merasa kebal terhadap Covid 19.

Bukankah setiap hari bersenang-senang dan bergembira ria sehingga imun tubuh kita naik pada level top?

Bukankah kita juga makan-makan enak setiap kali bertemu dengan keluarga sehingga semakin kuatlah auto imun kita.

No Covid 19 can touch us, begitu pikir kami.

Toh kami juga selalu menerapkan protokol kesehatan. Ke mana-mana pakai masker, menjaga jarak, berolahraga, tidak mendatangi kerumunan. Tapi kami sendiri memamg selalu berkerumun. 😁 Lha gimana ketemu keluarga kok tidak berkerumun.

Saya bersaudara 11 orang (tinggal 10 orang) dan ndilalah pada ngumpul semua di Balikpapan. Kami bersaudara saja sudah rame banget. Apalagi ketambahan para anak cucu. Everyday is a real party. Para istri malah punya acara maddomeng setiap malam. Tanya orang Bugis saja apa itu maddomeng. 😎

Dari Balikpapan kami berbondong-bondong menuju ke Makassar dan lanjut ke Sinjai, dan Sidrap bertemu dengan keluarga besar ayah dan ibu kami. Tentu saja ini juga melibatkan kerumunan yang lebih besar, Tentu saja kami tetap melaksanakan protocol kesehatan semaksimal yang bisa kami lakukan. 😎
Selanjutnya…

2020 REFLECTION

Jika saya boleh menyatakan maka bagi saya tahun 2020 adalah tahun yang baik. I have no regrets at all and I think everything is just fine for me. 🙏😊
Tentu saja tahun 2020 adalah tahun yang buruk bagi seluruh dunia. Semua orang menderita dan kami juga merasakan dampak dari pandemi ini. But as I said, I have no regrets at all and I can accept it. 🙏 Tuhan tetap melindungi dan menyayangi kami dengan rahmat dan berkahNya yang begitu berlimpah. Tak ada kesedihan, kecemasan, dan kekecewaan yang mampu mengalahkan rasa syukur kami atas segala nikmat yang terus dilimpahkanNya pada kami selama ini.

Tahun 2020 adalah tahun yang baik dan begitu pula kami harapkan di tahun 2021 ini.
Semoga karunia, berkah, dan rahmatNya akan berlimpah pada semua mahlukNya di tahun 2021 ini. Amin! 🙏😊

NIKAH BEDA AGAMA

Saya sungguh terharu bahwa posting saya tentang pernikahan Yubi dan Patty ternyata mendapat gelombang pernyataan selamat yang luar biasa dari banyak orang. Ada yang dari teman dan banyak juga dari orang-orang yang tidak kami kenal. It really suprises us…! Rupanya banyak yang terkesan dan terharu dengan pernikahan beda agama Yubi dan Patty. Ada beberapa teman yang dengan tulus menyatakan kagum pada kami orang tuanya yang memiliki toleransi yang besar. Terus terang saya jadi agak malu dan geli. Saya tidak berhak mendapatkan selamat tersebut. You should express it to Yubi and Patty.

Merekalah yang memiliki toleransi (dan cinta) yang besar sehingga mereka berani memutuskan untuk menikah meski berbeda agama (ketika mungkin banyak pasangan lain yang menyerah dan memutuskan berpisah). Kalau kami kan hanya orang tuanya. 😎 Sebagai orang tua kami SANGAT BERBAHAGIA dengan pernikahan mereka. Kami sangat gembira ketika mereka memutuskan untuk menikah dan berhenti dari status pacaran. Kami sebagai orang tua tentu punya kekuatiran melihat mereka runtang-runtung dalam status pacaran. Namanya anak muda tak iya… 😁 Justru ibunyalah yang terus mendorong Yubi untuk segera melamar Pat. “Berhentilah pacaran dan jadikan Pat istrimu”, demikian selalu kata ibunya. Jadi kami tentu sangat gembira ketika mereka bersedia untuk berhenti pacaran dan memutuskan untuk menikah. 😊
Selanjutnya…

ALHAMDULILLAH MANTU JUGA…🙏😁

Alhamdulillah akhirnya kami mantu juga….!Yippee…! 😁

Kemarin Yubi, anak pertama kami, menyunting pacarnya Patricia Liana (Patty) setelah pacaran cukup lama. Pat sudah bekerja di Jakarta dan Yubi juga baru saja bekerja (lagi) di Bandung.

Pernikahan dilangsungkan dalam dua cara. Pertama, pemberkatan pernikahan secara Kristen di Hotel Luminor pada jam 07:30 dan Akad Nikah secara Islam di rumah pada jam 09:00. Patty seorang pemeluk agama Kristen yang taat dan mereka sepakat pernikahan diselenggarakan dalam Agama Kristen dan Islam.
Selanjutnya…

KASUS CHAT MESUM: ANTARA NABI YUSUF DAN RIZIEQ SHIHAB


Seorang saudara saya yang sangat mencintai Rizieq Shihab mengirim posting begini di WAG keluarga.

“Jng sampai kita sebar fitnah, walau tak suka dg HRS.
Masih ingat fitnah chat mesum…. BEGITU TEGA MRK MENUDUHNYA. Skr HRS sdh di Ind, kenapa Chat Mesum tdk dilanjutkan? Krn memang itu rekayasa…
Hati2 dg fitnah….
Jk chat mesum diproses sesuai tuduhan polisi, baru sy salut, tp jk tdk diproses mk polisi bisanya hanya sebar fitnah saja. Lantas msh percaya jk ada tembak2an berakibat 6 tewas?
Sebaiknya jng ikut sebar fitnah…. tahan diri sj. Siapa dulu yg pernah ikut2 senang sebar HRS ternyata mesum? Dan melarikan ke arab takut diproses? Skr sdh pulang koq tidak diproses.
Mereka yg pernah tertawa ikut menuduh HRS mesum, ternyata bacaannya berita HOAX.” 🙄

Rame kan…?! 😎

Begitulah dinamika dalam keluarga kami. Kami terbelah antara yang pro dan yang kontra dengan RS. Artinya kami juga terbelah antara yang pro-Jokowi dan yang anti-Jokowi. What a nice and democratic family I have…! 😁
Selanjutnya…

ERDOGAN MUSLIM PALING BERPENGARUH DI DUNIA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dinobatkan menjadi tokoh muslim paling berpengaruh di dunia versi pusat penelitian independen The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berbasis di Yordania, Selasa (15/12). Di peringkat kedua dalam daftar The Muslim 500: The World’s Most Influential Muslims 2021, adalah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud. Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Raja Yordania masing-masing menjadi tokoh Muslim paling berpengaruh ketiga dan keempat di dunia. Presiden Jokowi ‘hanya’ berada di peringkat 12. Tapi Jokowi ‘mengalahkan’ Imam besar Al Azhar, Sheikh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb dari Mesir, yang berada di peringkat ke 13. Padahal beliau tahun 2018 merupakan peringkat pertama. Selain Presiden Jokowi yang masuk peringkat ini adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj dan Habib Luthfi bin Yahya.Said Aqil menempati posisi ke-18 dalam daftar tersebut. Sedangkan, Habib Luthfi berada di posisi ke-32. Lumayanlah ada 3 orang tokoh Islam Indonesia yang masuk dalam daftar ini.

Dari daftar ini jelas terlihat bahwa tidak ada dikotomi soal mazhab dan golongan. Islam ya Islam dan tidak dikelompokkan dalam golongan Sunni atau Syiah. Turki adalah Sunni yang sekuler sedangkan Ayatollah Ali Khamenei adalah pemimpin negara Iran yang Syiah.

Mengapa Erdogan yang sebelumnya hanya di peringkat ke 6 sekarang menjadi peringkat pertama?

Menurut The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Erdogan merupakan pemimpin yang berhasil membawa Turki menjadi salah satu negara kekuatan global utama (major global power). The Royal Islamic Strategic Studies Centre juga menganggap perekonomi Turki tumbuh dalam tahap yang belum pernah terjadi sebelumnya di tangan Erdogan. Erdogan juga dinilai sebagai pemimpin yang selalu mendukung dan berani mengangkat isu-isu yang dihadapi umat Muslim dunia. Menurut lembaga tersebut, keputusan Turki mengubah kembali situs UNESCO, Hagia Sophia, di Istanbul menjadi masjid merupakan salah satu terobosan dalam dunia Islam. Meski mendapat kritikan hingga kecaman dari sejumlah pemimpin dunia Barat, Erdogan berkeras mengubah kembali Hagia Sophia dari museum menjadi masjid pada Juli 2020.

Langkah Erdogan tersebut dianggap sebagai bentuk kebangkitan Muslim konservatif di negara sekuler seperti Turki. Selanjutnya…

MENDOAKAN YANG BAIK BAGI RIZIEQ SYIHAB 🙏

Seandainya Rizieq Syihab melihat penahanannya dari sisi spiritual maka ia tentu akan sangat bersyukur pada Tuhan. Bagi seorang muslim yang mengimani segala keputusan Tuhan yang terjadi pada dirinya adalah semata-mata kebaikan bagi dirinya maka masuk penjara bisa merupakan rahmat dan karunia Tuhan bagi dirinya. Inilah yang sangat disyukuri oleh Buya HAMKA ketika dulu dijebloskan ke penjara oleh Soekarno tanpa proses pengadilan selama dua tahun empat bulan. Meski dizalimi dan dihinakan oleh Soekarno, Buya Hamka tidak pernah menyimpan dendam terhadap Soekarno. Apalagi sampai mengajak umat islam untuk membencinya dan melawan pemerintah.. Beliau adalah seorang ulama zuhud yang benar-benar mengimani bahwa segala hal yang menimpa beliau tiada lain hanyalah kebaikan semata bagi dirinya.

“Selama dua tahun empat bulan saya ditahan, saya merasa itu semua merupakan ANUGERAH YANG TIADA TERHINGGA DARI ALLAH KEPADA SAYA, sehingga saya dapat menyelesaikan kitab tafsir Alquran 30 juz. Bila bukan dalam tahanan, tidak mungkin ada waktu saya untuk menyelesaikan pekerjaan itu…,” kata Buya Hamka.

Pada zaman Orla Buya ditahan karena dianggap melanggar UU Anti-Subversif Pempres No. 11. Ia dituding terlibat dalam upaya pembunuhan Soekarno dan Menteri Agama. Bayangkan, seorang ulama sezuhud beliau dituduh terlibat dalam upaya makar dan pembunuhan Presiden dan Menag. Beliau dipenjara tanpa proses pengadilan. Nama dan kredibilitas beliau benar-benar dihancurkan, perekonomiannya dimiskinkan, kariernya dimatikan dan buku-bukunya dilarang beredar sejak itu. Bayangkan besarnya fitnah yang diterima oleh Buya Hamka saat itu. Tetapi, sang ulama besar ini tidak pernah menyimpan dendam apalagi menyerukan kepada para pendukungnya untuk melawan kepada pemerintah. Bahkan ketika Soekarno meninggal dan berwasiat untuk minta disalati jenazahnya oleh Buya Hamka tetap dilakukan. Beliau sama sekali tidak menyimpan dendam. Yang terpancar dari diri beliau setelah dipenjara dan dihinakan sedemikian rupa hanyalah rasa kasih dan keteladanan bagi umat. 🙏
Selanjutnya…

TEGAKKAN HUKUM…!

– Hukum harus ditegakkan…! Para polisi yang menembak mati pengikut FPI harus diusut dan diadili.

Apakah Anda sepakat dengan tuntutan tersebut…?! Ya, saya SANGAT SEPAKAT. Sudah selayaknya bahwa para polisi tersebut DIPERIKSA mengapa sampai terjadi penembakan yang sangat fatal sehingga membunuh enam orang FPI tersebut. Ini sangat mengusik nurani kita. Kita perlu tahu apa fakta sebenarnya dibalik ini. Jika memang terjadi kesalahan prosedur maka mereka harus dihukum.

Tapi kita tidak perlu kuatir karena sebenarnya tanpa kita tuntut pun mereka pasti akan diperiksa secara internal. Mereka adalah para polisi professional yang memiliki prosedur operasi standar yang harus mereka lakukan dalam bertugas. Apa pun alasannya enam kematian sia-sia tersebut tidak bisa disebut sesuatu yang wajar dan perlu diusut demi tegaknya aturan dan prosedur baku dalam organisasi .

Tapi jika yang ngomong dan menuntut hukum harus ditegakkan adalah para pendukung FPI atau yang bersimpati pada sepak terjang FPI yang justru banyak melanggar hukum maka saya mau bertanya : APAKAH ANDA TIDAK PUNYA RASA MALU…?!

Coba pikir… Selanjutnya…