Senin, 12 Nopember 2019
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
KPK VS DPR (Bagian 4): POLITISASI EVERYTHING

“There was an idea… called the Avengers Initiative. The idea was to bring together a group of remarkable people to see if they could become something more. To see if they could work together when we needed them to, to fight the battles that we never could.”

― Nick Fury to Tony Stark and Steve Rogers

MUI Jabar akhirnya sadar juga bahwa demo-demo yang terjadi saat ini telah ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan makar dengan mengatasnamakan demokrasi. MUI Jabar akhirnya sadar juga bahwa agama telah benar-benar dipolitisasi oleh orang-orang yang ingin memancing di air keruh melalui Gerakan Parade Tauhid dan Gerakan Mujahid 212. Oleh sebab itu Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat menolak seruan pihak tertentu untuk melakukan gerakan aksi yang mengajak para ulama, habaib, ustadz, dan aktifis keagamaan, yang terindikasi akan menodai agama. Gerakan itu dianggap berpotensi memecah-belah bangsa.

“Gerakan itu bisa mengganggu dan memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa, untuk itu kami sebagai khadimul ummah DENGAN TEGAS MENOLAK,” kata Ketua MUI Jawa Barat Prof DR KH Rachmat Syafe’i, MA, Kamis (26/9). Syafe’i menyatakan, pihaknya mengapresiasi gerakan mahasiswa yang menyampaikan kritik kepada pemerintah dan DPR RI. Namun, dia juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh, terutama para provokator yang menginginkan suasana menjadi tidak kondusif. Pendapat senada juga diutarakan Sekretaris Umum MUI Jawa Barat Rafani Akhyar. Menurutnya, kegiatan tanggal 28 September 2019, yang menamakan gerakan parade tauihid atau gerakan mujahid 212 dikoordinir oleh kelompok tertentu di Jakarta. Selanjutnya…

KPK VS DPR (Bagian 3): SINDROM BAMBANG SUMANTRI

Apa yang dilakukan oleh para BEM yang menolak untuk bertemu dengan Jokowi ketika diundang untuk dialog sungguh mengingatkan saya akan sosok Bambang Sumantri dalam kisah Arjuna Sasrabahu. Anak-anak BEM ini benar-benar sudah kena Sindrom Bambang Sumantri, rumongso luwih hebat ketimbang Arjuna Sasrabahu, sehingga menolak untuk diajak dialog.

Sekedar mengingatkan kembali cuplikan kisahnya, Arjuna Sasrabahu adalah raja negara Maespati yang sangat sakti. Ia dapat bertiwikrama, berubah menjadi raksasa sebesar bukit, berkepala, seratus, bertangan seribu dan memegang berbagai macam senjata sakti. Meski sakti mandraguna karena merupakan titisan Bhatara Wisnu Arjuna Sasrabahu sangat jarang menggunakan kesaktiannya kalau tidak sangat terpaksa. Ya jelaslah. Mosok kesaktian diumbar-umbar. Saya sendiri sangat jarang mengeluarkan gelar Drs saya kecuali memang situasi genting membutuhkan. Lha wong saya sudah terlanjur dipanggil Prof sama orang-orang awam itu. Yo mending dikira dan dipanggil Prof toh ketimbang Drs. Inilah sikap rendah hati dan sederhana yang saya kembangkan… 😎😉

Bambang Sumantri sendiri adalah seorang kesatria sakti jebolan padepokan tenar yang memiliki paras tampan dan senjata pemusnah angkara murka, Cakrabaskara. Bambang Sumantri memiliki seorang adik yang wajahnya menyerupai raksasa yang bernama Bambang Sukrasana. Karena ingin menjadi kesatria maka Bambang Sumantri melamar pekerjaan ke negeri Maespati. Sumantri diterima oleh Harjuna Sasrabahu dengan syarat dapat merebut Dewi Citrawati putri dari negeri Magada. Karena memang sakti Sumantri berhasil menyisihkan semua lawannya dalam sayembara merebut Dewi Citrawati tersebut. Setelah ia berhasil dalam benaknya muncul pikiran untuk memiliki sendiri Dewi Citrawati. Pikirnya kok enak Arjuna Sasrabahu. Saya yang bertempur kok dia yang mau dapat hadiahnya. Belum tentu juga rajaku tersebut sesakti aku. Jangan-jangan rumor tentang kesaktian Arjuna Sasrabahu hanyalah hoax. Lagipula Arjuna Sasrabahu sudah punya banyak istri sedangkan Bambang Sumantri masih jomblo kinyis-kinyis alumni pertapaan.
Bambang Sumantri akhirnya mbalelo. Dia tidak mau menyerahkan Dewi Citrawati ke istana dan meminta Arjuna Sasrabahu keluar istana untuk mengambil sendiri sang Dewi. Bambang Sumantri tidak mau pertemuan tertutup. Dia ingin pertemuan terbuka yang diliput oleh semua media pada waktu itu. Sayangnya TV One belum boleh beroperasi karena ijinnya belum keluar waktu itu.
Selanjutnya…

KPK vs DPR (Bagian 2): BACALAH SEJARAH…!

Seorang teman dengan wajah kusut bertanya pada saya soal pertarungan KPK vs DPR yang akhirnya meluas dan merembet ke berbagai masalah. “Aku kok bingung, Cak Sat. Sakjane siapa sih sing bener? Aku berusaha untuk mendengar dari kedua belah pihak. Pihak pembela KPK kudengarkan, pembela DPR dan pemerintah kudengarkan, dan bahkan pihak-pihak para pendukung dan penentang mereka kudengarkan. Tapi semakin banyak aku mendengarkan semakin bingung aku.” keluhnya. 🙄

Tentu saja, pikir saya dalam hati. Ini adalah masa-masa fitnah bertebaran dengan panah-panahnya yang datang dari segala penjuru angin. Ini adalah masa kebingungan yang melanda sebagaimana umat Islam dulu di masa Khalifah Ali r..a. yang diperangi oleh para sahabat dan umatnya sendiri. Mari kita menengok kembali sejarah dan benar-benar belajar darinya. Jangan menjadi orang dungu dan bebal yang meski sudah diberi pelajaran melalui sejarah tapi tak mampu melihat dan mendapatkan pelajaran darinya. Pada masa khalifah Ali r.a. sesama umat Islam berperang untuk mempertahankan kebenarannya masing-masing. Semua pihak tentu saja merasa benar dan mereka bersedia berperang dan bahkan jika perlu membunuh pihak yang bertentangan pendapat dengan mereka meski mereka sadar bahwa lawan mereka adalah sesama muslim. Ketika ego sudah memuncak maka nafsu pun menguasai. Ketika nafsu sudah menguasai maka mereka pun tanpa segan mencampakkan nasihat Nabi Muhammad soal bagaimana menyelesaikan sebuah perselisihan di antara sesama muslim.
Selanjutnya…

KPK vs DPR: BATMAN VS SUPERMAN ALA INDONESIA

Hollywood memang menjengkelkan. Kayaknya mereka memang tidak suka kalau kita hidup ayem dan tentrem. Kita tidak dibolehkannya mengkultuskan seorang pahlawan super yang selalu melindungi rakyat kecil dan selalu hadir jika kita butuhkan. Bagi mereka adanya super hero yang tidak mungkin bersalah itu imajinasi kekanak-kanakan dan tidak boleh ada. Tidak…! Superhero pun adalah manusia biasa yang bisa salah dan juga bisa mati. Oleh sebab itu Hollywood membuat kisah yang membuat anak-anak menangis tersedu-sedu, yaitu dengan mengadu dua orang superhero kita Batman dan Superman dalam sebuah film yang sangat seru : Batman vs Superman: Dawn of Justice. Film ini diproduksi oleh oleh Warner Bros pada tahun 2016 dengan biaya sebesar US $ 250 juta tapi menghasilkan pendapatan kotor sebesar US $873 juta lebih. Film ini dibintangi Ben Affleck, Henry Cavil, dan si sexy Gal Gadot.

Apa jadinya jika dua superhero yang sangat kita cintai bertempur satu sama lain? Yang mana yang akan kita bela? Yang jelas kita jadi bingung mau membela yang mana lha wong keduanya adalah pahlawan dalam kehidupan imajinasi kita.

Nah, bayangkan betapa bingungnya kita ketika dua pahlawan dalam kehidupan nyata kita saling berhadapan dalam kasus : KPK vs DPR: Sandyakalaning Keadilan

Selanjutnya…

GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMPN 1 MADIUN

Meski program GLS ini telah dicanangkan sejak tahun 2015 yang lalu tapi ternyata tidak semua sekolah memiliki pemahaman yang sama tentang apa, mengapa, dan bagaimana program ini dilaksanakan di sekolah. Hampir semua sekolah berupaya memahami dengan persepsinya masing-masing dan melaksanakan dengan apa yang mereka pahami tersebut. Banyak sekolah yang belum begitu paham sehingga memasukkan berbagai kegiatan ke dalam program GLS ini sehingga inti dari GLS untuk menanamkan kebiasaan siswa untuk membaca SETIAP HARI justru kehilangan esensinya. Itulah sebenarnya nilai strategis dari Surat Edaran dari Dirjen Dikdasmen tentang perlunya setiap propinsi, kota dan kabupaten untuk membentuk Tim Satgas Literasi di daerah masing-masing. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa program penanaman kebiasaan membaca di sekolah ini bisa terlaksana dengan efektif dan mampu membentuk anak-anak yang memiliki kebiasaan dan kemampuan baca yang tinggi. Sayang sekali bahwa belum ada satu pun daerah yang saya ketahui yang membentuk Tim Satgas Literasi ini. Bahkan Dirjendikdasmen juga tidak peduli apakah Surat Edarannya ini dilaksanakan atau tidak. So sad…! 😞

Kemarin saya mengisi workshop literasi di SMPN 1 Kota Madiun dan ternyata sekolah ini hanya melaksanakan Sustained Silent Reading atau Membaca Senyap sekali dalam seminggu dan mereka bahkan tidak punya pojok baca di kelas masing-masing. Ini Kota Madiun lho, bukan Wamena…! 😊
Selanjutnya…

NO DRAMA, PLEASE

Mohon maaf, tapi menurut saya KPAI dan PB Djarum mulai main drama…

Semestinya KPAI itu justru harus MENUNTUT agar SEMUA perusahaan rokok mendirikan rumah sakit, sekolah dan perguruan tinggi , pelatihan olahraga, panti jompo, perpustakaan, dan lain-lain untuk meningkatkan peran mereka dalam membantu masyarakat agar lebih sejahtera. Sementara itu silakan lembaga yang lain teruskan kampanye Anda untuk melawan rokok agar setiap tahun jumlah perokok semakin berkurang. Kita punya bidang tugas yang berbeda-beda.

Saya sendiri adalah anti rokok (mantan perokok berat sejak SMP kelas 3 dan baru berhenti setelah usia lebih dari 30 tahun). Saya berharap agar tidak ada satu pun anak-anak kita yang akan menjadi pecandu rokok nantinya (meski anak saya ternyata perokok juga seperti bapaknya dulu dan belum berniat untuk berhenti). Saya menentang kampanye rokok masuk ke acara-acara apa pun, apalagi yang berhubungan dengan pendidikan. Tapi ini tidak menghentikan saya (dan Mas Nanang, sohib ludrukan saya) untuk membantu Sampoerna Foundation dalam upayanya di bidang pendidikan. Saya cukup lama jadi konsultan pendidikan di Sampoerna Foundation dan sampai sekarang tetap bersyukur bahwa yayasan ini berhasil membuat banyak anak-anak bangsa yang tertolong nasibnya menjadi warga yang lebih baik hidupnya.

Bukannya uang yayasan tersebut berasal dari hasil penjualan rokok…?! Katanya anti rokok tapi kok mau membantu yayasan yang asal uangnya dari jualan rokok…?!

Lha justru itu…! Selanjutnya…

SELAMAT DATANG ESEMKA (Bagian 2)

Yang manakah merek mobil di bawah ini yang merupakan mobnas negara Jepang?
A. Honda
B. Suzuki
C. Toyota
D. Daihatsu
E. Mitsubishi
F. Nissan
G. Semuanya

Salah…! Ternyata tak satu pun merek top tersebut yang merupakan mobil nasional Jepang. Tapi tentu saja semua merk mobil top yang ada di Indonesia termasuk Mazda, Lexus, Isuzu, Subaru, Infinity (milik Nissan), Acura (milik Honda), adalah mobil Jepang. Tapi tak satu pun dari merk tersebut yang bisa disebut sebagai mobil nasional dalam konotasi sebagai mobil yang DIINISIASI, DIBIAYAI dan DIMILIKI SAHAMNYA oleh Pemerintah Jepang. Semua perusahaan tersebut adalah perusahaan swasta. Bayangkan, Jepang yang penduduknya hanya 100 jutaan orang tersebut ternyata memiliki sekian banyak merk mobil top. Itu baru mobil lho…! Belum lagi sepeda motor. Pokoknya kalau soal kendaran bermotor Indonesia ini sepenuhnya dijajah oleh aseng, eh! Jepang maksudnya.

Jadi bayangkan betapa ajaibnya bangsa Indonesia ini yang tiba-tiba begitu paranoidnya kalau ada sebuah merk mobil yang digagas oleh bangsa Indonesia, dikerjakan dan dibiayai oleh bangsa Indonesia, diresmikan oleh Presiden Indonesia, kok model mobilnya MIRIP mobil Aseng. Maka gemparlah mereka dan keluarlah berbagai sindiran, kecaman, olok-olok, dan berbagai kelakuan kekanak-kanakan seolah Indonesia ini bakal dijajah oleh China. Lha wong selama ini kita ‘DIJAJAH’OLEH JEPANG tanpa ampun kini kok tiba-tiba muncul nasionalismenya dan paranoid dengan mobil yang mirip mobil China.
Selanjutnya…

SELAMAT DATANG ESEMKA (Bagian 1)

Selamat datang Esemka. Akhirnya kamu datang juga. Banyak yang berpikir bahwa kamu itu cuma hoax. Ternyata kamu itu nyata dan hadir juga pada akhirnya. Sayang sekali bahwa kamu hadir dalam suasana pertarungan politik dalam negeri yang begitu sadis sehingga banyak yang mencibirmu. Tapi tidak apa. Mbok pikir gampang opo urip ning Indonesia iku? Opo maneh nek pingin gede. Kamu harus berdarah-darah dulu agar bisa menjadi besar. Itu sudah seperti sunnatullah kayaknya.

Apakah kamu mobnas?

Ternyata bukan. Presdir PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), Eddy Wirajaya, sendiri yang menegaskan bahwa Esemka murni perusahaan swasta. “Kami adalah perusahaan swasta nasional yang 100 persen dimiliki swasta dan kami bukan mobil nasional seperti yang dipahami orang selama ini. Lebih tepatnya mobil buatan Indonesia karya anak bangsa sendiri,” demikian katanya.
Selanjutnya…

BPJS YANG HARUS KITA TOLONG

Satu hal yang saya sesalkan tentang BPJS adalah bahwa sampai hari ini saya belum terdaftar sebagai anggotanya… 😞

Don’t get me wrong. Saya sungguh tidak ingin keluarga saya sakit dan dibiayai oleh BPJS. Keluarga kami sudah ikut asuransi swasta. Dobel lagi. Jadi kalau ada di antara kami yang sakit maka kami bisa masuk rumah sakit mana saja dan kami tinggal merem. Semua biayanya akan ditalangi oleh asuransi swasta tersebut. Dua minggu yang lalu Tara kena typhus sehingga kami masukkan ke RS Premier di Jl. Nginden Intan yang mewah tersebut. Meski hanya nginap dua malam ternyata biayanya mencapai lebih dari lima juta rupiah. Astagfirullah hal adzim…! 😯 Saya hampir njomblak mengetahui biayanya. Hanya dua malam lho…! Padahal tidak ada tindakan apa-apa yang diberikan kecuali infus dan pemberian antibiotik sampai lab menyatakan bahwa widalnya Tara sudah normal. Tapi Alhamdulillah kami tidak perlu membayar biayanya sepeser pun kecuali materai enam ribu rupiah untuk klaim ke asuransinya. Kami bahkan masih bisa mengklaim biaya pengobatan pada asuransi satunya yang kami miliki dan itu sesuai dengan perjanjian dengan asuransinya.
Selanjutnya…

JURUS ROMEO LOVES JULIET

Bagaimana sikapmu jika pasanganmu bersikap kasar padamu? 😊

Dalam perkawinan tidak semua hari kita diisi dengan bulan madu, tentu saja. (Tapi kita bisa memperpanjang bulan madu kita sampai puluhan tahun kok. Saya sampai sekarang masih terus memperpanjang bulan madu dengan istri kapan saja dan di mana saja).😎 Ada saat-saat ketika kita bertengkar dengan pasangan kita. Nah, topik ini yang muncul dalam percakapan kami sesama oldies pada suatu kali.
“Apa yang akan kamu lakukan jika dalam pertengkaran kamu dilempar sandal oleh istrimu?” gurau seorang teman. Kami langsung tertawa dengan topik ini.

“Saya jelas akan marah besar,” jawab seorang teman. “istri kok berani-beraninya melempar sandal pada suaminya. Itu tidak boleh terjadi. Never…!” tambahnya dengan ekspresi wajah marah seolah dia benar-benar baru saja dibalang sandal sama bojonya. 🙄 Teman yang ini memang agak ‘dominating’ pada istrinya. Dan saya pikir istrinya memang tidak bakalan berani marah sampai melempar sandal padanya. Lha wong konco saya satu ini ‘kalah menang nyirik’ kayak tentara zaman dulu. Kalau istrinya bersalah dia pasti akan marah tapi kalau dia yang salah dia juga akan marah. Pancen top arek iki. 😄 Pokoknya urusan marah adalah privilegenya. Soal marah dan dimarahi itu sudah dibagi dengan istrinya. Apa pun masalahnya dia yang akan marah dan istrinya yang akan dimarahi. Sungguh sebuah pembagian tugas yang berat sebelah dan tidak melalui konvensi HAM. 😞
Selanjutnya…