Selasa, 02 Desember 2020
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
BUMBU PALING SEDAP DI DUNIA

Menurut Anda apa bumbu paling sedap di dunia…?!
Bumbu rendang…?! Bumbu rica-rica…?! Bumbu rawon…?! 😊
Bukan. Saya tidak sedang membicarakan bumbu dapur atau bumbu masakan… 😄

Saya sedang membicarakan sebuah bumbu yang bisa benar-benar mampu MEMBIUS manusia. Dengan bumbu ini maka manusia bisa benar-benar sakau dan lupa diri. Dengan bumbu ini manusia bisa membenci dan tega membunuh siapa saja. Dengan bumbu ini manusia bisa mabuk dan terkena histeria massal. Dengan bumbu ini apa yang batil, jahat, nista, bisa menjadi baik, halal, terpuji, dan mendatangkan kekaguman. Dengan bumbu ini seorang penjahat yang paling kejam, wanita yang paling nista, bisa menjadi suci dan terpuji. Seseorang yang mulutnya kasar dan penuh sumpah serapah menyemburkan fitnah ke mana-mana akan bisa disebut “Gus”, “Yai”, atau bahkan “Habib”. Seorang filsuf Islam yang terkenal dengan kutipannya “Two truths cannot contradict one another.” Sudah mengingatkan kita berabad-abad yang lalu tentang bumbu paling enak di dunia ini.

Begini katanya, “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah yang batil dengan agama.”. Nama bekennya Averroes tapi nama aslinya Abu Walid Muhammad bin Rusyd (Ibnu Rusyid), cendikia & ilmuwan muslim yang lahir di Andalusia Spanyol tahun 1128 M. Sejak ratusan tahun yang lalu Ibnu Rusyd ini sudah mengingatkan kita akan bahayanya BUMBU AGAMA ini. 🙏 Selanjutnya…

MITOS KHILAFAH AJARAN ISLAM

Apa sih sebenarnya yang dijanjikan oleh Hizbut Tahrir dan apa yang membuat ‘janji’ itu dibeli oleh umat-umat Islam (meskipun janji itu tidak pernah terwujud dan bahkan semakin jauh dari harapan setelah 60 tahun lebih dijanjikan pertama kali)? Hizbut Tahrir juga menjanjikan sesuatu yang lebih besar, yaitu kejayaan Islam dan surga sambil menakut-nakuti mati kafir jika tidak ikut mereka. Mereka tahu benar bahwa umat Islam paling ngeri jika ditakut-takuti mati kafir. Jadi mereka gunakanlah trik tersebut untuk melariskan dagangan mereka. Trik kuno yang selalu berhasil pada umat Islam awam.

Jika Anda sering berhadapan dengan para pendukung HTI maka Anda akan paham bahwa sebenarnya semua argument mereka itu sekedar cocoklogi dantak berdasar. Kalau Anda menyodok mereka dengan pertanyaan yang mendasar maka mereka akan kelabakan lalu menghindar dengan cara mengalihkan topik pembicaraan atau mereka akan mencaci maki Anda (shoot the messenger). Tapi pertama-tama yang mereka lakukan adalah menakut-nakuti Anda dengan membawa-nama nama Tuhan. Takut-takuti baliklah mereka…

Semakin lama saya bergaul dan berdebat dengan orang-orang HTI semakin saya sadar bahwa apa yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir ini benar-benar membodohi umat Islam secara massif, sistemik, dan terstruktur. Ideologi yang mereka jajakan sama sekali tidak berdasar dan apa yang mereka lakukan adalah kebodohan dan kesia-siaan belaka. Organisasi ini membawa-bawa nama Islam dan mengklaim dirinya sebagai organisasi yang akan menegakkan kejayaan Islam, tapi pada praktiknya di berbagai negara tampil sebagai perusuh yang selalu menghasut umat Islam untuk menentang bangsa dan negara di mana mereka tinggal. Mereka menghasut umat Islam untuk menjadi pengkhianat bagi bangsa dan negara mereka masing-masing.

Selanjutnya…

MENJAWAB CAK NUN (PART2)


Meski pun saya ngefan sama Cak Nun dan menjadikannya sebagai salah seorang penulis favorit saya dulu (sekarang kayaknya tulisannya sudah kehilangan greget) tapi kadang saya juga gregetan dengan apa yang ditulisnya dan yang ia sampaikan di mimbarnya. Kok ngono sih…?! Really, Bro…?! 🤔

Salah satu tulisannya yang membuat saya ‘njingkat’ karena gak trimo dan langsung buka computer untuk nulis adalah The Scary Khilafah.

Apa yang ditulis oleh Cak Nun di sini akhirnya dijadikan pembelaan dan pembenar oleh para pendukung HTI. Saya tidak yakin bahwa ini yang diinginkan oleh Cak Nun tapi nyatanya apa yang ia tulis memang akhirnya dijadikan pembenar gagasan khilafahnya HTI yang akhirnya semakin lama semakin nglamak. Saya menulis tiga artikel untuk menjawab apa yang ditulis Cak Nun di situ.

– SCARY KHILAFAH
“Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah.”
Selanjutnya…

MENJAWAB CAK NUN

Dear all, tolong jangan salah paham…

Kalau saya mendebat pendapat Cak Nun itu bukan berarti saya tidak suka atau membenci Cak Nun. Sama sekali tidak. Saya MENCINTAI dan NGEFAN sama Cak Nun… Saya dulu mengoleksi buku-bukunya dan masih suka mendengarkan videonya (biasanya cuma potongan) sesekali. Bagi saya Cak Nun itu luar biasa pemikiran dan sikapnya. Aset bangsa banget…!

Saya juga SANGAT mencintai istri saya. Saya juga MENGAGUMINYA.

Tapi ya kami sesekali tidak sepakat satu sama lain. Dia membantah saya dan saya juga membantah dia. Dan setelah itu kami kelon lagi (yang ini bukan kelas online lho ya…!) Biasa saja kalau kita sesekali tidak sepakat dengan siapa pun.

Lha wong para sahabat saja juga tidak selalu sepakat dengan Nabi lho…! Sudah gitu Tuhan malah membela pendapat sahabat, bukannya Nabi Muhammad. Piye ngono kuwi…?!

Jadi tolong jangan menghujat Cak Nun yang saya cintai itu hanya karena Anda tidak cocok dengan pendapatnya. Mending kalian misuhi saya karena saya bisa balik misuhi kalian.

Mari kita berdiskusi baik-baik. Ini pendapat Cak Nun yang mau saya kritisi. Selanjutnya…

CARI MASALAH DENGAN ALLAH? SING BENER AE TAH, CAK

Jangan anti khilafah. Kita jangan cari masalah dengan Allah…” (Cak Nun)

Sik talah, Cak. Sing anti khilafah iku sopo trus opo hubungane karo ‘cari masalah dengan Allah’? Ojok seneng meden-medeni umat Islam tah, Cak… Ojok sok seolah mewakili Allah tah, peno, iku.

Gak mungkinlah kita, apalagi para polisi, yang cinta kepada tanah air dan negara Indonesia ini ANTI KHILAFAH. Gak muhin, Cak…! Justru karena kecintaannya pada KEKHILAFAHAN INDONESIA yang berbentuk NKRI inilah maka kita TIDAK SUDI dan TIDAK RELA kalau ada yang mau menggantinya dengan kekhilafahan Tahririyah yang diusung oleh pendukung HTI itu. Mosok sikap MEMBELA KHILAFAH semacam ini sampeyan tuding sebagai ANTI KHILAFAH?

Sakjane khilafah opo sih sing sampeyan maksud iku, Cak? Kekhilafahan Tahririyah yang diusung oleh HTI tah? Trus oleh pirang perkoro kok moro-moro sampeyan bilang ‘Mari hindarkan konflik laten dengan Tuhan’. Apakah Tuhan sudah berpihak pada kekhilafahan Tahririyah HTI sehingga kalau kita tidak setuju pada sistem kekhilafahan yang mereka ajukan lalu kita disebut CARI MASALAH DENGAN TUHAN dan KONFLIK LATEN DENGAN TUHAN? Sik, pikiren maneh tah Bro. Selanjutnya…

IRONI UMAT ISLAM INDONESIA

Islam adalah agama yang SANGAT TEGAS melarang umatnya untuk berkata bohong, memfitnah, dan menyebarkan ujaran kebencian. Al-Quran menyebut fitnah lebih kejam atau lebih besat daripada membunuh (Al-Baqarah 191 dan 217).
Allah Swt berfirman: “Wahai orang yang beriman! Jauhilah dari kebanyakan sangkaan, karena sesungguhnya sebagian daripada sangkaan itu adalah dosa, dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang, dan janganlah kamu mengumpat setengah yang lain. Adakah seseorang kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu patuhilah larangan tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha penerima taubat dan Maha penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12).

Nabi saw bersabda: “TIDAK AKAN MASUK SORGA orang yang suka menyebar fitnah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jelas sekali bahwa umat Islam diwajibkan tabayyun dan mengecek sendiri berita yang mereka dengar dan tidak dengan serta merta menyebarkannya. Jangan asal sebar apa yang kita dengar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tegas mengatakan tentang balasan bagi pendusta dalam Islam, “Cukuplah seseorang dikatakan sebagai pendusta apabila dia mengatakan semua yang didengar.” (HR. Muslim no.7). Menyebarkan berita atau informasi tanpa mengecek sungguh-sungguh kebenarannya dianggap sebagai PENDUSTA dalam ajaran Islam.

Sesungguhnya sangat tegas sekali AJARAN ISLAM tentang hal ini… Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu informasi, maka PERIKSALAH DENGAN TELITI, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”(QS. Al Hujuraat [49]: 6)
Selanjutnya…

PANCASILA MAU DIUBAH JADI TRISILA…?!

Ada teman yang mengirimi saya video Ahmad Dhani yang katanya Pancasila mau diganti menjadi Trisila dan Ekasila. Benarkah itu, Mad…?!

Saya sebetulnya kasihan sama Ahmad Dhani yang TIDAK PAHAM tapi sok yakin begitu.

Jadi saya jawab begini :

Tidak ada yang mau MENGUBAH Pancasila menjadi Ekasila. TIDAK ADA…!

Tidak ada itu Pancasila mau diubah jadi Ekasila.

Pahami dulu maksudnya. Selanjutnya…

KHILAFAH ISLAM: HALUSINASI MASSAL BERBALUT AGAMA

Mungkin ada benarnya bahwa kadang kebodohan itu tidak ada batasnya. Begitu Anda tidak menggunakan akal Anda dalam memahami sesuatu maka Anda akan bablas terus sampai tiba-tiba Anda sadar dan menggunakan akal Anda lagi.

“Enak jamanku toh…?!”

Ungkapan ini menjadi populer untuk membandingkan keadaan zaman Soeharto dengan saat ini. Maksudnya banyak orang yang dulu mengalami keadaan jaya di zaman Soeharto dan kini tercekik karena sumber pendapatannya mampet dan mereka merindukan zaman ketika mereka bebas korupsi sebanyak-banyaknya. Kita bisa maklum jika ada orang yang ngomong begini. Tapi kebanyakan orang hanya bergurau dengan ungkapan ini. Tak ada orang waras yang mau balik ke zaman Soeharto kecuali mereka yang pernah jaya dan sekarang tercekik.

Bagaimana kalau ada usul agar kita kembali ke zaman kejayaan Nusantara dulu? Adakah di antara kita yang merindukan untuk kembali ke zaman Majapahit, umpamanya? Bukankah kita pernah sangat jaya ketika zaman kerajaan Majapahit yang berkuasa selama ratusan tahun? Atau ada yang rindu pada zaman keemasan Sriwijaya, Demak, Samudera Pasai, Singosari? Bukankah kita pernah mengalami masa-masa kejayaan di zaman itu? Maukah Anda menukar kehidupan Anda kini dan balik ke zaman kerajaan Majapahit dan dijanjikan akan hidup sangat nyaman, kaya raya, punya gundik tiga, dlsb? Jika Anda percaya dan bahkan bersedia bergabung dengan kelompok orang yang memperjuangkan kembalinya kejayaan Majapahit maka Anda pasti akan diketawai oleh banyak orang.

Tapi toh memang ada orang-orang seperti ini… Selanjutnya…

KHILAFAH AJARAN ISLAM: COCOKLOGI

“Bagaimana pendapatmu jika saya katakan bahwa ilmu berbicara pada hewan dan ilmu memindahkan barang dalam sekejap mata ala transporter itu AJARAN ISLAM?” kata saya pada seorang teman.

“Maksudmu…?!” tanya teman saya sambil mengernyitkan keningnya. Bingung dia saya sodok pertanyaan tersebut.

“Karena di Alquran ada disebutkan kisah tentang Nabi Sulaiman yang bisa berbicara dengan hewan. Dikisahkan beliau bisa berbicara dengan burung dan semut. Bukankah itu berarti ilmu berbicara pada hewan itu adalah ajaran Islam? Dalam kisah di Alquran juga ada kisah salah seorang staf Nabi Sulaiman yang bisa memindahkan singgasana Ratu Balqis dalam sekejap mata saja.” kata saya lebih lanjut. “Bisakah kita menyatakan bahwa ilmu berbicara pada hewan dan ilmu Transporter adalah AJARAN AGAMA ISLAM?”

“Wah…! Itu mah cocoklogi namanya.” jawab teman saya sambil tertawa. “Tidak berarti bahwa segala yang dikisahkan dalam Alquran adalah AJARAN ISLAM walau pun itu dilakukan oleh para nabi-nabi. Bisa bahaya kalau semua yang dilakukan oleh para nabi di zaman dahulu disebut sebagai AJARAN AGAMA YANG WAJIB DIIKUTI.”

“Apa bahayanya…?!” tanya saya kini dengan heran. Kok bisanya dia bilang bahwa apa yang dilakukan oleh para nabi zaman dahulu dianggap bahaya…

“Bayangkan kalau kamu menyodorkan anak perempuanmu kepada para gay sebagaimana Nabi Luth dulu. Bayangkan kalau ada umat Islam yang terinspirasi oleh kisah Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya sebagai bukti ketakwaannya pada Tuhan. Bayangkan jika ada pemimpin Islam yang terinspirasi oleh kisah Nabi Sulaiman yang mengancam untuk menginvasi negara tetangganya (Negara Saba milik Ratu Balqis) dan akan menghancurkannya jika tidak tunduk padanya hanya KARENA ITU ADA DISEBUTKAN DALAM ALQURAN. ” Jawab teman saya kali ini dengan serius.

“Lha bagaimana kalau ada ustad, kyai, ulama, cendekiawan muslim yang ngomong bahwa sistem khilafah itu adalah AJARAN ISLAM YANG WAJIB DIPATUHI hanya karena kata ‘khalifah’ ada disebutkan di Alquran?” sodok saya kali ini sambil pasang wajah serius.

“Asem peno, Bro…!” dia tak menjawab tapi langsung ngakak. Sekarang dia tahu kemana arah pembicaraan saya.

Coba pikirkan baik-baik…! Selanjutnya…

KHILAFAH AJARAN ISLAM…?! PENIPU…!

Jika ada yang mengatakan kepada Anda bahwa sistem khilafah adalah ajaran Islam maka hanya ada dua kemungkinan: orang itu tidak paham apa itu ajaran Islam atau dia sedang berbohong dan berusaha menipu Anda.

Tidak peduli apakah yang mengatakan itu berstatus ustad, ulama, kyai, punya gelar doktor dari Mesir atau mana pun maka tetaplah ia jatuh pada dua kategori tersebut : tidak paham apa itu ajaran Islam atau sedang berbohong.
Begini kata mereka :

1. Khilafah adalah ajaran Islam… Perintah Allah… Jika Anda tidak setuju dengan khilafah ya berhadapan dengan Allah…
Coba perhatikan baik-baik. Argumen ini khas sekali. Very typical. Pertama mereka akan berbohong (tepatnya membohongi umat Islam) dan yang kedua mereka akan menakut-nakuti dengan nama Tuhan. Tentu saja supaya umat Islam jadi keder lha wong kalian memang katrok suka ditakut-takuti, apalagi kalau sudah bawa-bawa nama Allah. Langsung grogi kalian sambil nyebut, “Naudzubilahi min dzalik… Ampun Gusti…!” 😄

Kalimat pertama ‘Khilafah adalah ajaran Islam’ jelas adalah sebuah kebohongan. Coba pikir, apa sih yang disebut sebagai ‘AJARAN ISLAM’ itu? Menghormati orang tua adalah ajaran Islam, menjauhi zina adalah ajaran Islam, menutup aurat adalah ajaran Islam, menjalankan salat, puasa, zakat, berqurban, adalah ajaran Islam, bersikap adil dalam memutuskan perkara adalah ajaran Islam, membersihkan tubuh dan memakai wewangian adalah ajaran Islam. Tapi ‘khilafah’…?! Apa yang dimaksud dengan ‘khilafah’ di sini? Bagaimana bisa ‘khilafah’ tiba-tiba menjadi ajaran Islam? Tidak pernah ada ajaran khilafah baik di Alquran mau pun dalam hadist-hadist.
Selanjutnya…