Minggu, 26 Mei 2019
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
ULAMA KOK JADI UMARO’…?!

Ulama kok mau jadi umaro’ alias khalifah…?! Kalau ulama ya tolong jadi ulama saja dan tidak usah menjadi khalifah segala. Ulama yang dekat dengan penguasa itu, apalagi masuk ke pintu istana, bisa jadi ulama yang buruk alias ulama su’. Lha wong dekat saja sudah bisa disebut ulama su’ mosok sekarang ini ada ulama, bahkan Ketua MUI, yang malah mau jadi Wakil Presiden. Berhati-hatilah…!

Sik talah, rek…! Ojok sangar-sangar opo’o….

Sekarang saya mau tanya. Apakah menurut kalian Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib itu bukan ulama? Apakah kalian punya ulama yang lebih ulama ketimbang mereka berempat? Coba sebutkan SATU SAJA ulama kalian yang paling kalian bangga-banggakan sejak dulu sampai sekarang yang kira-kira lebih ulama ketimbang mereka berempat.

Insya Allah gak akan ada ulamanya ulama, ustadsnya ustads, habaibnya habaib yang berani bilang bahwa diri mereka lebih ulama daripada ke empat sahabat Nabi yang luar biasa tersebut.
Selanjutnya…

BISA APA KYAI MA’RUF ITU…?!

Saya ketamuan seorang emak-emak keluarganya ipar saya pagi ini. Ngomong ngalor ngidul, eh! belok juga ke pilpres. Asem kecut…! Dia bilang bahwa kalau Jokowi menang Kyai Ma’ruf gak bakalan jadi wapres tapi bakal disingkirkan dan dijadikan sebagai Mentri Agama. Dan dia cerita dengan sangat yakin. Astagfirullah hal adzim…! Kalau pemahamannya sengaco begini saya nyerah saja. Ipar saya sendiri sampai malu pada saya tapi juga tidak berkutik lha wong itu tamunya. Saya cepat-cepat cari alasan untuk ngacir dan saya serahkan dia ke ipar saya untuk diladeni dan dilayani sebaik mungkin.

Kalau biasanya sih isu serangan ke Kyai Ma’ruf itu adalah soal usianya. Katanya usianya sudah terlalu tua dan tidak akan bisa bekerja dengan maksimal nantinya. Apakah mereka ini lupa bahwa usia Jusuf Kalla itu sama persis dengan Kyai Ma’ruf, sama-sama 76 tahun? Apakah mereka lupa bahwa Mahathir Muhammad itu jauh lebih tua ketimbang Kyai Ma’ruf dan masih begitu trengginas dan bersemangat (usianya 93 tahun)? Soal kesehatan fisik belum tentu Prabowo lebih fit ketimbang Kyai Ma’ruf. Yang jelas Kyai Ma’ruf punya istri yang masih muda, jauh lebih muda ketimbang istri saya apalagi kalau dibandingkan dengan Titik Soeharto, mantan bojone Prabowo.

Serangan lain ke Kyai Ma’ruf biasanya adalah soal perannya. Katanya nanti beliau tidak akan berperan. Sama seperti Jusuf Kalla yang tidak berperan. Astagfirullah hal adzim. Jangan sampai hal ini didengar oleh JK karena beliau pasti akan marah dibilang tidak punya peran sebagai wapres. Kegiatan JK sebagai wapres itu sangat padat. Jangankan wapres, lha wong jadi staf ahli Kemendikbud aja sibuknya bukan main Mas Nanang dulu itu. Kesana kemari memberi sambutan dan dapat honor.

Selanjutnya…

SERAHKAN KEPEMIMPINAN PADA SAYA


Saya ketemu dengan beberapa teman kemarin dan kami ngobrol asyik berbagai topik. Meski demikian topik pilpres yang paling hangat. Maklumlah karena informasi tentang ini semakin intens ditemui di berbagai komunitas dan media. Kami akhirnya tiba pada ajaran bijak soal pentingnya memilih pemimpin yang tidak ambisius dan ngotot untuk mendapatkannya. Ada yang mengutip hadist Nabi SAW yang menyebut, “Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya (HR Bukhari dan Muslim).

“ Kalau begitu sebaiknya kepemimpinan tidak diserahkan kepada Prabowo,” demikian kata seorang teman. “ Dia itu yang paling berambisi untuk memimpin padahal rakyat sudah dua kali menolaknya. Sekarang dia berambisi untuk menjadi pemimpin yang ketiga kalinya” Sambungnya. Jelas sekali bahwa dia dari Kubu 01.

“ Yah, siapa tahu kali ini rakyat bersedia menerimanya karena ingin perubahan.” Kata teman yang lain. “ Bukankah kita harus pantang menyerah dan tetap gigih mengejar cita-cita kita. Justru kita harus meniru kegigihan Prabowo.” Jelas dia Kubu 02.

“ Lha kita kan bicara dalam kapasitas sebagai pemberi amanat kepemimpinan. Hadist itu untuk kita dan bukan untuk Prabowo. Prabowo mah mana peduli sama hadist. Lagipula kan kita bicara soal ambisi dalam mendapatkan jabatan dan kekuasaan dan bukan cita-cita.”
Selanjutnya…

SEMARAKKAH KAMPANYE 01 DI GBK NANTI?

Saya dengar katanya Kubu 01 akan mengadakan Kampanye Akbar juga pada hari Sabtu tanggal 13 April nanti. Jadi Prabowo-Sandi pada tanggal 7 April dan Jokowi-Ma’ruf tanggal 13. Hanya beda seminggu. Pertanyaannya adalah akankah Kampanye Akbar Kubu 01 ini bisa benar-benar menggelegar atau minimal mendekati jumlah peserta kampanye Kubu 02 kemarin? Banyak yang ragu dan bahkan mendoakan agar kampanye 01 ini tidak seheboh dan sebanyak Kubu 02. Begini doanya : “Ya, Allah! Kalau bisa jangan lebih dari separoh peserta kampanye 02. Seperempat saja, ya Allah. Kumohon dengan sungguh-sungguh padaMu, ya Allah!” demikian doanya. Malah ada yang doanya lebih sadis, “Hinakanlah mereka ya, Allah. Halangi para pendukung mereka sehingga tidak bisa datang. Turunkan hujan lebat mulai pagi sampai sore. Kalau bisa sekalian badai atau apa kek… Yang penting agar peserta kampanye mereka jauh di bawah jumlah peserta kampanye kami, ya Allah!” Siapa yang berdoa demikian? Ya, tentu saja dari Kubu 02, Bro! Emang gak boleh berdoa demikian? Ente kan juga berdoa yang sama pada kubu lawan ente. Gak usah sok bersihlah, Bro. 😂
Selanjutnya…

SEMARAK KAMPANYE PRABOWO – SANDI DI GBK

Saya ikut gembira melihat semaraknya kampanye Prabowo – Sandi di GBK hari ini. Benar-benar membludak. Luar biasa memang pendukung 02 ini. Militansinya jangan diragukan deh! 👍😊

Ketua Panitia Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga, M Taufik sebelumnya mengatakan bahwa kampanye ini diperkirakan menjadi kampanye terbesar di pemilihan presiden 2019 (seorang teman bahkan menulis di statusnya bahwa kampanye ini adalah kampanye terbesar di dunia. Namanya juga pendukung fanatik. 😀). Taufik berharap akan hadir sekitar satu juta pendukung. Tapi saya ragu apakah GBK bisa muat satu juta orang lha wong kalau lihat datanya GBK hanya muat untuk 77.193 penonton (anggap saja bisa sampai 100 ribu penonton). Rungrado May Stadium, stadion terbesar di dunia yang berada di Pyongyang, Korea Utara saja hanya mampu menampung 150.000 penonton. Tapi itu kan hanya di tribun. Lha kalau lapangannya ikut dihitung kira-kira berapa jumlah yang bisa masuk? Mari kita bikin maksimal tiga kali lipat penonton di semua tribun (which is a little bit impossible). Itu pun angkanya hanya akan berada di 400 ribu orang saja. 😊
Selanjutnya…

POINT OF INTEREST


Saya sering berkhayal jika saya sekaya konglomerat (atau memiliki kekayaan separoh saja dari Sandiaga Uno) maka yang akan saya lakukan adalah membuat sekolah di lokasi terindah, dengan fasilitas pembelajaran dan asrama terbaik dan modern, menggaji guru-guru berdedikasi tinggi yang paling inovatif dan kreatif, perpustakaan yang paling lengkap dan menyenangkan, fasilitas olahraga indoor dan outdoor yang lengkap dan megah, dan yang terpenting adalah……gratis! 😀 Saya memang berharap bisa mengundang anak-anak terbaik dari semua propinsi untuk masuk ke sekolah ini. Sebisa-bisanya memang anak yang paling berbakat tapi bukan datang dari keluarga tajir yang bisa membayar sekolah mahal. Khayalan saya itu kira-kira seperti apa yang sudah dilakukan oleh Oprah Winfrey yang dengan kekayaannya sekitar $US 1,3 miliar membangun sekolah Oprah Winfrey Leadership Academy tahun 2007 di Johanesburg, Afrika Selatan. Oprah terinspirasi setelah berbincang-bincang dengan Nelson Mandela. Selanjutnya…

MEMAHAMI KONSEP KHILAFAH DIN SYAMSUDIN

Perlu dipahami bahwa Prof Din menyepakati hal yang sama dengan pemerintah soal HTI, yaitu menurut beliau Negara Pancasila adalah kesepakatan bangsa Indonesia. Muktamar Muhammadiyah Tahun 2015 menegaskan Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi was Syahadah atau Negara Kesepakatan dan Kesaksian. Oleh sebab itu seluruh komponen bangsa harus menegakkannya, dan terhadap segala bentuk penyimpangan dan pelanggaran terhadap Pancasila harus diluruskan. Dalam hal ini, terdapat banyak bentuk penyimpangan, baik yang bersifat keagamaan seperti khilafah politik, maupun isme-isme lain seperti komunisme, sekularisme, liberalisme, kapitalisme, dan berbagai bentuk ekstrimisme lainnya,” demikian kata Din.

Dalam pernyataannya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din pada Juli 2017 lalu menyatakan bahwa khilafah mirip dengan eksistensi Tahta Suci Vatikan yang menghilangkan sekat negara dan menjadi kiblat bagi umat Katolik di seluruh dunia. Anda boleh sepakat boleh tidak dengan pemahaman Din ini tapi yang jelas bukan itu yang dimaksudkan oleh ISIS mau pun Hizbut Tahrir. Jadi dalam hal ini Din memberikan tafsiran sendiri yang tidak mengacu pada konsep yang ditawarkan oleh ISIS mau pun HT. Pernyataan ini sendiri menimbulkan kontroversi dan kritik yang tajam. Jadi bukan sekali ini saja Din dikritik soal pendapatnya tentang khilafah.
Selanjutnya…

KERANCUAN KHILAFAH DAN KHALIFAH ALA DIN SYAMSUDIN

Saya terkejut ketika membaca imbauan dari Prof Din Syamsudin yang disebarkan oleh teman di WAG. Beliau, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI, pada Rapat Pleno Ke-37 pada 28 Maret 2019 kemarin menyatakan bahwa walaupun di Indonesia khilafah sebagai lembaga politik tidak diterima luas, namun khilafah yang disebut dalam Al Quran adalah ajaran Islam yang mulia.

Khilafah adalah ajaran Islam…?! Apa gak salah nih Din Syamsudin ngomong begini? Selanjutnya…

FINLAND IN PRIVATE

Apa perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dan di Finlandia?

Anak-anak di Finlandia dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi kehidupan nyata atau kehidupan sehari-hari yang akan mereka hadapi nanti. Mereka dilatih untuk menggunakan tangan dan pikirannya dalam bekerja. Anak-anak Finlandia dilatih untuk menjadi trampil dalam hidup. Sistem pendidikan mereka menjadi terbaik bukan karena tidak ada PR atau karena jumlah pelajarannya yang sedikit tapi karena visi dan cara menyiapkan anak-anak mereka menjadi generasi yang sehat, berpikir logis, literat, trampil, dan matang secara sosial dan emosional.
Selanjutnya…

APAKAH BUNGA BANK ITU RIBA?

Ini adalah pertanyaan yang tidak ada hentinya menjadi perdebatan bagi umat Islam sejak dulu sampai sekarang. Meski sudah dibahas berjilid-jilid tapi jawabannya terbagi dua. Ada ulama yang menyatakan bahwa bunga bank itu RIBA dan ada ulama yang menyatakan bahwa bunga bank itu BUKAN RIBA. MUI sendiri menyatakan bahwa bunga bank itu riba. Mufti Taqi Usmani dari Pakistan, Syeh Wahbah Al-Zuhaili juga menyatakan riba. Tapi para ulama Mesir yang tergabung dalam Majma’ AlBuhuts Islamiyah (MBI), Mufti Nasr Farid Wasil dari Mesir, Sayid Thantawi (Grand Syekh Al-Azhar), mengatakan bunga bank itu BUKAN RIBA. Jadi silakan pilih mau ikut pendapat siapa. Saya sendiri ikut yang menyatakan bahwa bunga bank itu bukan riba, baik itu perbankan syariah mau pun yang perbankan konvensional. Selanjutnya…