Rabu, 24 Juli 2019
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
MAYO RASA MINO

“Sat, aku takon yo. Kenapa ada umat Islam yang merasa dirinya minoritas di Indonesia?” seorang teman perempuan yang keturunan China bertanya pada saya. Tentu saja saya tidak bisa langsung menjawab. Itu bukan pertanyaan mudah yang bisa dijawab sambil slengekan.

Tapi bukan saya kalau tidak bisa menjawab ngeles. 😀

“Emang gak boleh umat Islam di Indonesia merasa dirinya minoritas?” jawab saya sambil tertawa. Ini memang jurus yang paling ampuh kalau kita menghadapi pertanyaan sulit. Jawablah pertanyaan dengan pertanyaan. Kalau dalam ilmu silat ini disebut sebagai Jurus Tai Chi. Sute saya Cak Nanang Ahmad Rizali yang ahli dalam jurus les-mengeles seperti ini. 😀

“Lha kalau umat Islam saja merasa dirinya minoritas berarti orang kayak aku ini ‘super minoritas’ dong…! Lha yang mayoritas itu sebetulnya siapa sih…?! ” balasnya tidak kalah cerdas. “Anjrit…! Balasan argumennya langsung menyodok telak ke ulu hati.
“Ya jelaslah. Baru lihat matamu aja orang sudah langsung tahu kalau kamu itu mino. Makane tah… melek dong!” jawab saya menggodanya. Kami lalu ngakak bersama.

Terus terang saya juga heran dengan cara berpikir umat Islam yang merasa dirinya itu minoritas di Indonesia. Soalnya di salah satu WAG ada seorang dosen yang posting bahwa dunia di Indonesia itu terbalik. Indonesia itu mayoritas muslim tapi katanya yang paling disudutkan justru muslim. Lha yang menyudutkan siapa? Umat lain gitu…?! 🙄 Selanjutnya…

AIS DAN TUGAS BIKIN ‘MAKALAH’NYA

Aisyah terima raport pagi ini. Kebetulan kami sibuk mempersiapkan acara halal bihalal yang kami adakan di rumah sehingga tugas kami delegasikan ke Tara. Justru Tara yang antusias dan menawarkan diri mewakili kami untuk mengambilkan raport Ais. J Syukurlah Tara sudah bisa mewakili kami untuk hal-hal semacam ini.

Alhamdulillah Ais naik ke kelas 9 (lha iyalah…! Sekarang hanya kasus sangat serius yang bisa membuat siswa tidak naik kelas). Ais naik dengan nilai semua di atas KKM meski tidak istimewa (Tentu saja. Hanya siswa yang sangat menjengkelkan atau sangat geblek yang nilainya dibikin pas dengan KKM). Tapi Ais tetaplah istimewa di mata kami bagaimana pun nilai raportnya. Setelah ini Ais libur semester. Liburnya lumayan lama sampai pertengahan Juli nanti. Itu artinya dia akan punya cukup banyak waktu untuk pulkam ke Sidrap sebelum balik lagi ke Surabaya nanti. Kami sudah bicarakan soal mengantarnya sampai Makassar dan nanti keluarganya dari Sidrap yang akan kami minta untuk menjemput di bandara atau hotel tempat kami menginap. Kami juga rencanakan untuk sehari dua hari berada di Makassar mengunjungi keluarga kami di sana. Membayangkan diri kami berada di Makassar dan menikmati ikan bakar rica-rica di resto dekat pantai membuat kami rasanya pingin segera berangkat saja. Makassar itu sorganya Bale Tunu (consult your dictionary), selain terkenal karena Coto, Sop Saudara, Pisang Epek, Pisang Ijo, dan Jagung Pulutnya. Tapi masih ada beberapa keperluan yang perlu kami selesaikan sebelum ke Makassar. Selanjutnya…

USTAZ YANG ANEH-ANEH

“Ustaz kita itu kok aneh-aneh yo, Sat?”

Seorang teman yang agak agnostik tiba-tiba membuka topik. Biasanya teman satu ini jarang bicara serius dan lebih suka ngomong yang lucu-lucu.

“Maksudmu…?!” tanya saya.

“Iku lho ustaz yang bilang bahwa segitiga itu lambang dajjal,”

“Oalah…iku toh. Ustaz Iluminati? Ustaz iku pancen rodok-rodok…,“ jawab saya sambil tertawa ngakak.

“Apa memang ada dalam agama Islam yang menyatakan bahwa segitiga itu lambang dajjal?” tanyanya serius.

“Ya nggak ada. Itu kan hanya interpretasi sang Ustaz saja,” jawab saya.

“Lha kok dia yakin banget dan bahkan berani berdebat dengan Ridwan Kamil soal arsitektur, desain, dan segala macem?”

“Kok heran sih? Lha wong umat Islam yang yakin banget bahwa ngebom gereja dan membunuhi orang-orang dengan bunuh diri sambil teriak “Allahu Akbar” aja banyak kok.” jawab saya sekenanya.

“Jadi di agama sebenarnya tidak ada dibicarakan soal simbol-simbol zionis yang katanya kalau dimasukan ke dalam masjid, maka salat di dalam masjid tersebut tidak sah secara syariah? Bahkan katanya ustaz itu akan mengugurkan ketauhidan ummat Islam. Lalu sebenarnya dapat darimana ustaz itu? Mosok ustaz kok ngajari umat dan jamaahnya takhayul?” gugatnya.
Selanjutnya…

AND SUDDENLY HERE WE ARE…

Waktu sungguh bergerak cepat. Waktu menangkap kita dan tanpa kita sadari ia berlalu secepat kilat membawa kita ke titik di mana kita berada saat ini. Sepertinya kemarin kita masih muda, baru menikah, dan memulai hidup baru dengan pasangan masing-masing. Bekerja keras untuk mengumpulkan berbagai keperluan hidup kita. Membangun rumah pertama kita dengan penuh kebanggaan dan menerima anak-anak yang mengisi kamar-kamar yang kita bangun untuk mereka. Mengagumi wajah-wajah mungil mereka dan tertawa melihat mereka jatuh bangun belajar berjalan. Lalu tiba-tiba masa itu berlalu dan rasanya sepertinya waktu sudah pergi ribuan tahun yang lalu. Dan kita bertanya-tanya ke mana perginya masa-masa itu. Are we the dinosaurs now…?!

Kita menatap cermin dan masih terus bertanya-tanya kemana perginya sebagian besar rambut hitam ikal lebat yang dulunya kita bangga-banggakan. Mengapa ia berubah menjadi putih tanpa pernah bertanya atau minta ijin pada kita.

Kita menatap cermin dan bertanya-tanya darimana datangnya kerutan-kerutan di wajah kita dan heran mengapa otot kita tiba-tiba kehilangan massa dan kelenturannya.

Kita sadar bahwa kita telah mengalami kehidupan kita tersebut sepenuhnya (mungkin juga tanpa kita sadari). Kita masih bisa mengingat sekilas bagaimana masa lalu dan semua harapan dan impian kita sebelumnya. Tapi, kini kita tiba-tiba telah menjadi tua dan itu mengejutkan kita …

Bagaimana kita bisa sampai di usia kita ini dengan begitu cepat?

Kemana perginya tahun-tahun sebelumnya dan ke mana masa muda kita? Selanjutnya…

ANDA EMOSIONAL ATAU LOGIS?

Kita dikaruniai emosi, perasaan, atau instink sebagai alat bantu dalam hidup kita. Secara sederhana kita diberi emosi positif dan negative.

Emosi positif adalah perasaan yang tidak atau kurang memiliki perasaan negatif, sehingga tidak ada rasa sakit atau ketidaknyamanan yang dirasakan. Frederickson (2009) mengidentifikasi sepuluh emosi positif yang paling umum seperti sukacita atau kesenangan, rasa terima kasih, ketenangan, minat, harapan, kebanggaan, hiburan, inspirasi, kekaguman dan cinta.

Sebaliknya, emosi negatif digambarkan sebagai perasaan yang membuat Anda sengsara dan sedih. Emosi yang bisa menjadi negatif adalah kebencian, kemarahan, kecemburuan, dan kesedihan. Namun, dalam konteks yang benar, dan dalam periode waktu yang singkat, perasaan ini sepenuhnya alami. Hanya robot yang tidak punya emosi. Nanti mungkin akan ada robot wanita cantik yang bisa Anda jadikan kekasih Anda tapi tetaplah dia tidak akan pernah mencintai Anda. Para robot yang bisa memiliki perasaan seperti yang digambarkan dalam film-film Terminator, Transformer, Star Wars, dll hanyalah khayalan penulis skenarionya. Selanjutnya…

JANGAN LARI. HADAPI MASALAH ANDA… 😎

Hidup adalah rangkaian masalah yang terus menerus datang dalam hidup kita. Ada masalah besar, ada masalah kecil, ada masalah sepele, remeh temeh, itu-itu saja, ada yang penting, gawat, menguras emosi dan tenaga, menuntut kesabaran tanpa batas, menguji iman, dll. Menjomblo itu masalah, tapi punya pasangan juga masalah. Hanya berbeda bentuk masalah. Tidak punya anak itu masalah besar bagi banyak pasangan, tapi punya anak juga bisa mendatangkan masalah yang menguji seluruh kapasitas kita sebagai manusia. Dengan memecahkan masalah-masalah yang kita temui setiap hari maka kita akan mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kumpulan perasaan puas, senang, merasa berharga, percaya diri, bersyukur, merasa dicintai dan mencintai, yang kita rasakan secara konstan dalam hidup kita. Dan itu bisa kita peroleh jika kita mampu menyelesaikan masalah demi masalah yang kita temui dalam hidup kita.

Bagi kebanyakan orang masalah ekonomi adalah masalah yang paling krusial, besar, menuntut perhatian dan kapasitas optimal kita untuk memecahkannya. Tapi tentu saja banyak juga orang yang menganggap masalah ekonomi adalah masalah nomor 16. Ada yang menganggap bahwa hidupnya tidak ada masalah sama sekali. Ada yang bergurau bahwa masalah yang ia hadapi sehari-hari adalah ketika sore hari minum teh ia kesulitan untuk memutuskan apakah pakai gula atau tidak. Kalau pakai gula, perlu satu sendok atau dua. 😀 Tapi, apakah Anda punya banyak masalah besar yang berdampak pada kehidupan Anda hari ini dan mendatang atau hanya menghadapi masalah rutin itu-itu saja pada kehidupan Anda yang datar, Anda tetap harus menjawab masalah. Apa pun masalahnya, konsepnya sama: Jika Anda menyelesaikan masalah Anda maka Anda akan berbahagia. 🙏😊
Selanjutnya…

KELUARGAMU ADALAH MASALAHMU… 😎

Kebahagiaan dan masalah adalah dua sisi pada sekeping mata uang. Mereka selalu bergandengan. Tidak ada kehidupan tanpa masalah. Sedangkan kebahagiaan datang dari kemampuan kita memecahkan masalah. Kuncinya adalah kata ‘pemecahan’ atau ‘penyelesaian’. Agar bahagia, kita perlu sesuatu untuk dipecahkan atau diselesaikan. Karena itu kebahagiaan adalah bentuk tindakan yang Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah Anda.

Karena masalah datang terus-menerus maka kebahagiaan juga adalah pekerjaan terus-menerus karena pemecahan masalah adalah pekerjaan terus-menerus yang harus kita lakukan.

Jika Anda punya keluarga maka mereka adalah sumber kebahagiaan Anda sekaligus sumber masalah yang harus Anda pecahkan agar Anda mendapatkan kebahagiaan tersebut. 🙏😊
Selanjutnya…

HUKUMAN BAGI PEMBANGKANG ADALAH DIPERANGI

Saya tidak tahu mengapa ada beberapa ulama, ustadz, cendekiawan muslim, professor, yang tidak paham bahwa hukum dari membangkang pada ulil amrinya adalah diperangi. Itu sudah jelas. Hal ini bisa kita lihat pada kisah Khalifah Abu Bakar ketika memerangi umat Islam yang membangkang dan memberontak hanya karena tidak mau membayar zakat. Padahal mereka bukan karena mau menggulingkan kekuasaan Khalifah Abu Bakar tapi hanya karena tidak mau membayar zakat. Toh mereka diperangi oleh Khalifah Abu Bakar.

Segera setelah Abu Bakar menjadi khalifah, muncul beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan negara Islam saat itu. Beberapa suku Arab yang berasal dari daerah Hijaz dan Nejed mulai menunjukkan sikap membangkang kepada Abu Bakar dan sistem yang ada. Beberapa di antara kelompok ini menyatakan menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi lamanya yakni menyembah berhala. Suku-suku tersebut mengklaim bahwa mereka hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad dan dengan wafatnya Nabi Muhammad maka komitmennya tidak berlaku lagi.

Khalifah Abu Bakar RA bertindak sesuai prosedur yang telah disepakati sebagai kepala negara, pertama-tama dikirimkanlah surat kepada setiap gubernur yang membawahi daerah-daerah kekuasaan Islam untuk menyiapkan perangkat-perangkat penarik zakat. Mulai dari personil, perlengkapan hingga payung hukum yang dapat membantu pelaksanaan penarikan zakat tersebut. Dalam surat tersebut, Abu Bakar menyatakan bahwa zakat adalah ibadah wajib (fardhu) yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW kepada kaum muslimin yang telah memenuhi kualifikasi. Selain itu disebutkan bahwa zakat harus diberikan menurut kadar kebutuhan seseorang. Abu Bakar melarang keras untuk memberikan zakat melebihi ketentuan semestinya. Ia melarang setiap amil zakat untuk memberikan jatah zakat diluar ketentuan, meskipun mereka memintta lebih. (HR. Ahmad, Nasa’i, Abu Daud, Al-Bukhari dan ad-Daraquthni).
Selanjutnya…

BAHKAN MUSA TIDAK MEMBERONTAK PADA FIRAUN

Saya terlibat dalam diskusi dengan seorang teman yang ustad di FB. Saya sampaikan bahwa hendaklah ia bisa menerima kenyataan bahwa Prabowo kalah dan Jokowi yang bakal menang dalam pilpres ini. Saya sampaikan bahwa itu semua adalah kehendak Tuhan. Sama dengan kalahnya Ahok oleh Anies Baswedan. Sebagai muslim kita hendaknya melihat ini sebagai sebuah ketentuan Tuhan. Kita telah berusaha tapi pada akhirnya ketentuan Tuhan jugalah yang akan berlaku. Kalau Tuhan mau memenangkan Prabowo maka securang apa pun orang terhadapnya maka Prabowo akan tetap menang. Apa pun rekayasa dan tipu daya yang dilakukan orang padanya maka rekayasa Allah jauh lebih hebat. Allah adalah pembuat rekayasa terbaik. ‘Wallahu khairul maakiriin’(Surat Ali Imran (3: 54). Begitu juga dengan Jokowi. Sehebat apa pun fitnah dan goyangan yang ditujukan kepadanya tapi jika Tuhan ingin memenangkannya maka Jokowi akan menang juga. Itu adalah ketentuan Tuhan yang terserah Anda mau menerimanya atau tidak.

Rupanya teman saya tadi tidak terima dan ia membalas bahwa Firaun, Hitler, dan para diktator dunia lainnya juga berkuasa karena kehendak Tuhan. Intinya dia tidak mau menerima dan mungkin mau menyatakan bahwa Jokowi adalah diktator dan diktator harus digulingkan, meski pun ia berkuasa karena ketentuan Tuhan. Selanjutnya…

ARABISASI DI MALAYSIA VERSUS MARINA MAHATHIR
Daughter of former prime minister Mahathir Mohamad, Datin Paduka Marina Mahathir. Sources: www.asiaone.com

Daughter of former prime minister Mahathir Mohamad, Datin Paduka Marina Mahathir. Sources: www.asiaone.com

Pada tahun 2015 Putri Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Datin Paduka Marina Mahathir menyampaikan kegeramannya dengan meningkatnyanya gejala “Arabisasi” Islam di Malaysia. Sama dengan di Indonesia, konservatisme agama juga meningkat di negara itu. Dan eksesnya adalah tergerusnya budaya dan tradisi lokal. Aktivis gerakan wanita di Malaysia ini kemudian angkat bicara untuk melawan gejala “Arabisasi”tersebut.

Sebagai bukti Arabisasi Islam di Malaysia, Marina mencatat bahwa sekarang lebih umum untuk melihat wanita mengenakan pakaian Arab, seperti gamis, daripada “baju Melayu” selama Hari Raya Aidilfitri. Menurutnya apa yang terjadi sekarang di Malaysia adalah kolonialisme Arab. (Saya sendiri sampai terbelalak ketika melihat Kapitra Ampera muncul di Kompas TV memakai gamis kaftan biru lengkap dengan surban. Gak salah kostum tah arek iki…?!) 😳😂

“Itu adalah Arabisasi … Ini adalah kolonialisme, kolonialisme Arab,” katanya. “Gamis memang lebih mudah dipakai. Tapi apa yang terjadi dengan tradisi, budaya, semuanya? Hilang…!” Wanita berusia di bawah 50 tahun di Malaysia kini sudah tidak bisa lagi menggunakan tali pada baju kurung mereka. Tradisi ini sudah hilang. Sekarang ada upaya untuk menggiring opini bahwa semakin mirip Arab Anda maka semakin muslim Anda. Itu adalah tanda penghancuran budaya.” 🙁
Selanjutnya…