Selasa, 26 Maret 2019
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
MENGAPA SAYA MEMILIH IGI

Dalam sebuah diskusi seorang dosen senior dengan sedih mengatakan bahwa saat ini para guru telah kehilangan idealismenya. Para guru telah terjebak pada pragmatisme dan tidak lagi memiliki spirit perjuangan sebagaimana para guru di zaman lampau.

“Oh, tidak. Itu karena Anda belum bertemu dengan para guru IGI.” Kata saya.

“Guru IGI…?! Apa itu IGI…?!” tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu.

Kemarin saya mengikuti acara pertemuan para pengurus IGI Jawa Timur di Srambang Park Ngawi yang sedang meluncurkan buku “Mengapa Saya Memilih IGI” dan Jurnal “Qualita”. Begitu bertemu dengan mereka suasana yang akrab, hangat, dan penuh semangat perjuangan dan idealisme langsung terasa.

Orang-orang ini memang para guru luar biasa. Penampilan mereka tetap bersahaja sebagaimana penampilan para guru umumnya tapi begitu mereka berbicara maka Anda akan sadar bahwa Anda berhadapan dengan para guru yang benar-benar memiliki semangat juang dan idealism yang menyala-nyala.

Selanjutnya…

YANG MENGGAJI KAMU SIAPA…?!


Kemarin ada ribut-ribut soal teguran dan pertanyaan Menkominfo pada seorang anak buahnya karena mengaitkan pemilihan desain dengan pemilihan presiden. Beliau bertanya, “Yang menggaji kamu siapa…?!”

Saya jadi ingat apa yang pernah saya alami dulu ketika masih mengajar.

Saya tidak ingat persis waktunya tapi sekitar tahun 1986 – 1987, yaitu ketika saya masih mengajar di SMAN 13 Surabaya. Saya seorang PNS dengan golongan II/b waktu itu dan belum III/a karena belum sempat mengurus penyesuaian kesarjanaan saya. Lagipula dulu itu tidak otomatis dan kita mesti mengurus sendiri dan it takes time and effort.

Pada suatu hari, entah karena dekat pemilu, tiba-tiba semua guru diminta mengisi formulir untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Golkar. Sekedar informasi, Golkar dulu sak penak-penake dewe memaksa PNS untuk masuk Golkar soalnya kan mereka sedang berkuasa penuh di bawah Mbah Harto yang meski pun fotonya selalu smiling but he was a general with an iron hand. Selanjutnya…

THE DARK AND BLOODY SIDE OF KHILAFAH

“Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah kebatilan dengan agama.”

Ibnu Rusd

Sudah baca buku “Islam Yes, Khilafah No” Jilid 2 karya Nadirsyah Hosen? Kalau belum, beli dan bacalah bukunya. Umat Islam perlu mengetahui fakta sejarah kekhilafahan yang sebenarnya dan jangan mau dibodoh-bodohi terus. Bodoh kok dilaminating…! 😀
Selanjutnya…

DEKLARASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI KABUPATEN MADIUN

Alhamdulillah, Gerakan Literasi yang semula direncanakan hanya untuk SMPN 1 Mejayan, Caruban, akhirnya meluas menjadi Gerakan Literasi Sekolah se Kabupaten Madiun. Sabtu, 26 Januari kemarin gerakan ini dideklarasikan. Ini juga sekaligus program Gerakan Literasi Sekolah pertama yang saya gulirkan di tahun 2019 ini.

Seperti yang diduga oleh Pak Agus Sucipto, Kasek SMPN 1 Mejayan, bahwa jika ia menyampaikan niatnya pada Pak Sodik Hery Purnomo, Kadisdik Kab. Madiun, untuk mendeklarasikan Gerakan Literasi di sekolahnya maka beliau tentu akan meminta agar sekolah-sekolah lain juga didorong untuk mendeklarasikan Gerakan Literasi di sekolah mereka juga. Ternyata benar…! Pak Sodik segera mendorong para kepala sekolah lain untuk ikut pada acara tersebut.

Jadi begitulah… Acara yang semula dirancang sederhana akhirnya menjadi acara yang sungguh meriah. Sabtu, 26 Januari 2018, kemarin dideklarasikan Gerakan Literasi SMPN 1 Mejayan bersama puluhan kepala SDN dan SMPN se kabupaten Madiun. Siswa SMPN 1 Mejayan bertekad untuk mengikuti “Tantangan Membaca 1.000 Halaman (1,000 Page Reading Challenge)” yang dibuka langsung oleh Bunda Baca Kabupaten Madiun, Ibu Penta Lianawati, yang sekaligus adalah istri Bupati Madiun. Selanjutnya…

TERJEBAK BERABAD-ABAD LAMANYA

Ketika seluruh rakyat Indonesia menikmati kemerdekaan dari penjajahan dan mensyukuri keberkahan dan rahmat yang dilimpahkan oleh Allah SWT selama ini, sebagian kecil umat Islam ada yang merasa tidak puas, tidak mensyukuri, dan bahkan mengingkari nikmat tersebut. Mereka mengkufuri nikmat Tuhan tersebut dan merasa bahwa apa yang diperoleh oleh umat Islam di Indonesia adalah bala bencana dan apa yang diberikan oleh Allah tersebut adalah sesuatu yang mungkar dan harus diperangi. Orang-orang yang berpikir demikian adalah orang-orang yang tergabung dalam kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Umat Islam yang tidak mensyukuri nikmat kemerdekaan dari Tuhan ini ada di berbagai negara dan mengganggu kepemerintahan di mana pun mereka tinggal sehingga dilarang bahkan di negara di mana pemikiran ini berasal.

Apa sebenarnya yang terjadi dengan orang-orang ini? Mengapa mereka tidak bersyukur dengan nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia dan ingin menjadikan negara Indonesia sebagai negara kekhilafahan sebagai mana Islam di zaman dulu? Itu karena mereka terjebak dengan angan-angan dan asumsi sesat mereka yang mengira bahwa sebuah negara Islam haruslah berbentuk kekhalifahan dan tidak boleh berbentuk lain.. Sebuah negara yang berbentuk selain kekhilafahan menurut mereka adalah negara kufur, pemimpinnya kufur, hukumnya kufur, warganya juga kufur sehingga jika mati dianggapnya mati kufur. Jika umat Islam mati kufur maka jelaslah mereka masuk neraka. Lu mau masuk neraka…?! Tahu neraka nggak..?! 😀
Selanjutnya…

BANGSA INDONESIA YANG PEMAAF DAN UMAT ISLAM YANG PENDENDAM

Bangsa Indonesia katanya pernah dijajah oleh bangsa Belanda selama 350 tahun dan juga dijajah oleh bangsa Jepang selama 3,5 tahun dengan penuh penderitaan. Tapi sejak tahun 1945 Indonesia telah menjadi bangsa yang merdeka. Alhamdulillah…! 👍😊

Apakah bangsa Indonesia menyimpan dendam kesumat pada bangsa Belanda dan Jepang yang telah menjajah, membunuhi rakyat, dan membuat mereka sengsara? Tidak. Itu masa lalu. Kini bangsa Indonesia bahkan bekerja sama dengan mesra dengan ke dua bangsa penjajah tersebut. Mereka seolah sudah lupa bahwa kakek moyang orang Belanda dan Jepang tersebut telah membuat kakek moyang bangsa Indonesia tertindas dan sangat menderita.

Sebenarnya kita tidaklah lupa, tidak akan melupakan, dan akan terus mengingatkan semua anak-anak kita. Kita mengingatkan anak-anak kita dalam pelajaran sejarah. Tetapi sejarah adalah sejarah. Kisah tentang masa lampau. Sejarah permusuhan di masa lampau tidak perlu diteruskan dan rasa dendam dan permusuhan perlu dikubur saja. Sekarang kita mengajarkan anak-anak kita untuk bersama-sama dengan bangsa mana pun menatap masa depan, yaitu dengan bekerjasama mengupayakan kesejahteraan dan kemakmuran bersama dalam suasana penuh kedamaian. Bahkan kepedihan dan kekejaman perang antara bangsa Indonesia dengan Timor Leste yang baru saja berlalu juga sudah dilupakan. Saya berkunjung ke Timor Leste baru-baru ini dan sama sekali tidak melihat dan merasakan sedikit pun rasa dendam mereka kepada bangsa Indonesia. Begitu juga sebaliknya. Alangkah indahnya dan tentramnya perdamaian di antara dua bangsa ini. ❤

Tapi berbeda dengan umat Islam. Selanjutnya…

TERIMA KENYATAANNYA SEKARANG

Anda pendukung keras Jokowi atau Prabowo? Bahkan bersedia berkelahi dan kalau perlu mati demi pilihan Anda? Tidak masalah. Yang mana pun yang Anda dukung bersiap-siaplah untuk menerima kenyataan. Fakta yang harus Anda terima, suka atau tidak suka – mau atau tidak mau, adalah bahwa capres yang Anda dukung dengan mati-matian besar kemungkinannya kalah dan justru capres yang sangat Anda benci malah jadi. Mereka bisa Jokowi – Kyai Ma’ruf Amin dan bisa Prabowo – Sandi. Anda bisa saja benci pada salah satu pasangan dan sangat mencintai pasangan lainnya tapi kenyataan nantinya bisa saja yang jadi adalah pasangan orang yang Anda benci.

Apakah Anda bisa menerima kenyataan itu? Kalau itu berat maka mulailah BELAJAR menerima kenyataan mulai sekarang. Jangan menunggu setelah pilpres. It’s just a mental exercise and you can start now. Kita harus mulai menerima kenyataan dan juga melihat kenyataan bahwa siapa pun pasangan yang terpilih nantinya adalah pasangan presiden dan wakilnya yang telah direstui oleh Tuhan dan disepakati oleh bangsa Indonesia. Mereka adalah bagian dari kita, saudara kita, dan bukan orang lain. Mereka memiliki keinginan dan cita-cita yang sama dengan kita dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa meski mungkin dengan cara mencapainya yang tidak seperti yang kita inginkan. Siapa pun nantinya yang akan terpilih adalah SAUDARA KITA. Kita harus bisa menerimanya dengan ikhlas sejak sekarang. 🙏 Selanjutnya…

GERAKAN MENYUMBANG BUKU UNTUK ALMAMATER

Pada tahun 1997, Taufik Ismail, atas perintah dari Prof Dr. Wardiman Djojonegoro yang merupakan menteri Pendidikan pada waktu itu, melakukan survei tentang budaya membaca siswa-siswa SMA di 13 negara, baik itu di Eropa, Amerika, Kanada, mau pun Asia. Hasilnya beliau tuliskan dalam sebuah laporan yang kita kenal dengan istilah “Tragedi Nol Buku”. Tragedi Nol Buku adalah fakta menyedihkan bahwa ternyata siswa SMA Indonesia TIDAK WAJIB MEMBACA BUKU SASTRA SAMA SEKALI (atau nol buku) sehingga dianggap sebagai siswa yang BERSEKOLAH TANPA KEWAJIBAN MEMBACA. Sila baca untuk lebih lanjut. https://satriadharma.com/2014/01/28/tragedi-nol-buku-tragedi-di-dunia-pendidikan-indonesia/

Setelah 21 tahun berlalu, apakah telah terjadi perubahan pada kurikulum pendidikan kita? Apakah kita kemudian berupaya keras untuk membuat kurikulum yang akan membuat siswa sekolah menengah kita akan wajib membaca karya sastra? Aneh bin ajaib ternyata tidak ada perubahan. Sampai hari ini siswa sekolah menengah kita masih TIDAK DIWAJIBKAN MEMBACA KARYA SASTRA. Apa sebenarnya masalahnya?
Selanjutnya…

PERTANDINGAN YANG ANEH

Sekarang ini sedang berlangsung sebuah pertandingan yang aneh. Dua tim sedang berhadap-hadapan untuk berlaga. Ada panitia dan ada wasitnya. Ketika salah satu pemain melakukan kesalahan maka wasit pun meniup peluit, “Priiit…! Priiit…!”

Seketika ributlah para supporter dan official dari tim pemain yang kena semprit. Mereka tidak terima pemainnya disemprit. Mereka malah marah pada manajer lawan. Menurutnya manajer pemain lawan melakukan kecurangan. Pemain lawan banyak yang melakukan kesalahan yang sama dengan pemainnya yang disemprit tapi kok hanya pemain mereka yang disemprit? Itu tidak adil dan itu adalah kesalahan Jokowi.

Ya begitulah yang sedang terjadi. Silakan ngakak. Saya tadi juga sudah ngakak kok! Pokoknya entah sampai kapan Jokowi masih akan menjadi sumber kesalahan nasional apa pun itu kasusnya.

Anies Baswedan, teman baik saya yang sekarang sedang menjadi Gubernur DKI, sedang dilaporkan ke Bawaslu dengan dugaan kampanye terselubungsaat menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra, di Sentul, Bogor, Senin (17/12/2018). Selanjutnya…

HIKAYAT SI JONI (Part 2)

Bagaimana seandainya ada SMS nyasar ke nomor HP Anda yang berbunyi :

Ass met pagi pak Joni. Pak sy indah temen nya sari. Sy mau tidur sm bpk. Sy butuh uang buat ayah sy pak. Sy dah ikhlas pak, wass

Terus terang saya kaget dan sempat berpikir yang iya-iya. Pertama yang menjadi pemikiran saya adalah apakah SMS ini genuine alias benar-benar salah kirim atau jangan-jangan sekedar awu-awu. Situasinya tampak genuine, yaitu ada seorang wanita, yang mengaku bernama Indah, yang mau menyerahkan dirinya pada seseorang bernama Pak Joni karena ia membutuhkan uang bagi ayahnya. Semula ia mungkin menolak tapi pada akhirnya ia ikhlas menyerahkan dirinya demi menolong ayahnya. Seorang wanita terpaksa menyerahkan dirinya demi uang yang ia perlukan untuk menolong orang tuanya adalah kisah klasik yang mudah kita temukan di mana saja dan kapan saja. Kebetulan saja bahwa SMS itu nyelonong ke nomor saya. Kebetulan…?! Really…?!

Memang sudah menjadi pembawaan saya untuk tidak terlalu mudah mempercayai hal-hal yang tampak kebetulan atau yang ‘too good to be true’. Sudah pembawaan saya untuk mudah mengenali hal-hal yang ganjil yang mungkin tidak disadari oleh orang-orang lain. Saya tidak tahu apakah ini baik atau buruk tapi saya biasanya dengan mudah mengenali sebuah setting penipuan. Saya bisa dengan cepat mengenali kesalahan atau kejanggalan pada sebuah situasi atau orang yang ingin menipu walau telah disamarkan dengan baik. Jadi kalau ada orang yang mau menipu saya dengan iming-iming hadiah lewat telpon atau SMS maka biasanya kurang dari lima detik saya sudah tahu bahwa itu penipuan. Selanjutnya…