Selasa, 12 Mei 2021
Satria Dharma's Weblog
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
RAHASIA HIDUP BAHAGIA

Sampeyan kok kelihatannya hidupnya hepi terus. Apa ada rahasianya…?! 🤔

+ Ada dong. Saya punya banyak rahasia untuk hidup bahagia. Saya bahkan punya Kitab Rahasia Hidup Bahagia. Di kitab tersebut dijelaskan 100 Rahasia Hidup Bahagia. 😎

Apa bisa dijamin buku tersebut berisi petunjuk agar orang bisa bahagia dengan mempraktekkannya?

+ Tentu saja. Buku ini bukan sekedar hasil olah pikir filsuf, agamawan, atau para sufi. Buku Rahasia Hidup Bahagia ini hasil penelitian para ilmuwan psikologi tentang hakikat kebahagiaan, kepuasan hidup, dan sikap hidup yang menciptakan kebahagiaan. Jadi memang merupakan sari pati dari sikap hidup manusia-manusia yang berbahagia di dunia ini. Mereka tidak mengarang-ngarang atau merefleksikan sikap hidup pribadi mereka sendiri.

Menurut penelitian orang yang berbahagia melakukan hal-hal yang berbeda dengan orang-orang yang tidak berbahagia. Kitab Sakti ini ditulis setelah mengkaji lebih dari 1,000 studi yang ditulis selama 10 tahun terakhir. Kitab 100 Rahasia Hidup Bahagia ini bukanlah penemuan satu orang saja tapi merupakan refleksi dari kesimpulan para ilmuwan yang mempelajari kehidupan manusia dengan cukup lama dan intens. Jaminan mutulah…! 😁

Saya telah membaca Kitab Sakti ini dengan tuntas. Ternyata sudah cukup banyak dari 100 Rahasia Hidup Bahagia tersebut yang telah saya lakukan dalam hidup saya (pantesan kok saya hidup bahagia selama ini. 😁). Ada beberapa yang sulit untuk saya lakukan. Tapi karena banyak jurus-jurus saktinya telah saya lakukan dan kuasai maka tidak menjadi masalah jika tidak saya kerjakan.

Mau tahu beberapa rahasianya yang telah saya lakukan selama ini? Selanjutnya…

KISAH KASIH TRAGIS KAESANG – FELICIA DAN HIKMAHNYA. 😎
Sumber: Google

Sumber: Google

Kata orang bijak ambillah hikmah di mana saja ia berada. Rasulullah SAW bersabda; “Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah.” (HR. Tirmidzi)

Lalu apa hikmah dari kisah kasih Kaesang dan Felicia yang berakhir tragis itu bagi saya? 🤔

Siktalah…! Olaopo saya kok ikut-ikutan ngegosip kisah kasih mereka kayak emak-emak sosialita yang kurang pekerjaan? Kalau kurang pekerjaan memang saya akui. Sejak pandemi ini undangan ngisi acara nyanyi pada acara mantenan dan ulang tahun benar-benar kosong. Tapi bagi saya itu biasa saja. Lha wong saya memang tidak pernah diundang nyanyi di mana pun itu. Acara bisa bubar kalau saya ikut-ikutan nyanyi. Sejak pandemi ini pekerjaan saya cuma riwa-riwi dan olahraga jalan kaki pagi agar kaki saya tidak tumbuh akarnya karena tidak dipakai.

Tapi karena kisah kasih mereka memang menghebohkan dunia persilatan dan saya masih suka baca apa saja yang sedang hit maka mau tak mau, suka tidak suka, (who said this phrase first ya?) berita mereka pun masuk ke benak saya. 😎

Selanjutnya…

HOAX WARGA AUSTRIA

Pagi ini di salah satu WAG saya dapat video yang judulnya “Masya Allah Berita Bahagia Umat Muslim. Heboh 500RB Warga Austria Antri Masuk Islam.”

Meski yang mengirim video ini seorang professor sebuah PTS besar dan terkemuka saya langsung tahu bahwa beliau telah tertipu oleh sebuah berita bohong alias hoax. 😔 Ini bukti nyata bahwa bahkan seorang professor pun bisa terkena hoax dan bahkan menyebarkannya. Untungnya ini hanya video berita bohong yang tidak merugikan siapa pun.

Bagaimana seandainya berita tersebut berisi fitnah yang keji terhadap seseorang? Akibatnya tentu akan mengerikan. Kita menjadi seorang penyebar fitnah yang merupakan dosa besar.☹️ Itulah pentingnya TABAYYUN atau mengecek kebenaran dari sebuah berita yang kita terima dan akan kita sebarluaskan.

Bagaimana saya tahu kalau itu hoax? Sangat mudah. Siapa saja bisa melakukannya. 🙏😊

Pertama, Anda harus peka dan kritis terhadap info berita atau pun video yang terasa bombastis atau ‘too good to be true‘. Ada 500 ribu orang Austria yang bersama-sama masuk Islam? Really? 😉
Selanjutnya…

MIRAS DAN JUDI: ANTARA MALAYSIA DAN INDONESIA
Ilustrasi. Foto: merdeka.com

Ilustrasi. Foto: merdeka.com

Malaysia itu negara Islam. Federasi Malaysia adalah suatu negara yang mencantumkan dengan resmi Islam sebagai agama negara. Bandingkan dengan Indonesia yang bukan negara islam tapi negara Pancasila yang mengakui dengan resmi agama-agama lain.

Tapi anehnya, Malaysia yang negara Islam itu justru membuka pusat perjudian yang sangat besar. Mereka bukan hanya melegalisasi perjudian tapi bahkan mengakomodir tempat perjudian bertaraf internasional di Genting Highland. Kok bisa ya…?! Apakah Malayasia yang negara Islam ini tidak tahu bahwa judi itu haram? Sebagian pengunjung tetapnya adalah masyarakat Indonesia.Kasino itu lokasinya tidak jauh dari Kuala Lumpur, sebagai ibukota Malaysia. Hanya ditempuh dalam 1 jam 30 menit dengan menggunakan mobil. Saya sendiri sudah pernah datang ke sana. Tentu saja bukan untuk berjudi tapi sekadar rekreasi. Apakah saya tidak boleh berjudi di sana karena muslim? Tidak. Yang dilarang berjudi di sana hanyalah penduduk Malaysia yang muslim. Orang Indonesia yang mau berjudi meski muslim ternyata dibolehkan.

Bagaimana dengan miras? Ya jelas legallah…! Lha wong judi aja sampai dibuatkan daerah khusus kok. Malaysia tidak melarang penjualan minuman beralkohol meskipun negara itu menganut hukum syariat Islam. Sila baca ini dari Wikipedia : “Minuman beralkohol di Malaysia merujuk kepada penggunaan, industri dan undang-undang alkohol di negara Asia Tenggara Malaysia. Walaupun Malaysia merupakan negara majoriti Muslim, negara ini MEMBENARKAN PENJUALAN ALKOHOL kepada bukan Islam. TIADA LARANGAN ALKOHOL di seluruh negara yang dikuatkuasakan di negara ini, kecuali Kelantan dan Terengganu yang hanya larangan untuk umat Islam.[1] Parti Islam di sana MENGHORMATI HAK ORANG BUKAN ISLAM dengan pertubuhan bukan Islam – seperti restoran Cina dan kedai runcit – dikecualikan daripada larangan tersebut.[2] Wilayah persekutuan Kuala Lumpur mengatasi penggunaan alkohol tertinggi di negara ini, diikuti oleh negeri Sarawak di tempat kedua dan Sabah di tempat ketiga.[3] https://ms.wikipedia.org/wiki/Minuman_beralkohol_di_Malaysia

Selanjutnya…

PERPRES MIRAS DICABUT: SIAPA YANG MENANG? 🤔


Perpres 10 Tahun 2021 akhirnya dicabut oleh Presiden Jokowi. Oh, maksud saya lampirannya. Jadi yang dicabut adalah butir-butir lampiran pada Peraturan Presiden Nomor 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang mengatur soal investasi di bidang industri minuman keras. 🙏

Saya ingin sekali rasanya bertanya pada para petinggi MUI, PBNU, dan Muhammadiyah sebagai pelopor penolak perpres ini bagaimana perasaan hati mereka setelah berhasil memperjuangkan aspirasi mereka. Tentunya mereka senang dan bangga karena Presiden Jokowi dengan segera menuruti keinginan mereka. 🙏😁

Pertanyaannya adalah : Apa sebenarnya yang mereka menangkan dengan dicabutnya lampiran perpres ini? 🤔 Saya rasa saya patut bertanya pada mereka karena saya melihat banyak sekali kesalahpahaman yang timbul akibat dicabutnya perpres ini.

Sangat banyak umat Islam yang ikut menentang perpres ini yang euforia menganggap bahwa dengan dicabutnya perpres ini maka miras menjadi illegal dan dilarang di Indonesia. Katanya dengan menolak perpres tersebut mereka MENOLAK LEGALITAS MIRAS dan dengan demikian kalau perpresnya sudah dicabut maka konsekuensinya maka miras itu illegal atau tidak punya legalitas atau cekak aosnya DILARANG diproduksi, dijual, beredar, dan dikonsumsi di Indonesia. Tentu saja ini SALAH BESAR (dan saya berharap agar para petinggi MUI, PBNU, dan Muhammadiyah ikut menjelaskan kesalahpahaman ini pada para umat Islam atau jamaah penentang perpres ini). 🙏

Tidak ada yang berubah dari legalitas dan legalisasi miras di Indonesia. Industri miras akan tetap berjalan seperti biasa; para pengedar miras akan tetap mengedarkan mirasnya; bar, café, karaoke, tempat hiburan yang biasa menyediakan miras akan tetap menyediakan; Pemda DKI akan tetap memiliki perusahaan pembuat miras, para importir miras akan tetap mengimpor miras dari luar, para pengoplos miras juga akan tetap jalan seperti biasa, para peminum akan tetap minum, yang biasa mabok juga akan tetap mabok. Tak ada perubahan dari dicabutnya perpres tersebut. 😏

Lha apa dong yang sudah kita menangkan…?! 🙄 Selanjutnya…

MIRAS HARUS DILEGALISASI


Miras memang HARUS dilegalisasi. Dan bagi Anda yang tidak paham selama ini, miras itu SUDAH DARI DULU legal kok! Jika Anda menganggap bahwa miras itu illegal di Indonesia sehingga Anda ikut-ikutan menolak legalisasi miras maka itu artinya Anda tidak paham. Sorry to say… 🙏

Miras itu legal. Legal itu artinya DIATUR dan DITATA baik izin produksinya, izin peredarannya, cukainya, berapa jumlah impor yang dibolehkan, mana yang bisa diekspor, dlsbnya oleh pemerintah. Miras itu sejak dulu memang diatur. Bahkan Pemda DKI punya saham di PT Delta yang memproduksi miras. Itu artinya legal. Jika ada orang yang mau bikin pabrik bir atau anggur beralkohol maka ia harus minta izin pada pemerintah. Ia harus minta legalitas dari pemerintah dan tidak bisa asal buka saja. Ia harus bayar cukai dan pajak. Jika ada orang yang mau mengonsumsi miras maka ia bisa datang ke tempat-tempat yang telah mendapat izin untuk memgedarkannya. Itu artinya legal. Jika mereka jualan miras maka mereka harus bayar pajak. Tolong bedakan dengan istilah haram ya, Pak. Itu dua hal yang berbeda. Bayangkan kalau miras itu illegal alias tidak punya izin, diedarkan di sembarang tempat, tidak bayar pajak dan cukai, dll. Apa gak hancur dunia persilatan… Lha wong pemerintah itu aja mati-matian melawan rokok illegal kok!

Jika para ulama ingin agar Indonesia tidak melegalisasi miras, apakah mereka tidak tahu bahwa selama ini miras itu legal dan HARUS LEGAL. Sejak Indonesia merdeka dan MUI belum berdiri miras itu sudah legal artinya sudah DIATUR keberadaannya agar tidak menjadi barang liar yang bisa diproduksi siapa saja, dengan kandungan apa saja, di minum siapa saja dan di mana saja, dlsbnya tanpa aturan. Apakah MUI mau seperti itu…?! 🙄
Selanjutnya…

NISA SABYAN…?! 😳

Sumprit saya tidak seberapa tertarik dengan musik gambusnya Nisa Sabyan. Apalagi dengan kasusnya (meski saya membacanya karena begitu trendingnya beritanya). Saya tidak pernah nonton videonya, tidak pernah mengingat wajahnya dan saya yakin meski saya suatu kali makan di depannya saya juga tidak akan tahu bahwa itu Nisa Sabyan. I don’t quite enjoy dakwah music much. Wajahnya juga biasa-biasa saja. Aura anak-anak di wajahnya belum hilang. 😉

Saya mungkin bahkan akan langsung tahu jika bertemu dengan Nikita Mirzani. 😂

Saking tidak tahunya saya sehingga semula saya menganggap bahwa Sabyan itu nama Nisa itu sendiri. Setelah kasusnya muncul barulah saya tahu ternyata itu nama grup musiknya. What the…! 😳

Saya tidak akan menghakimi Nisa atau pun Ayus. Saya kasihan dengan mereka. Begitu juga kasus lain yang serupa dengan ini (even kasusnya Gisel). Never…! Bagi saya itu kasus yang sangat banyak terjadi di sekitar kita. Manusia tergelincir oleh godaan nafsunya adalah peristiwa yang boleh dikata bisa kita lihat setiap hari di mana-mana. Hal itu juga bisa terjadi pada diri kita. Jangan pernah merasa kebal dengan kasus semacam ini. 🙏

Nisa dan Ayus masih sama-sama sangat muda, terus menerus bertemu dalam situasi dan kondisi yang membuat mereka saling tertarik. Itu resep paling jitu untuk saling jatuh hati dan tertambat satu sama lain. Jangankan Ayus. Saya sendiri kalau terus menerus bertemu dan main musik bersama dengan Raisa, Agnes Mo, atau Bunga Citra Lestari mungkin juga akan bernasib sama. 😎
Selanjutnya…

SHALAWAT NARIYAH : Sejarah dan Khasiatnya


Ini adalah buku kedua yang saya baca di Balikpapan. Terus terang saya tidak akan melirik, apalagi membeli buku ini di toko buku, jika bukan karena buku ini yang mendatangi saya. 😁 Saya pikir hanya orang pesantren NU saja yang bakal tertarik membaca buku ini.

Saya dapat buku ini dari adik saya yang lain, Tammy atau Mulia Hayati Deviantie, yang sekarang memegang Yayasan Airlangga Balikpapan membawahi Universitas Mulia Balikpapan dan beberapa sekolah lain.

Mengapa ia memberi saya buku setebal 396 halaman yang hanya bicara soal shalawat? 😳 Shalawatan bukanlah tradisi keluarga kami. Kami ini lebih ke Muhammadiyah ketimbang ke NU, meski waktu SD dulu justru bersekolah di TPPNU, A. Yani, Surabaya.

Shalawatan seperti yang dilakukan kebanyakan warga NU benar-benar tidak pernah kami lakukan di rumah kami. Tahlilan saja tidak. Hanya keluarga istri saya yang masih sering melakukan tahlilan. Tapi rasanya mereka juga tidak pernah melakukan khusus ritual Shalawatan. Padahal bersalawat adalah anjuran yang sangat penting dalam Agama Islam. Sholawat sendiri merupakan doa dan pujian untuk Nabi yang Sholawat untuk Nabi terbagi menjadi tiga macam, yaitu sholawat dari Allah SWT sendiri, sholawat dari malaikat, dan sholawat dari manusia atau umat Islam. Makna shalawat Allah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pujian Allah atas beliau di hadapan para Malaikat-Nya, sedang shalawat Malaikat berarti mendo’akan beliau, dan shalawat ummatnya berarti permohonan ampun bagi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita sendiri biasanya membaca sholawat ketika shalat di akhir tasyahhud. Jadi kalau kita salat lima kali sehari maka minimal kita sudah bersholawat lima kali sehari bagi Rasulullah sesuai anjuran Tuhan. Selanjutnya…

INTERNETISTAN: JIHAD ZAMAN NOW


Ini adalah buku pertama yang saya baca sampai selesai pada tahun ini. Sepanjang Januari saya tepar karena Covid 19 dan bawaannya pingin tidur melulu. Ya saya turutilah…! 😁 Buku-buku di meja nakas di samping tempat tidur saya tidak ada yang selesai saya baca. Baru baca 3 – 4 lembar sudah ngantuk. Ya saya tinggalkan bukunya dan berlayar ke pulau kapuk. 😁

Saat ini saya sedang di Balikpapan dan adik saya Uniek Hage memberi saya buku ini. Dari judulnya saja sudah menarik. Apalagi topik mengenai terorisme, radikalisme, jihad memang menarik minat saya. Karena tidak ada pekerjaan akhirnya buku saya baca sampai habis. Jadilah buku ini buku pertama yang saya baca sampai habis. 😁

Buku ini buku baru karya Arif Budi Setyawan, salah seorang mantan napi teroris yang sadar dan bertobat. Buku ini terbit di penghujung tahun 2020 setelah ditulis sejak awal dua tahun yang lalu.
Buku ini ditulis pasca kerusuhan di Mako Brimob Mei 2018. Arif berharap bahwa buku ini akan menjadi sebuah karya yang bisa menjadi bukti bahwa ia telah berubah menjadi sosok yang baru. Draft awal bukunya selesai pada akhir Juni 2018 tapi baru bisa terbit akhir tahun 2020. Jadi memang masih fresh. 😊

Banyak orang yang bergaul dengan Arif tidak mengetahui bahwa ia adalah mantan narapidana kasus terorisme. Buku ini semacam pengakuan dan upaya menebus kesalahannya di masa lalu. Baginya mengekspos status mantan napiter tanpa sebuah karya itu hanya akan seperti ‘memohon perhatian’ dari masyarakat. “Padahal saya ingin lebih dari itu. Saya ingin menebus kesalahan di masa lalu dengan berkarya untuk umat.” demikian akunya.

Selama 2,5 tahun terakhir Arif telah menjadi penulis aktif di ruangobrol.id, credible voice dan peneliti di Kreasi Prasasti Perdamaian, tetapi masih jauh lebih banyak orang yang belum mengetahui bahwa Arif adalah mantan napiter dan apa yang ia lakukan selama menjadi teroris. Buku ini bisa menjawab semua itu. Dengan terbitnya buku “Internetistan” ini, Arif ingin menunjukkan bahwa ia telah kembali sepenuhnya ke tengah umat dengan sebuah karya yang menjelaskan mengapa dan bagaimana ia dulu bisa terjerumus dalam pergaulan teroris. Tidak hanya menjelaskan refleksi kisah masa lalu, tetapi juga menjelaskan tentang tantangan umat Islam dan bangsa Indonesia dalam penyebaran faham radikal-ekstrim di era digital. Selanjutnya…

LOGIKA PEMUDA MUHAMMADIYAH DAN GAR ITB

Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah tengah mempersiapkan langkah hukum merespons tindakan kelompok Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) yang telah mengusik Din Syamsuddin. Mereka marah karena Din Syamsuddin adalah mantan ketua umum mereka, yaitu PP Muhammadiyah periode 2005-2015. Hal ini terkait dengan tindakan GAR ITB melaporkan Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas tuduhan radikalisme.

Saya bisa mengerti jika mereka marah. Namanya juga bekas pimpinan mereka dituding radikal ya marah dong. 😁

Saya juga bisa mengerti JIKA SEANDAINYA organisasi kepemudaan Golkar, dari Barisan Muda Kosgoro 1957, Generasi Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR), Baladhika Karya, serta Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) marah dan menantang siapa saja yang coba-coba menuntut Abu Rizal Bakri dan menuduhnya radikal atau apa pun. 😎 Namanya juga mantan pimpinan Umum mereka. Marwahnya harus dijaga dong! Siapa lagi yang akan menjaga marwah pimpinan atau pun mantan pimpinan jika bukan anggotanya. Iya kan…?! 😎

Dengan logika semacam ini maka MAU TIDAK MAU saya juga harus memahami mengapa GAR ITB melaporkan Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas tuduhan radikalisme. Bagi mereka Din Syamsudin telah mengusik pimpinan mereka. Bukan…! Yang diusik bukan pimpinan kampus mereka atau alumni top mereka seperti Habibie umpamanya. Ini lebih tinggi lagi, yaitu Pimpinan Negara mereka, alias Presiden RI yang sampai hari ini masih menjabat.
Selanjutnya…