Minggu, 17 Januari 2022
Satria Dharma's Weblog
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
HOTEL CIAMIK

Salah satu hal yang sangat menjengkelkan jika bepergian adalah jika kita ketinggalan charger HP di hotel. Dan itu cukup sering kami alami karena kami suka pindah-pindah hotel kalau sedang traveling. Wis tuwek iki pancen lalen. Ada aja yang ketinggalan. 😁

Kalau lupa ngambil sandal hotel sebagai oleh-oleh sih gak apa-apa. Tapi kalau charger ya berabe juga…

Kemarin kami menginap di Hotel Intercontinental, Dago Pakar Bandung, dan pindah hotel ke Trans Hotel. Waktu masuk ke kamar di Trans baru saya sadari kalau charger saya ketinggalan di colokan meja baca. Mana baterai HP saya low pula. 😔 Hadeeh…! Padahal saya dan istri itu selalu lakukan second checking before leaving lho tapi ya kok masih ada aja yang ketinggalan. Kata anak saya itu Factor U. 🤭

Apa solusinya? Ya pinjam charger ke room service dong. 😁
Selanjutnya…

HOTEL LIBERAL ATAU AGAMIS?

Karena selalu traveling dan tidur di hotel maka kami selalu memilih hotel yang sesuai dengan kebutuhan kami. Kita beruntung sekarang karena ada banyak usaha travel online yang menawarkan hotel berbagai tipe dan klas yang bisa kita pilih di seluruh dunia. Sistem pembayarannya bisa transfer atau kartu kredit. Saya berlangganan Traveloka, Agoda, Booking.com, Pegipegi, dan selalu mengecek tiket dan hotel di travel tsb. Semua sekarang sudah tersedia di ujung jari kita. Sungguh sangat memudahkan. Untuk tiket saya hampir selalu pakai Traveloka tapi untuk hotel saya pilih mana yang bisa tawarkan hotel yang sesuai dengan keinginan kami dengan harga paling murah. Agoda seringkali lebih murah daripada yang lain.

Apa standard hotel yang kami inginkan? Pertama kelas hotelnya. Bukan sok kaya tapi untuk pasangan seusia kami sebaiknya memang disesuaikan dengan kebutuhan kami. Kalau untuk mandi saja sangat sempit ya mboten kemawon. 😁 Saya suka kamar hotel yang ada water heater dan pemasak air listrik yang lengkap dengan kopi dan tehnya karena itu kebutuhan saya. Sebisa-bisanya ya kamar lengkap dengan sandal hotel. Kami juga memilih kamar yang non-smoking dengan fasilitas double bed bukan yang twin. Kedua, luas kamarnya. Kami selalu mengecek luas kamar yang akan kami pesan karena kami memang suka dengan kamar yang luas. Kami perlu space untuk salat jamaah. Ada hotel-hotel ekonomis yang benar-benar tidak menyisakan ruang kosong untuk salat. Ini benar-benar menjengkelkan. 😠 Jadi kami cari hotel yang minimal ukuran 28 m2. Yang bagus ya 32 m2 ke atas.
Selanjutnya…

LAKUKAN HAL BARU DAN KELUARLAH DARI ZONA NYAMAN

Seminggu ini hari yang bermakna bagi kami. Kami merayakan hari ultah pernikahan kami dan juga hari ultah saya yang tanggalnya berdekatan. Berdasarkan angka saat ini saya lebih tua dari sebelumnya. Tapi rasanya sih sama saja dengan kemarin-kemarin. I still feel like forty punjul rodok akeh. 😎

Biasanya kami membuat pesta kecil dan mengundang keluarga dan teman-teman untuk makan bersama di rumah atau di resto untuk merayakannya.Tapi kali ini kami ingin merayakannya dengan cara yang lain. Kali ini kami ingin merayakannya berdua saja. Let’s say honeymoon yang ke sekian ribu kalinya. 😁 Lagipula pandemi juga belum benar-benar berlalu dan kumpul-kumpul dalam jumlah besar juga masih dilarang. Karena ini hari penting maka kami perlu membuat sebuah resolusi untuk hidup kami. Resolusi kami untuk tahun-tahun ke depan adalah untuk menikmati hidup dengan cara baru, yaitu berani melakukan hal-hal baru dan berani keluar dari zona nyaman kami. Rasanya hidup kami semakin lama semakin rutin dan kami selalu mengulang-ngulang hal yang sama. Kami juga semakin menghindari hal-hal baru yang bersifat adventurous. Jelas sekali bahwa kami telah terjebak dalam zona nyaman dan kami perlu untuk keluar darinya. Keluar dari zona nyaman itu kan tidak selalu berarti masuk ke zona tidak nyaman. Bisa juga berarti masuk ke zona LEBIH nyaman. 😁
Selanjutnya…

MENCINTAI KETURUNAN RASULULLAH?

Bagaimana sih seharusnya umat Islam harus bersikap terhadap keturunan Rasulullah? (Perlukah sampai harus berdoa di depan baliho seseorang yang dianggap sebagai keturunan beliau?). 😎

Ada pendapat yang MEWAJIBKAN umat Islam untuk mencintai dan menyayangi siapa saja keturunan Nabi, lepas dari apa pun perbuatannya. Biar pun buruk kelakuannya ya harus tetap dicintai. Lha wong keturunan Nabi Muhammad je…! 😎
Ada yang MEWAJIBKAN mencintai dan menyayangi mereka tapi kalau mereka berprilaku melenceng maka siapa saja yang memiliki keahlian atau kedudukan untuk memberi nasihat, hendaknya TIDAK SEGAN-SEGAN MENASIHATI dan mendorong mereka kembali menempuh jalan hidup berakhlak terpuji dan berperilaku luhur sebagai mana seharusnya keturunan Nabi.

Tapi ada pula yang tidak menerima pendapat tersebut. Mereka yang demikian berpandangan bahwa semua manusia itu sejatinya sama, hanya amal dan takwalah yang membedakannya di hadapan Allah. Buya Syafii menyebut orang-orang yang mendewakan seorang yang mengaku keturunan nabi adalah bentuk PERBUDAKAN SPIRITUAL.

“Gelar habib, dan 1.001 gelar lain yang mengaku keturunan nabi, atau keturunan raja, hulubalang/keturunan bajak laut, perompak lanun yang menjadi raja, sultan, dianggap suci oleh sebagian orang akan runtuh berkeping berhadapan dengan penegasan ayat Alquran,” kata Buya Syafii.

Bagi beliau kemuliaan manusia di sisi Allah adalah karena ketakwaannya semata. “Inna akromakum indalllahi ‘atsqookum ( Al Hujarat 13). Beliau, dan orang Muhammadiyah umumnya, menganggap Habib, Sayyid, Syarif, keturunan siapa pun tak terkecuali, kedudukannya sama seperti orang lain. Semuanya anak cucu Nabi Adam. Tak ada keistimewaan satu dengan lainnya. Dasarnya dalam AlQuran jelas. Surat Al-Baqarah 285-286 yang menyatakan: Kami tak membedakan Rasul satu dengan lainnya. Ini artinya, keturunan Nabi Adam pun kedudukannya sama dengan keturunan Nabi yang lain. Kecuali kalau ternyata ada di antara kita yang keturunan Pithecanthropus Erectus. 😁
Selanjutnya…

ALQURAN DAN SAINS

Mana yang harus kita percaya? Saya percaya dua-duanya.

Bagaimana kalau terjadi pertentangan antara keduanya? Saya tidak melihat Alquran bertentangan dengan sains. Mereka berada di lintasan yang berbeda dan tidak perlu dipertentangkan. Kita bisa mempercayai Alquran dan sekaligus sains tanpa harus membenturkan pemahaman kita antara keduanya. Untuk memahami Alquran kita perlu cara memahami dan berpikir yang berbeda dengan sains. Jadi ketika membicarakan Alquran gunakan pendekatan yang berbeda dengan ketika kita membicarakan sains.

Apakah itu mungkin? Kenapa tidak mungkin? Jutaan orang yang mengimani Alquran dan sekaligus bergelut sehari-hari dengan sains tanpa terganggu atau merasa itu sesuatu hal yang bertentangan. Analoginya adalah seperti kita mencintai anak-anak kita masing-masing 100% meski kita tahu bahwa kita tidak mungkin mencintai lebih dari 100%.

Lalu bagaimana mereka bisa merasionalisasikan hal-hal yang bertentangan di antara Alquran dan sains? Ada banyak cara. Tapi pertama-tama kita memang harus memahami bahwa kita tidak bisa menggunakan pendekatan sains dalam memahami Alquran. Begitu juga sebaliknya. Jangan memahami sains dengan menggunakan pendekatan tafsir Alquran. Itu dua hal yang berbeda jalur. Mereka yang berusaha untuk ‘mengilmiahkan Alquran’ atau ‘mengalqurankan sains’ pasti akan terbentur dan balik berputar melingkar. Itu memang tidak perlu. Pahami Alquran dengan pendekatan iman dan pahami sains dengan pendekatan ilmiah. Mari kita mempercayai bahwa Alquran dan sains memiliki kebenarannya masing-masing tanpa harus membenturkannya.

Selanjutnya…

BAGAIMANA KALAU SUKA SAMA SUKA…?!

Saya mendapat kiriman potongan video debat di TV tentang Permendikbud 30/21. Entah TV apa dan siapa saja yang berbicara karena yang dikirim hanya potongan Haikal Hassan yang mendebat dengan mengajukan pertanyaan bagaimana seandainya ada dosen yang membuka baju mahasiswinya dengan persetujuan mahasiswinya apakah itu DIBOLEHKAN? Menurutnya jika si mahasiswa setuju maka aktivitas seks itu legal dan itu artinya Permendikbud itu melegalkan perzinahan. Dalam video itu lalu dijelaskan betapa buruknya perzinahan dan Permendikbud itu dianggap melegalkan perzinahan.

Coba lihat betapa sesatnya cara berpikir orang-orang ini dan bagaimana mereka hendak menggiring masyarakat bahwa Permendikbud tersebut sesat. Jadi ini orang-orang tersesat yang menuduh orang lain tersesat. 😒

Apa sih yang mereka tolak habis-habisan itu? Frase ‘dengan persetujuan korban’. Orang-orang BODOH ini kok tidak paham sih bahwa ini Permendikbud tentang Pencegahan dan Penanganan KEKERASAN SEKSUAL dan BUKAN Permendikbud Pencegahan dan Penanganan PERZINAHAN. Tidak ada kasus PERZINAHAN di kampus. Tidak ada kasus dosen membuka baju mahasiswinya karena suka sama suka. Itu hanya ada di dalam benak Haikal Hassan dan orang-orang sejenisnya. Jadi Permendikbud ini MEMANG TIDAK membahas soal perzinahan atau aktivitas seks suka sama suka di kampus atau di lembaga pendidikan karena MEMANG TIDAK ADA KASUS SEMACAM ITU. Jadi mengapa mereka selalu berbicara soal perzinahan suka sama suka yang TIDAK TERJADI di kampus atau di lembaga pendidikan itu? 🤔
Selanjutnya…

DISKUSI PERMENDIKBUD TENTANG KEKERASAN SEKSUAL

Sobat kaypang saya, Cak Nanang, tiba-tiba mengirim surat resmi dari NU Circle untuk mengajak saya menjadi narasumber dalam diskusi NGOPI SEKSI (ngobrol Pintar Seputar Kebijakan Edukasi) melalui webinar hari Minggu kemarin. Kebetulan dia memang jadi Waketum III Korbid Pendidikan dan SDM di NU Circle (saya juga baru tahu setelah baca surat dengan tandatangannya itu) Tumben kok resmi Sute saya ini? Langsung saya iyakan. Di samping sudah lama kami tidak ngacapruk bareng dalam suasana seminar bareng, topik yang ditawarkan adalah tentang “Kontroversi Permendikbud Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual”. Ini masih hangat banget dan saya juga sudah nulis 2 artikel tentang ini di FB.

Ternyata setelah saya iyakan muncul pengumuman resminya di mana saya akan berbicara dengan Prof. DR. Rochmat Wahab, mantan Rektor UNY dan mantan Ketua Forum Rektor Indonesia, dan Pak Ferdiansyah, Anggota Komisi X DPR RI. Waduh…! Kayaknya ini serius dan bukan sekedar hahahihi seperti biasanya kalau kami tampil bareng. Sute saya sendiri malah tidak jadi pembicara. Anjrit…! Ane kena prank sute Nanang nih…! 🥺

Jadi begitulah…
Saya ngacapruk soal Permendikbud 30 ini bersama Prof DR. Rochmat Wahab dan Pak Ferdiyansyah yang datangnya agak belakangan dan menghilang duluan (namanya juga orang sibuk). Kalau mau tahu bagaimana jalannya diskusi bisa dilihat di video yang saya sertakan. 🙏
Selanjutnya…

JANGAN MENYERAH

Bagaimana Anda mengambil pelajaran dalam hidup Anda…?!

Setiap orang mengambil pelajaran dari hidup masing-masing sesuai dengan cara pandang dan kapasitas masing-masing. Meski mengalami kejadian dan peristiwa dalam hidup yang sama tapi tiap orang mengambil pelajaran atau hikmah yang berbeda dengan yang lain. Saya ingin bercerita tentang seseorang yang pernah ikut dengan saya mengelola bimbingan belajar di Surabaya pada tahun 1985. Pada tahun itu saya bersama dua orang teman mendirikan Bimbingan Belajar Airlangga Student Group (ASG) di Surabaya. Saya baru lulus dari IKIP Surabaya. Dua orang teman saya bahkan belum lulus dari kampus masing-masing.

Bimbingan belajar kami itu cukup sukses dan sempat membuka cabang di beberapa kota. Untuk tenaga pengajar kami merekrut mahasiswa dan dosen dari berbagai jurusan, khususnya dari Unair, ITS, dan IKIP Surabaya. Dosen dan mahasiswa honornya sama. Tentu saja banyak mahasiswa yang ingin ikut mengajar karena dapat honor. Siapa yang gak pingin dapat penghasilan sendiri di zaman kuliah di tahun-tahun sengsara zaman itu. Ada beberapa mahasiswa ITS, Unair, dan IKIP Surabaya yang benar-benar setiap hari datang dan ngumpul di lokasi bimjar kami itu. Kami merasa seperti saudara saja laiknya yang mangan, turu, ngajar, main bilyard bareng.
Selanjutnya…

LAGI SOAL PERMENDIKBUD NOMOR 30 TAHUN 2021
Nadiem Makarim mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah. https://muhammadiyah.or.id/

Nadiem Makarim mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah. https://muhammadiyah.or.id/

Permendikbud-Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual diteken Mendikbud pada 31 Agustus 2021. Peraturan ini, menurut Nadiem, adalah jawaban dari kegelisahan banyak pihak, terutama mahasiswa dan mahasiswi di seluruh Indonesia atas TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN KAMPUS. Baca baik-baik ya… jadi ini adalah jawaban dari tuntutan atas tindakan KEKERASAN SEKSUAL di lingkungan kampus. Jadi bukan karena maraknya perbuatan zinah di dalam kampus. Jadi kalau Anda menggiringnya ke masalah zinah itu jelas SALAH KAPRAH. Kadohan olehmu mblakrak, bro.

Jadi bagaimana dengan perzinahan di kampus? Apakah dibenarkan…?! Ya, Allah…! Kok ngomong soal perzinahan lagi sih…?! Emang di kampus ente lagi marak perzinahan?

Aturan ini menjadi pegangan bagi korban kekerasan seksual di kampus yang selama ini tidak bisa berpegangan pada hukum lainnya, kata Nadiem. Ada sejumlah keterbatasan dalam penanganan kasus kekerasan seksual apabila menggunakan KUHP, termasuk banyaknya kasus kekerasan berbasis online yang tidak diatur di KUHP. Aturan yang dikeluarkan oleh Menteri Nadiem ini punya dua tujuan utama yaitu sebagai PEDOMAN bagi Perguruan Tinggi untuk MENYUSUN kebijakan dan MENGAMBIL tindakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang terkait dengan pelaksanaan Tridharma di dalam atau di luar kampus; dan untuk menumbuhkan kehidupan kampus yang manusiawi, bermartabat, setara, inklusif, kolaboratif, serta tanpa kekerasan di antara Mahasiswa, Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Warga Kampus di Perguruan Tinggi.
Selanjutnya…

TERIMA KASIH OPUNG…! 🙏😊

Sekedar untuk mengingatkan bahwa saat ini pandemi covid di Eropa dan bbrp negara lain (termasuk Singapura dan Malaysia) sedang melejit. Kita patut bersyukur bahwa penanganan pandemi covid di Indonesia termasuk yg TERBAIK dan mendapatkan PUJIAN DUNIA. 👍😊

Oleh sebab itu kita perlu berterima kasih pada Opung LBP yang telah jungkir balik untuk mengatasi pandemi di negara kita tapi malah mendapat fitnah sebagai balasannya. Aku rapopo… 😎

Semoga Allah selalu melindungimu dari orang-orang jahat, Opung. Amin…! 🙏 Selanjutnya…