Selasa, 29 September 2021
Satria Dharma's Weblog
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
BELAJAR DARI ALQURAN: KISAH NABI YUSUF
Ilustrasi.

Ilustrasi

Saya sangat terkesan dengan kisah Nabi Yusuf. Saking terkesannya sehingga anak kedua saya beri nama Muhammad Yusuf Dharma dan kami panggil Yufi.

Salah satu kelebihan Nabi Yusuf adalah kemampuannya menakwilkan mimpi. Sekarang kemampuan ini tidak lagi diperlukan karena sains telah berkembang pesat berkat para ulama sains yang secara tekun terus menerus berupaya untuk memahami ayat-ayat Tuhan di alam semesta ini. Sekarang tanda-tanda alam (ayatullah) ditakwil dan ditafsirkan melalui ilmu pengetahuan yang saintifik. Karena kemampuannya menafsirkan mimpi raja yang tidak dapat dipahami oleh semua pembesar dan pejabat kerajaan Mesir waktu itu maka Yusuf akhirnya diangkat menjadi pejabat istana. Padahal Yusuf saat itu sedang dipenjara karena tuduhan fitnah yang ditujukan padanya oleh Zulaikha, istri tuannya yang mengangkatnya menjadi anak.

Nabi Yusuf itu kan ceritanya dipenjarakan karena kasus tuduhan melakukan upaya skandal seks dengan istri tuannya yang mengangkatnya sebagai anak. Nama istri tuannya itu Zulaikha. Nama panggilannya entah Zoey, Zulay atau Zeyca, tak ada yang tahu. Beliau bertahun-tahun dipenjara sampai kasus ia mampu menjelaskan mimpi horror Raja Mesir. Raja Mesir dihantui oleh mimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan tujuh ekor sapi betina yang kurus, juga ada tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai gandum yang kering. Hanya Yusuf yang mampu menguak dan membongkar misteri dibalik mimpi horor tersebut. Karena terkesan akhirnya Raja Mesir mengutus orang agar Yusuf dihadirkan di hadapannya.

Namun Yusuf, melalui utusan tersebut, meminta agar Raja terlebih dahulu menanyakan pada para perempuan mengenai masalah atau kasus Yusuf sampai dipenjara tersebut. Selanjutnya…

APAKAH HIDUP ANDA CUKUP BERMAKNA?
Ilustrasi. Buya Hamka. Hidup bermakna.

Ilustrasi. Buya Hamka. Hidup bermakna.

Setiap hari saya bangun dan bertanya pada diri saya apakah hidup saya cukup bermakna. Mengapa? Karena saya YAKIN bahwa Tuhan menghidupkan saya dengan tujuan yang juga saya yakini yaitu agar hidup saya punya makna. Kalau ternyata hidup saya, hari-hari yang saya lalui, tidak cukup bermakna maka itu jelas sebuah kesalahan dalam hidup saya. Tuhan tidaklah menciptakan saya tanpa tujuan atau sekedar iseng.

Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu hanya main-main (tanpa ada maksud), kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”(QS. Al-Mukminun ayat 115). Tujuan Allah menciptakan saya adalah agar saya memberi makna pada hidup saya. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat ayat 56). Memberi makna pada hidup saya adalah IBADAH sebagaimana yang diinginkan oleh Tuhan pada saya.

Jadi saya selalu bangun dengan sebuah kesadaran untuk memberi makna pada hidup saya. Cara memberi makna pada hidup saya adalah dengan menciptakan dan membangun manfaat, baik itu bagi diri saya mau pun bagi alam semesta. Jika saya melakukan sesuatu yang tidak memberi manfaat baik bagi diri saya mau pun bagi orang lain dan lingkungan maka itu berarti saya telah mengkhianati tujuan dari penciptaan saya ke bumi ini. “Saya diciptakan untuk memberi manfaat bagi diri saya dan alam semesta,” demikian saya selalu mensugesti diri saya agar saya selalu ingat dan sadar pada visi dan misi hidup saya.

Tentu saja saya juga masih melakukan hal-hal bodoh, zalim, dan kufur nikmat. It’s in the gene. Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa manusia itu zalim dan kufur nikmat. Makanya manusia itu sering melakukan hal-hal yang merugikan dirinya. Dalam hal semacam ini maka saya selalu berdialog dengan diri saya dan bertanya, “Mengapa kamu lakukan hal ini padahal kamu tahu bahwa itu tidak benar dan tidak sesuai dengan visi dan misi hidupmu?” Maka ego dan nafsu saya akan membantah hati kecil saya dan mengatakan, “Karena kita adalah manusia biasa yang tidak lepas dari nafsu dan keinginan. We’re not angel. Are you…?! Sometimes we’re also evil. Aren’t we…?!” Maka sibuklah diri saya saling bantah membantah. Selanjutnya…

MATEMATIKA YANG TIDAK ADA MATEMATIKANYA
Ilustrasi

Ilustrasi

Sobat ambyar saya, Ahmad ‘Sunanang’Rizali, mencak-mencak melihat seorang artis sinetron Prilly mengajar matematika di video Ruang Guru yang oleh para teman-teman matematikawan dianggap ‘mengajar matematika yang tidak ada matematikanya’. Jadi semacam mie ayam yang tidak ada ayamnya. Dan saya tertawa ngakak… Sepurane yo, bro.

Ente iki terlalu bersemangat nggebuki Kemendikbud sehingga lupa bahwa masalah ‘mengajar matematika tanpa matematika’ kan memang sudah lama kita gebuki bersama dulu ketika kita masih gagah dan menyoren pedang. Peno sampai sekarang masih menyoren pedang makane sik kudu ngamuk ae. Wakakakak…! Aku ngakak maneh yo, bro.

Begini lho, bro….

Ingat nggak ketika kita dulu beramai-ramai menggugat Kemdikbud untuk menghapus Ujian Nasional? Kita bersama belasan pendekar pendidikan malah bikin buku khusus dengan judul “Buku Hitam Ujian Nasional” yang diterbitkan oleh Penerbit Resist pada tahun 2012. (Sekedar informasi bagi yang lain Ini adalah buku keroyokan yang ditulis oleh banyak aktivis pendidikan yang anti pada ujian nasional. Buku ini diterbitkan oleh Resist Book, Yogyakarta pada tahun 2012 dan tebalnya 387 halaman. Buku ini adalah ungkapan penentangan kami, para aktivis pendidikan seperti Dr. Ahmad Muhlis (ITB), Iwan Pranoto PhD (ITB), Ir. Ahmad Rizali MSc (Pertamina Foundation), Dhitta Putti Saraswati, Heru Widiatmo PhD (Iowa University), Elin Driana PhD (Ohio University), Prof. Dr. H. Soedijarto MA, Prof. Dr. Daniel Rosyid PhD (ITS), dll pada Ujian Nasional. Tulisan-tulisan di buku ini sangat pedas dan tanpa tedeng aling-aling dalam mengecam pelaksanaan Ujian Nasional.) Selanjutnya…

ATOMIC HABITS

Ini sebuah buku keren yang baru saja saya baca dan ingin saya rekomendasikan pada siapa saja yang ingin membuat perubahan dalam hidupnya (Hallo anak-anakku…! I really want you to read this very useful book). 😍

Anda ingin menjadi pembaca buku tapi tidak pernah suka membaca?

Anda ingin menjadi penulis padahal belum pernah menulis satu paragraf pun?

Anda ingin menjadi olahragawan padahal Anda sangat malas bergerak? Ingin tubuh yang ideal? Menguasai bahasa asing?

Baca buku ini…! 🙏😊 Selanjutnya…

PENGKHIANAT DI WAKTU PERANG

Pengkhianat bangsa itu selalu ada dalam setiap zaman tapi para pengkhianat di zaman perang adalah yang terburuk. Saat ini kita sedang berperang melawan pandemi Covid 19 dan pemerintah bersama seluruh warga yang waras dan mencintai bangsa dan negaranya mati-matian bertahan dari serbuan wabah ini. Ratusan trilyun dana APBN telah digelontorkan demi memenangkan perang melawan wabah ini. Kita semua bertekad bahwa kita harus memenangkan perang ini dan tidak boleh kalah meski kita terus menerus menderita di beberapa pertempuran.

Tapi ternyata ada pengkhianat di antara kita. Mereka adalah kelompok-kelompok tertentu yang menyerukan agar Presiden Jokowi menyerah dan mundur dari jabatannya.

Mereka yang menyerukan agar Presiden menyerah adalah para pengkhianat yang nyata. Mereka adalah para pengkhianat bangsa yang harus kita lawan dan hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Orang-orang seperti ini sungguh tidak layak diperlakukan dengan sikap toleran. Pengkhianatan di saat perang tidak bisa ditolerir.

Seandainya Mustafa Kemal Pasha menyerah pada waktu perang melawan Sekutu dulu maka hari ini tidak akan ada negara Turki yang merdeka. Pada Perang Dunia I Kesultanan Utsmaniyah, yang dianggap sebagai kekhilafahan Islam terakhir di dunia, terjun ikut perang dan berada di pihak Jerman melawan Sekutu. Pihak Jerman dan Kesultanan Utsmaniyah akhirnya kalah dan menyerah pada Sekutu. Ottoman Turki kalah dan sejumlah daerah kekuasaannya menjadi rebutan Sekutu. Perancis mendapat bagian di Suriah, Inggris menerima mandat Palestina. Pada 10 Agustus 1920, utusan Mehmed VI, Sultan Ottoman terakhir, menandatangani Perjanjian Sevres berisi pengakuan atas mandat daerah yang diberikan sekaligus mengakui Hejaz sebagai daerah merdeka. Mustafa Kemal Attaturk menolak untuk menyerahkan Turki pada Sekutu.
Selanjutnya…

MIMPI DI SAAT KENA COVID 19

Ketika saya terkena Covid 19 beberapa bulan yang lalu saya mengalami hal aneh, yaitu saya bermimpi bertemu dengan Ibu, adik, tante, dan teman-teman yang sudah wafat. Itu dua mimpi yang terpisah.

Saya bermimpi bertemu dan ngobrol gayeng berempat dengan Ibu, Tante, dan adik saya yang semuanya sudah wafat bertahun-tahun yang lalu. Hanya kami berempat. Tak ada saudara yang lain. Padahal kami bersaudara 11 orang. Pada waktu ngobrol berempat itu saya tidak merasakan keanehan atau sadar bahwa mereka sudah tiada semua. Kami ngobrol seperti ketika mereka semua masih hidup. Sungguh menyenangkan rasanya bisa ngobrol dengan mereka kembali. 😁

Selain bermimpi bertemu dengan mereka saya juga bermimpi bertemu dengan dua teman kuliah saya yang juga sudah tiada. Hanya kami bertiga. Tak ada teman yang lain. Dalam mimpi itu salah seorang teman naik ke atap bangunan yang tinggi dan mengajak saya ikut naik bersamanya. Saya mencari-cari tangga tapi tidak menemukannya. Saya heran bagaimana teman saya tersebut bisa naik ke atas atap.
Selanjutnya…

KAUM TAK BERIMAN

Ketika banjir akhirnya datang semua pengikut Nabi Nuh menaiki kapal yang telah dibuat bertahun-tahun sebelumnya itu. Nabi Nuh dan pengikutnya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana yang telah diramalkan akan datang tersebut. Tapi tidak dengan anak Nabi Nuh sendiri. Ia tidak mau ikut dalam kapal tersebut. Ia tidak yakin dengan kapal tersebut dan lebih yakin bahwa naik ke gunung akan menyelamatkannya. Ia tidak MENGIMANI ikhtiar yang telah dilakukan oleh ayahnya dan para pengikutnya selama bertahun-tahun tersebut. Dan ia pun tenggelam bersama KAUM TAK BERIMAN lainnya.

Nabi Muhammad meminta umatnya untuk menghindar dan menjauhi wabah dan tidak malah mendatanginya atau bersikap seolah-olah tidak mungkin tertular hanya karena merasa beriman kepada Tuhan. Jika ada umatnya yang tidak patuh pada IKHTIAR yang dianjurkan oleh Nabi maka sebenarnya mereka termasuk dalam golongan KAUM TAK BERIMAN.

Islam juga menganjurkan umatnya untuk berobat dan membentengi diri dari terkena penyakit. Jika kita memiliki gejala penyakit menular, maka janganlah membahayakan orang lain dengan menularinya. Rasulullah SAW bersabda: Tidak boleh membahayakan orang lain dan tidak boleh membahayakan diri sendiri (HR. Malik no. 1435). Mereka yang tidak mengikuti anjuran Nabi ini sebenarnya masuk dalam golongan KAUM TAK BERIMAN.

Pandemi ini membuat kita melek. Banyak orang yang menggunakan dalil-dalil agama, bahkan yang berstatus ustad sekalipun, yang justru menunjukkan bahwa mereka sebenarnya adalah golongan KAUM TAK BERIMAN. Selanjutnya…

QURBAN DI IDHUL ADHA
Sumber: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/ZkeBxx7K-muhammadiyah-imbau-sembelih-hewan-kurban-diganti-uang

Sumber: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/ZkeBxx7K-muhammadiyah-imbau-sembelih-hewan-kurban-diganti-uang

Apakah keluarga Anda mengadakan qurban seperti biasanya di tahun ini? Selamat…! 🙏

Kami memutuskan untuk tidak memotong binatang qurban tahun ini. Kami berencana membagi-bagikan uangnya saja untuk tetangga dan teman yang sangat membutuhkan. Saat ini kehidupan mereka semakin sulit karena pandemi dan mereka jauh lebih membutuhkan dana berupa uang tunai ketimbang daging qurban.

Saya pikir jika kita bagikan daging qurban maka paling banter akan dinikmati tiga hari oleh penerimanya. Itu pun mereka harus keluar dana untuk beli bumbu dll. Kalau bentuknya uang maka bisa diirit oleh mereka dan akan dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Selain itu jika dalam bentuk uang maka bisa kita berikan pada orang yang jauh bahkan di luar pulau sekali pun. Daging kambing/sapi tidak bisa dikirim ke luar kota.

Saya sepakat dengan Muhammadiyah. 🙏

Jakarta: Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengimbau agar masyarakat mengganti sedekah hewan kurban dengan uang. Karena pandemi virus korona (covid-19) menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatkan jumlah kaum duafa.

“Karena itu sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam surat edaran PP Muhammadiyah tentang Tuntutan Ibadah Puasa Arafah, Iduladha, Kurban, dan Protokol Ibadah Kurban pada Masa Pandemi Covid-19, Minggu, 28 Juni 2020.

ULAMA NIR-ILMU

Beberapa kali saya menerima kiriman video ceramah ustad yang meremehkan bahayanya virus Corona dan mengejek orang yang takut pada virus ini. Menurut mereka virus tidak perlu ditakuti dan hanya Tuhan yang patut ditakuti. Menurut mereka orang yang beriman itu semestinya hanya takut pada Tuhan dan tidak takut pada virus karena virus adalah tentara Tuhan yang tidak akan menyerang orang yang beriman. 😳

Jelas mereka adalah ulama yang nir-ilmu, alias berkata tanpa memiliki ilmu dan asal bicara saja. 🙄

Mengapa demikian? Karena nabi Muhammad sendiri pernah menyatakan, “Larilah dari orang kena penyakit menular seperti engkau lari dari singa” (HR. Bukhari no. 5707). Apa artinya? Artinya kita HARUS TAKUT dan menjauhkan diri dari wabah atau penyakit yang menular seperti Covid 19 ini sebagaimana kita takut pada singa. Kita disuruh lari oleh Rasulullah dan sangat menjaga diri dari wabah.

Jika kita memiliki gejala penyakit menular, maka janganlah membahayakan orang lain dengan menularinya. Rasulullah SAW bersabda: Tidak boleh membahayakan orang lain dan tidak boleh membahayakan diri sendiri (HR. Malik no. 1435).
Selanjutnya…

AKU BENCI SEMBILAN NAGA

Seorang teman terang-terangan bilang bahwa dia benci pada keturunan China karena mereka menguasai perekonomian negara kita.

“90% perekonomian kita dikuasai oleh mereka, utamanya oleh Sembilan Naga.” Katanya dengan sewot sambil sok tahu apa itu Sembilan Naga.

“Kan memang itu yang kita kehendaki?”, jawab saya dengan slow. Tentu saja dia jengkel dengan jawaban saya tersebut.

“Maksudmu…?! ,” tanyanya dengan nada sewot.

“Kan yang lain sudah kita kuasai dan kita tidak memberi kesempatan pada warga keturunan China, kecuali di bidang ekonomi.” jawab saya.

“Semua bidang yang lain itu kita kuasai sepenuhnya, 99.9%. Coba perhatikan dari jutaan orang yang bergerak di bidang politik ada berapa gelintir sih warga keturunan China? Lha wong ada Ahok satu saja yang memusuhi sampai jutaan orang gitu lho! Para kepala daerah dan wakilnya, para ketua DPR, DPRD, dan anggotanya dari Sabang sampai Merauke itu semua orang kita. hampir tidak ada yang keturunan China.

Bidang Militer apa lagi… Dari ratusan ribu orang yang bekerja di Hankam dan TNI, ada nggak yang keturunan China?

Bidang keamanan begitu juga… Dari ratusan ribu orang yang bekerja di Kepolisian, ada berapa sih yang keturunan China? Lha wong ada satu Brigjen Polisi keturunan China aja sudah difitnah anaknya presiden China. Satpam dan Sekuriti juga kita kuasai sepenuhnya. Gak pernah deh saya lihat ada sekuriti sing Cino.

Bidang hukum sami mawon. Siapa yang menguasai Kehakiman dan Kejaksaan? Ada nggak orang keturunan Chinanya? Selanjutnya…