Senin, 02 Juni 2020
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
BUKU HARIAN YUFI

Berikut ini adalah Buku Harian Yufi, adik Yubi, yang lahir 3 ½ tahun setelah kakaknya. Saya sudah keluar dari PT Badak NGL Co hampir setahun sebelumnya dan bekerja di Yayasan Airlangga Balikpapan, lembaga pendidikan yang saya dirikan bersama keluarga di Balikpapan. Saat Yufi mau lahir kami putuskan untuk melahirkannya di Surabaya. Kami tinggal di Bratang Gede bersama dengan keluarga mertua.

YUFI

Yufi, atau lengkapnya Muhammad Yusuf Dharma, lahir pada hari Minggu, 27 April 1997, pada jam 10:50 pagi. Berat badannya 3550 gr, 550 gram lebih berat daripada Yubi kakaknya dengan panjang 51 cm, 3 cm lebih panjang dari yubi.
Ia menangis keras-keras ketika dibersihkan tapi setelah itu diam ketika dibungkus dengan kain hangat. Hari-hari berikutnya ia hanya akan menangis jika merasa kedinginan tapi lantas terdiam jika sudah dibungkus selimut. Yufi tampaknya lebih ‘diam’ dibanding kakaknya yang menangis setiap malam pada minggu-minggu pertamanya.
Wajahnya mirip sekali dengan Yubi kecuali bahwa kulitnya lebih hitam. Dibanding Yubi yang tampak manis dan imut-imut, wajah Yufi tampak lebih tegas.

Ketika dokter diberitahu bahwa kakaknya terkena TB dan masih dalam perawatan, dokter akhirnya memberinya juga obat TB berupa bubuk yang harus diminumkan padanya setiap hari selama 15 hari. Saya terkadang merasa tidak tega melihatnya harus minum obat yang mestinya pahit tersebut. Tapi ia dengan mudah meminumnya,
Selanjutnya…

BUKU HARIAN YUBI

Selain menulis buku harian untuk pribadi, saya juga menulis buku harian atau catatan harian tentang anak-anak saya, Yubi dan Yufi. Dan itu saya lakukan sejak kelahiran mereka dalam buku harian terpisah. Mungkin suatu saat jika Anda punya anak lagi Anda tertarik untuk melakukan hal yang sama.

Berikut ini adalah catatan tentang Yubi, anak sulung kami. Waktu itu kami masih tinggal di Bontang.

YUBI

Anak kami Muhammad Ayyub Dharma dengan nama panggilan Yubi lahir pada tanggal 28 Oktober 1993, Kamis jam 10.52. Ia lahir 9 hari lebih lambat daripada perhitungan kami. Berdasarkan perhitungan kami ia mestinya lahir pada tanggal 19 Oktober yang lalu. Tapi pada hari itu mulas pun tidak istriku. Penyebab yang dituding adalah kurangnya gerak dari si ibu sehingga si anak belum juga turun pada posisi lahir. Pada saat itu keputusan yang diambil oleh dokter Rahmi adalah periksa pada dokter Heru, dokter spesialis kandungan, pada hari Rabu 27 Oktober.

Sebetulnya kami berharap bahwa si anak bakal sudah lahir sebelum tanggal itu tapi nyatanya sampai tanggal itu pun istriku belum merasa mulas sama sekali. Setelah pemeriksaan singkat dokter Heru lantas memutuskan agar istriku diinduksi agar si bayi segera keluar. Alasannya tidak baik kalau terlalu lama dalam perut. Bagi saya sih tidak jadi masalah yang penting si anak dan ibu tetap selamat. Hanya istriku yang agak cemas karena bagaimanapun this is not a natural way.
Selanjutnya…

BUKU HARIAN (Part 2)

Pada episode ini saya hanya akan mengambil beberapa hari tertentu dari apa yang saya tulis dalam Buku Harian saya. Saya akan lompat-lompat agar tidak terasa membosankan.
Enjoy…! 🙏😊

PROLOG:

Bontang, di mana saya tinggal saat itu, adalah sebuah kota kecil di Kalimantan Timur yang hidup karena adanya dua perusahaan besar, yaitu PT Badak NGL Co yang memproduksi gas cair untuk diekspor ke LN, dan PT Pupuk Kaltim yang memproduksi pupuk dan berbagai jenis turunannya. Dua perusahaan besar ini memiliki komplek dan perkantoran masing-masing dan warga yang non-karyawan dua perusahaan itu tinggal di luar kompleks. Ketika kota ini semakin berkembang akhirnya dijadikan Kota Administratif dengan Walikota (Administratif) sebagai kepala daerahnya. Tentu saja sebagai kota Bontang memiliki segala fasilitas yang dibutuhkan seperti kantor pemerintahan, kantor polisi, perbankan, kompleks pertokoan, pasar, pelabuhan, dan bahkan ada kompleks militer khusus obvit yang memiliki persenjataan peluru kendali (rudal) untuk menjaga dua perusahaan besar vital tersebut.

Kompleks PT Badak sendiri adalah semacam kota mandiri yang terletak persis di teluk yang menjorok dan memiliki pemandangan yang sangat indah. Kompleks ini memiliki semua fasilitas yang dibutuhkan oleh perusahaan, karyawan, dan keluarganya. Kantornya terbagi dalam beberapa departemen yang terpisah dan kantor pusatnya terletak di tengah kompleks dengan gedung bertingkat yang megah. Kami menyebutnya Gedung Putih. Kantornya sangat keren.

Di sinilah General Manager dan beberapa departemen yang bersifat administratif dan keuangan berada. Kantor departemen lain seperti Maintenance, Logistik, Operation, Services, dll punya kantor masing-masing yang tersebar di dalam kompleks.
Selanjutnya…

BUKU HARIAN

Buku Harian saya ketemu…! 😀 It’s Anno 1990. Jadi ini adalah diary saya tiga puluh tahun yang lalu…! 😊

Saya memang suka menulis Diary atau Buku Harian. Eto-etokke kayak Soe Hok Gie dan Ahmad Wahib. Tapi tentu saja saya tidak menuliskan pergolakan pemikiran-pemikiran atau idealisme pemuda pemberontak macam mereka. Kemelipen bagi saya yang hanya a common teacher… Saya hanya menuliskan apa yang saya lakukan sehari-hari. Tinimbang gak blas…! 😀

Karena sering pindah maka buku-buku harian saya entah terselip di mana. Mungkin ada di gudang buku-buku dan tumpukan dokumen yang satu kamar penuh yang melihatnya saja saya sudah mau muntah.
Tapi waktu saya ke Balikpapan saya menemukan beberapa di antaranya. Salah satunya adalah buku harian ketika saya masuk bekerja pertama kali di Bontang International School, PT Badak NGL Co, Bontang, Kalimantan Timur.

Prolog :
– Tahun 1986 saya kena skors karena tidak mau masuk Golkar dan dinon-edukatifkan. Dilempar ke kantor Depdikbudcam Rungkut tanpa job dan posisi. Tapi juga tidak dipecat sebagai PNS. Saya sudah mengajar delapan tahun di SMP dan SMA dengan golongan II/b. Sudah sarjana sejak 1984 tapi belum sempat penyesuaian ke III/a. Empat tahun saya jadi PNS tanpa tugas dan posisi. Gaji sebagai PNS selalu saya kembalikan ke kantor walau pun awalnya saya terima dan sedekahkan pada teman yang membutuhkan.

– Tahun 1990 saya melamar ke Bontang International School PT Badak NGL Co lewat tes di Jakarta dan diterima. Saat itu saya sudah punya Bimbingan Belajar sendiri bernama Airlangga Student Group (ASG) di Surabaya dan punya cabang di 4 kota di Jawa Timur. Tapi saya bosan dan ingin merasakan kehidupan yang lain sama sekali. Jadi diterima bekerja sebagai guru sekolah internasional mengajar anak-anak ekspatriat di Bontang yang terletak di tengah belantara Kalimantan Timur really sounds exotic. 😊

Berikut ini kisah awalnya…
Selanjutnya…

SAATNYA MENERAPKAN STRATEGI SUN TZU

Pernah dengar strategi perang Sun Tzu? Kata Sun Tzu: “Memenangkan seratus kemenangan dalam seratus pertarungan bukanlah keunggulan tertinggi. Justru menundukkan dan mengalahkan musuh tanpa bertarung adalah keunggulan tertinggi ” 🙏😊

Jadi jangan merasa hebat hanya karena berhasil memenangkan seratus pertarungan dan pertempuran. Tapi jika kita bisa memenangkan peperangan tanpa harus bertempur maka itulah sesungguhnya kemenangan sejati. Ciamik kan…! 👍😀

Saat ini adalah saat yang paling tepat untuk menerapkan strategi Sun Tzu ini. Kita saat ini sedang berperang melawan wabah virus Covid 19, sebagaimana semua negara lain juga.

Strategi paling tepat untuk memenangkan perang melawan virus ini adalah justru MENGHINDARINYA. Kita tidak perlu bertempur dengan virus ini dengan cara menghindarinya. Mari kita leyeh-leyeh di rumah dan tidak usah keluar dengan resiko bertemu dengan virus ini. Kita jauhi virus ini dan jangan biarkan tubuh kita harus bertempur melawannya. Kalau tak ada lagi lawan yang harus dihadapinya maka virus ini akan mati sendiri.
Selanjutnya…

BEST MOMENT FOR THE EARTH AND US

Anda boleh percaya atau tidak tapi sekarang adalah juga SAAT YANG PALING TEPAT untuk hal-hal tertentu.
Saat ini adalah saat yang paling tepat bagi bumi ini untuk menyembuhkan dirinya dari kerusakan-kerusakan yang telah dilakukan manusia. Saatnya bagi bumi untuk bernapas lebih lega.

Di negara-negara dengan polusi yang parah udara sekarang sangat bersih. Kanal Besar Venesia, yang biasanya dilalui oleh lalu lintas kapal, airnya tampak jernih. Di Seattle, New York, Los Angeles, Chicago dan Atlanta, kabut polusi menghilang. Bahkan emisi karbon global telah turun. Coronavirus telah menyebabkan penghentian aktivitas ekonomi yang merusak bumi dengan cara yang mencengangkan dan pengurangan drastis dalam penggunaan bahan bakar fosil. Di Cina, langkah-langkah untuk menghentikan virus pada bulan Februari saja menyebabkan penurunan emisi karbon sekitar 25 persen. Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih memperkirakan bahwa ini setara dengan 200 juta ton karbon dioksida – lebih dari setengah emisi tahunan Inggris. Dalam jangka pendek, respons terhadap pandemi tampaknya memiliki efek positif pada emisi.

Ada banyak hal yang mau ‘disembuhkan’ oleh wabah ini. Kita hanya perlu memperhatikan dan memikirkannya. Tuhan jelas hendak menunjukkan kasih dan sayangNya pada semua mahluknya dibalik musibah yang ditimpakannya. Perhatikanlah baik-baik dengan pikirkanlah dengan tenang agar kita mendapatkan hikmahnya. 🙏

Bagi saya wabah ini hendak mengingatkan kita bahwa sekarang ini adalah SAAT YANG PALING TEPAT UNTUK BERBAGI. Jika ada yang melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk mengeruk keuntungan dan memperkaya diri maka itulah musibah yang sesungguhnya. 😞 Selanjutnya…

FALSE MESSAGE

Rupanya inisiatif untuk mengadakan ‘Desinfectant Chamber’ atau Ruang Penyemprotan yang dilakukan oleh komunitas dan pemerintah untuk mengurangi resiko terkena Covid-19 memberikan PESAN YANG SALAH pada masyarakat.

Masyarakat MENGIRA bahwa jika sudah disemprot desinfektan maka mereka sudah bebas tidak akan tertular dan juga tidak akan menularkan virus Covid-19 ini. Oleh sebab itu mereka merasa bebas dari keharusan untuk physical distancing atau pun social distancing. Mereka merasa sudah bebas untuk salat berjamaah lagi di masjid seperti biasanya, bebas mengadakan mantenan, bebas untuk memgadakan pengajian, bebas untuk melaksanakan seminar, bebas berkumpul kongkow-kongkow, dlsb. Ini jelas pemahaman yang SALAH DAN BERBAHAYA.

COVID-19 dan wabah virus atau bakteri lain bisa tersebar melalui udara. Tetapi berdasarkan hasil penelitian melakukan desinfeksi udara pada kota dan lingkungan TIDAK TERBUKTI EFEKTIF untuk pengendalian penyakit dan PERLU DIHENTIKAN. Praktek penyemprotan desinfektan dan alkohol yang tersebar luas di udara, di jalan, kendaraan, dan orang TIDAK BERMANFAAT. Selain itu, alkohol dan desinfektan dalam jumlah besar berpotensi berbahaya bagi manusia dan HARUS DIHINDARI. (baca artikel di sini) Selanjutnya…

KABAR BAIK DARI PRANCIS (dan dari rumah saya) 🙏😊

Sebuah penelitian yang ditugaskan oleh pemerintah Prancis, mengkonfirmasikan bahwa kombinasi obat anti-malaria Hydroxychloroquine (HCQ) dan Azithromycin efektif dalam mengobati pasien COVID-19. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Antimicrobial Agents, terapi kombinasi kedua obat tersebut menunjukkan hasil yang signifikan dan menjanjikan dalam pengobatan coronavirus pada 36 pasien COVID-19.

Penelitian, yang dilakukan dan dipimpin oleh Philippe Gautreta, et. al di Marseille, Prancis, menunjukkan bahwa 100% pasien yang menerima kombinasi HCQ dan Azithromycin dinyatakan negatif dan secara virologis sembuh dalam 6 hari pengobatan. “Di antara pasien yang diobati dengan hydroxychloroquine, enam pasien menerima azithromycin (500mg pada hari pertama diikuti 250mg per hari, empat hari berikutnya) untuk mencegah infeksi super bakteri di bawah kendali elektrokardiogram harian,” demikian kata tim tersebut.

Dalam sebuah penelitian yang baru-baru ini dirilis ke publik, Gautreta dan tim penelitinya merawat 20 pasien dengan 600 miligram hidroksi kloroquine setiap hari di rumah sakit antara awal dan pertengahan Maret. Tergantung pada gejalanya, pasien coronovirus menerima kombinasi HCQ dan Azithromycin, antibiotik yang melawan bakteri dan digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi pernapasan, infeksi kulit, infeksi telinga, infeksi mata, dan seksual. penyakit menular.
16 pasien yang tersisa tidak diberi obat sebagai kontrol. Setelah 6 hari, persentase kasus yang masih membawa SRAS-CoV-2 di antara pasien yang diberi terapi kombinasi hydroxychloroquine dan Azithromycin, tidak lebih dari 5%. Terapi kombinasi ini berkinerja lebih baik daripada pasien yang hanya menggunakan choloroquine.
Selanjutnya…

SUSPECT COVID 19…?!

Beberapa hari ini hati saya benar-benar kebat-kebit. Apalagi kalau bukan perkara viruscorona. Rasanya kayak paranoid aja…🙄

Yufi, anak kedua saya, sekarang kuliah sambil kerja di Bali. Karena Bali adalah tempat para turis asing banyak berkumpul maka saya tentu cemas. Kalau bisa sih saya berharap agar dia stay at homelah sampai Covid 19 ini berlalu, entah berapa lama. Tapi kan gak bisa karena dia kuliah dan sekaligus bekerja.

Ketika kampusnya akhirnya diliburkan ia belum bisa pulang ke Surabaya karena kantornya masih buka. Tapi ketika Jum’at kemarin kantornya meliburkannya maka ia langsung balik ke Surabaya.

Yang membuat kami orang tuanya cemas adalah bahwa sebelum pulang dia bilang bahwa tubuhnya demam, batuk-batuk, dadanya sesak, dan badannya sakit semua. Walah…! Kok kayak gejala kena Covid 19 nih! Jangan-jangan… 😳

Kami pun mulai cemas dan bimbang. Ini anak disuruh stay di Bali atau suruh balik ke Surabaya ya…?! Tapi karena pertimbangan perawatan akan lebih baik kalau di Surabaya maka ia kami bolehkan untuk pulang ke Surabaya. Lagipula dia sudah beli tiket pulang Jum’at itu.
Selanjutnya…

PESAN INDAH DARI BILL GATES

Saya sangat percaya bahwa ada tujuan spiritual di balik segala sesuatu yang terjadi, apakah itu yang kita anggap baik atau pun buruk. Ketika saya merenungkan hal ini, saya ingin berbagi dengan Anda apa yang saya rasa benar-benar dilakukan oleh virus Covid-19 kepada kita:

1) Virus ini mengingatkan kita bahwa kita semua sama, terlepas dari budaya, agama, pekerjaan, situasi keuangan kita, atau seberapa terkenal kita. Penyakit ini memperlakukan kita semua sama, sebagaimana kita juga harus melakukannya terhadap sesama. Jika Anda tidak percaya kepada saya, tanyakan saja kepada Tom Hanks.

2) Ini mengingatkan kita bahwa kita semua terhubung dan sesuatu yang mempengaruhi satu orang berpengaruh pada orang lain. Ini mengingatkan kita bahwa perbatasan palsu yang kita pasang tidak ada artinya karena virus ini tidak memerlukan paspor. Ini mengingatkan kita, dengan memaksa kita dalam waktu yang singkat, pada orang-orang di dunia ini yang seluruh hidupnya berada dalam penindasan.

3) Ini mengingatkan kita tentang betapa berharganya kesehatan kita dan bagaimana kita selama ini telah mengabaikannya dengan memakan makanan dengan gizi yang diproduksi dengan buruk dan air minum yang terkontaminasi bahan kimia oleh peralatan berbahan kimia. Jika kita tidak menjaga kesehatan kita, tentu saja kita akan jatuh sakit.
Selanjutnya…