Saya nonton video Permadi Arya yang bersumpah sebagai umat Islam tidak mau mendukung Palestina dengan alasan karena di negeri sendiri saja zionis syariah menindas minoritas. Saya sampai melongo menontonnya. Apakah Permadi Arya tidak sadar ketika menyatakan hal tersebut? Apakah otaknya sedang korslet…?!
Sebenarnya saya kagum dengan Permadi Arya alias Abu Janda ini. Dia adalah sosok yang langka yang berani menentang penindasan dan kesewenang-wenangan umat Islam pada umat nonis. Keberaniannya luar biasa dan saya selalu berkata dalam hati bahwa dibutuhkan lebih banyak umat Islam yang berani mengoreksi dan sekaligus menentang penindasan umat Islam pada umat lain dengan vocal seperti Permadi Arya ini. Saya selalu memberikan emot ‘love’ pada postingan atau pun videonya.
Tapi apa yang disampaikannya soal Palestina benar-benar membuat saya heran bin ketenggengen. Lha kok Pejuang Pembela Kaum yang Tertindas malah berbalik punggung begini…?! Kok bisa seorang yang mengaku Pembela Kaum Tertindas malah berbalik membela negara penindas dan penjahat keji seperti Israel? Sedang korsletkah otaknya…?!
Pada saat berdebat dengan Dina Sulaeman Permadi Arya jelas-jelas ngawur mengatakan bahwa bangsa Palestina belum ada ketika Israel menyatakan kemerdekaannya. Padahal Bangsa Palestina adalah penduduk asli wilayah Palestina (Levant) yang merupakan keturunan dari berbagai gelombang penduduk kuno, dengan akar tertua berasal dari bangsa Kanaan yang bermigrasi dari Jazirah Arab sekitar 3000-2500 SM. Mereka adalah campuran etnis dari penduduk lokal asli serta gelombang imigran sepanjang sejarah, termasuk Filistin, Amori, Arab, dan kelompok Semit lainnya. Cek saja di Wiki atau mana pun. Justru warga Israel yang ada sekarang ini adalah para imigran yang berdatangan dari seluruh dunia ke Palestina.
ISRAEL BERBAIK HATI?
Yang lebih ngawur lagi adalah ketika ia menganggap bahwa Israel telah berbaik hati kepada warga Gaza dengan keluar dari pendudukannya di Gaza pada tahun 2005. Israel sendiri telah menjajah Gaza sejak tahun 1967. Permadi Arya tampaknya SENGAJA menutupi fakta bahwa Israel keluar dari PENDUDUKANNYA di Gaza pada tahun 2005 karena tekanan dunia internasional. Jadi sama dengan Indonesia yang TERPAKSA melakukan referendum pada warga Timtim karena tekanan internasional karena Indonesia dianggap menjajah Timtim. Jadi apa yang dilakukan Israel di tahun 2005 sama persis dengan yang dilakukan oleh Indonesia di Timtim. Bedanya adalah meski penjajahannya ditinggalkan tapi Gaza MASIH TERUS DIKUASAI oleh Israel yang artinya Gaza masih DIJAJAH oleh Israel. Kalau Indonesia kan benar-benar keluar dari Timtim. Itulah sebabnya maka dunia meneriakkan FREE PALESTINE pada Israel. Mosok hal sesederhana ini Permadi Arya yang katanya serius mempelajari sejarah Palestina dan bahkan pernah ke Israel tidak paham. Ini jelas memalukan.
Baca ini. “In 2005, Israel disengaged from the Gaza Strip by dismantling all 21 Israeli settlements there.[1] Nonetheless, the Gaza Strip has continued to be regarded by the United Nations, many other international humanitarian and legal organizations, and most academic commentators as being under Israeli occupation due to Israel’s active control over the territory’s external affairs, as affirmed by the 2024 International Court of Justice advisory opinion.[2] Historically, according to Article 42 of the Hague Regulations and precedent in international law, it has been generally understood that a territory remains effectively occupied so long as a belligerent’s authority is established and exercised over it, even if said belligerent does not have ground forces deployed in the area.[3][4]”
https://en.wikipedia.org/…/Israeli_disengagement_from
Dengan mengatakan bahwa sebagai umat Islam bersumpah ia tidak mau mendukung Palestina dengan alasan karena di negeri sendiri saja zionis syariah menindas minoritas maka sebenarnya ia justru menunjukkan belangnya sebagai seorang MUNAFIKUN.
Lha dia itu sebenarnya mau membela atau berjuang untuk melawan penindasan atau apa? Kalau dia bilang berjuang membela yang tertindas lha kok malah membela Israel yang penindas. Kan munafik sekali itu namanya… 😬 Di Indonesia dia membela kaum Nasrani karena DITINDAS oleh umat Islam. Lha kok di Timteng dia malah membela Israel yang justru Adalah PENINDAS dan PENJAHAT PELAKU GENOSIDA warga Palestina. Jadi apa sebenarnya yang ia perjuangkan dengan membela Israel itu? 😬
Jangankan dia membela Israel, lha wong kalau dia bilang netral dan tidak berpihak kepada warga Palestina yang ditindas saja saya kehilangan respek kok. Desmond Tutu pernah berkata: “If you are neutral in situations of injustice, you have chosen the side of the oppressor. If an elephant has its foot on the tail of a mouse, and you say that you are neutral, the mouse will not appreciate your neutrality.”
Sekarang saya jadi mempertanyakan ketulusannya dalam membela kaum Nasrani yang ditindas oleh umat Islam di Indonesia. Benarkah ia tulus berjuang untuk melawan penindasan…?! 🤔
Surabaya, 12 Maret 2026
Satria Dharma
Jangan lupa Mossad…