Selasa, 25 Juni 2019
Just another WordPress site
National Breakfast Day dan ‘Muallaf’ McD


Pagi ini saya mengantar anak saya ke sekolah dan merasakan sendatan lalu lintas yg tidak biasa di perempatan jalan depan McD. Ini jalur belok kiri langsung dan kendaraan biasanya hanya melambat untuk antri masuk jalur menuju MERR. Tapi ini sendatan yg tidak biasa dan saya lihat banyak pengendara motor yg sengaja melambat sambil melihat ke kiri. Artinya ada sesuatu kejadian yg tidak biasa sehingga mereka melambatkan kendaraan mereka utk cari tahu. I hate this kind of situation. Kita kadang tidak sadar bhw tindakan kita melambatkan kendaraan (dan bahkan berhenti sejenak) utk curious ingin tahu apa yg sedang terjadi di pinggir jalan telah memacetkan jalan di belakang kita. Dan itu artinya gangguan bagi kepentingan orang lain.

Ketika sampai di depan McD yg berada persis di sudut jalan barulah saya melihat penyebab kemacetan tsb. Ternyata ada kerumunan banyak orang mengantri panjang mau masuk McD. Ada apa ini…?! McD Rungkut memang buka 24 jam tapi tidak pernah saya melihat orang mengantri makan di sana sampai di luar pintu masuk. Bahkan ada tenda di pasang di tempat parkirnya dan ada sepasang anak muda yg memandu mereka dengan membawa mik. Setelah membelok di perempatan jalan baru saya lihat ada spanduk tertulis ‘Sarapan Gratis Telor McMuffin utk 1000 orang mulai jam 5 utk menyambut National Breakfast Day’. Haah…! Sarapan gratis untuk 1000 orang…?! How generous…! Pantasan resto ini begitu ramai sampai orang antri di luar gedung. Lha sarapan pagi gratis di McD je…! Apalagi jatahnya sampai utk 1000 orang. Berarti tidak kuatir kehabisan jatah nih!

Sepanjang perjalanan mengantar anak ke sekolah berkelebat berbagai isu di otak saya. ‘Sarapan gratis, 1000 orang, McD, National Breakfast Day, Telor McMuffin, why, what, how, dll’

Terus terang saya belum pernah tahu bahwa ada ‘National Breakfast Day’ sebelum ini. Benarkah ada dan mengapa namanya ‘National Breakfast Day’? Mengapa bukan ‘Hari Sarapan Nasional’ saja? Benarkah ini program nasional yg berarti program pemerintah atau ini sebenarnya program nasionalnya McD saja? Siapa yg mencanangkan NBD ini dan apa pertimbangan dibaliknya? Berbagai pertanyaan masuk ke benak saya sepagi ini.

Sarapan memang penting, utamanya bagi anak-anak yg akan ke sekolah dan mereka yg akan berangkat bekerja. Sarapan yg bergizi bagi anak-anak bahkan katanya merupakan prasyarat bagi perkembangan otak mereka. Tidak sarapan ke sekolah bahkan katanya akan membuat anak terancam perkembangan otaknya. Sayang sekali bahwa pemahaman dan kesadaran ttg perlunya sarapan pagi yg cukup kalori dan gizi kurang dimengerti oleh para orang tua. Kita biasanya membiarkan saja anak kita sarapan sak senenge dewe. Uraian ttg pentingnya sarapan bagi anak-anak di sekolah di Melbourne dijelaskan dengan bagusnya oleh Tiwik di milis. Pagi tadi Tara menolak menyantap mie ijo yg dibuatkan khusus utknya karena ia tidak menyukainya. Sehari-hari sarapannya biasanya memang cuma mie dengan telor rebus. Untung kemudian datang kiriman sayur sop dan lauk telor dan daging semur dari katering yg baru dimulai hari ini. Saya yg biasanya tidak sarapan dan cukup menenggap kopi instan jadi ikut tertarik menyantapnya. Istri saya sedang berada di Bali dan ia juga sudah terlalu ‘sibuk’ utk mengurusi makan keluarga. Kami memang selalu makan di luar dan sangat jarang istri saya mau memasak. Padahal ia menghabiskan banyak biaya utk membuat dapur modern yg mewah yg ternyata setelah jadi tidak membuatnya jadi ingin berkutat di dapur. Bahkan tidak ada ‘launching’ utk dapur mewah modern tsb. Orang rumah tetap memasak di dapur lama yg kecil dan berantakan itu dan tidak memanfaatkan dapur baru yg indah dan modern di sebelahnya. Dapur indah dan modern ini akhirnya cuma utk dipamerkan. Kompor di dapur lama katanya lebih jos dan orang-orang rumah lebih merasa nyaman memasak di situ. ‘Sudah langganan’ jawab mereka bergurau. Mungkin mereka sungkan masak di dapur modern istri saya karena kuatir diplototi jika masak dengan cara ‘tradisional’ di dapur mewah. It’s also a matter of habit perhaps.

Baca juga:  PILKADA KITA

Apa hubungan antara kebiasaan makan tradisional dengan McD? McD jelas membawa konsep sarapan modern yg lebih ‘berkelas’ ketimbang sarapan di warung. Sama-sama kopinya tapi kopi di McD jelas lebih berkelas baik itu seleksi kopi, proses pembuatan mau pun penyajiannya. Meski pun tidak dilarang ‘metingkrang’ alias mengangkat satu kaki di kursi tapi pelanggan McD jelas tidak akan ngopi sambil ‘metingkrang’. Kalau mereka rindu gaya hidup ndesonya maka mereka sesekali ngopi kembali di warung-warung dan ‘metingkrang’ dengan hepinya. Ini memang pilihan. Mau hidup ala cara lama yg dipersepsikan kuno, ndeso, tidak intelek, sloppy, uneducated atau mau switch ke cara hidup baru yg modern, classy, fresh, intelek, modis, dan sejenisnya.

Mengapa McD mau merogoh koceknya utk memberi sarapan pagi bagi 1000 org dengan menu Telor McMuffin? Saya sendiri tidak tahu seperti apa menu Telor McMuffin itu tapi kedengarannya kok menarik gitu ya. Menu itu menarik perhatian org utk mencobanya (utamanya ya karena gratis itu). Mengapa McD tidak memberi menu ‘pecel’ atau ‘lodeh’, umpamanya? Bukankah mereka yg datang pagi-pagi dan rela antri panjang adalah kalangan bawah yg bakal hepi meski sekedar diberi sarapan ‘blendrang’, umpamanya? (Tidak juga sebenarnya. Parkir McD penuh dg beberapa mobil dan motor dari para pengantri. Artinya sebagian dari pengantri adalah memang pelanggan resto itu sebelumnya). Apa sebenarnya motivasi McD dengan bagi-bagi sarapan gratis ini? Bukankah tidak ada makan siang gratis di dunia ini? (Makane digawe sarapan pagi gratis, bleh! Jadi tidak melanggar pakem).

Saya menduga bahwa McD berkepentingan utk ‘mengedukasi’ masyarakat utk mengenal ‘a modern way of sarapan’ dengan harapan mereka mau switch dari sarapan blendrang ke sarapan Telor McMuffin dan kawan-kawannya. Tentu saja ini sebuah tujuan jangka panjang dengan perhitungan yg matang. Jelas ini bukan sekedar kedermawanan biasa yg tradisional tapi merupakan bentuk kedermawanan modern yg fashionable, glamor, dan mengandung pesan ‘jangan lupakan daku di masa mendatang’.
Sarapan gratis McD ini kira-kira sama dengan tawaran beasiswa dari negara-negara asing kepada anak-anak pintar kita. Meski tidak akan pernah ada pesan utk ‘don’t forget me in the future’ pada para penikmat beasiswa asing ini tapi motivasi pemberian beasiswa adalah agar para alumni mempromosikan negara dan bangsa pemberi beasiswa. Diharapkan para alumni akan membantu dan mendukung negara pemberi beasiswanya dalam hubungannya dg negaranya kelak.

Baca juga:  Sekolah Pemimpin, Mencetak Pemimpin dari Siswa Miskin di Balikpapan (1)

Ini ideologis, Bro!

Makanya dikatakan ‘there is no free lunch in the world’. Semua itu ada pamrihnya, eksplisit atau pun implisit.

Jika kepala kita dipenuhi dengan kecurigaan melulu maka kita bisa saja mengatakan bahwa sarapan gratis McD ini berbahaya. Bukan hanya bermakna ideologis tapi pemberian cuma-cuma ini juga sebuah gerakan kapitalisme yg membawa-bawa misi budaya asing untuk mencuci otak masyarakat. Mereka bertujuan agar masyarakat meninggalkan tradisi budaya makan mereka dan menggunakan budaya makan asing macam Telor McMuffin. Mereka ingin agar masyarakat tercerabut dari akar-akar tradisi mereka yg luhur dan berpindah menjadi budak para kapitalis dengan ideologi asing.

Wakakak….! Galak amat pendapatnya, Bang…! 😀

Itu kalau kita selalu berpikiran negatif dan a little parno. Tapi kita juga bisa berpikir positif kok!
Sebetulnya Islam itu jagonya dalam soal ideologi kayak beginian. Salah satu program resmi utk soal beginian adalah kewajiban agama yang kita kenal dengan nama ‘zakat’. Salah satu penerima zakat secara resmi adalah org yg disebut ‘muallaf’. Meski kita tahunya istilah muallaf itu adalah orang yg baru masuk Islam tapi sebenarnya program pemberian zakat utk muallaf di jaman awal Islam itu adalah utk menarik hati orang-orang kafir utk masuk Islam. Mereka diberi pembagian zakat agar tertarik masuk Islam. Jadi memberi harta atau bahan pangan kepada orang kafir dengan tujuan atau motivasi utk menarik mereka bergabung dalam barisan Islam itu merupakan ajaran resmi Islam. Muallaf adalah salah satu golongan yg berhak untuk menerima zakat sebagai tersebut dalam Al-Qur’an sebagai berikut :
“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil (petugas) zakat, PARA MUALLAF YANG DIBUJUK KALBUNYA, untuk (pemerdekaan) budak, untuk pelunasan utang orang-orang yang berutang, untuk jihad, dan untuk kepentingan musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (QS At-Taubah: 60)

Baca juga:  SINGAPURA RIWAYATMU KINI

Jadi mungkin sarapan pagi gratis McD itu dianggap program ‘zakat’ yg bertujuan utk membujuk kalbu masyarakat. Mereka sedang dibujuk hatinya agar suatu saat nanti mereka mau sesekali membelanjakan uangnya dengan makan di McD.

Istilah populernya adalah : PROMOSI.

Surabaya, 18 Maret 2013

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *