Sabtu, 23 Agustus 2019
Just another WordPress site
SERI DISKUSI DENGAN HTI (BAGIAN 1): KHILAFAH BUKANLAH AJARAN ISLAM

Ada beberapa pengikut HTI yang mampir dan berkomentar di status saya. Yang bertanya baik-baik ya saya jawab baik-baik sedangkan yang bermulut comberan ya saya tendang kembali ke comberan dari mana ia berasal. Daripada kita kecipratan semburan mulut comberannya kan kita ikut bau nantinya. Emoji

Soal bertanya jawab dengan orang-orang HTI itu sudah saya lakukan sejak tahun 2003 kalau tidak salah. Kami berdiskusi baik melalui mailing list mau pun tatap muka langsung. Semua level pertanyaan dan serangan mereka sudah pernah saya hadapi. Dan materinya ya itu-itu saja. Tapi bagi mereka yang tidak pernah pibu dengan orang HTI mungkin pertanyaan dan sodokan mereka sulit mereka jawab. Sebetulnya mereka itu NGASAL saja kok. Percayalah…! Repotnya kalau kalian memang tidak pernah baca dan kurang pengetahuan ya bakalan diuntal sama mereka lha wong mereka ikut kajian khusus dan terus menerus dibina oleh mentornya. Emoji

Berikut ini beberapa argumen mereka yang mampir ke status saya.

1. Khilafah adalah ajaran Islam… Perintah Allah… Jika Anda tidak setuju dengan khilafah ya berhadapan dengan Allah…

Coba perhatikan baik-baik. Argumen ini khas sekali. Very typical. Pertama mereka akan BERBOHONG (tepatnya MEMBOHONGI UMAT ISLAM) dan yang kedua mereka akan MENAKUT-NAKUTI dengan nama Tuhan. Tentu saja supaya kalian jadi keder lha wong kalian memang katrok suka ditakut-takuti, apalagi kalau sudah bawa-bawa nama Allah. Langsung grogi kalian sambil nyebut, “Naudzubilahi min dzalik… Ampun Gusti…!” Emoji

Kalimat pertama ‘Khilafah adalah ajaran Islam’ adalah pernyataan yang sekilas tampak sebagai sebuah kebenaran tapi sebenarnya ini adalah SEBUAH KEBOHONGAN. Coba pikir… Apa sih yang disebut sebagai ‘ajaran Islam’ itu? Menghormati orang tua adalah ajaran Islam, menjauhi zina adalah ajaran Islam, menutup aurat adalah ajaran Islam, menjalankan salat, puasa, zakat, berqurban, dll adalah ajaran Islam, membersihkan tubuh dan memakai wewangian adalah ajaran Islam. Tapi ‘khilafah’…?! Apa yang dimaksud dengan ‘khilafah’ di sini? Bagaimana bisa ‘khilafah’ tiba-tiba menjadi ajaran Islam? Kalau kalian TIDAK KRITIS dan mau saja dikibulin mereka maka kalian akan diam saja dan bilang “Yo wislah…! Tinimbangane gegeran… Karep-karepmu ajalah…” Dengan demikian maka umat Islam sudah TERPEROSOK dalam kebohongan mereka.

Baca juga:  KRITIS ATAU KHIANAT?

Tentu saja kalau kita sodok mereka dengan pertanyaan “Apa yang Anda maksud dengan khilafah sebagai ajaran Islam dan perintah Allah di sini?” maka mereka akan tergagap-gagap karena mereka sendiri juga tidak tahu apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut. Kalimat tersebut sengaja mereka ciptakan untuk menggiring, membodohi, dan menipu umat Islam bahwa dagangan khilafah mereka seolah merupakan ajaran Islam. Kalau kalian sendiri tidak pernah membaca dan tidak pernah mau tahu apa sebenarnya istilah ‘khilafah’ itu maka kalian pasti akan diuntal sama mereka sampai akhirnya kalian percaya, semakin percaya, semakin percaya dan akhirnya akan menjadi ‘zombie khilafah’ seperti mereka juga.

Makanya saya selalu berpesan untuk banyak membaca agar kalian itu jadi paham dan tidak mudah dibohongi oleh para zombie tersebut.

Jadi bagaimana sebenarnya soal ‘khilafah’tersebut?

“Khilafah berasal dari kata خلف (kha-la-fa), yang berarti menggantikan. Definisi Khilafah sendiri merupakan preposisi dari kata Khalifah. Kata Khalifah diambil berdasarkan Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30. [1] (Wikipedia)

Jadi sebenarnya istilah ‘khilafah’ itu TIDAK ADA dalam Alquran. Yang ada itu istilah ‘khalifah’. Istilah ‘khalifah’ itu pun hanya dua kali disebutkan dalam al-Qur’an yang ditujukan untuk Nabi Adam dan Nabi Dawud.

Hal ini telah diterangkan dengan sangat bagus dan gamblangnya oleh Gus Nadir dalam artikelnya https://www.nu.or.id/post/read/104263/tidak-ada-istilah-khilafah-dalam-al-quran (buka’en lan woconen yo cah…!)

Pertama, dalam QS 2:30: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”

Konteks ayat ini berkenaan dengan penciptaan Nabi Adam AS. Ini artinya Nabi Adam dan keturunannya telah Allah pilih sebagai pengelola bumi. Penggunaan istilah Khalifah di sini berlaku untuk setiap anak cucu Adam.

Baca juga:  SERI DISKUSI DENGAN HTI (BAGIAN 3): SCARY KHILAFAH

Kedua, ayat terakhir yang menyebut istilah Khalifah itu adalah yang berkenaan dengan Nabi Dawud:

“Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah…” (QS 38:26)

Harap diingat bahwa Nabi Dawud adalah Raja Bani Israil. Dalam ayat di atas, Nabi Dawud diperintah untuk memberi keputusan dengan adil. Inilah spirit ajaran Qur’an: keadilan. Sehingga amanah sebagai Khalifah (pemimpin) harus diwujudkan dengan prinsip keadilan.

Jadi, penggunaan kata khalifah dalam al-Qur’an digunakan merujuk ke Nabi Adam dan Nabi Dawud, bukan merujuk kepada khalifah sepeninggal Nabi Muhammad. Tidak ditemukan istilah Khilafah dalam al-Qur’an. Jangan mau dikacaukan antara istilah khalifah dalam al-Qur’an dengan istilah khilafah (sistem pemerintahan) yang tidak ada dalam al-Qur’an.

Jadi di sini kita bisa melihat bahwa mereka itu sebetulnya NGASAL saja. Tapi karena bawa-bawa nama agama, nama Tuhan, kalau gak percaya mereka akan berhadapan dengan Allah maka kederlah kalian. Lha wong kalian memang gampang ditipu dengan mengatasnamakan agama. J Lha wong perkara yang bathilnya jelas saja kalau dibungkus dan dikemas dengan agama saja kalian langsung ‘hooh’ saja. Yang ngomong begini bukan saya lho. Yang ngomong dosennya Mas Nanang yang bernama Ibnu Rusyd.

Jadi bagaimana sebaiknya untuk menjawab sodokan ancaman orang HTI seperti di atas? Kalau mau menjawab dengan agak gahar ya jawab saja begini. :”Kamu BERBOHONG, wahai Fulan…! Khilafah BUKANLAH AJARAN ISLAM. Bahkan di Alquran tidak ada disebut tentang ‘khilafah’. Jadi jelas bahwa ‘khilafah’ bukanlah perintah Allah. Karena kamu telah berbohong soal ini maka kamulah yang akan berhadapan dengan Allah karena kebohonganmu tersebut. Nah, jika karena kebohonganmu ini telah membuat banyak orang TERTIPU lantas bagaimana kamu akan mempertanggungjawabkan kebohonganmu ini kelak di hadapan Allah? ”

Baca juga:  POOR ENZO ALLIE... 😢

Lihat bagaimana mereka nantinya akan kelojotan dan blingsatan kena jurus ‘Tongkat Pemukul Anjing’ ini. Emoji

Surabaya, 11 Agustus 2019

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *