Minggu, 28 September 2020
Just another WordPress site
MENJAWAB CAK NUN (PART2)


Meski pun saya ngefan sama Cak Nun dan menjadikannya sebagai salah seorang penulis favorit saya dulu (sekarang kayaknya tulisannya sudah kehilangan greget) tapi kadang saya juga gregetan dengan apa yang ditulisnya dan yang ia sampaikan di mimbarnya. Kok ngono sih…?! Really, Bro…?! 🤔

Salah satu tulisannya yang membuat saya ‘njingkat’ karena gak trimo dan langsung buka computer untuk nulis adalah The Scary Khilafah.

Apa yang ditulis oleh Cak Nun di sini akhirnya dijadikan pembelaan dan pembenar oleh para pendukung HTI. Saya tidak yakin bahwa ini yang diinginkan oleh Cak Nun tapi nyatanya apa yang ia tulis memang akhirnya dijadikan pembenar gagasan khilafahnya HTI yang akhirnya semakin lama semakin nglamak. Saya menulis tiga artikel untuk menjawab apa yang ditulis Cak Nun di situ.

– SCARY KHILAFAH
“Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah.”

Saya tidak akan membahas semua yang ditulisnya pada artikelnya tersebut. Saya hanya akan membahas dua isu pada paragraf pembukanya tersebut. Isu pertama tentang khilafah yang ‘scary’ dan isu kedua tentang apakah memang ada kesepakatan pemimpin dunia agar dunia tidak dikuasai khilafah.

Isu pertama: Mengapa dunia takut pada khilafah?

Sebetulnya kita mesti jelas dulu dengan apa yang dimaksudkan oleh Cak Nun. Pertama adalah kata ‘khilafah’. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‘khilafah’ oleh Cak Nun ini? Apakah ia menunjuk ‘khilafah’ sebagai sebuah bentuk kepemerintahan yang sedang digadang-gadang oleh beberapa pihak dan organisasi dunia atau menunjuk pada organisasi yang sedang memperjuangkan ide khilafah dunia ini? Saat ini ada tiga organisasi yang sedang memperjuangkan berdirinya khilafah Islam sebagai sebuah sistem kepemerintahan yang kita ketahui, yaitu Al-Qaeda, ISIS, dan Hizbut Tahrir. Kalau di Indonesia ya HTI.
Nah, apakah ini yang dimaksud dengan ‘khilafah’ oleh Cak Nun, yaitu Al-Qaeda, ISIS, dan Hizbut Tahrir? 🤔

Baca juga:  BENDERANYA RASULULLAH? YANG BENAR AJA...!

Untuk mengetahui lebih lanjut sila buka tulisan saya di: sini

– “Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah.”

Isu Kedua: Benarkah ada kesepakatan pemimpin dunia agar dunia tidak dikuasai khilafah?

Mari kita bahas bersama. Tapi untuk itu kita mesti membuka-buka buku sejarah. Cak Nun ini memang pintar. Kita diajak untuk belajar sejarah agar tidak katrok.
Kalau sekarang adalah Abad 21 sedangkan yang dimaksud oleh Cak Nun 2 – 3 abad lalu itu berarti kita harus melihat sejarah dunia di Abad 18. Apakah yang terjadi di dunia pada Abad 18? Berikut ini daftar kejadian yang mungkin menarik diketahui pada abad tersebut.

Untuk mengetahui pembahasannya sila meluncur ke: sini

– “Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia?

Ini pembahasan yang menarik. Mungkin maksudnya Cak Nun mau mengajak para pendukung HTI agar berintrospeksi. Tapi kayaknya gak mempan. Lha wong HTI kok diajak berefleksi…! Yo dilepeh, Bro…! Bukannya mereka berefleksi sebaliknya mereka semakin ngeyel. 😬

Tapi saya mau ikuti gayanya Cak Nun untuk mengajak mereka berefleksi. Begini kalimat pembuka saya:
“Wahai saudaraku para pendukung HTI, mari kita duduk santai dan ngobrol nyaman. Saya ingin bertanya sesuatu pada kalian.

Pernahkah kalian berpikir atau bertanya pada diri kalian masing-masing atau pada ulama kalian mengapa Hizbut Tahrir yang sudah didirikan pada tahun 1953, atau lebih dari 60 tahun yang lalu, SAMPAI SAAT INI belum juga mencapai tujuannya? Mungkin kalian tidak pernah bertanya karena kalian sudah didoktrin untuk tidak bertanya. 🙄

Baca juga:  TERIMA KASIH SUDAH MENGINGATKAN UNTUK MEMBACA

Tapi ini serius…

Cobalah berpikir dan bertanya mengapa sistem khilafah yang kalian usung itu justru DITOLAK di negara asalnya, DILARANG DI 21 NEGARA, dan bahkan DIMUSUHI di negara-negara Islam? Mengapa setelah diperjuangkan selama 60 tahun lebih yang muncul justru penolakan demi penolakan. Mengapa persepsi khilafah justru SCARY? 🙄

Kalau mau tahu lebih lanjut sila lanjut baca ke sini

Semoga menambah wawasan.

Surabaya, 31 Agustus 2020
Salam
Satria Dharma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *