Selasa, 18 September 2019
Just another WordPress site
SERI DISKUSI DENGAN HTI (BAGIAN 4): SCARY KHILAFAH (BAGIAN 2)

“Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah.”

 

Isu Kedua: Benarkah ada kesepakatan pemimpin dunia agar dunia tidak dikuasai khilafah?

 

Mari kita bahas bersama. Tapi untuk itu kita mesti membuka-buka buku sejarah. Cak Nun ini memang pintar. Kita diajak untuk belajar sejarah agar tidak katrok. 😉

Kalau sekarang adalah Abad 21 sedangkan yang dimaksud oleh Cak Nun 2 – 3 abad lalu itu berarti kita harus melihat sejarah dunia di Abad 18.  Apakah yang terjadi di dunia pada Abad 18? Berikut ini daftar kejadian yang mungkin menarik diketahui pada abad tersebut.

INDONESIA ABAD 18

 

1706 – Surapati terbunuh di Bangil. (Siapa itu Surapati? Mengapa VOC begitu geramnya sampai makamnya pun dibongkar dan jenazahnya dibakar dan abunya dibulang ke laut?)

1740 – Terdapat 2.500 rumah orang Tionghoa di dalam tembok Batavia sedangkan jumlah orang Tionghoa di kota dan daerah sekitarnya diperkirakan 15.000 jiwa. Jumlah ini setidak-tidaknya merupakan 17% dari keseluruhan penduduk di daerah tersebut (Berapa jumlah penduduk Batavia alias Jakarta 280 tahun yang lalu?). Ada kemungkinan bahwa orang-orang Tionghoa sebenarnya merupakan unsur penduduk yang lebih besar jumlahnya. Ada pula orang-orang Tionghoa di kota-kota pelabuhan Jawa dan Kartasura walaupun jumlahnya hanya sedikit.

4 Februari 1740 – Segerombolan orang Tionghoa melakukan pemberontakan dan penyerbuan pos penjagaan untuk membebaskan bangsanya yang ditahan oleh VOC.

Oktober 1740 – Berdasarkan bukti yang didapatkan VOC menarik kesimpulan bahwa orang-orang Tionghoa sedang merencanakan sebuah pemberontakan.

Juli 1741 – Pos VOC di Rembang dihancurkan oleh orang-orang Tionghoa yang membantai seluruh personel VOC.

November 1741 – Pakubuwana II mengirim pasukan artileri ke Semarang. Pasukan prajurit-prajurit tersebut bersatu dengan orang Tionghoa melakukan pengepungan terhadap pos VOC. Pos VOC di Semarang ini dikepung oleh kira-kira 20.000 orang Jawa dan 3.500 orang Tionghoa dengan 30 pucuk meriam. Orang Jawa dan Tionghoa bersatu melawan kompeni Belanda.

13 Februari 1755 – VOC menandatangani Perjanjian Giyanti. Isinya VOC mengakui Mangkubumi sebagai Sultan Hamengkubuwana I, penguasa separuh wilayah Jawa Tengah.

5 Agustus 1771 – 11 Oktober 1772 – Perang Bayu atau Perang Puputan Bayu (ada yang menyebut Pemberontakan Jagapati) adalah salah satu perlawanan yang dilakukan oleh para pejuang Blambangan yang dipimpin Mas Rempeg atau Pangeran Jagapati (Perang Bayu I) dan Bapa Endha (Perang Bayu II) melawan Pasukan VOC yang dibantu oleh laskar-laskar pribumi dari Madura dan daerah Jawa Timur lainnya.

1 Januari 1800 – VOC secara resmi dibubarkan, didirikan Dewan untuk urusan jajahan Asia. Belanda kalah perang dan dikuasai Prancis. Wilayah-wilayah yang dimiliki Belanda menjadi milik Prancis.

Kalau tertarik melihat lebih banyak sila dilihat di  https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_(1602%E2%80%931800)

 

Apa yang menarik dari yang saya tunjukkan di atas? Ternyata orang-orang China sudah tinggal di Batavia sejak awal abad 18 dan bahkan jumlahnya sudah lebih dari 17%. Berapa % orang Makassar atau Medan yang tinggal di Batavia pada zaman tersebut? J Yang menarik lagi adalah bahwa ternyata orang Jawa dan Tionghoa bersatu melawan kompeni Belanda. Pasukan Pakubuwana di tahun 1741 bersatu dengan orang Tionghoa melakukan pengepungan terhadap pos VOC. Pos VOC di Semarang ini dikepung oleh kira-kira 20.000 orang Jawa dan 3.500 orang Tionghoa dengan 30 pucuk meriam. Jadi orang-orang yang kita sebut sebagai ‘aseng’ ini ternyata 278 tahun yang lalu adalah para pejuang yang bertempur bahu membahu bersama pasukan Pakubuwana melawan penjajahan VOC.

Perhatikan baik-baik bahwa pada abad ini Belanda dan Prancis saling berperang dan akhirnya Belanda kalah perang dan dikuasai Prancis. Si Penjajah Nusantara kini dijajah oleh Prancis

 

Terima kasih sudah mendorong kami untuk baca sejarah, Cak Nun.

 

DI DUNIA

Revolusi Industri dunia terjadi di abad ini. Revolusi industri dianggap sebagai sejarah besar dunia karena revolusi industri yang awalnya hanya terjadi di Inggris, bisa menyebar cepat ke Jerman, Amerika Serikat, Perancis, Italia, Jepang, dan berbagai negara lainnya. Revolusi Industri terjadi sekitar tahun 1750-1830. Revolusi industri fase pertama masih berfokus pada bidang tekstil lewat penemuan alat pemintal  yang dibuat oleh James Hargreaves (1767). Lalu ditemukan mesin tenaga uap oleh James Watt. Mesin yang dibuat oleh Watt ini akhirnya memicu munculnya kereta api penumpang (George Stephenson) dan kapal uap (Robert Fulton). Ada yang mengatakan bahwa mesin uap sebenarnya telah ditemukan dunia muslim tiga abad sebelumnya. Akan tetapi mesin uap di dunia muslim tidak menghasilkan sesuatu yang bernilai produksi untuk masyarakat luas. Hal ini disebabkan mesin uap saat itu hanya digunakan untuk menggerakkan batang pemanggang sate. Sungguh revolusioner dibandingkan Warung Bu Umi langganan saya di Abad 21 yang masih menggunakan tenaga manusia untuk menggerakkan kipas itu. J

Baca juga:  DUA EKOR KAMBING UNTUK LITERASI

Kenapa Inggris yang memulai Revolusi Industri? Pasca Glorious Revolution 1688 kondisi dalam negeri Inggris berjalan stabil. Hubungan masyarakat dengan pemimpin berjalan damai (artinya Inggris sebelum itu tidak aman karena selalu dirongrong oleh pemberontakan). Selain itu, penyatuan Inggris dan Skotlandia semakin mendorong keamanan di negara Inggris.

Inggris yang semakin kaya akhirnya mengembangkan kolonialisme dan imperialisme dan secara bertahap menguasai banyak daerah mulai dari Irlandia, Amerika, India hingga Nusantara. Inggris adalah penjajah top pada saat itu. Penguasaan terhadap banyak daerah jajahan membuat cadangan sumber daya alam yang dimiliki Inggris semakin bertambah. Selain itu, daerah tersebut merupakan pasar dari benda-benda yang diproduksinya. Untuk menunjang hal tersebut nantinya Inggris mendirikan East Indies Company (EIC) yang berfokus pada bidang perdagangan, termasuk perdagangan di daerah jajahan.

Berikut ini kejadian penting yang terjadi di dunia, khususnya Eropa.

 

1760 George III Menjadi Raja Inggris.

George III memerintah Inggris selama hampir enam puluh tahun. Amerika  Serikat yang merupakan jajahannya menjadi mandiri pada masa pemerintahannya.

1769 Kelaparan Bengal Dimulai.  Membunuh sepertiga populasi India (sekitar 10 juta manusia). Ini masa-masa mengerikan di India. (Tahun 1943 kejadian yang sama terulang kembali dan membunuh sekitar 3 jutaan orang).

1775 Perang Revolusi Amerika Dimulai. Amerika sudah bosan dijajah sama Inggris. Ingat, AS baru merdeka pada 4 Juli 1776 dari Inggris karena dibantu oleh Prancis. Perang kedua dan terakhir antara pasuka Amerika Serikat melawan Inggris berlangsung pada tahun 1812. Berikutnya Amerika Serikat mengalami Perang Saudara yang  juga dikenal sebagaiPerang Antar Negara Bagian (1861–1865). Perang Saudara Amerika adalah menjadi salah satu perang pertama yang menggunakan perang industri persenjataan dalam sejarah manusia

1783  Britania Raya alias Inggris Mengakui AS. Di tahun 1776 AS sudah mendeklarasikan diri tapi berusaha untuk tetap berusaha untuk ditumpas dan diperangi oleh Inggris

1788     Pemukiman Eropa Pertama Didirikan di Australia Di Sydney. Sekedar info, Pada tahun 1606, imigran Eropa yang datang ke Benua Australia adalah orang-orang Belanda (Wong Londo iki senenangane travelling dan golek tempat wisata baru). J Namun, di akhir abad ke-18, Inggris menduduki benua ini, dan menjadikannya sebagai tempat pembuangan para pelaku kriminal. Jadi semacam Pulau Buru dan Nusa Kambanganlah kalau di Indonesia.  Pada pertengahan abad ke-19, ditemukan tambang emas di Australia sehingga benua itu pun ramai didatangi para imigran. Sejak itu pula, mereka memperjuangkan kemerdekaan untuk mengatur sendiri Australia, terlepas dari kontrol Inggris.

1792 Republik Perancis Dideklarasikan. Sekedar info, Prancis telah menjadi salah satu kekuatan terbesar dunia sejak pertengahan abad ke-17. Pada abad ke-18 dan 19, Prancis membuat salah satu imperium kolonial terbesar saat itu, membentang sepanjang Afrika Barat dan Asia Tenggara, memengaruhi budaya dan politik daerah. Kerajaan memerintah Prancis hingga Revolusi Prancis, tahun 1789, Louis XVI dan istrinya, Marie Antoinette, dieksekusi (tahun 1793), bersama ribuan warga sipil Prancis lainnya. Setelah berbagai skema pemerintahan pendek, Napoleon Bonaparte mengambil alih pemerintahan Republik tahun 1799, menjadikannya Konsul Pertama, dan kemudian Kaisar apa yang kemudian dikenal sebagai Kekaisaran Pertama (1804–1814). Monarki absolut yang telah memerintah Prancis selama berabad-abad runtuh dalam waktu tiga tahun.

1798 Pemberontakan Irlandia Terjadi.  100.000 petani memberontak, 25.000 meninggal

Pemberontakan Irlandia gagal menggulingkan pemerintahan Inggris di Irlandia.

1796: Inggris mengeluarkan Belanda dari Ceylon.

Perang Kuasi (Prancis: Quasi-guerre) adalah perang yang tidak diumumkan yang terjadi hampir seluruhnya di lautan antara Amerika Serikat dan Prancis dari tahun 1798 hingga 1800, yang pecah pada awal masa kepresidenan John Adams. Ingat bahwa Prancislah yang membantu Amerika Serikat untuk merdeka dari Inggris. Setelah Monarki Perancis dihapuskan pada September 1792, Amerika Serikat menolak untuk terus membayar utangnya yang besar ke Prancis, yang telah mendukungnya selama Perang untuk Kemerdekaannya sendiri (Ealah…! Ternyata waktu Prancis membantu AS itu biayanya dihitung dan dianggap sebagai utang AS ke Prancis. Pantesan ada istilah ‘no free lunch in the world’). Ia mengklaim bahwa utang itu telah diutang kepada rezim sebelumnya dan ia menolak disuruh membayar (Triiiing…! Idenya John Adams ini boleh juga lho...! Kalau kita punya banyak utang pada negara tertentu ya kemplang saja dan bilang maap itu utang rezim sebelumnya. Ane kagak tahu menahu. J) Prancis juga marah atas Perjanjian Jay dan bahwa Amerika Serikat secara aktif berdagang dengan Inggris, dengan siapa mereka berperang. (Gile lu, Ndro…! Sambil berperang ente juga berdagang sama lawan ente…?!).Sebagai tanggapan, Perancis memberi wewenang kepada pihak swasta untuk melakukan serangan terhadap pengiriman Amerika, menyita banyak kapal dagang, dan akhirnya memimpin AS untuk membalas. Prinsip ‘ You Sell, I Buy’ (Lu Jual Gua Beli) dijalankan sama Prancis. J

Baca juga:  SENGATAN KALAJENGKING JOKOWI

 

Dalam beberapa dekade terakhir abad ke-18 kerusuhan utama di Eropa adalah di bagian timur benua. Sebelumnya, gesekan Eropa berpusat pada Jerman: di dalam kekaisaran Jerman sendiri.  Setelah perang itu, fokusnya bergeser ke timur, ketika wilayah dari Baltik ke Laut Hitam diapit oleh empat kekuatan utama.
Dua dari empat kekuatan tersebut,  Austria dan Turki, adalah kekuatan kuno yang bakal sedikit lagi melewati masa jayanya. Dua lainnya, Prusia dan Rusia, telah tumbuh sangat kuat selama abad ke-18. Kuartet terdiri dari dua pasangan yang sangat bermusuhan - Prusia dan Austria (bersaing untuk menguasai Jerman), dan Rusia dan Turki (saingan untuk menguasai Laut Hitam). Di tengah, terjepit seolah-olah ditempatkan di sana sebagai korban pembulian, adalah negara yang besar tapi lemah, Polandia. Bayangin, Bro…! Ada empat kelompok preman yang saling serbu dan hajar dan ente ada di tengah-tengahnya. L
Prusia dan Austria berperang dua kali antara 1740 dan 1763. Rusia dan Turki bertempur dua kali antara 1768 dan 1791. Polandia dilahap dalam tiga tahap, antara 1772 dan 1795. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun…!

Bagaimana dengan kekhilafahan Islam di abad ini?
Dalam sejarah Islam, dikenal tiga kekuatan kepemimpinan Islam yang besar dan kuat. Ketiganya membentuk imperium di era yang hampir bersamaan, yakni pada abad ke-15 hingga abad ke-18. Ketiganya, yakni Turki Usmani (1281-1924) di Timur Tengah, Safawi (1501-1736) di Persia, dan Mughal (1526-1858) di India.

KESULTANAN UTSMANIYAH (OTTOMAN EMPIRE)

Sepanjang abad ke-16 dan 17, Kesultanan Utsmaniyah adalah salah satu negara terkuat di dunia. Kesultanan Utsmaniyah merupakan imperium multinasional dan multibahasa yang mengendalikan sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat/Kaukasus, Afrika Utara, dan Tanduk Afrika. Pada awal abad ke-17, kesultanan ini terdiri dari 32 provinsi dan sejumlah negara vasal, beberapa di antaranya dianeksasi ke dalam teritori kesultanan, sedangkan sisanya diberikan beragam tingkat otonomi dalam kurun beberapa abad. Berikut ini nama sultannya pada abad 18 : Ahmed III (1703 –1730), Mahmud I  (1730 –1754), Osman III (1754 –1757), Mustafa III (1757 –1774), Abd-ul-Hamid I (1774 –1789), Selim III(1789 – 1807. Diturunkan karena pemberontakan Yanisari yang dipimpin oleh Kabakçı Mustafa yang menentang reformasinya; Ia akhirnya dibunuh oleh pembunuh misterius atas perintah Sultan Mustafa IV, penerusnya.

Pada periode ini, ekspansi Rusia membawa ancaman besar yang terus berkembang. Karena itu, Raja Charles XII dari Swedia diterima sebagai sekutu Kesultanan Utsmaniyah setelah pasukannya dikalahkan Rusia pada Pertempuran Poltava tahun 1709. Charles XII mendesak Sultan Utsmaniyah Ahmed III untuk menyatakan perang terhadap Rusia. (Edan juga nih orang. Dia digebukin orang lalu cari kongsi kemudian kongsinya disuruh melawan musuhnya). Kesultanan Utsmaniyah memulai Perang Rusia-Turki 1768–1774. Turki banyak kalahnya dalam perang tersebut.

Tentara Utsmaniyah berupaya menahan laju Rusia saat Pengepungan Ochakov tahun 1788. Selim III (1789–1807) melakukan upaya besar pertama dalam memodernisasi pasukannya, tetapi reformasi ini terhambat oleh kepemimpinan korps Yanisari. Karena iri dengan hak-hak militer dan menolak perubahan, Yanisari pun merintis pemberontakan. Semua upaya Selim membuat dirinya kehilangan takhta dan nyawanya. Akan tetapi, pemberontakan ini berhasil diredam dengan spektakuler dan kejam oleh penggantinya yang dinamis, Mahmud II. Ia menghapus korps Yanisari pada tahun 1826. Soal Yanisari atau Yenisseri ini menarik lho…! Coba baca-baca soal ini.


Kemajuan-kemajuan bangsa Eropa dalam teknologi militer dan industri perang, membuat Kerajaan Utsmani menjadi kecil di hadapan Eropa. Namun, kekalahan besar Kerajaan Utsmani dalam menghadapi serangan Eropa di Wina tahun 1683 M membuka mata Barat bahwa Kerajaan Utsmani telah mundur jauh sekali. Sejak itulah Kerajaan Usmani berulang kali mendapat serangan-serangan dari Barat. Hidup zaman itu memang kejam, Bro. Kalau ente keliatan mulai lembek ya dimakanlah sama yang lain.

Usaha-usaha pembaruan sih sudah mulai dilaksanakan. Meski demikian, usaha-usaha pembaruan itu tidak membawa hasil yang diharapkan. Penyebab kegagalan itu terutama adalah kelemahan raja-raja Usmani karena wewenangnya sudah jauh menurun. Di samping itu, keuangan negara yang terus mengalami kemerosotan sehingga tidak mampu menunjang usaha pembaruan. Dengan demikian, Kerajaan Utsmani terus mendekati jurang kehancurannya, sementara Barat yang menjadi ancaman baginya semakin besar dan bertambah maju. Akhir dari serangan-serangan itu adalah Perjanjian Berlin (Juni-Juli, 1878 M) antara Kerajaan Usmani dengan Rusia. Dengan demikian, berakhirlah kekuasaan Turki di Eropa.

       Ketika terjadi Perang Dunia I (1915 M) Turki Usmani sok-sokan ikut perang juga. Sayangnya ia berada di pihak yang kalah (Ayo, siapa yang masih ingat siapa lawan siapa pada Perang Dunia I ini dan kelompok negara mana yang menang? J). Sampai tahun 1919 M, Turki diserbu tentara Sekutu. Sejak itu kebesaran Turki Usmani benar-benar tenggelam, bahkan tidak lama kemudian kekhalifahannya dihapuskan (1924 M). Sejak itu, seakan-akan tidak ada lagi kerajaan Islam yang betul-betul merdeka.


THE MOGHUL EMPIRE
Di samping Turki Usmani, terdapat Kesultanan Mughal (Moghul) yang tak kalah hebat. Meski tak sebesar Usmani, Mughal mampu membawa Islam di tengah daratan India yang didominasi Hindu. Kekaisaran Mughal adalah kekaisaran modern awal di Asia Selatan. Selama sekitar dua abad, kekaisarannya membentang dari pinggiran terluar Cekungan Indus di barat, Afghanistan utara di barat laut, dan Kashmir di utara, hingga dataran tinggi Assam dan Bangladesh saat ini di timur, dan dataran tinggi Deccan di India Selatan. Selama masa pemerintahan Muhammad Shah (memerintah 1719-1748), kekaisaran mulai pecah, dan bidang-bidang kekuasaannya yang besar di India tengah berpindah ke tangan Kekaisaran Maratha.
Kaisar Mughal Shah Alam II (1759-1806) melakukan upaya untuk menghentikan kemerosotan Dinasti Mughal tetapi sia-sia. Ia pada akhirnya harus mencari perlindungan ke Emir Afghanistan, Ahmed Shah Abdali, yang menyebabkan Pertempuran Panipat Ketiga antara Kekaisaran Maratha dan Kerajaan Afghanistan dipimpin oleh Abdali pada 1761. Pada 1771, Maratha merebut kembali Delhi dari kendali Afghanistan dan pada 1784 mereka secara resmi menjadi pelindung kaisar di Delhi.

SAFAWIYAH DINASTY
Kekhalifahan Islam lainnya adalah Dinasti Safawiyah di Persia yang berkuasa antara tahun 1501-1722 M. Dinasti ini merupakan salah satu kerajaan Islam yang cukup besar di Persia (Eh, ente tahu nggak di mana Persia itu?) J

Khalifah Abbas II (1642-1667) adalah sultan yang suka minum-minuman keras, suka menaruh curiga terhadap para pembesar dan memperlakukannya dengan kejam.[16]Rakyatpun tidak begitu peduli dengan pemerintahan Abbas II. Abbas II meninggal dikarenakan sakit. Selanjutnya dipimpin oleh Sulaiman (1667-1694), ia memiliki kebiasaan buruk seperti Abbas II yang juga seorang pemabuk. Banyak terjadi penindasan dan pemerasan. Terutama terhadap para ulama dan penganut paham Sunni serta cenderung memaksakan paham Syiah. Sehingga tidak ada perkembangan yang berarti pada masa pemerintahannya. Jadi jangan dikira kalau statusnya khalifah maka gak ada yang suka dugem. Saya aja kalau jadi sultan mungkin piara selir banyak-banyak. Istri resmi mah tetap empat. J

Baca juga:  KONFERENSI GURU INDONESIA 2007

Keadaan semakin bertambah buruk pada masa pemerintahan Husein ( 1694-1722). Terjadi perseteruan antara golongan Sunni dan Syiah. Sunni memberontak. Pada tahun 1722 M, Syah Husein menyerah.  Putera Husein bernama Tahmasp II naik (1722-1732).  Tahmasp II yang melakukan kerjasama dengan Nadir Khan dari suku Afshar berhasil merebut Isfahan pada tahun 1729 M. Dinasti Syafawiyah kembali berkuasa. Namun, Tahmasp II dipecat oleh Nadir Khan dan digantikan oleh Abbas III (1733-1736) yang merupakan anak dari Nadir Khan. Karena anaknya masih sangat kecil, , Nadir Khan mengangkat dirinya sendiri sebagai sultan (Lak mbulet ae arek iki…!). Pada masa pemerintahan Nadir Khan, Dinasti Safawiyah berhasil ditaklukan oleh Dinasti Qazar. Maka berakhirlah kekuasaan Dinasti Safawiyah di Persia.[21]


Jadi bisa dilihat bahwa pada abad 18 ini masih ada tiga kekhalifahan Islam di dunia. Kata teorinya sih idealnya hanya ada satu khalifah dalam satu masa. Namun sejarah menyaksikan bahwa dalam beberapa kurun waktu, terdapat beberapa pihak yang mengklaim gelar khalifah.

Setelah mempelajari sejarah dunia pada abad 18 kini kita tahu bahwa ternyata pada abad ini negara-negara di Eropa masih saling berperang satu sama lain. Kekhalifahan Islam juga ternyata berperang satu sama lain. Jadi kalau Cak Nun bilang bahwa pemimpin dunia pada abad ini bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah saya agak bingung. Yang disebut pemimpin dunia di sini siapa dan kapan mereka bersepakat lha wong mereka masih saling berperang satu sama lain. Sesama kekhilafahan Islam (sebenarnya sih mereka kerajaan) aja juga masih saling terkam.

Kalau saya ketemu Cak Nun saya mau tanya apakah memang perlu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah kaum muslimin dibiarkan bersatu agar dunia tidak dikuasai oleh khilafah. Lha wong FAKTANYA umat Islam sejak zamannya Khalifah Ali r.a aja umat Islam sudah tidak mau dipimpin oleh seorang khalifah dan lebih suka dipimpin oleh raja atau sultan. Setelah era Khulafaur Rasyidin umat Islam dipimpin oleh Dinasti Umayyah, dst.

 

Cekap semanten piatur kula… Sejarah China dan Jepang tidak saya masukkan karena mereka masih ribut dengan diri mereka sendiri. Lagipula ini aja sudah panjangnya naudzubillah… Cak Nanang selalu ngomel kalau saya nulis panjang dikit aja. J

 

Surabaya, 15 Agustus 2019

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *