Senin, 16 Desember 2019
Just another WordPress site
Bali, here I come again…

Blue Sky Lounge yg terletak diujung Gate 8, bandara Juanda penuh seperti biasanya. Tapi saya beruntung masih mendapat tempat duduk yg nyaman di ujung pintu masuk. Saya meletakkan ransel dan menebarkan pandangan ke sekeliling. Ada yg berbeda suasananya. Kali ini lounge dipenuhi oleh riuh tawa, teriakan dan sliweran anak-anak dan remaja.

Holiday is on…!

Tiga anak balita masuk disusul tergopoh-gopoh oleh baby sitter masing-masing berseragam putih dan variasi biru muda. Orang tua mereka tak nampak entah dimana. Pikiran usil saya langsung membayangkan bahwa para bayi itu memang digiring utk bepergian berlibur entah kemana bersama para baby-sitter masing-masing. Bukan para balita itu yg perlu liburan tapi orang tua mereka yg ingin agar mereka menjauh sementara. May be the parents need some break as well, away from their cute yet noisy babies. So they send their babies away.
And I laugh quietly inside thinking about it.

Saya menuju ke kulkas dan mengambil sebotol Cocacola. Saya hanya butuh sedikit soda utk mengemulsi perut saya yg kekenyangan karena makan siang berlimpah tadi. Dua mangkok sop ikan nila lezat yg disusul dengan seporsi kambing oven yg empuk sungguh bukan menu makan siang yg biasa saya santap. Saya makan besar bersama beberapa teman SMA tadi. The Gang of SOS. Bertemu teman lama memang selalu jadi acara makan-makan dan ngobrol yg menyenangkan. Tapi akibatnya saya menjadi kekenyangan dan ingat kembali pd resolusi saya utk melakukan diet pada tahun 2012 yg juga merupakan pengulangan resolusi tahun-tahun sebelumnya. At least I don’t need a new resolution for 2013. I can just use the same resolution as last years. And I can start with a bigger and rounder belly this year.

Baca juga:  CADAR OR NOT

Tak seberapa lama panggilan utk naik ke pesawat terdengar. Gate 7. (Dan saya masih tetap terganggu dengan pengucapan ‘Your tension, please’ dari bagian informasi).
Saya bersyukur bahwa kami tidak perlu naik bis menuju pesawat dan cukup menggunakan garbarata, si belalai gajah. To my surprise Citilink SUB-DPS ternyata menggunakan pesawat baru Airbus A320-200 berbadan lebar dengan 31 row seats. Ujung sayapnya hijau menengadah ke atas bak ujung jari penari Bali yg lentik. It’s brand new. Bau jok tempat duduknya masih terasa seperti baru keluar dari hangar. I feel like traveling by Garuda.
Semua kursi penuh. Di sebelah saya duduk seorang gadis cantik yg nampaknya juga bepergian sendirian. Ia tersenyum-senyum pada saya tapi tidak saya balas. Soalnya saya tahu bahwa itu hanya imajinasi saya belaka. Olaopo kok mesam-mesem karo wong umur balak limo…?! Edan po.. Tiba-tiba saya ingat istri saya. I suddenly feel lonely.

Saya ke Bali sendirian saat ini. Istri dan anak-anak tidak ada yg bisa ikut. Istri saya ada acara pernikahan keluarga yg tidak bisa ia tinggalkan karena ia bagian penting dalam acara. Jadi ia baru akan menyusul pd tgl 31, tepat pd malam Tahun Baru. Yubi masih UAS, katanya. Yufi menunggu utk bareng mamanya. Tara sudah hampir seminggu di Balikpapan berlibur bersama para sepupunya disana.

Sebetulnya saya telah berupaya utk mengajak beberapa teman utk menemani saya berakhir tahun di Bali. Tapi nampaknya semua org telah punya acara masing-masing. Jadi saya terpaksa ke Bali sendirian.
Sambil menunggu antrian penumpang yg terus berdatangan saya mengirim pesan via BBM ke istri saya, ‘I miss you, Yang’ yg segera mendapat balasan ‘I miss you 2.’ dengan tambahan ikon ciuman dan pelukan. Saya merasa sedikit terhibur.

Baca juga:  WISUDA IX STIKOM BALI

Saya tidak sedang berlibur ke Bali. Ada rakor dua hari yg harus saya ikuti dalam posisi saya sebagai pengurus yayasan dan komisaris PT. Saya punya bisnis disini meski tidak pernah benar-benar bekerja di bisnis tsb. Saya hanya turut memilikinya dan posisi saya adalah salah seorang anggota yayasan dan komisaris. Jadi ini tugas rutin yg selalu saya ikuti dengan senang hati. Saya selalu menyampaikan bahwa bekerja di Bali itu selalu menyenangkan karena everyday is a holiday in Bali.

Saya memang tidak pernah terlibat langsung dengan dinamika perusahaan ini karena saya tidak tinggal di Bali dan everything has been taken care very well by the management. Meski saya tidak datang pada raker ini juga tidak apa-apa. I won’t make a change. It’s just a formality. A wonderful one. Tapi formalitas ini bisa jadi membosankan jadi saya harus mencari cara agar tidak bosan karenanya. Caranya adalah dengan menjadikannya sekaligus sebagai acara rekreasi bersama istri atau teman-teman. 🙂

Kadang-kadang sy masih merasa heran dengan fakta bahwa saya punya usaha di Bali. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya dan juga tidak pernah merencanakannya. Apa hubungan saya dengan pulau Bali? Kesempatan itu datang begitu saja sebelas tahun yg lalu seolah memang ditakdirkan utk datang ke haribaan saya. Dan inilah yang membuat saya rutin datang ke pulau yg menjadi dambaan para pelancong di seluruh dunia. Ini tahun yg ke sebelas sejak saya pertamakali datang utk membuka Stikom Bali bersama tiga orang mitra saya (sekarang kami berlima dg tambahan partner baru). Sekarang kami bahkan sudah melangkah ke Bandung dengan mengakuisisi sebuah sekolah tinggi yg sudah megap-megap. Setelah beberapa tahun dibikin mengkilap kinerjanya oleh Pak Dadang, our brilliant director, kini kami siap membangun kampus baru di jalan Sukarno Hatta.

Baca juga:  DIFFERENT LEVEL

Saya mendarat di Ngurah Rai yg masih terus direnovasi sehingga bak kapal pecah semrawutnya. Kondisi ini masih akan berlanjut cukup lama karena besarnya perubahan yg akan dilakukan. Dengar-dengar bandara Ngurah Rai akan menjadi bandara yg lebih baik dan modern ketimbang Sukarno-Hatta nanti kalau sudah jadi. Wow…! I will enjoy coming here again and again.
Padatnya penerbangan membuat pengambilan bagasi menjadi lebih lama dari biasanya. Andri, sopir tetap kami, mengabari bahwa ia telah siap menjemput di tempat biasanya.
Saya masuk ke mobil dan Andri mengabari bahwa saya akan menginap di Bali Beach Sanur lagi kali ini. Acara raker diadakan disana sekalian acara Tahun Baru.
Saya merebahkan tubuh di jok belakang dan mencoba utk menikmati perjalanan dari bandara ke Sanur. Kalau lancar kami baru akan sampai satu jam lagi.

Sampai jumpa di rakor…

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *