Agustus 20, 2022

0 thoughts on “MUHAMMAD YUNUS DAN GRAMEEN BANK

  1. Pak Satria, perkenankan saya mengambil tulisan anda tentang Muhammad Yunus untuk saya kirimkan kepada teman-teman kami.

    Salam
    Roni

  2. Saya sudah kenal dengan sosok M.Yunus agak lama, tapi setelah membaca bukunya dan mengetahui perjuangan beliau jadi salut dan sekaligus terharu sekali. Penghormatan setinggi2nya buat beliau. Sebenarnya banyak dari prinsip-prinsip kreditnya sudah dilakukan di Indonesia (katanya). Oh ya itu juga komentar dari teman2 kalangan perbankan yg saya ajak diskusi. Tapi kenapa tidak sukses ya disini? Mungkin kita kurang sosok pantang menyerah, terus memperbaiki diri yg ada di M.Yunus? Banyak yang bilang karena orang Indonesia itu spesial (kompleksnya). Kalo menurut saya koq tidak ya. Mungkin karena kita kurang berusaha saja?

  3. Bangkadesh memiliki Muhammad Yunus, pejuang sejati bagi kaum miskin. Indonesia punya segudang politisi, pejabat, aparat birokrasi, serta pengusaha yang tak henti-hentinya menindas kaum miskin.

    Aksi korupsi dipamerkan secara telanjang dan tanpa malu-malu. ketika kasus korupsi pengalihan hutan lindung Kepulauan Riau yang melibatkan Alamin Nasution yang anggota DPr terbongkar, saya mengira itu adalah kasus paling memalukan yang pernah terjadi yang melibatkan politisi dan birokrat. Ternyata masih muncul lagi kasus suap yang lebih mengerikan, yang diduga melibatkan pejabat BI dan politisi Senayan.

    Kebijakan pemerintah pun tak ada yang berpihak kepada kaum miskin. Alih-alih memikirkan nasib kaum miskin, policy yang muncul justru menindas dan kian menyulitkan hidup rakyat. Mulai dari kenaikan harga BBM, konversi minyak tanah ke gas, penjualan aset-aset produktif milik negara ke investor asing, atau penetapan upah buruh yang sangat rendah.

    Kalangan pengusaha pun tak mau kalah. Kesempatan korupsi memang tidak mereka miliki secara leluasa. Tapi penindasan yang mereka lakukan terhadap para buruh tak kalah bengisnya. Bank-bank, baik swasta maupun BUMN, juga pabrik-pabrik, bahkan stasiun televisi , tak lagi menerima karyawan tetap. Mereka hanya bersedia menyediakan tenaga outsourching yang tak memiliki posisi tawar dan bisa di phk sewaktu-waktu tanpa pesangon.

    Pendek kata, Indonesia untuk saat ini bukanlah rumah yang indah buat kaum buruh atau mereka yang bernasib kurang beruntung secara materi. Tanpa lahirnya pemimpin yang sangat kuat, yang memiliki konsern ekstra besar terhadap kaum papa, piramida penindasan terhadap mayoritas umat manusia oleh sekelompok elit politik dan ekonomi, akan terus berlangsung.

    Pak Satria Dharma, saya berdoa untuk kelahiran seorang ‘Muhammad Yunus’ persis di tengah-tengah kaum papa di Indonesia. Negeri ini sepertinya jauh memnutuhkan sosok Muhammad Yunus ketimbang Bangladesh karena rakyat di sini tidak hanya dibiarkan hidup dalam kemiskinan, melainkan juga dijadikan korban penindasan struktural. Hak-hak dasar hidup mereka dirampas dengan cara korupsi massal yang berlangsung sangat masive.

    Usul saya kepada Anda, pada tulisan mendatang, ada baiknya disertai analisa, mengapa di tengah proses pemiskinan yang dahsyat di negeri ini, justru bermunculan sosok mirip Muhammad Yunus, atau lebih tepatnya Muhammad Yunus-Muhammad Yunus palsu. Orang-orang ini mengabdikan sepanjang hidupnya sebagai instrumen penindas rakyat. Namun belakangan ini mengiklankan diri seolah-olah dirinya adalah sosok dewa penolong bagi kaum miskin papa. Ada juga orang yang tanpa malu-malu mengajak rakyat untuk berbuat, padahal prestasinya selama ini baru mampu memimpin sebuah partai politik tanpa memiliki catatan yang jelas tentang perbuatan konkret apa yang pernah di perbuat untuk masyarakat. Masih banyak lagi sosok yang menurut saya, bertingkah nekat dan menggelikan, sekadar untuk memenuhi ambisi menjadi pemimpin sebuah negara yang secara struktural, belum bebas dari tabiat kolonial yang gemar menindas orang-orang kecil.

    Selama belum lahir seorang ‘Muhammad Yunus’ di sini, rakyat di negeri ini tak pantas menyatakan diri sebagai bangsa merdeka.

  4. Org Indonesia bisanya cuma jadi pengagum aja…

    Saya rasa ga ada masalah dengan rakyat kita kok, semua masi punya kesempatan yang sama. Hanya yang membedakan ada yang benar-benar mau keluar dari kemiskinan dengan cara bekerja keras dan ada yg hanya terdiam menunggu uluran tangan orang.

    Bapak saya juga orang miskin sewaktu di jaman nya dan berkat kerja keras dia mampu memenuhi semua kebutuhannya dengan cara mandiri dan hidup berkecukupan sekarang.

    Setiap hari banyak kita dengar kisah sukses si miskin yang bisa hidup berkecukupan. Dan kisah itu tidak dimiliki oleh daerah tertentu tapi seluruh dunia dan begitu juga sebaliknya.

    Jadi semua itu tergantung orgnya mau hidup sebagai orang miskin atau hidup berkecukupan.

    Kisah “Klasik” Mr. Yunus dan lain-lainnya akan banyak bermunculan dan itu wajar-wajar saja, tidak ada yang luar biasa (maaf ya pembaca…)

    Jadi semua orang punya kesempatan untuk hidup layak dengan atau tanpa caranya Mr.Yunus sang “Hero”

  5. Anda mungkin salah baca. Apa yang dilakukan oleh Muhammad Yunus ini bukan kisah ‘klasik’ mengenai perjuangan seseorang miskin untuk menjadi kaya. Muhammad Yunus bukanlah orang miskin yang berjuang agar diri dan keluarganya bisa hidup berkecukupan dengan kerja kerasnya seperti ayah Anda. Muhammad Yunus sudah hidup berkecukupan sebagai professor di bidang ekonomi di kampusnya sebelum ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengasihi dan membantu orang-orang miskin. Muhammad Yunus adalah SATU-SATUNYA manusia di bumi ini yang membuat BANK KHUSUS BAGI ORANG MISKIN agar orang miskin dapat bangkit dari kemiskinannya. Dan itu samasekali bukan kisah klasik atau kisah yang umum.

  6. Saya sangat kagum dengan M. Yunus, seorang ekonom yang bukan hanya menguasai teori ekonomi doang tetapi langsung menerapkannya kedalam praktek. Jika peraih nobel perdamaian memenangkan hadiahnya dengan mendamaikan perang, justru M. Yunus memperoleh nobelnya dengan cara mengobarkan perang. Yah… perang terhadap kemiskinan.
    Mengenai konsep bank Garmeen, saya merasa konsep koperasi yang dicetuskan bung Hatta tidak kalah hebatnya. Yang saya merasa heran, mengapa koperasi model bung Hatta tidak berhasil diterapkan di Indonesia? Apakah karena koperasi justru menjadi alat pemerintah, bukannya alat rakyat untuk mensejahterakan dirinya sendiri?

  7. Sy termasuk yg telat membaca buku ini.Bgt selesai membaca buku ini, sy gak bisa tidur.Menurut sy, bs begitu krn lahir dari seorang ayah yg SERIUS MEMBANGUN MARTABAT KELUARGA (ayahnya berhasil jd pria yang setia di tengah2 masyarakat Bangladesh yang bs dg sekehendak hatinya mencampakkan istri-padahal istrinya gila-, kritis thd bank konvensional, dan bekerja keras menghidupi keluarganya, jg muslim yg taat) dan lahir dari seorang ibu yang baik hati kepada kaum kerabat yang miskin (sang ibu memberi sentuhan terakhir pd setiap handmade yg dibangun ayahnya, hasil dr add value itu, beliau sumbangkan kpd kaum miskin).
    LAHIRLAH M.YUNUS YG SERIUS MEMBANGUN MARTABAT KAUM MISKIN.

  8. pak, izinkan saya untuk mengambil tulisan bapak ini, untuk dijadikan tugas kuliah saya “penyehatan perusahaan” .. terima kasih.

  9. Senang sekali menemukan tulisan ini. Mulai dari part 1-part 3. Saya suda membaca kedua buku yang di tulis muhamad Yunus, Bank untuk Kaum Miskin dan Menciptakan dunia tanpa kemiskianan. Setelah membaca kedua buku tersebut, saya mengambil kesimpulan bahwa:

    “Muhamad Yunun adalah seorang pejuang kemerdekaan yang sesunguhnya. Setelah berjuang membebaskan banblases dari cengkraman pakistan, Ia kemudian berjuang membebaskan banglades dari cengkreman kemiskinan yang parah. Untuk memperjuangkanya, ia malahan melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan apa yang dia ajarkan sendiri dalam ruang kelas.

    Salut buat muhamad Yunus. Saya mohon ijin untuk kopi tulisan ini sebagai koleksi dalam hadrdisk saya. Tentu saja saya akan menyebutkan si empunyai tulisan plus sumber.

    Salam hangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.