Rabu, 24 Juli 2019
Just another WordPress site
ISLAM ITU SUPERIOR

Seringkali saya menemukan orang-orang yang disebut ulama, ustad,da’i,  dosen, dan bahkan professor perguruan tinggi Islam yang katanya membela Islam tapi dalam sikap, perkataan , dan tindakannya sebenarnya justru merendahkan Islam dan menganggap Islam itu inferior dan tidak berdaya. Orang-orang seperti ini sungguh menjengkelkan.

Coba perhatikan bagaimana mereka berceramah atau menulis artikel. Mereka-mereka ini akan menggambarkan Islam sedang dirundung nestapa, sedang kritis, sedang gawat, para ulamanya sedang diujung tanduk, dan segala macam situasi buruk karena dipepet, dikepung, diancam, mau dihancurkan, digerus, diapalah-apalah, oleh komunisme, kapitalisme, fasisme, liberalisme, hedonisme, cukongisme, parakangisme (hanya orang Bugis yang tahu ini), dan segala macam ancaman isme yang ada di dunia ini. Mereka-mereka ini akan menggambarkan betapa umat Kristen dan Yahudi tidak pernah rela bertetangga dengan umat Islam dan kebencian mereka sudah nyata jadi jangan pernah sedikit pun percaya para mereka (untungnya agama lain tidak disebut kejahatannya di Alquran). Mereka itu cuma manis dibibir tapi hatinya berulat. Orang-orang keturunan Cina itu apalagi. Ekonomi mereka kuasai, perdagangan ada di tangan mereka, uang ada di tangan mereka, emas dan rajabrana mereka tumpuk untuk bersenang-senang, pejabat, tentara, dan polisi dalam kekuasaan mereka, sementara umat Islam terpuruk, ndlosor, dan megap-megap di bawah mereka. Pokoknya Islam dan umat Islam sedang dalam bahaya besar dan diujung tanduk karena semua hal di dunia ini membenci, mengancam, dan akan menghancurkan Islam.  Setelah itu mereka akan mengulang-ulang berita tentang betapa tersiksanya umat Islam di Amerika, Prancis, Cina, Bosnia, Palestina, Azerbaijan, Syria, Papua, Ndiwek, dan semua tempat yang katanya umat Islam sedang digencet.

Saya seringkali jengkel dan mau muntap mendengar ceramah-ceramah seperti ini. Kok ya bisa-bisanya mereka menggambarkan agamanya sendiri seperti itu…! Islam kok dianggap inferior, tak berdaya, tak mampu berbuat apa-apa sih? Bukankah Islam itu agama yang paripurna? Bukankah Islam itu justru solusi bagi berbagai masalah yang melanda dunia (ajaran Islam adalah solusi, dan bukan khilafah solusinya). Mestinya umat Islam itu diajari tentang keunggulan dan mulianya ajarannya, Mestinya umat Islam itu selalu diajari untuk berpikir, bersikap, dan bertindak positip. Mestinya umat Islam itu diajari untuk menyebarkan kasih dan sayang pada semua umat manusia dan tidak terus menerus berprasangka buruk. Mestinya umat Islam itu diajari bahwa setiap dari mereka adalah problem solver dan mampu memberi solusi bagi ruwetnya masalah di dunia ini karena ajaran agama mereka memang lengkap dan menjadi solusi sampai akhir jaman. Dulu umat Islam memang berperang dengan berbagai pihak tapi sekarang kita sudah damai dan perlu terus menjaga perdamaian dan kedamaian tersebut.

Baca juga:  Guns, Germs & Steel (Part 2) : Mengapa orang-orang Erasia lebih unggul...

Mbok ya mereka itu menunjukkan hal-hal positip yang sedang terjadi pada Islam di seluruh dunia. Mbok ya dijelaskan bahwa Islam itu agama yang paling pesat perkembangannya di dunia. Islam diprediksi akan menjadi agama dengan perkembangan paling pesat di masa depan, melampaui pertumbuhan pemeluk Kristen. India bakal menjadi negara dengan pemeluk Islam terbanyak di dunia. Perkembangan Islam di Amerika, Kanada, Eropa, dan negara-negara Barat lain itu luar biasa dan mencengangkan. Islam berkembang dua kali lebih cepat ketimbang pertumbuhan populasi global. Muslim akan berkembang dari 23 persen tahun 2010, yaitu 1,6 miliar orang, menjadi 30 persen di tahun 2050, menjadi 2,8 miliar. Pertumbuhan Islam bahkan diprediksi melampaui Kristen. Diperkirakan pada tahun 2050 mendatang satu dari 10 orang Eropa bakal memeluk agama Islam. Apa artinya ini? Artinya justru agama Islam yang sekarang ini mengepung, menyerang, dan mengalahkan dunia. Jadi kita yang sedang mengepung mereka. Kita yang sedang di atas angin. Apakah para ulama, da’I, ustad, professor tersebut tidak melihat ini semua dan justru melihat kebalikannya? Kemane aje lu, Gan?

Di Indonesia kita juga melihat betapa pesatnya perkembangan umat Islam. Pengajian, tilawah, diskusi agama, dll dilakukan di semua tempat tanpa henti. Masjid-masjid baru yang megah dan mewah berdiri di mana-mana (masjid di kompleksku sudah pakai AC dan tiada henti memperindah dan mempercantik dirinya). Orang yang mau haji sampai menunggu belasan tahun. Yang mau umrah masya Allah banyaknya. Orang Islam yang jadi konglomerat juga bertambah. Apakah umat Islam juga bisa kaya raya dan menguasai perekonomian? Ya, bisalah. Tanyakan pada Chairul Tanjung, Achmad Hamami, Garibaldi Thohir, dan Aksa Mahmud (tapi saya juga tidak kenal sama mereka kok!). Siapa saja bisa kaya asal mau dan berusaha keras sebagaimana mereka para konglomerat tersebut. Jadi ini bukan soal apa agamanya tapi seberapa keras, pintar (dan mujur) dirinya.

Baca juga:  THE BEAUTIFUL LOVE EARTH

Oleh sebab itu…

Mari kita sampaikan pada umat Islam bahwa mereka itu superior. Mereka itu hebat. Mereka itu canggih. Mereka itu khaira ummah, the best community, karena umat Islam itu selalu menyeru kepada kebaikan dan mencegah perbuatan yang jahat dan mungkar.  Kalau ajaran Islam itu tidak hebat maka tidak mungkin dunia akan menerima Islam dengan penuh gairah seperti sekarang ini. Kalau ajaran Islam dan umat Islam tidak hebat maka tidak mungkin akan bisa mempengaruhi dunia sedemikian hebatnya.

Marilah kita berhenti menakut-nakuti umat Islam dengan segala ancaman dan juga membikin takut umat lain. Mari kita sebarkan kasih dan sayang sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi kita agar agama Islam benar-benar menjadi rahmatan lil alamin dan bukan sekedar lil muslimin only. Mari kita ajari umat Islam untuk berdakwah dengan selalu tersenyum, selalu menyapa dengan hormat, sopan dan santun, siap membantu siapa pun yang membutuhkan, dermawan, penuh empati dan simpati, giat bekerja, jujur, ikhlas dalam sikap dan perbuatan, selalu belajar untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuannya, dan semua ajaran baik yang telah diajarkan dan dilaksanakan oleh Nabi dan umat Islam terkemuka lainnya selama ini.

Mari menjadi khaira ummah.

 

Surabaya, 19 Mei 2017

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *