Rabu, 24 April 2019
Just another WordPress site
Turkey Tour (Part 1) : Jalan-jalan Bersama Keluarga

Tahun ini tampaknya tahun jalan-jalan ke luar negeri bagi saya. Dalam setahun ini saya jalan-jalan lima kali ke LN, yaitu ke Bangkok Thailand pada bulan Maret, Singapura pada bulan April, Seoul Korea pada bulan Juli, Guilin China pada bulan Oktober, dan sekarang ke Turki.
Saya ke Turki bersama rombongan keluarga orang tua dan saudara-saudara saya. Tujuan utamanya adalah mengajak ortu utk jalan-jalan ke luar negeri. Selama ini mereka sibuk bekerja dan nampaknya benar-benar perlu rekreasi. Kami sudah lama ingin mengajak mereka jalan-jalan ke LN tapi selalu terbentur oleh kesibukan. Yah! Namanya juga kesibukan. Kita akan selalu sibuk ini dan sibuk itu sehingga kita bahkan tidak tahu sebenarnya kita ini sibuk apa sih.

Akhirnya kami tetapkan berangkat pertengahan Nopember ini. Desember adalah musim dingin yang akan sangat berat bagi ortu kami yg sudah berusia 80 tahun lebih itu. Pertengahan Nopember ini sudah masuk musim dingin dan suhu udara di Turki juga sudah drop. Ketika saya cek ke internet suhu berkisar antara 3 s/d 12 derajat Celsius. Watatita…! Lha wong AC di rumah saja saya stel maksimal 22 derajat Celsius. Itu pun sering kami matikan kalau kami sudah kedinginan. Tapi daripada menunggu tahun 2014 kami juga tidak yakin apakah kami sama-sama punya waktu. So, here we go…

Mengapa kami memilih Turki?


Turkiye, demikian warga turki menyebutnya, adalah kota dengan sejarah yg berusia ribuan tahun dan kisah peradaban yang sangat menakjubkan. Turki adalah ‘blasteran’ Eropa dan Asia. Separo dirinya adalah Eropa tapi separo lagi adalah Asia. Turki memiliki panorama alam yg luar biasa indah dan juga bangunan megah yg sangat artistik.

Baca juga:  TWENTY YEARS OF JOY AND HAPPINESS

Bangunan kuno yg indah telah berdiri di Turki sejak abad 2 Masehi. Ada Hagia Sophia (Aya Sofia) bangunan yg didirikan sejak abad ke 6. Ia telah berganti fungsi dari semula adalah benteng, kemudian menjadi gereja, menjadi masjid, dan akhirnya kini menjadi museum.

FAST FACTS

Sekedar ‘simple facts’ ttg Turki, ibukota Turki itu Ankara dan bukan Istambul. Meski kota terbesar adalah Istambul (dulu bernama Konstantinopel). Turki, meski 99% penduduknya adalah muslim (Indonesia sekitar 80%), bukanlah negara Islam. Pemerintah Turki adalah republik sekuler. Jumlah penduduknya 75 juta lebih.
Turki berbatasan dengan 8 negara tetangganya. Bulgaria di Barat Laut, Yunani di sebelah Barat, Georgia di Timur Laut, Armenia, Iran dan Azerbaijan di sebelah Timur; Iraq dan Syria di Tenggara.
Untuk masuk ke Turki, kita tidak perlu mengurus visa karena kita bisa membeli stiker VOA (Visa On Arrival) setibanya di Turki untuk 30 hari hanya dengan USD 25.

Mata uang Turki adalah Turkey Lira (TL) dengan kurs sekitar Rp.7.000,- (pada saat USD Rp.11.650,- seperti sekarang ini) Tapi katanya kita sudah bisa makan dengan harga 3 – 4 TL saja. Berarti kan harga makanan tidak mahal. Asal jangan pesan tempe penyet atau sego sambel saja. Bukan karena mahal tapi tidak ada yg jual. 😀

Soal bahasa, mayoritas penduduknya bisa menggunakan bahasa inggris. Papan petunjuk perjalanan juga pakai bhs Inggris. Asal kita bisa speak English a little a little insya Allah tidak akan kehilangan arah di Turki.

Perbedaan waktu Turki dan Jakarta adalah 5 jam. Jadi ketika di Jakarta pukul 21:00 maka di Turkey baru pukul 16:00.

Kami akan berangkat dari Jakarta menggunakan Singapore Airlines SQ 963 via Singapura pada pukul 19:05 dan direncanakan tiba pada pukul 21:40. Singapura.

Baca juga:  JALAN-JALAN KE JEPANG (BAGIAN 1) : NIHON E YOKOSO

Dari Singapura kami akan menuju ke Istanbul pada tengah malam jam 01:50 dan akan tiba esok paginya pada pukul 07:25. Karena tiba pagi hari maka kami tidak akan masuk ke hotel dulu tapi akan langsung dijemput bis utk city tour mengunjungi Hippodrome, Blue Mosque, Topkapi Palace, Hagia Sophia Museum, dan menuju kota Canakkale utk bermalam. Hari pertama dan kedua ini tentu akan sangat melelahkan karena kami akan kekurangan waktu istirahat dan juga karena hanya bisa tidur di pesawat.

Hari berikutnya kami akan mengunjungi Troy di Izmir, House of Virgin Mary. Hari ini kami akan menginap di Tatlises Hotel di Kusadasi
Hari ke empat adalah jadwal utk mengunjungi Ephesus dan Pamukkale. Kami akan menginap di hotel Tripoli Thermal Pamukkale.

Hari ke lima dari Pamukkale kami akan ke Cappadocia melewati kota Dinar dan Konya. Kami akan menginap di Crystal Kaymakli Hotel di Cappadocia.
Hari ke enam kami masih akan berada di Cappadocia.
Hari ketujuh kami akan ke Ankara, ibukota Turki, dan akan menginap di Turist Hotel Ankara.
Hari ke delapan kami akan menuju ke Istanbul kembali untuk menikmati Bosphorus Cruise dan berbelanja di Grand Bazzar, pusat perbelanjaan Istanbul. Malam itu kami akan menginap di Euro Plaza hotel.

Esoknya, hari ke sembilan kami akan ke bandara Istanbul utk kembali ke tanah air via Singapura. Istanbul – Singapore jadwalnya berangkat pada pukul 13:25 dan karena perbedaan waktu maka baru akan tiba di bandara Changi pada pukul 05:55. Ini artinya kami baru akan tiba pada hari ke sepuluh. Jam 07:40, berdasarkan skedul, kami akan terbang ke Jakarta dan akan tiba pada pukul 08:25. Sore itu juga kami akan terbang ke Balikpapan utk menghadiri pesta perkawinan seorang keponakan esok harinya. Fiuh…! Sungguh ketat jadwal kami. Semoga stamina kami tetap fit sampai kembali ke Surabaya nanti.

Baca juga:  Bangkok Tour (Part 2) : Shop till you drop

Kisah tentang perjalanan selama di Turkey akan saya tulis begitu ada kesempatan. Sampai jumpa…!

Jakarta, 14 Nopember 2013

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *