Selasa, 18 Januari 2022
Satria Dharma's Weblog
FELIX SIAUW JANGAN OFFSIDE TERUS

Saya dulu bisa memaklumi kalau Felix Siauw MENGIRA bahwa sistem khilafah itu adalah ajaran Islam. Kan dia baru masuk Islam dan baru belajar. Jadi maklum saja kalau salah paham dan tidak bisa membedakan antara AJARAN Islam dan SEJARAH Islam. Lha wong ulama yang belajar sampai ndekek saja bisa salah paham kok! Tapi kadang saya curiga juga mosok sih orang sepintar Felix Siauw yang katanya sudah mempelajari soal khilafah tidak paham apa bedanya AJARAN Islam dengan SEJARAH Islam. Jangan-jangan Felix ini memang sengaja mau membodohi umat Islam dengan status kemuallafannya tersebut. Tidai tahu bahwa itu termasuk offside atau memang sengaja melakukan offside?

Salah satu masalah besar kita sebagai umat Islam dalam memahami agama adalah ketidakmampuan kita untuk MEMBEDAKAN mana yang AJARAN agama, mana yang BUDAYA, mana yang SEJARAH, mana yang IJTIHAD, mana yang PENDAPAT ulama, dll.
Masih banyak di antara kita yang MENGIRA bahwa semua yang dilakukan oleh nabi Muhammad (atau yang dilakukan oleh para nabi yang tertulis dalam Alquran) adalah ajaran agama. Padahal TIDAK. Tidak semua yang dilakukan oleh Nabi HARUS atau PERLU kita ikuti. Malah ada yang dilakukan oleh Nabi TIDAK BOLEH atau kita DILARANG mengikutinya. Masih banyak di antara kita yang mengira bahwa semua yang dilakukan oleh para khalifah Islam adalah ajaran agama yang perlu kita ikuti. Tentu saja TIDAK. Masih banyak di antara kita yang mengira bahwa pendapat para ulama pastilah merupakan ajaran agama semua. Tentu saja TIDAK. Sebagian besar dari apa yang mereka sampaikan jelas hanyalah HASIL PEMIKIRAN mereka. Meski pun mereka telah berusaha keras untuk mendasarkannya pada Alquran dan hadist paling shahih. Jadi tidak perlu kita anggap sebagai AJARAN agama.

Para nabi itu punya beberapa istri. Tapi ada juga yang tidak beristri. Nabi Muhammad bahkan punya sebelas istri. Nabi Daud bahkan sampai didatangi oleh malaikat perkara berlebih-lebihannya dalam soal memiliki istri. Nabi Sulaiman katanya juga istrinya puluhan orang. Tapi jelas punya banyak istri itu BUKAN ajaran agama. Itu hanya kebiasaan dan adat istiadat orang-orang zaman dahulu di mana para nabi termasuk di dalamnya. Nabi Muhammad itu punya 11 istri tapi umat Islam DILARANG punya istri sebanyak itu. Mentok ya empat sajalah. Jadi walau pun nabi punya istri 11 orang tapi punya istri sebanyak itu jelas BUKAN ajaran yang harus diikuti oleh umat Islam. Paham nggak…?!

Nabi Muhammad itu makanan utamanya adalah kurma dan sehari-hari mengenakan gamis. Kalau pergi ke mana-mana ya jalan kaki atau naik onta. Tapi makan kurma, pakai gamis, naik onta, BUKANLAH ajaran agama. Bukan itu yang mau diajarkan oleh Nabi. Apalagi sampai minum air kencing onta. Ya, Allah, bukan itu…! Kalau kalian suka pakai gamis dan surban ke mana-mana karena dulunya Nabi seperti itu ya baik-baik saja. Tapi jangan sampai menganggap bahwa pakai gamis, makan kurma, naik onta, berbicara pakai bahasa Arab, dll adalah AJARAN agama. Bukan, Bro…! Itu cuma kebiasaan yang dilakukan Nabi dan menjadi fashion.

Baca juga:  WISATA SAHASATA: TEMANGGUNG YANG BERSIH DAN DAMAI

Nabi Sulaiman mengancam untuk menginvasi negara tetangganya (Negara Saba milik Ratu Balqis) dan akan menghancurkannya jika tidak tunduk padanya. Tapi itu juga BUKAN ajaran Islam. Kita tidak diajari untuk menginvasi negara lain. Apa yang tertulis di Alquran soal Nabi Sulaiman menginvasi negara tetangganya itu bukan AJARAN yang harus kita lakukan. Ketika pemerintahan Khalifah Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia. Umar juga mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya ditaklukkan oleh kekhalifahan Islam dibawah pimpinan Umar. Semua penaklukan ini adalah sesuatu yang luar biasa. Tapi itu juga BUKAN AJARAN AGAMA. Itu semua adalah inisiatif, ide, dan prakarsa Khalifah Umar beserta semua sahabat yang hidup pada zaman itu. Pada zaman itu memang jamak sekali negara yang kuat menginvasi dan mencaplok negara lain dengan kekuatan militernya. Tapi sekarang dunia sudah punya PBB dan invasi menginvasi sudah dilarang. Bayangkan kalau masih boleh seperti dulu. Mungkin Indonesia sudah mencaplok Brunei dengan alasan ajaran agama dan Indonesia dicaplok Amerika yang nggragas itu juga dengan alasan yang sama.
Abu Bakar ketika naik menjadi khalifah bertekad untuk memerangi pembangkang yang tidak mau bayar zakat. Meski pada mulanya Umar tidak setuju tapi pada akhirnya sepakat dan para pembangkang tersebut diperangi. Memerangi pembangkang zakat meski pun didasarkan pada pendapat Khalifah Abu Bakar dan tercatat dalam sejarah juga bukanlah ajaran agama. Yang menjadi ajaran agama adalah IJTIHAD dalam memutuskan sesuatu perkara.

Begitu juga dengan berdirinya kekhilafahan setelah Nabi wafat. Berdirinya kekhilafahan dengan diawali dengan naiknya Abu Bakar ra sebagai khalifah pertama juga BUKAN AJARAN AGAMA. Memilih serta memiliki pemimpin dan mematuhinya adalah ajaran agama. Tapi apakah bentuknya kehilafahan, dinasti seperti Umayyah, Abbasiyah, Usmaniyah, kerajaan seperti Nabi Sulaiman, republik seperti Indonesia, itu BUKAN AJARAN AGAMA. Itu sepenuhnya merupakan ijtihad dan kesepakatan umat saja.
Lalu kalau ada ulama (apalagi kalau cuma seorang Felix Siauw yang muallaf anyaran) yang bilang bahwa sistem khilafah itu AJARAN ISLAM hanya karena di Alquran ada disebutkan tentang ‘khalifah’ sebanyak tujuh ayat (bukan ‘khilafah’ lho ya) apa nggak ngawur namanya…?!

Baca juga:  MEREKA BILANG AKU KAFIR…

Jika ada yang mengatakan kepada Anda bahwa sistem khilafah adalah ajaran Islam maka hanya ada dua kemungkinan: orang itu TIDAK PAHAM apa itu ajaran Islam atau dia sedang BERBOHONG dan berusaha menipu Anda. Tidak peduli apakah yang mengatakan itu berstatus ustad, ulama, kyai, punya gelar doktor dari Mesir atau mana pun maka tetaplah ia jatuh pada dua kategori tersebut : tidak paham apa itu ajaran Islam atau sedang berbohong. Pernyataan ‘Khilafah adalah ajaran Islam’ jelas adalah sebuah KESALAHAN yang mungkin juga merupakan sebuah UPAYA MENIPU umat. Coba pikir, apa sih yang disebut sebagai ‘AJARAN ISLAM’ itu? Menghormati orang tua adalah ajaran Islam, menjauhi zina adalah ajaran Islam, menutup aurat adalah ajaran Islam, menjalankan salat, puasa, zakat, berqurban, adalah ajaran Islam, bersikap adil dalam memutuskan perkara adalah ajaran Islam, membersihkan tubuh dan memakai wewangian adalah ajaran Islam. Tapi ‘khilafah’…?! Apa yang dimaksud dengan ‘khilafah’ di sini? Bagaimana bisa ‘khilafah’ tiba-tiba menjadi ajaran Islam? Tidak pernah ada ajaran khilafah baik di Alquran mau pun dalam hadist-hadist. Coba sebutkan ayat mana dalam Alquran yang mengajarkan umat Islam untuk menegakkan sebuah sistem kekhilafahan tertentu. Tidak ada.Tidak ada sama sekali Alquran bicara atau menganjurkan sebuah sistem kepemerintahan apa pun pada ayat-ayat tersebut. Nabi Muhammad bahkan TIDAK PERNAH memberi mandat kepada siapa pun sahabatnya untuk mendirikan kekhilafahan atau menjadi khalifah sepeninggal beliau. Ajaran Islam itu tentang MORAL DAN AKHLAK dan tidak ada sama sekali mengajarkan untuk mendirikan negara atau menerapkan sebuah sistem kepemerintahan tertentu. Apa yang dilakukan oleh para sahabat dengan mendirikan khilafah adalah IJTIHAD dan hasil pemikiran mereka sendiri. Kalau pun kita mau menyebutnya maka semestinya kita menyebutnya sebagai ‘Sistem Kekhilafahan Abu Bakar’, ‘Sistem Kekhilafahan Umar bin Khattab’, ‘Sistem Kekhilafahan Muawiyah’, ‘Sistem Kekhilafahan Turki Usmani’, dst. Tapi semua itu BUKANLAH AJARAN AGAMA melainkan ijtihad dan kreatifitas pemikiran mereka sendiri. Tidak bisa disebut bahwa apa yang mereka lakukan adalah AJARAN ISLAM, apalagi kalau sampai kita mewajibkannya dengan mengatasnamakan agama.

Baca juga:  MEMBENCI KARENA AGAMA

Lha kok ujug-ujug saat ini ada umat Islam yang merasa terinspirasi untuk menegakkan kekhilafahan Islam di negara di mana ia tinggal. Apalagi dengan mengatasnamakan ajaran Islam. Sakjane AJARAN ISLAM atau AJARAN AGAMA itu apa sih yang ada dalam benak mereka…?!
Umat Islam saat ini benar-benar dirusak dan dicekoki oleh pemikiran-pemikiran yang sangat halusinatif, out of date, dan destruktif, alih-alih konstruktif dan progresif. Lha wong sistem khilafah ala Tahririyah yang di negara asalnya sendiri GAGAL TOTAL dan DILARANG kok malah dibawa ke negara kita yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur ini…! Ustad, ulama, kyai, cendekiawan macam apakah mereka kok berpikirnya begitu halusinatif, mundur, dan destruktif seperti itu? Kalau yang ngomong begitu Felix Siauw ya maklumi saja karena kan dia muallaf anyaran. Ya semacam Yahya Waloni yang sering offside itu.

Fakta politik umat Islam pada masa ini secara mayoritas tidak menerima khilafah. Hampir seluruh dunia Islam menolak khilafah. Lha wong Turki saja yang dulunya adalah negara yang menggunakan sistem kekhalifahan TIDAK MAU kembali ke sistem khilafah. Emoh tenanan…! Bahkan Turki menetapkan diri sebagai NEGARA SEKULER. Arab Saudi apalagi. Lha wong benderanya Hizbut Tahrir yang diaku sebagai ‘Bendera Tauhid’ itu saja dilarang ada di negaranya. Piye toh iki…?! Kok Arab Saudi yang core of the core, pusatnya pusat Islam, malah MELARANG ‘bendera tauhid’ di negaranya? Ya karena mereka sangat paham bahwa tidak ada namanya ‘bendera tauhid’ itu dan itu adalah bendera organisasi Hizbut Tahrir yang dilarang keras di Arab Saudi.

Jadi kalau lain kali Felix Siauw promosi untuk menegakkan kekhilafahan ala Tahririyah yang sudah bangkrut di mana-mana itu tolong disadarkan. Bangun, Bro…! Jangan terus menerus berpikir ke belakang. Kita sudah punya kekhilafahan NKRI yang kita perjuangkan sejak 1945 dan perlu terus kita pertahankan. Ingat, Bro, mempromosikan HTI itu termasuk offside lho. Jangan kayak Yahya Waloni yang akhirnya dimasukkan bui karena selalu offside tersebut. Eman-eman dengan kepintaran dan kesungguhanmu belajar Islam itu.

Surabaya, 13 Januari 2022
Satria Dharma

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *