Selasa, 02 Desember 2020
Just another WordPress site
BENARKAH MUHAMMAD ADALAH SEORANG NABI?

Ketika saya menulis “Muslim Kritis? Harus dong!” seseorang mengritik dan mengatakan bahwa ia tidak percaya bahwa Alquran itu adalah wahyu Tuhan karena katanya isinya banyak kontroversi (meski ia tidak menjelaskan apa kontroversinya dan saya tidak tertarik untuk menanyainya). Jadi saya jawab bahwa ia bukan orang pertama dan tidak sendirian. Sejak awal Nabi Muhammad mendakwahkan agama Islam sudah ditentang dan dilecehkan. Dan itu akan terus terjadi sampai akhir zaman nanti. Jadi nothing new. Orang akan terus membantah dan menolaknya. Lagipula orang yang tidak mengimani kebenaran dalam agama Islam itu jauh lebih banyak daripada yang mengimaninya. Jumlah umat Islam di dunia ini memang sudah dalam bilangan milyar. Tapi yang non-muslim kan lebih milyar jumlahnya. Lha wong yang mengaku Islam aja belum tentu mukmin lho! Jadi saya katakan padanya ‘You’re not alone’. There are so many of people like him in the world. Anda punya hak untuk tidak percaya. Itu sudah disampaikan oleh Tuhan dalam Al-Kahfi 29 (sila cek sendiri apa kata Tuhan dalam ayat ini).

Dulu saya menikmati berdebat tentang agama baik dengan sesama muslim, apalagi dengan non-muslim, di milis-milis. Saya ini ‘alumni’ milis Apakabar yang heboh dulu itu. Jika Anda sudah cukup tua mungkin Anda tahu mailing list group ini. Rasanya adrenalin saya mengalir deras kalau mendapat tantangan debat tentang agama. Pokoknya saya sok bangetlah. Saya mengoleksi berbagai buku-buku debat agama yang berbahasa Indonesia mau pun yang berbahasa Inggris. Ahmed Deedat almarhum (semoga Allah merahmatinya di alam kubur) adalah debater favorit saya.

Tapi setelah terus menerus membaca Alquran tiba-tiba saya sadar bahwa berdebat soal agama itu sebenarnya dilarang. Begitu juga dengan mendebat umat beragama lain. Dalam Surat Al-Ankabut 46 disebutkan Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan CARA YANG PALING BAIK, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”

Baca juga:  PROF. BUDI DARMA

Jadi sejak itu saya jadi sadar. Lha ngapain saya harus ngotot untuk ‘menunjuki mereka jalan yang benar’ dengan mendebat pendapat mereka habis-habisan. Lha wong para rasul pun tugasnya hanyalah MENYAMPAIKAN. Sila Cek Al-Maidah (5:99). Tugas seorang rasul hanyalah menyampaikan apa yang Allah perintahkan untuk disampaikannya. Para nabi dan rasul TIDAK BERKEWAJIBAN menyadarkan manusia ke jalan yang benar. Karena hal itu adalah wewenang Allah sendiri. Gak usah sok-sokan mau menunjukkan jalan yang benar segala apalagi menjanjikan sorga kelak. Lha wong kita sendiri ini belum tentu lolos screening, Bleh…!

Kewajiban saya adalah mempelajari apa yang ada dalam Alquran. Itulah sebabnya saya rutin mengaji setiap hari dengan berusaha memahami arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Hal ini membuat saya sedikit demi sedikit mendapatkan hikmah dari apa yang saya baca. Kadang dalam membaca sebuah ayat atau surat tertentu tiba-tiba muncul kilatan cahaya pemahaman tertentu yang membuat saya tercengang. Padahal ayat atau surat tersebut sudah puluhan kali saya baca tapi tidak menimbulkan pemahaman tertentu tapi pada saat tertentu tiba-tiba saya MERASA memperoleh pemahaman baru. Itu bagi saya sungguh W O W…!

Sebagai contoh, ketika saya membaca surat Abasa yang merupakan Surah ke 80 di suatu hari tiba-tiba saya menemukan pemahaman baru. Subhanallah…! Jika Anda tertarik untuk mengetahui bagaimana kisahnya saya bisa mendapatkan ilham tersebut sila baca pada tulisan saya ini.

Surabaya, 11 September 2020

Salam

Satria Dharma

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *