Selasa, 12 Nopember 2019
Just another WordPress site
Program Literasi untuk Mahasiswa

“Sebelum saya menyampaikan pertanyaan saya ingin menyampaikan “Selamat Ulang Tahun” dulu pada Pak Satria.” demikian kata seorang peserta seminar ketika mendapat giliran bertanya. Seketika hadirin bersama-sama mengucapkan selamat pada saya. Dan saya pun tersipu malu (koyok arek ayu ae, Cak!).
Hari itu saya memang sedang berulangtahun dan saya sedang memberikan presentasi ttg Gerakan Literasi Sekolah di Universitas Tidar Magelang. Adalah Ibu Mursia Ekawati, Kajur FPBSI Univ. Tidar, yang mengundang saya utk memberikan materi pada pada sekitar 100-an hadirin yang terdiri dari kepala SD, dosen, dan mahasiswa Univ. Tidar tentang Budaya Literasi. Saya sendiri baru mengenal beliau saat itu dan sebelum ini kami cuma berhubungan via dumay. Saya bahkan mengira beliau seorang mahasiswa atau guru sekolah menengah sebelumnya. Beliau mengenal saya dari tulisan saya di milis AJPBSI (Asosiasi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) di mana beliau menjadi member pasif. Katanya beliau selalu mengikuti tulisan-tulisan saya, khususnya tentang pengembangan budaya literasi, dan tertarik untuk mengetahui lebih jauh.

Kebetulan bahwa para kepala sekolah SD di Magelang baru saja mendapat kiriman buku-buku dari Disdik sebagai bagian dari kewajiban membelanjakan minimal 5% dari dana BOS yang mereka terima. Tetapi mereka belum pernah mendapat pelatihan tentang pembudayaan literasi. Jadi mungkin ada baiknya jika mereka mendapatkan bekal dari seorang ‘petualang’ literasi seperti saya yang gembar-gembor ke mana-mana. Kebetulan sekali bahwa Bu Eka juga menangani program pengabdian masyarakat di kampusnya sehingga beliau berinisiatif utk mengundang saya memberikan materi Budaya Literasi pada mereka.

Saya memang selalu mengiyakan jika ada tawaran berpresentasi kemana saja. Bagi saya ini seperti pepatah pucuk dicinta ular, eh, ulam tiba. Kemarin ada tawaran lagi untuk berpresentasi di Universitas Andalas Padang pada awal tahun nanti dan langsung saya sergap. “Prun…!” jawab saya. ‘Prun’ itu versi cepat dari ‘purun’ yang artinya ‘mau’.

Baca juga:  SHOCKING FACTS IN "FACTFULNESS"

Undangan dari Ibu Mursia Ekawati memang sudah saya setujui tapi belum ada jadwalnya kapan. Jadi ketika beliau minta saya datang pada tanggal 2 Desember maka saya sambut dengan gembira. Hari itu jadwal saya kosong dan saya tidak punya acara merayakan ultah.

Jadi begitulah…
Dengan naik kereta ke Jogya dan dijemput oleh Pak Budiono, dosen senior FKIP Univ. Tidar, saya (bersama istri selalu) sampai di Magelang yang bersih, rapi, tertib, dan menyenangkan. Pagi jam 10 acara dimulai…

Berkat bujuk rayu Pak Budiono, ketua Panitia acara seminar ini, maka Prof Dr. Cahyo Yusuf M.Pd, Rektor Universitas Tidar bersedia untuk memberi sambutan pada acara ini. Biasanya jarang beliau turun tangan sendiri. Tapi ketika tiba saat saya memberikan materi beliau duduk di belakang untuk mendengarkan. Mungkin beliau ingin tahu seperti apa sebenarnya Gerakan Literasi Sekolah yang saya promosikan ke mana-mana tersebut. Beliau adalah seorang linguist jadi minatnya pada pengembangan bahasa tentu besar.
Begitu mendengarkan saya berpresentasi dengan menggebu-gebu beliau tidak jadi meninggalkan ruangan. Beliau bahkan membatalkan janji lain yang sudah diagendakan. Beliau mendengarkan presentasi dan tanya jawab dengan peserta sampai selesai dan bahkan memberi sambutan lain setelah acara selesai. Pak Rektor yang postur tubuh dan wajahnya persis Pak Nuh, mantan Mendikbud, ini menyampaikan bahwa beliau mengapresiasi apa yang telah saya sampaikan dan berterima kasih bahwa saya telah memberinya perspektif baru dengan presentasi saya tersebut. Sekarang saya benar-benar tersipu seperti gadis cantik yang mendapat pujian ‘Kamu kok cantik, Dik!’. 😀
“Saya tahu tentang literasi ini seperti Pak Satria. Saya juga gelisah dan ingin melakukan sesuatu. Tapi saya tidak bisa memotivasi orang seperti yang dilakukan oleh Pak Satria.” demikian kata beliau pada sambutan keduanya. “Saya berharap Pak Satria mau membantu kami di Univ. Tidar ini untuk mengembangkan sebuah program penanaman minat membaca pada mahasiswa, dan juga dosen, kami,” demikian sambungnya.

Baca juga:  TEMAN SETIA SAJA TIDAK BOLEH, APALAGI…

Nah lo….!

Sekarang saya punya PR baru, yaitu membuat sebuah program pembudayaan literasi bagi mahasiswa. Univ. Tidar adalah klien pertama saya.

Anybody can help…?!

Citylink QG 800 SUB-CGK, 5 Des 2014

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *