Minggu, 27 September 2020
Just another WordPress site
BUMBU PALING SEDAP DI DUNIA

Menurut Anda apa bumbu paling sedap di dunia…?!
Bumbu rendang…?! Bumbu rica-rica…?! Bumbu rawon…?! 😊
Bukan. Saya tidak sedang membicarakan bumbu dapur atau bumbu masakan… 😄

Saya sedang membicarakan sebuah bumbu yang bisa benar-benar mampu MEMBIUS manusia. Dengan bumbu ini maka manusia bisa benar-benar sakau dan lupa diri. Dengan bumbu ini manusia bisa membenci dan tega membunuh siapa saja. Dengan bumbu ini manusia bisa mabuk dan terkena histeria massal. Dengan bumbu ini apa yang batil, jahat, nista, bisa menjadi baik, halal, terpuji, dan mendatangkan kekaguman. Dengan bumbu ini seorang penjahat yang paling kejam, wanita yang paling nista, bisa menjadi suci dan terpuji. Seseorang yang mulutnya kasar dan penuh sumpah serapah menyemburkan fitnah ke mana-mana akan bisa disebut “Gus”, “Yai”, atau bahkan “Habib”. Seorang filsuf Islam yang terkenal dengan kutipannya “Two truths cannot contradict one another.” Sudah mengingatkan kita berabad-abad yang lalu tentang bumbu paling enak di dunia ini.

Begini katanya, “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah yang batil dengan agama.”. Nama bekennya Averroes tapi nama aslinya Abu Walid Muhammad bin Rusyd (Ibnu Rusyid), cendikia & ilmuwan muslim yang lahir di Andalusia Spanyol tahun 1128 M. Sejak ratusan tahun yang lalu Ibnu Rusyd ini sudah mengingatkan kita akan bahayanya BUMBU AGAMA ini. 🙏

Dengan bumbu agama yang semakin dibikin canggih saat ini maka bukan hanya orang bodoh yang tidak bisa membedakan antara yang batil dan yang hak, yang busuk dan yang harum semerbak, yang nista dan yang terpuji, yang jahat dan yang jihad, tapi bumbu racikan terbaru ini bahkan mampu membuat ustad, ulama, kyai, cendekiawan muslim, menjadi terbius dan kehilangan nalar dan nuraninya.

Baca juga:  HTI BUKAN ORGANISASI DAKWAH ISLAM

Meski dia hanya bumbu tapi jika dimasukkan ke bahan makanan yang paling busuk, paling merusak dan meracuni, diharamkan sekali pun maka akan berubah menjadi masakan atau makanan yang digila-gilai oleh umat yang menganutnya. Cukup dengan memakai gamis dan surban serta mengutip sedikit istilah-istilah bahasa Arab, apalagi kalau Anda mampu mengutip ayat-ayat suci, maka dijamin Anda akan mampu membius umat Islam. Jika Anda sudah di atas panggung dengan jubah putih dan surban Anda maka Anda bebas untuk memaki-maki, berteriak-teriak seperti orang kesurupan, menyumpah-nyumpah, menista dan memfitnah, masuk penjara karena menyiksa anak, dan tetap dianggap ulama. Seorang bintang film porno akan tampak sangat shalihah jika Anda pakaikan jilbab padanya. Seorang bajingan paling tengik akan bisa jadi “Gus” dengan berdandan ala Habib Syeh. Itu baru penampilan luar lho…! Bayangkan kalau kebatilan tersebut dibungkus dengan berlapis-lapis dalil agama dengan penuh kutipan ayat Alquran dan hadist-hadist yang meski tidak ada hubungannya tapi kalau dibawakan oleh orang yang dianggap ustad, ulama, kyai, cendekiawan muslim, mualaf tercerahkan, maka korbannya bisa jutaan orang. 😞

Anda cukup mengatakan bahwa Anda hendak ‘Menegakkan Khilafah Islam’, ‘Menjalankan Hukum Syariah’, ‘Mengibarkan Panji-panji Islam’, ‘Membela Agama Allah’, ‘Meninggikan Marwah agama’, ‘Membela Umat yang Tertindas’, ‘Demi Tegaknya Hukum Allah’, dan sejenisnya maka Anda bisa langsung melesat menjadi seorang mujahid. Jangan lupa teriakkan takbir dengan muka garang siap menerkam agar Anda semakin memukau para khalayak penikmat bumbu paling sedap di dunia ini.

Dengan bumbu agama maka umat Islam akan bersedia untuk saling bunuh, saling cincang, saling serang, melakukan perbuatan yang paling kejam dan nista dan menghancurleburkan negaranya sendiri. Dengan alasan ingin menegakkan negara khilafah yang akan melaksanakan hukum Islam secara kaffah umat Islam dari berbagai negara datang ke Suriah untuk memerangi pemerintahnya yang sah. Mereka tidak peduli apakah perbuatan mereka itu salah dan melawan perintah Tuhan selama mereka menikmati bumbu ‘syariat menegakkan hukum Allah’ maka mereka tetap menganggap bahwa apa yang mereka lakukan itu berada di ‘jalan Tuhan’. Mereka berkeyakinan bahwa perbuatan dan pengorbanan mereka pasti akan diganjar dengan sorga kelak. Jangan heran kalau ada keluarga yang bahkan mengajak anak-anaknya untuk jadi syahid dengan melakukan bom bunuh diri di gereja seolah gereja itu adalah sumber kemaksiatan yang patut dibom dengan menyerahkan jiwa raga mereka sekeluarga. I never understand such kind of madness and lunacy. Tapi begitulah faktanya kalau orang sudah keracunan doktrin kebencian berbalut agama. 😭

Baca juga:  HTI YANG DISAYANG DAN YANG DITENDANG (Part 1)

Sekarang ini orang bisa teriak “Ganyang PKI…!” padahal kelakuannya lebih PKI daripada PKI. Orang PKI dulu melakukan kebiadabannya tidak menggunakan kedok agama dan tidak meneriakkan takbir ‘Allah Akbar’. Mereka hanya PKI biasa. Lha sekarang ini sudah ‘PKI Berbumbu Syariah’. Mereka mau memberontak dan melakukan makar pada pemerintah tapi alasannya adalah untuk mendirikan ‘khilafah Islam’ dan katanya itu adalah Perintah dan Hukum Allah. Mereka akan melakukan demo berjilid-jilid, mengumandangkan takbir, tahmid, dan shalawat, mereka akan melakukan salat di jalanan, di stadion, mengutuk dan mencacimaki pemerintah, dan merasa telah melakukan sebuah jihadul akbar melawan kaum kafirin musyrik munafikin. Meski pun nyata-nyata bahwa tidak ada perintah dari Tuhan mau pun dari Nabi Muhammad untuk mendirikan kekhilafahan tapi dengan bumbu racik ‘Khilafah Tahririyah’ toh bisa membius banyak umat Islam baik yang bodoh mau pun yang sebenarnya cerdas. 😒

Kalau dulu Karl Marx mengatakan bahwa ‘Agama itu candu’ maka dengan ini saya mau katakan bahwa “Agama itu bumbu paling sedap di dunia. Anything goes right, legit, and tasty with it.” 🙏😞

Surabaya, 2 september 2020
Salam
Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *