Senin, 02 Juni 2020
Just another WordPress site
TANYA JAWAB SOAL TKA DAN TKI


TANYA : Apakah benar ada SERBUAN TKA CHINA ke Indonesia?

JAWAB : TIDAK ADA serbuan tenaga kerja China di Indonesia. Malah sebaliknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menyerbu ke China dan negara-negara lain. Tahukah Anda berapa banyak TKI kita yang bekerja di LN?

Data Bank Dunia mencatat terdapat SEMBILAN JUTA pekerja migran atau tenaga kerja asal Indonesia (TKI) yang tersebar di berbagai negara. Meski begitu, seperti diungkapkan Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Ekonomi, Industri dan Bisnis, Rizal Calvary Marimbo, negara-negara penerima TKI tersebut nyatanya tidak ribut.

“Ada sembilan juta, mungkin sekarang sudah hampir 10 juta TKI atau pekerja migran tersebar di berbagai negara. Tapi negara itu tidak gaduh,” ujar Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Dari 9 juta TKI itu, menurut Rizal lagi, sebanyak 55 persen bekerja di Malaysia. Lalu, sekitar 13 persen ke Arab Saudi, 10 persen ke Cina Taipei, 6 persen ke Hong Kong, 5 persen ke Singapura, dan sisanya tersebar di negara-negara lainnya.

Di sisi lain, Rizal mengatakan, jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia hanya sekitar 126 ribu pekerja, yang didominasi oleh pekerja asal Cina, Jepang, Amerika Serikat dan Singapura.

“Jumlah ini rasionya HANYA SEKITAR 1,4 % dari sembilan juta TKI di luar negeri. Tidak ada apa-apanya dengan jumlah TKI yang dikirim ke luar negeri,” ucap dia.

suara.com

TANYA : Ada berapa banyak sih TKA China (dan TKA lain) di Indonesia?

Berdasarkan data jumlah TKA 2018 yang diterima detikFinance dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), dari total TKA di Indonesia yang tercatat sebesar 95.335, sebanyak 32.209 berasal dari China, atau 33,7% dari total.

Menyusul China, jumlah TKA terbanyak kedua di Indonesia berasal dari Jepang yaitu 13..897 orang, Korea Selatan 9.686, India 6.895, Malaysia 4.667, Filipina 2.910, Australia 2.600, Amerika Serikat (AS) 2.556, Inggris 2.133, Singapura 1.880, lain-lain 15.902.

Jumlah ini hanya sebesar 0.04% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 268 juta jiwa atau sebesar 0,07% dari total angkatan kerja nasional. Persentase ini lebih kecil dibandingkan dengan di beberapa negara lainnya seperti terlihat pada grafik (sila buka tautan).

Sebagai perbandingan, jumlah TKA di Malaysia sebanyak 3,3 juta jiwa atau mencapai 10,06% dari total penduduknya. Kemudian Singapura dengan jumlah TKA 1,1 juta jiwa atau 19,36% dari jumah penduduknya. Bahkan, TKA di Uni Emirat Arab mencapai 8,4 juta jiwa atau 87,55% dari total penduduknya. Jadi hampir 90% penduduk di UEA adalah justru orang asing. Toh mereka tidak merasa takut dijajah.

databoks.katadata.co.id

TANYA : Mengapa sih harus ada investasi asing yang membawa TKA ke Indonesia?

JAWAB : Investasi asing jelas dibutuhkan untuk meningkatkan perekonomian bangsa. Semua negara membutuhkan investasi asing agar tumbuh di negaranya. Tidak ada negara sekaya apa pun yang tidak membutuhkan investasi asing. Tanpa investasi asing, mustahil negara seperti China dapat menikmati kemajuan ekonomi dan teknologi yang luar biasa seperti saat ini. China adalah negara penerima investasi asing terbesar kedua dunia setelah Amerika Serikat. Negara kita juga jelas sangat memerlukan investasi asing untuk pembiayaan program percepatan pembangunan nasional. Aliran modal asing yang masuk dapat menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan pendapatan negara. Investasi asing ini dibutuhkan untuk peningkatan ekspor. Dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand yang sudah mampu mengekspor produk industri manufaktur, kontribusi industri manufaktur Indonesia terhadap ekspor malah justru menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Untuk itu, Indonesia membutuhkan investasi asing yang berorientasi ekspor.

Baca juga:  GAME OF THRONES DAN KRITIK PADA JOKOWI

Tapi mungkin yang paling diinginkan oleh rakyat dari adanya investasi asing ini adalah adanya penciptaan lapangan pekerjaan. Dengan adanya investasi asing maka aka nada kebutuhan tenaga kerja lokal. Meski demikian perlu dipahami bahwa tingkat penyerapan tenaga kerja belum tentu sama antara satu investasi dengan investasi lain. Investasi pada industri padat karya jelas lebih membutuhkan banyak tenaga kerja ketimbang yang padat modal. Tidak semua investasi membutuhkan tenaga kerja lokal yang banyak. Investasi dalam bentuk pembelian saham tentu tidak butuh tenaga kerja lokal yang banyak. Investasi Singapura jelas bukan investasi yang membutuhkan banyak TKA. Tapi kalau investasi dalam bentuk konstruksi atau infrastruktur JELAS membutuhkan banyak tenaga kerja.

TANYA : Apakah kita tidak kuatir kalau nanti kita dijajah secara ekonomi oleh adanya investasi asing tersebut?

JAWAB : Ini jawaban dari Jendral Moeldoko.

China menguasai surat utang Amerika US$ 1.15 Trilyun. Apakah otomatis Amerika dicaplok oleh China? Tidak

Arab investasi di China 870 Triliyun. Apakah rakyat China terkencing-kecing merasa dijajah oleh Arab? Tidak

Amerika Investasi 122 Triliyun ke Singapore, apakah warga Singapore otamatis jadi antek asing ? Tidak

Sebanyak 252.000 TKI bekerja di Taiwan. Apakah rakyat Taiwan merasa dijajah Indonesia? Tidak

Jumlah TKI yang bekerja di China 81.000, sementara TKI di Hongkong 153.000, di Macau 16.000, apakah rakyat China, Hongkong dan Macau merasa di jajah oleh Indonesia ? Tidak.

TKA yang bekerja di Indonesia sebanyak 74.183 orang. Sementara 21.271 ribu di antaranya berasal dari China, disusul Jepang dan lain-lain. Tapi sebagian dari kita sudah terkencing-kencing merasa dijajah oleh China.

Mengapa rakyat negara-negara dimana TKI kita berkerja tersebut bisa bernalar dengan benar ? Karena mereka bisa membedakan antara bisnis dengan kedaulatan negara.

Dunia abad XXI tidak dipetakan lagi oleh suku, ras dan agama. Masyarakat modern sudah tidak mempermasalahkan lagi perbedaan keyakinan. Mereka bersama-sama membangun peradaban.

Di sini tidak begitu. Yang didahulukan hanya kebencian karena takut berkompetisi dan takut kalah dalam persaingan hidup. Kemudian dibalut dengan pemahaman sempit dalam beragama.

facebook.com

TANYA : Mengapa pemerintah kita seolah memudahkan masuknya TKA?

JAWAB : Ini jawaban dari Joesoef Kalla.

“Kemudahan TKA bekerja di Indonesia dibutuhkan guna mendorong investasi dan ekspor. Keberadaan TKA di suatu negara dapat meningkatkan ekspor negara. TKA dapat mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja. SATU PEKERJA ASING AKAN MENCIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN BAGI 100 ORANG.

Baca juga:  IGI Lampung dan Kisruh Organisasi Guru

Jadi (kemudahan TKA) ini bukan untuk mengambil pekerjaan pekerja lokal, tapi untuk membuat lapangan pekerjaan baru. Jumlah TKA di Indonesia masih jauh berada di bawah negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia. Di Thailand 10 kali lipat jumlah TKA nya (dibanding Indonesia), itu kenapa ekspor mereka lebih banyak dari Indonesia,” kata Jusuf Kalla.

Tak hanya Thailand, Kalla juga mencontohkan jumlah TKA di Malaysia yang mencapai dua juta. Kendati memiliki banyak TKA, yang juga termasuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Kalla menyebut tak ada keributan soal pekerja asing di negari jiran tersebut.

“TKA baru masuk sedikit ke Indonesia saja sudah ribut, padahal Indonesia butuh investasi,” tegas Jusuf Kalla. Apabila masuknya TKA terus dipersulit, maka jumlah investasi dalam negeri sulit untuk ditingkatkan.

cnnindonesia.com

TANYA : Mengapa investor harus membawa tenaga kerja dari negaranya? Kan negara kita punya banyak tenaga kerja juga.

JAWAB : Modal, teknologi, dan tenaga kerja adalah hal yang tidak terpisahkan dalam dunia investasi. Demikian pula, investasi asing dan tenaga kerja asing (TKA). TKA adalah sebuah komponen penting dari investasi.

Ini jawaban dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong. “Kami meminta investor mempertaruhkan triliunan rupiah modal mereka di negara kita. Wajar jika mereka mengirim orang untuk menjaga investasi tersebut atau untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik,” Data BKPM menunjukkan, satu investasi menciptakan satu TKA berbanding sembilan tenaga kerja lokal. Itupun, sebagian besar TKA datang hanya untuk membantu proyek investasi dan bertahan dalam jangka waktu yang singkat. “Biasanya mereka hanya akan bekerja hingga tahun pertama, karena kemampuan berbahasa mereka sangat dibutuhkan. Contohnya, untuk pemasangan peralatan mesin-mesin yang menggunakan bahasa Jepang atau Mandarin,” kata Thomas.

katadata.co.id

Jangankan investor asing yang masuk ke Indonesia, sedangkan perusahaan Indonesia yang masuk ke negara lain juga MEMBAWA TENAGA KERJA dari Indonesia. Sebagai contoh adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang membangun rumah subsidi sebanyak 3.950 unit di Aljazair, masing-masing sebanyak 1.700 unit di Algier dan 2.250 unit di Blida. Pembangunan ribuan rumah tersebut akan dimulai pada 2019. Proyek ini juga menyerap 1.343 pekerja asal Indonesia.

“Proyek pembangunan rumah bersubsidi (Iogement) di Aljazair yang dilaksanakan oleh WIKA secara langsung maupun tidak Iangsung memberikan multiplier effect bagi negara dan masyarakat Indonesia, yang diantaranya adalah mendorong strategi peningkatan ekspor ke negara non tradisional serta membuka lapangan dan kesempatan kerja langsung bagi 1.343 tenaga kerja Indonesia,” ujar Sinthya di Kantornya, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

www.liputan6.com

Selain di Aljazair, PT WIKA juga memboyong 1.000 pekerja Indonesia ke Dubai untuk membangun rumah susun. Selain Wika, proyek tersebut juga melibatkan kon­traktor lokal di negara itu.

ekbis.rmol.id

TANYA : Waduh…! Kalau begitu nantinya TKA akan bebas dong masuk Indonesia.

JAWAB : Tentu saja tidak. Semua itu sudah diatur oleh pemerintah. Berikut ini jawaban dari Hanif Dhakiri. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing tak bakal membebaskan TKA untuk bekerja di Indonesia.
“Jadi jangan salah paham. Jangan pula digoreng-goreng untuk menakuti rakyat dan mengadu domba,” ujar Hanif melalui keterangan tertulis, Jumat (20/4).

Baca juga:  APA TANDA BAHWA SEJUMLAH BESAR MUSLIM TELAH BERKUMPUL?

Hanif menekankan bahwa pemerintah hanya mempermudah prosedur dan birokrasi perizinan. Pengendalian masuknya TKA ke Indonesia tetap dilakukan melalui sejumlah persyaratan, seperti pendidikan, kompetensi, hanya menduduki jabatan tertentu dengan level menegah ke atas.

“Mereka memiliki masa kerja tertentu. Jadi tidak bisa seenaknya. Pekerja kasar yang dulu dilarang, sekarang juga terlarang,” tuturnya. Ia menegaskan aturan baru tenaga kerja asing merupakan instrumen pemerintah menggenjot penciptaan lapangan pekerjaan melalui skema investasi, sehingga lapangan kerja tercipta dan ekonomi bergerak lebih cepat.

Pemerintah pasti berpihak pada rakyat sendiri, membuat iklim investasi lebih baik, menyiapkan SDM lebih berdaya saing sehingga rakyat Indonesia mampu mengisi lowongan kerja yang ada,” ucapnya.”Jadi tidak benar dan sangat menyesatkan jika ada yang bilang lapangan kerja yang tercipta itu bukan untuk orang Indonesia tapi orang asing. Lapangan kerja yang diciptakan untuk rakyat Indonesia,” pungkas Hanif.

www.cnnindonesia.com

TANYA : Tapi kan di Indonesia banyak TKA China yang illegal…?

JAWAB : Berapa banyak sih TKA China yang ilegal? Seribu? Dua ribu? Soal tenaga kerja ilegal kita itu rajanya. Coba baca ini.
Direktorat Jenderal Imigrasi Malaysia mencatat sebanyak 744 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) ILEGAL BERMASALAH di Malaysia. Banyaknya TKI bermasalah itu diketahui setelah pemerintah melaksanakan program penempatan kembali (rehiring) kerja di Malaysia.

Dari total jumlah tersebut, sebanyak 67 ribu TKI sudah mendapat program rehiring untuk bisa bekerja kembali dari Pemerintah Malaysia. Malaysia berkomitmen untuk merealisasikan program rehiring terlaksana dengan efisien kepada TKI bermasalah.
news.okezone.com

Jadi di Malayasia saja ada RATUSAN RIBU TKI kita yang illegal dan bermasalah. Belum lagi di berbagai negara lain.. Tentu saja naker illegal itu adalah masalah bagi semua negara. Tapi ini bukan alasan bagi kita untuk menghentikan datangnya TKA yang memang resmi datang dengan dokumen yang lengkap. Adanya naker illegal tidak perlu membuat kita terlalu cemas. Ada dinas dan petugas tertentu yang akan mengatasinya. Lha wong Malaysia yang kebobolan ratusan ribu TKI illegal saja tidak teriak-teriak.

Kalau kita bertindak terlalu reaktif terhadap TKA bermasalah maka jika kita dibalas oleh pemerintah asing maka justru kita yang akan sangat kerepotan nantinya. Jangan menimbulkan masalah di dalam negeri yang akan berimbas pada kebijakan negara lain pada TKI kita.

Nah, sekian dulu tanya jawabnya. Kalau ada pertanyaan lain mengenai topik ini yang ingin diketahui silakan sampaikan. Silakan juga kalau mau membantah atau mau menambahi. Tapi tolong gunakan sopan santun Anda dalam berkomunikasi dan jangan mengeluarkan hinaan, cacian, atau ungkapan kebencian. Apalagi ini bulan Ramadhan bulan yang suci.

Oke, Bro…?! 🙏😊

Surabaya, 4 Mei 2020
Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *