Mei 16, 2022

3 thoughts on “KEKHILAFAHAN PASCA KHULAFAUR RASYIDIN

  1. Penulisnya kayaknya Anti islam nih…….kayak gagal paham gitu.masa menumpas pemberontakan di bilang pembantaian etnis.Memang kalau beda etnis pemberontakan gak boleh di tumpas bro.Kalau nulis sejarah yang netral jangan bikin Emosi pembaca.Gak mantul tulisan lo…..malah menyesatkan.

  2. Salut dengan penulis karena sudah merasa pede menguasai materi sejarah khilafah walaupun sumbernya dari wikipedia, hasilnya analisanya dangkal dan ulasannya hanya potongan-potongan sejarah yang kurang sesuai dengan kejadian yang sebenarnya, saran saya anda harus membaca pelajaran sejarah lagi, bukan hanya sejarah yang ditulis oleh kaum pemenang perang Dunia ke 2, bukan sejarah yang ditulis oleh kaum kolonialis yang duduk di PBB yang sekarang sok suci meneriakkan HAM padahal tangannya berlumuran darah, monggo silahkan belajar lagi , coba dianggarkan membeli buku sejarah karya intelektual muslim dari timur tengah seperti Karya Prof. Dr. ALI MUHAMMAD ASSHALABI tentang daulah utsmaniyyah, anda perlu membaca sejarah yang ditulis oleh orang yang anda anggap tidak sealiran dengan anda supaya fair, seperti anda perlu belajar lagi tentang ajaran syi’ah dan kenapa kaum sunni selalu berseberangan dengan kaum syi’ah (dalam pemikiran) bukan dalam kemanusiaan.

    Kemanusiaan memang penting tetapi Ketuhanan tetap nomer satu, itulah kenapa di dalam Pancasila Ketuhanan menempati posisi tertinggi. Semua makhluk memiliki keterbatasan pemikiran , apa yang anda pikir baik , sesuai logika dan kemanusiaan belum tentu itu yang dimaui Tuhan, Apa yang anda pikir kejam dan tidak berperikemanusiaan belum tentu itu benar karena mungkin sudut pandang anda yang keliru.

    Kalau anda beragama islam anda bisa buka di alqur’an tentang protesnya malaikat ketika Allah SWT mau menciptakan manusia, kenapa Allah SWT akan membuat makhluk yang akan membuat kerusakan di bumi bukankah sudah ada malaikat yang selalu patuh dan tunduk pada perintah ALLAh SWT, ini kalau dilogika manusia kelihatannya seperti benar, untuk apa sih mencipatakan makhluk yang nantinya akan berbuat banyak kerusakan ? tetapi ALLAH SWT menjelaskan bahwa ALLAH SWT lebih mengetahui dari para malaikat itu. pemikiran makhluk itu terbatas, Kehendak Tuhan tidak sama dengan kehendak manusia.

    Begitu pula pemikiran iblis sebagai makluk yang alim dan ahli ibadah saat itu, yang kalau diukur ilmu kita tidak ada apa-apanya dengan iblis…iblis juga menggunakan logika ketika disuruh bersujud kepada Nabi Adam AS sehingga menentang kehendak ALLAh SWT.
    Iblis juga lupa bahwa pemikirinnya itu terbatas.

    Hidup ini singkat jangan dibuat piknik dan kuliner saja. kurangi kenikmatan dunia sehingga saya berharap nanti anda akan dibukakan dimensi lain yang selama ini tidak terlihat oleh mata lahir anda dan belum terlintas di pemikiran anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.