Selasa, 25 Februari 2020
Just another WordPress site
CINTA MATI

Saya ngakak waktu baca status Kang Hasan yang berbunyi begini : “Champion League adalah ajang untuk memecah belah kaum muslimin. Zidane dan Benzemah dibenturkan dengan Muhammad Salah, dan orang-orang non-muslim bersorak menonton mereka. Sedihnya, kaum muslimin juga tidak sadar dan ikut bersorak.”

Kang Hasan ini kalau nulis satir memang bikin kita ngakak pol. Saking epiknya statusnya itu kuscreenshoot dan sebarkan di WAG-ku. Meski jelas itu satir tapi toh ada juga orang yang terlalu serius dan menganggap postingan ini juga serius.

“Ini kan sepakbola… Kenapa agama dibawa-bawa?” Demikian protes mereka. Saya tentu lebih ngakak membaca komentar mereka pada status satir ini. Wis karepmu, rek!

Saya jelas setuju. Mau Islam, mau Buddha, mau ateis, itu tidak penting. Yang penting mereka bisa main dengan bagus nggak. Apa gunanya dia lulusan Ilmu Tafsir dari Al-Azhar kalau ternyata menendang bola saja gak becus. Iki bal-balan rek, bukan pengajian. Kira-kira begitu pendapat saya.

Tapi iku lak jaremu…. Kata teman saya.

Itu kan katamu yang tidak tahu betapa pentingnya agama dalam setiap aspek kehidupan. Kita ini umat beragama. Lha wong agama Islam itu mengatur setiap aspek kehidupan umat mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi kok! Mau masuk WC dan keluar dari WC ada aturannya. Kencing aja ada SOP-nya. Melangkahkan kaki harus bismillah. Makan dan minum so pasti ada juklak dan juknisnya. Lha mosok sepakbola yang merupakan hajat begitu banyak manusia tidak diatur oleh agama. Sing bener ae, rek! Sepakbola itu, apalagi Champion League, jelas sangat…sangat penting bagi hajat hidup bagi sangat…sangat banyak umat. Apakah sepakbola mau disterilkan dari agama…?! Jangan berpikir demikian liberalnya, dulur. Ingatlah bahwa hidup ini sungguh singkat dan engkau akan kembali ke hadiratNya. Dan setiap kata-katamu akan harus engkau pertanggungjawabkan kelak.

Baca juga:  Bangkok Tour (Part 2) : Shop till you drop

Saya rasanya pingin ngakak sambil salto tiga kali. Tapi tidak jadi karena saya memang gak bisa salto sejak dulu. Apalagi sampai tiga kali.

Kemarin ada berita bahwa ada sekelompok umat yang bernama “Aliansi Ukuwah Islamiyah Bela Salah” yang begitu cintanya pada Muhammad Salah, pemain bola idola sesama muslim, sehingga mereka berencana untuk mengadakan demo pada Ramos yang telah mencelakai saudara sesama muslim mereka itu. Bukankah sesama muslim itu bersaudara, Brother? Berikut ini surat ajakan demonya.

Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh,

Merespon aksi pelanggaran oleh Sergio Ramos pada pertandingan Final Liga Champions 2018.

Ummat Islam di Indonesia tentu tidak akan berdiam diri begitu saja. Atas dasar kemanusiaan dan pembelaan terhadap sesama ummat yang sedang teraniaya, seluruh elemen ummat bersatu menyerukan dan secara serentak melakukan Aksi Indonesia Bela Salah.

Aksi ini akan dilakukan pada tanggal:
Hari: Kamis, 31Mei 2018.
Waktu: 15.30 wib s.d selesai (Buka Puasa Bersama)
Tempat: Depan Kedubes Spanyol.

Tuntutan:
1. Adili Sergio Ramos
2. Cabut gelar Liga Champions Real Madrid

Mari bergabung dalam Aksi Bela Salah besok, siapkan infaq terbaik.

Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh
*You Will Never Walk Alone*
*Narahubung* : +6289654206306 (Mohammad Dendi Budiman)

(Kalau dengar nama Dendi kok aku ingat Bu Dendi yang ‘nyoh…nyoh…! Itu ya?)

Yok opo, Cak Nanang? Peno gak melok demo iki tah? Iki demo sing paling epik dibandingkan demo-demo lainnya lho!

Surabaya, 30 Mei 2018

http://wartakota.tribunnews.com/2018/05/29/aksi-demo-sergio-ramos-depan-kedubes-spanyol-ternyata-bukan-hoax?page=2

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *