Selasa, 18 September 2019
Just another WordPress site
Rocky Gerung dan Kitab Suci Fiksinya

This guy really rocks…! 😄
Dengan penuh percaya diri dia bilang kitab suci itu fiksi dan bahkan ia menantang semua pemirsa di acara ILC. (And they all blangkemen). 😄

Apa yang menarik bagi saya?

Ternyata seperti yang saya duga, banyak orang yang akhirnya main akrobat logika dan terjerembab dalam hipokrisi alias kemunafikan bersikap. 😄 Mereka berupaya untuk membela pernyataan RG dengan mengabaikan sikap awal mereka menghujat Ahok dan Sukmawati.
Banyak orang yang menganggap Ahok itu menistakan agama dan begitu juga dengan Sukmawati. Mereka bukan hanya mengecam bahkan mendemo dan menuntutnya ke polisi. Ahok kena dua tahun untuk pernyataannya dan Sukmawati harus menangis-nangis dan mencium tangan KH. Ma’ruf Amin agar tidak kejeblos seperti Ahok.

Rocky Gerung…?!

Dia itu sakti mandraguna dan bisa membuat para intelektual menjadi belingsatan dibikin pening membedakan apa itu fiksi, realita, fakta, novel, dan kitab suci. 😄

Saya jadi ingat kisah lelucon tentang seorang preman mabuk yang mendatangi penjual ronde.
Preman : Pak.. Soto satu…!!
Tukang ronde : Ini minuman ronde mas…”
Preman : Halaah kalau aku ngomong soto, ya soto.. Cepat..!!!”
Si pedagang bingung, lalu cepat-cepat preman tersebut diladeninya.
Preman : ” Nganggo sego… !!!” Si preman minta minuman rondenya diberi nasi.
Tukang Ronde takut campur bingung. Bagaimana minuman ronde kok mau dicampuri nasi? Akhirnya cepat-cepat ia ambil nasi dari penjual nasi di sebelahnya dan dicampurkan di minuman Ronde tersebut.
Minuman ronde dengan nasi tersebut dimakan sampai ludes oleh si preman. Si Penjual Ronde melongo kebingungan. Ia lalu bertanya
Tukang ronde : ”Waah…., habis ya mas, bagaimana…enak ya???”
Preman : ”Ya kalau pedasnya pas, cuma terlalu manis……” 😄

Baca juga:  KONTEKSTUALITAS AYAT AL-QUR’AN

Kalau Anda tidak tertawa itu bukan karena kesalahan Anda. Si Penjual Ronde juga tidak berani tertawa di depan Preman tersebut kok! Belakangan dia baru bisa tertawa ngakak setelah si Preman ngacir.
Saya sendiri juga baru ngakak setelah melihat betapa orang-orang berjumpalitan berakrobat logika membela pernyataan Rocky Gerung tersebut.
As I said, this guy rocks…! 😄

TAMBAHAN
Saya tidak pernah merasa tersinggung, apalagi merasa agama saya menjadi hina, hanya karena Ahok mengutip Al-Maidah 51, Sukmawati lebih suka mendengarkan gending ketimbang suara azan, Rocky Gerung menganggap kitab suci itu fiksi. Saya tidak tersinggung. Mereka tidak berniat untuk menghina ayat, kitab suci, atau suara azan. It’s not their intention. Saya malah heran kalau orang begitu marahnya pada mereka seolah mereka disakiti secara pribadi sehingga mendemo dan menuntut mereka ke pengadilan. Menurut saya itu berlebihan. Bahkan dijebloskannta Ahok ke penjara adalah kesewenang-wenangan. 🙏😂 Tapi ada banyak teman yang justru heran dengan sikap saya. Kok saya bisa-bisa nya tidak tersinggung? Gak punya ghirah ya? (kalau gairah mah berlimpah. 😄) Mereka lalu mengutip kalimat Buya Hamka, “Jika agamamu dihina dan kamu diam saja maka ganti pakaianmu dengan kain kafan.” Kalau saya tidak merasa terhina lebih baik pakai kain kafan, katanya. Ayo melok aku nesu opo awakmu tak kafani. Asyeeem…!😄
Masalahnya, saya tidak merasa agama saya dihina. Ahok, Sukmawati, Rocky Gerung menurut saya sama sekali tidak menghina agama saya. Mereka juga bukan dan tidak punya jejak sebagai penghina agama. Kalau pun suatu kali ada orang yang mungkin benar-benar menghina agama saya secara verbal dan saya punya kesempatan menemuinya maka pembalasan saya adalah mengajaknya berdiskusi dan berdebat sampai elek. Setelah itu saya doakan agar diberi hidayah. Enak toh…! 😄

Baca juga:  KEKHILAFAHAN PASCA KHULAFAUR RASYIDIN

MEMBELA AGAMA
Apakah kita tidak perlu membela agama? Lho, membela agama itu malah harus kalau kita mengaku sebagai seorang muslim. Kita bahkan diwajibkan membela agama dan itu ada tertulis dalam Alquran.
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian membela agama Allah, maka Allah akan memenangkan kalian dan mengokohkan kalian. Dan orang-orang kafir, kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amalan-amalan mereka.” -Muhammad: 7-8

Tapi apa yang dimaksud dengan membela agama Allah ini? Jawabannya juga terdapat pada firman-Nya

“Sungguh Allah akan memenangkan orang-orang yang membela (agama)Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Mulia. Yaitu orang-orang yang apabila Allah teguhkan kedudukan mereka dimuka bumi, mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat dan memerintahkan kepada yang ma’ruf serta melarang dari yang munkar. Kepada Allah lah kembali segala urusan.” (Qs. Al Hajj: 40)

Jadi mungkin kita memang berbeda definisi tentang ‘membela agama Allah’ sebagaimana kita berbeda definisi dengan Rocky Gerung tentang apakah kitab suci itu fiksi atau bukan. 😄

Bangkok, 13 April 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *