Mei 17, 2022

0 thoughts on “KELAS INTERNASIONAL YANG FULL AC DAN TOILET

  1. Wah….kok kayaknya kelas internasional itu parah banget ya, pak. Tapi, berdasarkan hal yang saya alami, situasinya masih agak mendingan lho. Paling tidak, dosen masih memberikan pelajaran dalam bahasa inggris (walaupun beberapa guru tidak melakukannya). Ujian sertifikasi dari Cambridge paling tidak berjalan lancar, semua lulus, walaupun “hanya” satu anak yang langsung ditawari ke NTU, satu anak ke Univ. teknik di Amerika, satu anak ke Den Haag, dll. Paling tidak, kami mendapat sebuah pengalaman dengan adanya ujian internasional tsb. Nilai dari IGCSE juga bisa langsung di convert ke TOEFL, jadi pasti berguna buat sekolah di luar negeri.

    Kalau di sekolah saya sih tidak ada toilet di kelas inter, malahan kelas kami letaknya di bawah toilet. Intinya, walaupun dengan segala keterbatasannya, saya masih mendukung berjalannya program internasional. Paling tidak, kami mendapat suatu pengalaman dan atmosfer belajar internasional.

    Terimakasih

  2. Sebenarnya saya masih belum terlalu mengerti tentang kelas internasional. Dapatkah anda membantu memberi referensi buku-buku yang bisa saya dapatkan tentang hal itu. Saya membutuhkannya karena hal ini berkaitan dengan tugas akhir kuliah. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

  3. Karena Penerbit Erlangga menerbitkan buku pelajaran, maka ketika gaung RSBI merebak, buku teks tersebut di Inggriskan (english Version). Ternyata para Guru di sekolah RSBI dan SBI menolak dengan alasan Siswa belum mampu belajar dari buku Berbahasa Inggris (Padahal buku Berbahasa Indonesia pun sudah duluan terbit).
    Para Guru ini ngotot dengan istilah Bi Lingual, termasuk buku pelajaran pun bi lingual dan kalau boleh hanya satu jilid dalam setahun. Maka supaya tidak terlalu tebal maka mutu buku akan semacam BSE.
    Saya coba menerangkan bahwa yang disebut Bi Lingual adalah Pembelajaran dalam 2 bahasa, yakni MIPA dalam Bahasa Inggris sedan IPS dalam bahasa Indonesia.
    Sungguh prestasi diharapkan Super namun dalam pelaksanaan pengajaran maupun buku yang digunakan belum mendukung.
    Jelas sumber belajar yang harus dibenahi terlebih dahulu

  4. dharma hutauruk says: “Saya coba menerangkan bahwa yang disebut Bi Lingual adalah Pembelajaran dalam 2 bahasa, yakni MIPA dalam Bahasa Inggris sedan IPS dalam bahasa Indonesia.
    Sungguh prestasi diharapkan Super namun dalam pelaksanaan pengajaran maupun buku yang digunakan belum mendukung.
    Jelas sumber belajar yang harus dibenahi terlebih dahulu”
    ===== Setuju =======
    He he he…. Tidak semua guru2 dapat berhasa Asing apalagi di daerah, Lah wong bahasa indonesia juga kadang2 masih mancla-mencle.
    Trus pelajaran bahasa ingris nya gimana? Kan belajarnya bersamaan..sesuai kurikulum. jadi yang repot malah orang tua di rumah, klo orang tuanya bisa bahasa ingris. klo tidak bagaimana?
    Saya sendiri disodorkan oleh anak saya kelas 3 SD. ada pekerjaan rumah (PR) untuk mencari kata berbahasa ingris bersambung. setiap minggu selalu seperti itu. Reportttttttttt dech jadinya.

  5. Mohon maaf sebelumnya Pak,

    Mungkin yang Bapak maksud dengan “LCD” adalah projector. Sering disebut Over Head Projector (OHP) jika terletak di atas atau In Focus. LCD singkatan dari Liquid Crystal Display yang umumnya digunakan sebagai monitor laptop.

    Komentar saya mengenai RSBI (Rinti[s/h]an [siswa] Sekolah Bertaraf Internasional):
    Untuk tingkat individu “mungkin” berguna seperti komentar “siswa kelas internasional” di atas. Akan tetapi, untuk tingkat kolektif saya sependapat dengan Bapak.

    Sepertinya masih belum ditemukan rumusan yang tepat agar semua siswa di satu sekolah bisa berkembang bersama minimal tidak terjadi kesenjangan yang sangat mencolok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.