Desember 1, 2022

1 thought on “ARE WE LOSING THE BATTLE….?!

  1. Salam Pak Haji Satria,

    Postingnya sangat menginspirasi sekali…

    Saya jadi teringat ketika suatu saat di tahun 2007, saya diberi kesempatan mengisi pelatihan motivasi kepada guru-guru dan siswa di SMA Negeri 42 Jakarta. Kata banyak orang termasuk salah satu SMA favorit yang berlokasi di Bandara Halim Perdana Kusuma.

    Sama seperti Pak Haji Satria ketika sampai di lapangan Rungkut, saya juga kaget ketika pertama kali menginjakkan kaki di halaman sekolah ini. Tapi bukan karena kekotorannya, justru sebaliknya, sekolah ini sangat-sangat buuuersih sekali …. Waktu masuk gerbang satpam, mobil saya diberhentikan petuga jaga, dengan senyum dia menyapa sopan,”Maaf, bapak dari mana, ada yang bisa dibantu mau bertemu dengan siapa?” Satpam itu bertanya sambil tangannya diangkat menghormati saya dengan gaya khas militer, namun tetap saja senyumnya membuat saya nyaman memasuki sekolah ini.

    “Saya Arief dari Edu, ingin bertemu dengan Pak Haji Sultoni, Bapak Kepala Sekolah…”
    “Ooo..Silakan Bapak isi buku tamu ini dulu, sudah tahu tempatnya khan Pak, silakan nanti temui Guru Piketnya agar bisa diantarkan ke Ruang Bapak Kepala Sekolah, kebetuan saat ini sedang ada tamu juga,… Bapak sudah ada janji?”
    “Sudah… tapi setengah jam lagi, saya datang kepagian nih Pak…” Sambil saya memperhatikan jam di dinding Pos Satpam yang tepat menunjukkan pukul 08.00 pagi.
    “Silakan tunggu saja, nanti di dekat taman ada ruang tunggu untuk tamu, Pak Arief…”

    Saya baru pertama kali ke sini, jadi lokasinya masih agak asing. Saya agak kaget dengan situasi dan lingkungan SMA ini, sepertinya ada yang aneh. Apa ya? setelah saya amat-amati, dari banyak sekolah di Jakarta yang sudah saya sambangi, sekolah ini memang ada sedikit berbeda. Gerbangnya sama, bentuk bangunannya mirip mungkin karena dibangun oleh Kontraktor yang sama dengan Dana Pemerintah, anak-anaknya sama, guru-gurunya juga ga ada yang aneh … Tapi ya itu tadi, sekolah ini sangat-sangat buerrsiih sekali …. Hampir tidak ada daun kering, plastik, kertas, atau sampah sekecil apapun di pekarangan sekolah. Semua tanaman dan bunga-bunga juga tertata rapi dan dirawat dengan baik, hijau subur, sangat indh dipandang.

    Ketika memasuki lorong sekolah, lantainya pun licin sekali, sampai sinar matahari pagi jadi semakin cerah, karena memantul dengan kemilaunya di lantai sekolah. Ketika melihat lapangan basket pun sama, warna cat merahnya jelas terasa tegasnya, bersih, ditingkahi anak-anak yang sedang oleh raga, rasanya jadi ingin balik sekolah SMA lagi ….

    Karena waktu saya ketemu Kepala Sekolah masih lama, saya gunakan kesempatan ini untuk jalan-jalan ke seluruh sudut sekolah, ke kantin, ke sekitar ruang guru, sambil basa-basi sedikit dengan mereka tentunya. Dan tidak ada satu ruangan pun yang mengecewakan … Dan benar saja, ketika pandangan saya tertumbuk pada sebuah prasasti di depan taman, jelas terpampang di situ “JUARA I NASIONAL KEBERSIHAN SEKOLAH”. Memang banyak sekali papan-papan slogan yang menonjok mata ketika menyusuri teras kelas dan sudut sekolah itu, mulai dari “Kebersihan adalah Sebagian dari Iman”, Kebersihan adalah Tanggung Jawab Kita Bersama”, “Buanglah Sampah pada Tempatnya”, bahkan di tong sampah yang warna-warni itu tertulis “Sampah Basah” dan “Sampah Kering” … Dan masih banyak lagi tulisan motivatif lainnya … seperti “Jauhi Narkoba”, “Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, dan “Tuntutlah Ilmu Sepanjang Hayat”…

    Saya pun akhirnya penasaran, langsung saya sidak ke WC dan kamar mandinya, subhanallah baik yang untuk guru dan siswa, serasa masuk kamar mandi hotel bintang lima. Walaupun tetap khas kamar mandi sekolah, namun situasinya benar-benar lain, kering tidak ada air bercereran,dan wangi pengharum ruangan yang semerbak ketika pintu baru mulai dibuka.

    Waktu habis, sekarang jam 08.30, staf Kepala Sekolah mengantarkan saya menuju ruang Pak Haji Sultoni. Pak Haji, begitu saya memanggil beliau, orangnya ramah, wajahnya kelihatan lebih muda dari usia sebenarnya saya kira, saya tebak kira-kira berusia 50an.

    “Terima kasih, Pak Haji … air putih saja,” jawab saya ketika beliau menawarkan minuman apa yang ingin disuguhkan ke saya.
    Sebagai pembuka, langsung saja saya utarakan kekaguman saya terhadap kebersihan sekolah ini.
    “Wah, pastilah dibutuhkan seorang Kepala Sekolah yang hebat untuk mewujudkan semua ini ya Pak Haji…?”
    “Ahh…ga juga Pak Arief, hanya sedikit strategi kecil saja, itu pun saya heran masih saja ada anak-anak yang buang sampah sembarangan, walaupun kita sudah tempel papan slogan di mana-mana ‘Kebersihan adalah Tanggung Jawab Kita Bersama’… Oh ya bagaimana persiapan pelatiahn hari ini, ini sudah jam 08.45 sebentar lagi mulai sesi Bapak, katanya Bapak mau cek sound system dan proyektornya … ayo saya antar …..”

    Kami pun bergegas menuju ke ruang Multi Media, sudah ada 100an peserta guru dan siswa yang menunggu di ruang yang mewah kalau untuk ukuran SMA di Jakarta, saya kira. Lantainya bersih, mejanya diberi taplak meja batik indah, AC yang dingin, sound system dan proyektor yang benar-benar tajam, membuat siapapun presenter yang akan tampil jadi semakin percaya diri …

    Alhamdulillah, acara berjalan lancar, dan sekali lagi alhamdulillah, berkah dari Allah, sampai saat ini setidaknya saya datang setahun dua kali untuk memberikan motivasi di sekolah ini. Sunggu suatu pengalaman yang menginspirasi sekali, sehingga setiap perjumpaan dengan sekolah lain, saya selalu menceritakan hal ini kepada mereka, karena saya lihat masih banyak sekolah yang belum bisa mencapai tingkatan ini …

    Terima kasih, Pak Haji Satria inspirasi Lapangan Rungkutnya, salam hormat buat Bu Haji …

    Semangat pagi! Semoga Berkah!

    Salam,
    Arief Edu
    Duta KCB | Keluarga Cinta Buku
    http://www.klikKCB.com

    PS. Oh, ya ada yang kelupaan Pak Haji, pada saat selesai acara pelatihan, baru sempat saya baca beberapa papan kecil yang tadi terlewat karena banyaknya tulisan papan yang menonjok mata saya. Tulisan itu kecil jelas sebetulnya karena dituliskan dengan cat putih dengan warna dasar hijau sehingga kontras sekali. Ada yang ditaruh di atas pintu, ada yang juga yang ditancap di tanah. Tulisan itu adalah “Penanggung Jawab Kebersihan Kamar Mandi Lt.1 Putra: Warsono”, Penanggung Jawab Kebersihan Kamar Mandi Putri Lt.1: Dewi Lestari”, Penanggung Jawab Taman Belakang: Bambang”, Penanggung Jawab Kamar Putra Mandi Lt.2: Alex”, Penanggung Jawab Ruang Laboratorium Biologi: Indah Sari” …

    Hhmm ini mungkin yang disebut “hanya sedikit strategi kecil saja” oleh Pak Haji Sultoni ketika awal berjumpa dengan beliau. Ya kalau kotor, khan tinggal panggil penaggungjawabnya saja, 1x, 2x, 3x masih kotor juga tinggal pecat saja karena dia makan gaji buta, cari orang lain saja, khan masih banyak orang cari kerja di negeri kita ini. Wallahu alam bishowab. Pastinya akan saya tanyakan ke Pak Haji Sultoni nanti … Insya Allah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *