Minggu, 16 Desember 2019
Just another WordPress site
LIA EDEN DAN PENGHINAAN AGAMA
Lia Eden

Lia Eden

Dear all,
Apakah Anda mengikuti kehebohan kasus ‘penghinaan agama’ Lia Aminuddin (Lia Eden) yang kemudian melebar setelah ‘dibela’ oleh Lutfi As-Syaukani?

Semula saya tidak tertarik dengan kasus ini tapi karena di salah satu milis yang saya ikuti saya didorong untuk berkomentar maka saya akhirnya membaca-baca apa yang terjadi. Isu yang dibahas adalah bahwa Lia Eden dianggap menyimpang (dari ajaran Islam) sedangkan ajaran nabi Muhammad tidak menyimpang.
“Apa yang dilakukan oleh Lia Aminudin, sama seperti yang dilakukan Nabi Muhammad. Kesalahan Lia sama dengan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad waktu munculnya Islam,” kata Luthfi Assyaukanie dalam sidang MK di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, (17/2/2010).
Saya mau membela pernyataan Lutfi Asy-Syaukani bahwa semua nabi itu pada awalnya dianggap MENYIMPANG dari tatanan moral dan sosial yang sudah ada oleh kaumnya masing-masing.

Bacaan AlQur’an saya pagi ini kebetulan sampai di Al-A’raf (Tempat Tertinggi) dan disitu dengan gamblang tertulis sejarah para nabi yang mendapat tentangan dari kaumnya. Sejak dari ayat 59 sampai dengan ayat 170 surat ini menjelaskan betapa para nabi ditentang dan dimusuhi oleh kaumnya sendiri. Ada 6 (enam) nabi yang disebutkan dalam surat tersebut.
1. Al-A’raf 7: 59-62 tentang Nabi Nuh
2. Al-A’raf 7: 65-68 tentang Nabi Hud
3. Al-A’raf 7: 73-77 tentang Nabi Saleh
4. Al-A’raf 7: 80-84 tentang Nabi Luth
5. Al-A’raf 7: 85-93 tentang Nabi Syuaib
6. Al-A’raf 7: 103-170 tentang Nabi Musa

Cerita tentang Nabi Musa memang mendapat porsi yang paling banyak karena pengikutnya bersinggungan langsung dengan umat Nabi Muhammad.
Pada ayat-ayat tersebut dijelaskan bahwa SEMUA umat nabi tersebut menentang risalah yang dibawakan oleh para nabi tersebut. Hampir tak ada satu pun nabi yang diterima begitu saja tanpa kecaman, tudingan dan perlawanan dari umatnya (kecuali nabi Sulaiman yang jadi nabi sekaligus raja). Memang begitulah nasib para nabi. Hal ini juga terjadi pada sosok yang meskipun bukan nabi tapi orang-orang yang membawa kebenaran. Mereka selalu ditentang oleh orang-orang yang se jamannya. Kebenarannya baru dipahami setelah lama berlalu.
Mari kita klik AlQur’an online di http://www.dudung.net/quran. (link ini saya bookmark sehingga tinggal saya klik jika saya butuh mengutip ayat AlQur’an. Saya mengajurkan hal yang sama kepada yang lain)

Baca juga:  UMAT YANG TIDAK BELAJAR DARI SEJARAH

[7:59] Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).
[7:60] Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”.
[7:61] Nuh menjawab: “Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam”.
[7:62] “Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu. dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui”{550}.

Jadi jelas bahwa Nabi Nuh malah dianggap sesat secara nyata. Nabi-nabi yang lain juga sama. Nabi Musa juga dituduh berbuat kerusakan di muka bumi, membuat ketidakharmonisan antar warga, dlsb.
Sebetulnya kita semua sudah tahu belaka hal ini. Para nabi itu pada umumnya memang diturunkan untuk mengubah dan memperbaiki aturan dan tatanan yang ada di masyarakatnya (Hanya Nabi Sulaiman yang beda riwayat perjuangannya). Dan itu artinya para nabi tersebut DIANGGAP MENYIMPANG dari tatanan yang ada oleh para kaumnya. Ini adalah hard facts dan membantah ini adalah sebuah kejahilan.

Lantas apakah Lia Eden itu sama dengan para nabi? Tentu saja tidak. Lutfi juga tidak menyatakan demikian. Lutfi HANYA menyatakan bahwa jika Lia Eden itu ditolak oleh masyarakat maka hal itu SAMA dengan kejadian ketika para nabi tersebut ditolak oleh masyarakatnya masing-masing. Ingat bahwa kita tidak membicarakan KEBENARAN RISALAH. Tidak ada dsinggung soal kebenaran risalah oleh Lutfi. Yang disinggung itu adalah apakah tindakan Lia Eden tersebut sebagaii PENGHINAAN terhadap keyakinan agama yang ada. Jika apa yang dilakukan Lia Eden adalah merupakan sebuah penghinaan atas keyakinan agama yang ada pada saat ini maka sebenarnya apa yang dilakukan oleh para nabi tersebut JUGA merupakan penghinaan terhadap keyakinan yang ada pada saat itu. Dan itu BENAR belaka. Al-Qur’an mencatatnya seperti yang saya tunjukkan di atas.

Baca juga:  Sunnatullah

Apakah kita mesti menolak fakta tersebut? Ya jangan. Lha wong faktanya memang begitu! Kecuali kalau Lutfi bilang bahwa RISALAH yang dibawakan oleh Lia Eden itu sama dengan risalah yang dibawa oleh para nabi maka itu bisa kita sebut sebagai penghinaan terhadap agama (Lutfi menghina agama Islam). Tapi kalau Lutfi hanya mengatakan bahwa apa yang dilakukan Lia Eden itu sama dengan para nabi karena sama-sama menyimpang dari tatanan yang ada ya memang begitu adanya. Perkara kebenaran risalah itu lain perkara.

Bagaimana dengan para nabi palsu di jaman Nabi? Ya tentu saja mereka itu menyimpang dari ajaran Islam. Lantas mengapa mereka dihukum? Karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Jadi ini sudah masuk dalam ranah hukum dan politik kenegaraan. Siapa saja yang dianggap mengganggu ketertiban umum dapat ditangkap dan ditahan, baik itu pemerintahannya adil atau lalim. Hal itu tentu tidak bisa dilakukan oleh Rasululah ketika belum memiliki kekuasaan menegakkan hukum. Nabi Muhammad hanya mengingatkan umatnya sbb :
““Sesungguhnya akan ada tiga puluh orang pendusta di tengah umatku. Mereka semua mengaku nabi. Padahal, aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku.”

Apakah Rasulullah menyuruh pancung mereka karena menyalahi risalah beliau? Tentu tidak. Dalam kapasitas beliau sebagai nabi maka beliau hanyalah MENYAMPAIKAN RISALAH dan tidak menghukum siapa pun yang tidak mau mengikuti risalahnya. Beragama atau mengikuti kebenaran adalah pilihan dan bukan paksaan. Dalam kapasitas sebagai pemimpin negara (jika Madinah dianggap sebagai sebuah negara) maka hukuman baru bisa dilakukan jika ada WARGA NEGARA (bukan hanya umat agama Islam) yang dianggap melanggar hukum atau aturan yang ditetapkan oleh negara. Jadi kita tidak bisa menghukum seseorang karena memiliki keyakinan agama yang berbeda dengan kita tapi kita bisa menghukumnya jika orang tersebut melanggar aturan hukum negara. Jadi ini adalah masalah politik dan hukum kenegaraan.

Nabi palsu yang paling sering disebut-sebut namanya adalah Musailimah bin Tsumamah bin Habib Al-Kadzdzab. Waktu itu dengan kharismanya ia berhasil mendapat pendukung yang banyak. Apakah ia langsung ditangkap karena mengaku sebagai seorang ’nabi’? Tentu saja tidak. Ia tidak bisa dihukum hanya karena mengaku nabi. Pada masa pemerintahan Abu Bakar Musailamah memberontak dan menolak perintah zakat hingga Abu Bakar terpaksa mengirim pasukan untuk memeranginya. Jadi Abu Bakar memeranginya karena Musailamah memberontak dan menolak perintah zakat yang sudah menjadi hukum negara. Sebagai kepala negara (khalifah) Abu Bakar memang memiliki otoritas untuk membuat dan melaksanakan ajaran agama menjadi hukum negara. Melawan ketentuan hukum negara (apalagi memberontak) ya harus dihukum. Baik itu hukum jahiliah maupun hukum negara Islam.

Baca juga:  MAU JADI CICAK ATAU BURUNG PIPIT?

Di Indonesia Anda tidak bisa dihukum hanya karena Anda tidak membayar zakat tapi Anda bisa dijebloskan ke penjara kalau tidak membayar pajak. Zakat tidak masuk dalam hukum positif (negara) tapi pajak ya. Zakat masuk dalam wilayah ’hukum Tuhan’ yang artinya jika umat Islam tidak bayar zakat hukumannya akan diterima nanti di akhirat.

Apakah Lia Eden bisa dikenai pasal penghinaan agama? Ya bisa saja kalau ada pasalnya. Ini kan masalah hukum yang berlaku. Lha wong dulu saja para nabi tersebut bisa dihukum oleh masyarakatnya dengan menggunakan aturan yang berlaku pada saat itu je!. Ini berarti Lia Eden juga bisa dihukum dengan menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia saat ini.

Jadi bagaimana sebaiknya? Ya cari saja pasal dalam UU Pidana yang bisa menghukumnya. Kalau ada pasalnya ya bisadihukum kalau tidak ada ya tidak bisa. Kita tidak bisa menghukum Lia Eden hanya karena ia mengaku nabi atau bahkan Tuhan sekali pun KECUALI jika memang ada pasal dalam UU yang menyatakan demikian. Hukum yang ada dalam AlQur’an tidak bisa kita gunakan untuk menghukum (pidana) siapa pun karena itu masuk dalam wiiayah kewenangan hukum Negara. Kita tidak bicara soal ‘wilayah kewenangan hukum Tuhan’ di sini.
Saya hentikan disini tulisan saya ini dan silakan kalau ada teman yang hendak menanggapinya.

Satria
Balikpapan, 20 Maret 2010

0 tanggapan untuk “LIA EDEN DAN PENGHINAAN AGAMA”

  1. Miftahuz Zaman berkata:

    Lia Eden tetap beda dengan nabi-nabi dahulu. Para nabi yang mengutus adalah Tuhan, sedang Lia Eden yangmengutus adalah setan

  2. adimulya berkata:

    kita tidak bisa menclaim sesuatu yang sebenarnya kita sendiri belum tahu persis masalahnya, belum tahu atau memang tidak mau tahu, jadi kita selayaknya ambil kebijakan dalam menilai suatu masalah, kita tidak boleh menilai sesuatu hanya dengan kacamata, pandangan sisi kita saja, sementara kita menganggap semua orang buruk,salah ,tanpa kita menganalisa permasalahannya terlebih dahulu,

  3. budhi berkata:

    Agama Islam dan Al Qur’an sudah final. Nabi besar itu satu paket dengan Kitab Suci.
    Jadi jelas lia eden itu nabi palsu kecuali dia bawa kitab suci baru yg lebih hebat dari Al Qur’an.
    Bila Anda ingin membela nabi palsu, silahkan.
    Gitu aja kok repot 🙂

  4. ahaiiii…….wahai para nabi gadungann……bila engkau benar di utus oleh TUHAN……mati lah dahulu…..lalu idup lagi 3 harinya….terus mati lagi….dan jangan idup2….biar saya percaya…..

  5. god? berkata:

    kau sebut dirimu TUHAN????berkacalah dahulu…bila engkau TUHAN…..apakah engkau bisa mengatur semesta ini???apakah engkau bisa menciptakan planet yang penuh kedamaian????apakah engkau engkau bisa memperbaiki bumi yang panas ini???apakah bisa engkau lakukan wahai YANG MENGAKU TUHAN…!!!!!

  6. dodiyess berkata:

    satria kamu saja saja dengan Lutfi As-Syaukani, menafsirkan seenak hatimu ayat ayat Allah, sudahlah, saya juga bukan orang bodoh dengan tingkat pendidikan yang tinggi juga tapi tidak menafsirkan saja ayat-ayat Allah apalagi membenarkan alirat sesat seperti Lian Eden………………….

  7. girl berkata:

    kau itu ciptaan ALLAH SWT. kenapa dengan Pe-De nya kau menyebut dirimu TUHAN ??? SADARLAH bahwa KAU HANYA MANUSIA !!!! dan kau bisa dimatikan oleh ALLAH SWT dalam sekejab mata !!!! sedang ALLAH SWT adalah TUHAN SEMESTA ALAM yang kekal dan abadi !!!!
    SADAR DONK !!!!

  8. mahdi army berkata:

    @god?
    lupa sama dajjal ?..
    bantu2 sweeping dajjal mending..

  9. Lupus berkata:

    pak lutfi dan pak satria dharma berhasil memberikan bukti empiris dan logis. sementara pihak tandingannya tanpa bukti empiris dan tidka logis. jadi selama ini masih tetep begini,maka pak lutfi dan pak satria dharma dinyatakan paling benar.

    SB

  10. antieant berkata:

    menarik membaca tulisan-tulisan Anda, Pak 🙂

  11. adekun berkata:

    saya sedikit banyak mempelajari ajaran ini. menurut hemat saya, ini hanyalah aliran kepercayaan kepada Tuhan yang MAha esa, apapun agama kamu, kamu bisa masuk. namun dia bercerita kalau jibril menurunkan wahyu kepada dia, bersaksi bahwa dia diajarkan oleh jibril secara langsung…

    hal itu yang sudah tidak selaras dengan Islam…
    berapa banyak orang yang mengaku jibril telah mengajar mereka? banyak sekali… ( termasuk mirza ahmad) tidak hanya lia eden seorang… berapa banyak orang yang mendapatkan kesaksian ketemu inilah, ketemu itulah… tapi hal itu adalah hal yang dibuat-buat.

    kenapa? Muhammad pernah mengajarkan.. setelahku tidak ada lagi Nabi/rasul. kalau pun ada, pastilah dia itu adalah Umar.

    Quran dan Muhammad mengajarkan “aku tinggalkan kepada kamu 2 warisan yaitu Qur’an dan hikmah (sunnah) selagi kamu berpegang pada keduanya, maka kamu selamat.

    dan Eden tidak selaras dengan Islam terutama tidak sholat. padahal Muhammad mengajarkan Sholat adalah amalan pertama yang akan ditanya.
    Muhammad pun mengajarkan bahwa nabi-nabi sebelum dia pun diperintahkan untuk mendirikan sholat.

    albaqarah 125
    Dan [ingatlah], ketika Kami menjadikan rumah itu [Baitullah] tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Isma’il: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. …. ruku’ dan sujud = sholat.

    Eden berdalih “mengapa kamu benci terhadap agama Ibrahim” dia mengutip dari Quran.. padahal agama ibrahim adalah selaras dengan Quran.

    albaqarah 129
    (ibrahim berdoa)Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab [Al Qur’an] dan Al-Hikmah [As-Sunnah] serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    bagaimana kamu bisa menyamakan bahwa kamu dengan Ibrahim adalah sama???

    trus apa bedanya eden dengan banyak teman saya yang lain mengaku juga diajarkan oleh Ruh Qudus atau JIbril… jika kamu semua benar diajarkan oleh jibril, kenapa ajaran kalian berbeda semua?

  12. tunggul tampan berkata:

    waktu jaman nabi-yang di sebut di atas, kaum mereka itu tidak punya agama…. sedangkan kita sebagai warga negara Indonesia sudah memiliki agama. jangan di samain dong…..!

  13. noni berkata:

    wah dah saraf ni orang luthfi dan dharma, lu muslim pa bukan siy???
    lu sok paham tentang islam dengan mengutip ayat2 al quran, padahal lu tuh gak ngerti apa2 ttg islam. wong jelas2 lia eden itu edan, masih dibelain… kenapa lu b2 gak masuk aja ke komunitas eden, spy masuk neraka bareng2…

  14. Michael berkata:

    Sulaiman itu bukan Rasul, tetapi Dia adalah Nabi yang meneruskan Khilafah Ke-Rasulan yang dirintis oleh MUSA. Jadi tidak ada pertentangan yang sengit yang dialami oleh Para Rasul. (Adam, Nuh, Musa, Isa dan Muhammad)

  15. Ichi berkata:

    Alkisah, seorang pengacara itu berjasa dalam meringankan hukuman bahkan melepaskan si tertuduh dari jeratan hukum. dan imbalannya baik berhasil atau tidak tetap dibayar. Dalam kasus Lia Eden si pembela mungkin (salah satunya) menggunakan pendekatan perilaku masyarakat untuk pembenaran hukum positif. HR Muslim menyebutkan bahwa Allah murka kepadamu mendengarkan berita yang belum jelas dan kamu menyebarkannya (mengelembungkan-red). Dalam hal ini, yakin pembela tidak mampu memahami apa yang dimaksud dengan “penutup akhir para nabi dan rasul” dalam waktu singkat.

  16. tri mazmur berkata:

    akhir jaman banyak pengajaran sesat,dari buahnya kita tahu bagai mana pohonnya. pelajarilah baik2 kepercayaan kita masing2. jangan mudah percaya dengan hikmat2 dan pengertian2 dunia…TUHAN itu hidup dan nyata.jika anda bingung mencari kebenaran,jangan tanya manusia,tp langsung tanya TUHAN.jika tuhan anda dak bisa menyatakan DIRINYA ,waspadai jangan2 tuhan anda palsu…selamat mencari kebenaran…

  17. dy berkata:

    kamu pasti dapat murka Allah swt

  18. rico berkata:

    waduh…..waduh…….rusak wezzzzz…………….

  19. rico berkata:

    wadoh…..wadoh…..repot ez…..

  20. fahmi berkata:

    wes mau kiamat…
    Ada ada ja si lia edan ne,mngaku sbg tuhan lah,jibril lah..bla..bla..bla…
    Tuhan tu cma 1 yakni Allah SWT.

  21. MAN berkata:

    Untuk saudara ADEKUN :
    setelah Nabi Muhammad akan datang kembali nabi isa dan imam mahdi.
    jadi pada hakekatnya setelah beliau (Nabi Muhammad as) tetap bisa datang seorang nabi.. karena beliau sendiri yang mengabarkannya.
    Mengatakan bahwa setelah beliau, sama sekali tidak mungkin datang nabi, itu juga tidak benar.

  22. ini berkata:

    kami sebagai kaum nabi muhammad walau bagaimanapun saya tetap umat nabi muhammad

  23. ira berkata:

    hoo… bener sih. orang hanya bisa dihukum jika memang dia melanggar hukum yang ada. dalam kasus lia eden ya hukum yg dipakai adalah hukum negara, bukan hukum agama (mungkin kecuali dia tinggal di aceh). eniwei, orang selalu terusik kalau menyangkut satu di antara suku, agama, atau ras. wajar saja banyak orang marah.

    saya bukan ulama, tapi saya pikir lebih bijak untuk berpikir, untukmu agamamu, dan untukku agamaku. benar bahwa kita diperintahkan untuk menyampaikan ayat-Nya meskipun hanya satu ayat. tapi ya sudah deh, kalau mau ga ngikutin lia eden ya biarin aja dia. untuknya agamanya, dan untukku agamaku.

  24. pengopi sejati berkata:

    lia edan tuh dibayar sama sekte sesat buat menyesatkan kita, para penyesat itu pake segala cara termasuk pake cara cara pintar dengan memakai sepenggal sepanggal ayat kita, kalo q jd penguasa berwenang, si lia bakal tak taroh tempat prostitusi aja

  25. @dHEmin berkata:

    Satria, kalimat panjang lebar anda, mengajak orang untuk selogis pola pikir anda. Sepertinya anda mau mau mengungkapkan kebenaran, tapi esensinya dangkal banget ! (soal ini mah banyak yang lebih pintar dari anda !) Sok berpola pikir luas tapi picik belaka. Biar aman, anda menempatkan diri sebagai orang yang seiman… Tapi tanyalah pada diri sendiri sebenarnya anda hanya seorang munafik atau bukan ? Bila anda memang seorang mukmin, berpikir dan menyerulah searah dengan keimanan anda. (Semoga anda bukan hanya salah satu dari sekian para sarjana muslim (yg tentu saja mengaku ilmunya luas) tapi hasil dari doktrinisasi kaum kafir- pakar islam koq lulusan universitas di Inggris atau Amerika ?)

  26. Yans berkata:

    Untuk saudara MAN,.
    Maaf,..cara berfikir anda itu kesannya low bangt yakh, kok gak ngerti sih dengan ungkapan bahwa “Nabi Muhammad,SAW itu sebagai Nabi akhir zaman”. so, andaipun nabi Isa itu akan diutus lagi ke Dunia (seperti yang dikabarkan Rasul), beliau hanya ingin meluruskan,mengembalikan lagi ajaran yang pernah dibawaNya pada syare’at yang benar.Karena beliau tidak rela ajaran yang pernah disampaikan pada zamannya itu,diselewengkan oleh umatnya. bukan untuk menghadirkan lagi ajaran baru (seperti LIA EDAN) dan bukan pula untuk merubah ajaran yang sudah sempurna (ISLAM_ajaran Nabi Muhammad,SAW).
    Dan turunya keduania bukan sebagai Nabi baru,karena tetap Nabi penutup segala Nabi adalah Nabi Muhammad,SAW. Tidak ada kesempurnaan ajaran, kecuali ajaran yang dibawanya.

  27. Ken_Dee berkata:

    @all, yang pasti,apabila kita mentafsir sebuah hadits tetap harus berpegang pada yang paling benar (Al-Qur’an),dan harus menafsir dengan menggunakan akal sehat,,, bukan dengan asal karena memang sesuatu yang asal dan tanpa dasar it akan membawa qt pada kesesatan . . .
    trims bwt teman2 yang masih percaya sepenuhnya pd Alloh SWT, Rasulullah Muhammad SAW&smw ajaran beliau . . . insyaAlloh Alloh akan menunjukkan yang benar bagi hambaNya.

  28. Ken_Dee berkata:

    oia,bwt yang masih berpegang sm Al-Qur’an jg,,, ayo sama2 qt teguhkan iman qt,,, jangan terpengaruh pd apapun yang menyimpang dari ajaranNya,,,

  29. roten berkata:

    lia eden tuh dulunya kan penghuni DOLI (lokalisasi prostitusi di surabaya,terbesar se asia) dia tuh pelacur senior lho…

  30. Hendri berkata:

    aduh bom ajah tuh tempat markasnya,,saya serukan kepada saudara2ku yg sedang jihad serang orang2 yang mengaku nabi dan tuhan,,hancurkan

  31. fitri berkata:

    jelas beda dong lia aminudin sama rasulullah,kamu sama lutfhi sama2 gila,yg jelas kalau mau buat agama silahkan aja,jgn niru islam dong, islam juga kagak butuh orang kayak kamu dan lutfhi,

  32. fitri berkata:

    ajarannya aja beda kok rasul disama2kan sama lia eden,enak aja,ngak akan sama dan ngak akan mungkin sama,kamu sama lutfhi sama gilanya sama lia aminudin,bener2 dah ni orang udah eror lebih baik kamu masuk aja ke ajaran lia eden karena kamu tuh sama

  33. adi berkata:

    wezzzz hebat malaikat jibril menampakan diri,,,,,masaa ada malaikat kecil dan malaikat itu tempat nya dengan alloh<<<wesss hebat polisi indonesia bisa menangkap lia eden aduhhhhhhh bumi ancur dengan masalah gini gila semua orang

  34. raka berkata:

    Lakum dinukum wa liyadiin..

  35. henry dewanto berkata:

    Lia Eden Sama Dengan Muhammad Bahwa Mereka Berdua Mendapat Wahyu Dari JIBRIL Yang Adalah Utusan Kekegelapan/Setan…Mereka Berdua Mendapat Mandapat Mandat Untuk Menjadi Nabi Palsu Yang Anti Kristus.

  36. Elang Perkasa berkata:

    Nabi-nabi yang disebutkan dalam Al-quran pada prinsipnya membawa ajaran yang sama yg bersumber dari Allah SWT. Mengajak supaya hanya menyembah kepada satu Tuhan, Allah SWT. Ajaran dan syariat yg dibawa oleh para nabi-nabi pun pada dasarnya sama, dan Nabi Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul yang melengkapi dan menyempurnakan ajaran yang telah dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya.
    Dengan wafatnya Nabi Muhammad maka zaman/era kenabian dan rasul telah berakhir dg sendirinya. Hanyalah nabi palsu yg mengaku2 bahwa dirinya adalah nabi setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
    Enak aja saudara mengutip ayat-ayat suci Al-Quran untuk menjustifikasi dan membenarkan apa yang dibawa oleh Lia Eden dengan segala konsekuensi logisnya.
    Saudara ingin mengetahui apa yang logis dari Lia Eden, Lia Eden adalah orang gila yang menderita waham keagamaan. Lia Eden tidak hanya menghina agama Islam, tapi juga Kristen, Budha, Hindu dan agama lainnya.
    Lia Eden dan orang2 semacamnya sebaiknya dirawat dan dikarantina saja di Rumah Sakit Jiwa supaya waham keagamaannya tidak lagi muncul dan menularkan penyakit gilanya ke orang-orang di sekitarnya.
    Sungguh terlalu Lia Eden, yang menganggap dirinya adalah titisan malaikat jibril untuk menghapuskan agama Islam dan menganggap bahwa semua agama itu sama.
    Mana mungkin setiap agama itu sama karena apabila itu terjadi maka orang yang meyakininya pada hakekatnya sudah keluar dari ajaran agama yg bersangkutan. Jika anda benar2 paham dengan agama, maka seharusnya anda sadar tidak seorangpun pemeluk agama di muka bumi ini yang ingin agamanya disamakan dengan agama lain. Hanya orang-orang munafiklah yang mengatakan bahwa setiap agama itu pada dasarnya sama. Dengan berpura-pura memeluk agama, orang2 munafik sebenarnya adalah orang yang paling ingkar dengan Tuhannya lagi membenci yang namanya agama.
    Berhati-hatilah wahai rakyat indonesia terhadap orang2 munafik seperti yang demikian karena orang2 seperti inilah yang menjadi ancaman sesungguhnya terhadap kerukunan antar ummat beragama di Indonesia dan di dunia umumnya.
    Awas bahaya laten komunis tidak hanya menampakkan wujudnya secara terang-terangan dengan tidak mengakui keberadaan agama, tapi juga secara diam2 berpura2 mengaku beragama tapi pada dasarnya ingkar.
    Maaf sdr satriadharma! Saya hanya ingin membela Al-Quran, tidak sepantasnya sdr mengutip ayat2 suci Al-Quran seperti itu untuk menjustifikasi suatu hal yg benar-benar salah.
    Memang benar kita tidak bicara soal ‘wilayah kewenangan hukum Tuhan’ di sini. Tetapi setelah anda mengutip ayat2 Al-Quran secara tidak langsung anda telah berbicara dengan ‘hukum Tuhan’. Semoga Allah dengan izinNya menampakkan hukumnya yg adil kpd sdr, kpd Lia Eden dan pengikut2nya yg membuat anda, Lia Eden dkk, bisa melihat siapa yg benar dan siapa yg salah…

  37. pujiono berkata:

    satria LU bangsat biangnya neraka da jelas lia tu edan lu mala kejang goblok tau alquran malah nylmpang…………lu ,,lutfi…lia,,emang sama ahli nerakanya tobat..tobat.tobat

  38. Amri berkata:

    Wkwk…nabi palsu ya nabi palsu…Al-Qur’an dan hadist itu petunjuk yg paling akhir bukan koran,atau majalah…

  39. andre berkata:

    Q.S. Al Ahzab (33) ayat 40:

    ??? ????? ????????? ????? ?????? ???? ??????????? ???????? ??????? ??????? ????????? ????????????? ??????? ??????? ??????? ?????? ????????

    Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  40. YNWA berkata:

    Lia Eden emang gila menurut gw…. Tapi gw setuju sama pendapat Satria, Si”Edan” hanya bisa dihukum kalo ada KUHP yg dilanggar!! Kalo nggak, yaa gak bisa.. Masalahnya KUHP kita bukan berdasarkan Quran!! Itu masalahnya!! Tapi kalo kasus ini terjadi di Arab, baru deh pasti mampus si”Edan!!”

  41. CAHAYA berkata:

    Sesungguhnya “ALLAH ADALAH MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU”

    Allah sangat mengetahui segala niat, gerak gerik para hamba ciptaanNya di dunia. Allah mengetahui segala upaya pemenuhan nafsu setan yg ada pada manusia yang ingin mendapat penghormatan sepanjang masa pada mata umat manusia dengan cara “Menjadi Nabi ato UtusanNya”.
    Padahal Allah tidak mengetahui apalagi mengutusnya. Karna Bgi Allah pesanya cukup pada zaman tertentu dan itu akan relevan sampai akhir zaman. Karna pesanNya adalah Ajaib. Sehingga tidak perlu ada nabi disetiap zaman, setiap negara, setiap kota yg pada akhrnya membuat keributan. Inilah cri nabi yang sesungguhnya,.1. AjaranNya sangat independen. 2. Ajaran bersifat keilahian, tidak bersentuhan dengan negara apalagi politik,.peperangan dn kekerasn. 3. Kehidupan pribadinya menunjukan Kenabiannya.

    Kalo ada nabi diluar 3 hal dasar ini, berarti itu adalah jebakan Batman sepanjang masa.

  42. google berkata:

    ada apaan sih?
    kok pada ribut ribut?

  43. wand berkata:

    ya….kehidupan ini penuh dengan warna warni
    ada yg baik, ada yg jahat. ada yg pintar dan ada yg bodoh..
    ada laki2 ada perempuan……..

    marilah kita berfikir…..sebelum bertindak/memilih
    jika benar pilihan kita pasti akan selamat….
    jika salah pilihan kita pasti akan datang azam Allah swt..nantinya

  44. yoko berkata:

    ah lia eden mah goblog
    jelas jelas nabi terakhir nabi muhammad
    tolol

  45. ffr berkata:

    jika bicara dalam konteks NKRI. Lia Eden hanya bisa dihukum dengan pasal yang ada. tapi jika bicara dalam konteks hukum islam, lia eden harus dipancung karena telah murtad.

  46. nyamprut berkata:

    Gw gak stuju sapa2,,,tp kita jangan keluar konteks, konteksnya adalah baik lia eden maupun nabi2 seperti muhamad, isa, n musa berada posisi yg sama yaitu ditentang oleh kaumnya dan akhirnya setelah beberapa thn para nabi baru diakui sebagai nabi, dan kita tidak tau apa yg terjadi nanti dgajaran lia eden nanti, kita belum bs menghhakimi lia secara berlebihan, serahkan pada hukum aja..

  47. fani puspita berkata:

    semoga Allah swt membukakan mata hatinya…

  48. said berkata:

    sesungguhnya hari kiamat itu tidak ada yang bisa memprediksi,kalo emang lia eden bisa memprediksi mungkin itu adalah hari kiamat untuk dirinya sendiri….

    ingat ALLAH TIDAK BERBENTUK,TIDAK BERANAK DAN TIDAK DI PERANAKAN !

    bacalah sahadat karena nabi muhamad adalah nabi akhir jaman,islam adalah agama yang hakiki,…!

  49. said berkata:

    coba kasih kami bukti yang jelas,kalo ente emang punya kitab sendiri ..coba kasih tau ke ane seluruh isi jagat raya itu apa saja,beserta misteri2 yang ada !

    ente jangan melawan kehendak ALLAH,islam itu agama yang sangat benar,dan nabi muhamad adalah nabi akhir jaman,,,
    kalo emang ente pintar,coba ente lawan imam ali bin abu thalib !
    belahlah laut,latuskan gunung,goncangkan bumi ini kalo emang ente anak didik malaikat jibril,ente harus bisa !
    kalo ente gak bisa
    brarti ente anak didiknya jin iprit !

  50. tes tes tes berkata:

    ga tau lah…tiap org bilang dia sendiri yg benar….hehhe….mana ada maling ngaku…kayak muhamad bilang nabi terakhir..itukan akuan agama sendiri…lagian islam ikutan alkitab jg tentang nabi nabi….baca trulyislam blog…kal
    o mau tambah ref…macam2 lah…surga islam di penuhi 72 bidadaro pemuas sex
    ……bukan pendapat gw loh …..cuma kutipan aja…

  51. manusia hidup dengan pemahamnnya masing – masing yang kita anggap adalah kebenaran padahal itulah sebagian dari kenyataan yang mugkin saja masih samar bisa kah kita tak mengganganggu hal itu….la eden munggkin bertindak salah tapi salah juga kalu kita hanya menilai dan menyalahkan saja….bia kah kita,memberikan saran yang lebih baik tanpa harus kta menyalahkan……..untuk masalah keyakinann di alquran sudah di jelaskan di surat al kafirun…..thankyu everyone

  52. untuk tes tes tes tau dari mana kamu alquran ngikutin kitab………????????????????????????????????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *