Mei 16, 2022

12 thoughts on “JUDICIAL REVIEW RSBI : ANTARA CITA-CITA DAN FAKTA YANG ADA

  1. Yth Pak Satria,

    Terima kasih atas tulisan yang sangat mencerahkan. Semoga dapat membantu memperkuat argumentasi akan pentingnya Pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas segera dibatalkan oleh MK. Saya izin untuk menyebarkan ke rekan-rekan Pemohon dan para pemerhati pendidikan lainnya.

    Salam,

  2. Sebenarnya salah satu solusi sekolah berstandard tinggi dengan biaya terjangkau, bisa di buat konsorsium siapa yg mau gabung..

    Ulangan bersama secara on line, pembelajaran online via youtube, dll dr guru dan sekolah terbaik..

    Saya kira bisA kita coba secara luas…sebagai salah satu alternatif sekola dgnbiaya terjangkau..bahkan di bilang murah..

  3. Wow… Makin sedikit tambah paham saya ttg RSBI. Sepakat Mas Sat, kalau konsep penggagas RSBI yg bernama Prof Slamet itu saja kacau –menihilkan substansi proses ‘mendidik’ dg kebijakan instan, ibarat kalau mau makan ayam langsung saja ke resto cepat saji dan tak perlu memelihara ayam– bagaimana konsep itu dibumikan? Pasti asal jalan saja.

    Menggelikan juga mengetahui pemahamannya ttg devisa dan ‘capital flight’.

    Dari paparan pembelaan oleh tim Kemdikbud, nyata terlihat matinya ‘cultural and ideological perspectives’ mereka dalam mendedah konsep RSBI ini. Globalisasi semata dijawab tanpa mengikutkan filsafat berpikir dan lebih bertumpu pada pola pikir spasial ditopang kesombongan aplikasi teknologi.

    Padahal untuk yang terakhir itu harusnya diaplikasikan merata demi (lebih) memberdayakan sebuah bangsa.

    Salam
    Cak Sol

  4. Boleh gabung ke KAKP??? gmn caranya? pasti, akan banyak pengurus komite sekolah yg jg gerah dg program RSBI ingin bergabung ke lembaga tersebut. Matur nuwun, pak satria!

  5. Esensinya bgmn menemukan benang merah antara binatang das sein dan das sollen itu mgkn lebih elegan. Persoalannya siapa yg mau memulai dan kontrol akuntabilitasnya…..

  6. Analisis yg tajam khas pak Satria. Di forwardkan ke kepala-kepala sekolah RSBI/SBI…..untuk membuka mata mereka. Selamat berjuang pak.

  7. Melihat dari kacamata sosial bahwa munculnya RSBI menimbulkan banyak polemik bukan saja dalam tinjauan finansial tetapi juga pendekatan kemanusiaan yang sangat lemah. Saya katakan demikian karena terkesan org yg tergolong ekonomi lemah enggan mendaftarkan anaknya kalaupun berprestasi tetapi sebaliknya bagi yg ekonomi mapan berlomba2 memasukkan anaknya gara2 label RSBI dg indikator gengsi kalaupun tdk berprestasi demi harga diri kalaupun tdk sesuai antara hasil dan mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.