Selasa, 23 Juli 2019
Just another WordPress site
SEMARAK KAMPANYE PRABOWO – SANDI DI GBK

Saya ikut gembira melihat semaraknya kampanye Prabowo – Sandi di GBK hari ini. Benar-benar membludak. Luar biasa memang pendukung 02 ini. Militansinya jangan diragukan deh! 👍😊

Ketua Panitia Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga, M Taufik sebelumnya mengatakan bahwa kampanye ini diperkirakan menjadi kampanye terbesar di pemilihan presiden 2019 (seorang teman bahkan menulis di statusnya bahwa kampanye ini adalah kampanye terbesar di dunia. Namanya juga pendukung fanatik. 😀). Taufik berharap akan hadir sekitar satu juta pendukung. Tapi saya ragu apakah GBK bisa muat satu juta orang lha wong kalau lihat datanya GBK hanya muat untuk 77.193 penonton (anggap saja bisa sampai 100 ribu penonton). Rungrado May Stadium, stadion terbesar di dunia yang berada di Pyongyang, Korea Utara saja hanya mampu menampung 150.000 penonton. Tapi itu kan hanya di tribun. Lha kalau lapangannya ikut dihitung kira-kira berapa jumlah yang bisa masuk? Mari kita bikin maksimal tiga kali lipat penonton di semua tribun (which is a little bit impossible). Itu pun angkanya hanya akan berada di 400 ribu orang saja. 😊

Tapi lupakan angka pastinya. Yang jelas pendukung Kubu 02 telah membuktikan bahwa jumlah mereka memang besar dan militansinya luar biasa. Soal jumlah pendukung sebenarnya tidak mengherankan karena di tahun 2014 Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa, berhasil meraih 62.576.444 suara (46,85 persen). Di Sumatra Barat Prabowo-Hatta Raja meraup prosentase tertinggi (76,92 %). Jadi kalau kali ini berpasangan dengan Babang Tamvan nan tajir maka mungkin angkanya bisa lebih tinggi. 😀

Karena acaranya dimulai pagi maka mereka berinisiatif untuk datang lebih pagi lagi sehingga bagi yang muslim akhirnya melakukan salat Subuh di lapangan. Lapangan tampak penuh sesak dengan jamaah yang memakai pakaian serba putih. Tidak diketahui berapa banyak jumlah orang yang ikut salat Subuh tadi pagi tapi Merdeka.com menulis hanya ‘ribuan’ jemaah. 🙁 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berdiri di saf depan bersama Anies Baswedan, Zulkifli Hasan, Shohibul Iman, dan Hidayat Nur Wahid. Umat Islam Indonesia kembali membuktikan bahwa mereka bisa salat di mana saja. Di Lapangan Monas bisa, di Stadion Gelora Bung Karno juga bisa. 😎

Baca juga:  “One Hundred Rups Cop”

Tapi tentu saja ada yang sirik dan mencari-cari kesalahan. Seorang teman di WA mengritik, “Kok salat jamaah laki-laki dan perempuan tidak dipisah dan bercampur baur?”. Saya tidak tahu darimana ia memperoleh kesan demikian padahal dia tidak ikut berada di GBK. Saya yakin bahwa pemisahan saf untuk laki-laki dan perempuan pasti telah dilakukan oleh panitia karena mereka tentu paham bahwa tidak boleh jamaah laki-laki dan perempuan jadi satu, kecuali di Masjidil Haram. Itu pun saya dengar sekarang ini ada wacana untuk dipisahkan meski muncul berbagai penolakan. Tapi entahlah… 😊

Saya ucapkan selama kepada para Pendukung 02, utamanya yang sempat ikut kampanye di GBK. Nikmati dinamika pilpres ini dan mari kita jaga keamanan dan persatuan bangsa.

Pendukung 01

Surabaya, 7 April 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *