Oktober 3, 2022

0 thoughts on “HARDIKNAS 2011

  1. Betul pak! Tak ada yg bisa dibanggakan dari pendidikan (formal) di Indonesia. Tak ada yg nyambung dari pemikiran ataupun ide pencerdasan itu. Penyelenggara pendidikan bersikap masa bodoh, semntara para ortu berduit juga EGP! Yg penting baik diri mereka maupun anak mereka eksis! RSBI, standar internasional gitu loh!

    Salut utk mereka yg mau & berani meluangkan waktu, tenaga dan pikiran utk menyelenggarakan pendidikan alternatif non profit alias gratis! Idealisme kelompok2 belajar ini tak kalah (?) dari RSBI tersebut. Bayangkan, banyak profesional dari pelbagai bidang berderet antri utk dapat kesempatan ngajar gratis-tis!!!

  2. Menyedihkan sekali memang.

    Di pendidikan informal/non formal pun tak kalah menyedihkannya pak. Istilah homeschooling (pendidikan berbasis keluarga) yang seharusnya melekat pada keluarga sudah dibajak menjadi nama lembaga yg dibisniskan dan diwaralabakan. Ujian kesetaraan (non formal) pun sudah menjadi bagian dari bisnis pejabat Diknas, bukan layanan dari negara untuk rakyat. Ini belum berbicara tentang kualitas dan proses penyelenggaraannya. 🙁

    Sedih untuk Indonesia. Semoga kita masih bisa melakukan sesuatu untuk anak-anak kita dan anak-anak Indonesia.

  3. Mirissss…semoga anak saya tidak mengalami UN lagi..itu artinya dalam satu atau dua tahun kedepan sudah di hapuskan…aminnnn. Pak Satria…jarang lelah bersuara lantang…..saya mendoakan apa yang bapak usahakan saat ini Insya Allah berbuah manis akhirnya…. …amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.