Minggu, 28 September 2020
Just another WordPress site
“Muslim Kok Nyebelin”

Pagi ini saya ke toko buku Uranus untuk mencari buku “Muslim Kok Nyebelin”. Habis…!
“Kemarin tinggal empat tapi diambil semua sama seorang pembeli,” kata kasirnya. “Kok lama nggak kesini?” tanyanya. Ya, saya memang lama nggak ke Uranus. Dan itu diperhatikannya.

Saya lalu lari ke Togamas Diponegoro. Habis juga. Waks…!
“Kemarin sih masih ada empat tapi diborong sama seorang pembeli,” kata petugas yg saya tanyai tentang buku ini. “Padahal yg dua sudah dibuka plastiknya sama pengunjung lain. Tapi dia ngotot untuk mengambil semua.” tambahnya.

Jadi saya langsung genjot ke Gramedia, Basuki Rahmat. Kemarin saya msh melihat ada 14 eksemplar tersedia. Saya beli dua buah utk hadiah teman. Mestinya masih ada tersisa banyak.
Ketika saya tiba di sudut di mana buku “Muslim Kok Nyebelin” diletakkan saya terkesiap. Kosong….! Tak satu pun buku “Muslim Kok Nyebelin” tersisa di rak itu. Kemana…?! Mosok ada yg memborong juga? Lha wong kemarin masih ada 12 eks. Saya tahu karena memang saya hitung. Saya juga tahu bahwa penerbitnya cuma mengirim 15 eksemplar per toko buku dan nanti dikirim lagi kalau sudah habis. Buku ini letaknya di rak sudut atas dan tidak nampak kalau tidak dicari. Lagipula belanja di Gramedia ini tidak ada diskonnya. Lha sekarang kok habis sama sekali…!

Ternyata memang ada yg memborong buku ini kemarin. Semua stok diangkut dan dibayar tanpa dapat diskon sama sekali. Pembelinya seorang tua berkacamata dengan janggut putih dipotong pendek (meski demikian masih gagah dan senyumnya kharismatik, katanya). Ia masuk dari pintu belakang naik lift langsung datang ke sudut itu dan mengangkut semua buku “Muslim Kok Nyebelin” yang ada dan membawanya ke kasir. Setelah itu ia langsung balik lewat pintu lift yg sama dan pergi naik mobil Hyundai Avega cat hitam. Ia datang dengan gaya ‘blitzkrieg’ pasukan Jerman. Datang, ambil buku, bayar, dan pergi.

Baca juga:  BAHASA KEDUA DALAM TES PISA KITA

Lha kok saya tahu…?!

Ya tahulah. Lha wong itu saya sendiri. 🙂
Makanya saya tahu bahwa orangnya gagah dan senyumnya kharismatik. Hehehe…!

Setelah membaca resensi yg saya kirim via email seorang teman tertarik pada buku “Muslim Kok Nyebelin” tersebut. Ia lalu minta saya membelikan buku tsb sebanyak 20 eksemplar dan setelah itu minta dikirimkan ke rumahnya di Kalimantan. Nanti akan ia ganti harganya via transfer BCA. Katanya, ia ingin membagi-bagikan buku itu pada teman-temannya yg pandangan keagamaannya dianggapnya masih ortodox dan jumud. Mungkin ia berharap buku “Muslim Kok Nyebelin” ini bisa memberi mereka perspektif baru dalam memandang ajaran agama yg mereka anut. Boleh juga tuh…! Itu namanya ngajak debat tanpa perlu bicara apa-apa.:-)

Jadi begitulah ceritanya sehingga saya lari-lari dari satu toko buku ke toko buku lain utk mendapatkan 20 eks buku tersebut. Saya memborong semua stok yg ada di tiga toko buku tersebut demi memenuhi permintaan teman tersebut. Siang ini buku-buku tsb sdh saya pak dan siap utk dikirim ke Kalimantan.

Selamat berlayar bukuku…! Tunaikan tugasmu sebaik-baiknya. Jangan takut dengan kecaman dan caci maki. You’ll never walk alone. 🙂

Surabaya, 17 April 2014

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *