Jumat, 08 Agustus 2020
Just another WordPress site
SAKSI JEHOVAH DI RUANG TAMU SAYA

Dear all.
Ini tulisan saya setahun yang lalu. You might want to enjoy it.
Salam
Satria

SAKSI JEHOVAH DI RUANG TAMU SAYA

Hari ini saya dapat dua orang tamu istimewa. Istimewa karena mereka adalah misionaris dan lebih istimewa lagi karena mereka masih begitu muda. Salah satunya bernama Kolin masih remaja, atau baru beranjak dewasa dan satunya, yang bernama Andre, bahkan baru berusia 12 tahun.

Baru berusia 12 tahun dan dia sudah dilatih untuk menjadi seorang ‘da;i’! Bukti bahwa kaderisasi da’i di agama Nasrani memang tidak main-main. Mereka berdua adalah ‘witness’, sebutan bagi misionaris dari Saksi Jehovah. Bagi Anda yang awam, Saksi Jehovah adalah pecahan atau aliran dalam agama Nasrani yang berbeda dengan Protestan, Katolik,Advent, Mormon, dan aliran lainnya. Saksi Jehovah sangatlah gigih dalam mewartakan kebenaran ajaran mereka bahkan pada sesama Nasrani.

Mereka telah melatih kader-kader mereka sejak begitu kecil untuk menjadi ‘witnes’, alias ‘saksi’ kebenaran ajaran mereka. Andre yang baru berusia 12 tahun pun telah diminta untuk mencari pengalaman langsung di lapangan. Dan pagi itu mereka datang ke rumah saya.

Dengan sopan mereka membuka pembicaraan dengan mengatakan bahwa mereka bukan ‘sales’ yang hendak menawarkan barang. Dengan mudah saya menebak bahwa mereka tentulah ‘misionaris’ Nasrani, meskipun belum tahu dari aliran apa. Mereka punya ciri khas, penampilannya sopan, kata-katanya halus dan pakaiannya rapi dan bersetrika licin. Saya bahkan bisa mengetahuinya sejak mereka masuk. Itu sudah menjadi ‘brand image’ mereka (bandingkan dengan ‘brand image’ yang melekat pada ‘misionaris’ Islam).

Ketika saya persilakan untuk masuk dan duduk mereka langsung menyodorkan buletin tipis “Sedarlah” dan berkata bahwa mereka ingin berbagai informasi tentang masalah-masalah umum. Saya langsung tahu bahwa mereka dari Saksi Jehovah. Majalah “Sedarlah” adalah versi bahasa Indonesia dari buletin “Awake” terbitan Brooklyn, Newyork dan telah terbit bahkan sebelum saya lahir. Saya tidak tahu sejak kapan buletin tersebut dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia.

Bertemu dengan misionaris yang datang ke rumah sebenarnya suatu kesenangan bagi saya karena saya menikmati berdiskusi dengan mereka. Ahmed Deedat almarhum (semoga Allah merahmatinya) telah mengajarkan bagaimana menghadapi mereka. Sayang sekali saya jarang mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan mereka. Jadi ini suatu kesempatan yang istimewa bagi saya.

Setelah menerimanya saya langsung bertanya pada mereka apakah mereka tahu bahwa buletin yang mereka tawarkan tersebut aslinya bernama “Awake”? Mereka ternyata tahu karena memang ada penjelasannya di buletin tersebut. Saya kemudian menyampaikan bahwa saya pernah membaca artikel di buletin “Awake” terbitan tahun 1957. Mereka tentu heran.

Baca juga:  Cocacola dan Yahudi

Mereka kemudian menjelaskan bahwa buletin “Awake” itu terbitan New York yang saya jawab ‘Ya, di daerah Broolyn.” Mereka menjadi lebih heran.

Saya kemudian masuk ke kamar dan mengambil buku berjudul “The Choice” yang merupakan kumpulan tulisan Ahmed Deedat dan menunjukkan kopi artikel “Awake” pada tanggal 8 September 1957. Judul artikel tersebutadalah “50.000 Errors in Bible” Saya kemudian menjelaskan bahwa pada artikel “Awake” tersebut Saksi Jehovah menyatakan bahwa ada 50.000 kesalahan dalam Alkitab mereka sehingga perlu direvisi. Revisi itu dilakukan pada tahun 1971 oleh lima puluhan sarjana dan ahli AlKitab paling top pada masa itu sehingga muncullah Revised Standard Version 1971 yang merupakan revisi dari RSV 1952. Tapi untuk versi Indonesianya baru diterjemahkan pada tahun 1974
menjadi ALKITAB yang diterima dan diakui oleh Konperensi Waligereja Indonesia. Saya memiliki sebuah AlKitab hadiah dari seorang teman.

Mereka memeriksa Alkitab mereka dan membenarkan.

Kami kemudian ngobrol dan saya lebih banyak mendengar. Saya ingin tahu apa sebenarnya yang hendak disampaikan. Seperti yang saya duga, mereka sangat halus dan tidak main tembak langsung. Mereka hanya ingin menyampaikan buletin dan brosur, hanya itu. Mereka tidak menjawab pertanyaan-pertanya an saya yang bakal menimbulkan adu argumentasi.

Mereka bahkan tidak tertarik ketika saya tunjukkan beberapa kaset video dan buku tentang diskusi antara Islam dan Saksi Jehovah. Nampaknya mereka sudah dilatih untuk tidak meladeni diskusi ataupun pembicaraan yang lebih jauh mengenai kepercayaan mereka.

Tapi mereka akhirnya bercerita banyak tentang kepercayaan mereka dan bedanya dengan aliran lain seperti Protestan dan Katolik. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, melainkan hanya Nabi, yang artinya sama dengan Islam. Mereka juga tidak minum minuman keras dan makan daging babi, yang sekali lagi sama dengan kepercayaan dalam Islam.

Mereka juga menganggap bahwa 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus dan Natal sebenarnya pada bulan Oktober. Mereka bahkan dengan lancar menjelaskan sejarah tentang terjadinya kekeliruan penetapan Natal tersebut yang merujuk ke tradisi pagan kerajaan Romawi yang menyembah dewa matahari pada waktu itu.

Baca juga:  Seminar Pendidikan Karakter di Bintuni

Si Andre yang masih anak-anak tersebut lantas bercerita tentang beberapa anekdot tentang perlawanan dan tentangan terhadap apa yang mereka lakukan tapi kemudian menjadi berbalik menjadi simpati karena mereka mampu meyakinkan orang-orang tersebut. Seorang anak berumur 12 tahun bercerita pada saya tentang nilai-nilai yang diyakini dan perjuangannya! Amazing! Sementara itu anak saya yang berusia sama dengannya sedang bertengkar dengan adiknya karena berebut main game di komputer.

Tidak ada yang baru bagi saya dari apa yang mereka sampaikan dan bagikan karena saya memang pernah membaca tentang kepercayaan mereka.
Tapi saya dengan gembira mendengarkan mereka karena beberapa hal.

Pertama, pagi itu saya kebetulan tidak sibuk dan jarang ada misionaris datang kerumah saya. Kedua, saya salut dan hormat pada mereka yang mampu membuat dua remaja ini bersedia untuk berkeliling menyampaikan ‘dakwah’ mereka. Ketiga, saya juga kagum pada kehalusan dan kesopanan mereka dalam menyampaikan ‘dakwah’ mereka. ‘Da’i’ canggih seperti initentunya tidak mudah dan butuh pelatihan yang hebat untuk mencetaknya.

Militansi seperti ini membuat saya iri. Seandainya saja kita bisa mencetak kader-kader “Saksi Islam” yang bukan hanya berdedikasi tinggi tapi juga memiliki kehalusan, kesopanan, dan kecanggihan dalam menyampaikan pesan dan berdiskusi semacam ini pada usia yang begitu muda. Kita punya ‘produk’ yang jauh lebih baik ( dan kita anggap sempurna) dan universal tapi ‘marketer’ dan ‘human relation staff’ yang payah. Mereka, para ‘marketer’ Islam tersebut kalau boleh disebut begitu, bukannya menjelaskan ‘produk’ mereka, tapi justru meminta-minta sumbangan ‘in the name of Islam’. Jadi sebenarnya kita tidak punya ‘marketer’ seperti mereka yang ‘memasarkan’ ke luar. Da’i kita sibuk meladeni ‘orang dalam’ dan tidak ada yang bertugas untuk ‘memasarkannya’ ke luar seperti yang dilakukan oleh para misionaris.

Padahal sebenarnya ‘Balighu anni walau ayah’, Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat’ demikian anjuran Rasulullah. Kita terlalu yakin dengan kehebatan ‘produk’ kita sehingga merasa tidak perlu untuk ‘memasarkannya’ . The product speaks for itself, alasan kita.

Apakah kita tidak bisa mencetak kader yang militan? Tentu saja bisa. Islam terkenal dengan militansi kadernya. Sayang sekali bahwa militansi tersebut belum diikuti dengan kecanggihan dalam menjelaskan produk. Sebaliknya justru banyak sekali umat Islam yang mendatangi rumah-rumah orang Nasrani, bukannya untuk menjelaskan tentang kebenaran Islam tapi justru untuk minta sumbangan! Sebuah ironi. Bisa dibayangkan ‘brand image’ yang muncul dari ‘campaign’ macam begitu.

Baca juga:  How Did You Write?!

Saya juga lantas teringat betapa kita menghancurkan sesama Islam karena perbedaan keyakinan seperti yang terjadi pada orang-orang Ahmadiyah. Benarkah Islam mengajarkan hal ini? Bukankah Rasul sendiri pernah menyatakan bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 bagian dan hanya 1 bagian yang benar, yaitu yang menegakkan AlQur’an dan hadist. Hanya itu. Tidak ada anjuran ataupun perintah Rasul agar mereka yang merasa sebagai bagian yang benar itu menghantam, menghakimi dan menghabisi 72 golongan lainnya yang salah dan tersesat.

Kepada umat beragama lain kita tidak kurang kerasnya. Semakin hari semakin banyak kita dengar keluhan dari umat lain yang kesulitan untuk mendirikan rumah ibadah maupun yang gerejanya dibongkar karena tidak ada ijinnya. Sebagian dari kita merasa bahwa menghalang-halangi umat lain untuk beribadah sesuai dengan agamanya adalah suatu kebajikan.

Toleransi seolah bukan ruh atau spirit Islam.

Ironi yang paling menyesakkan dada adalah digunakannya nama Islam oleh para teroris untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Bagaimana mungkin kita bisa bilang pada umat lain bahwa Islam adalah agama yang membawa kebenaran dan keselamatan jika ternyata ada umatnya yang justru melakukan terorisme dan pembunuhan massal pada orang-orang yang tidak bersalah dan menganggapnya sebagai ‘ajaran suci’ agama Islam dan merasa berhak untuk masuk surga dan bertemu dengan para bidadari! Ini bukan hanya ‘bad campaign’ tapi sudah masuk dalam kategori pengkhianatan perjuangan Islam dan pelakunya patut dipancung kepalanya. Bayangkan seandainya pada jaman Rasulullah ada oknum yang mengaku beragama Islam dan membunuhi anak-anak, perempuan, dan orang tua di rumah-rumah mereka bukan pada saat perang dan dengan bangganya mengatakan,”Ya Rasulullah, lihatlah pedangku yang berlumuran darah ini.Saya telah membunuhi mereka yang bukan Islam pada saat mereka lengah di rumah-rumah mereka. Kuhabisi mereka dengan cepat bahkan tanpa mereka sadari. Saya merasa layak untuk masuk ke surga dan patut mendapat pelayanan beberapa bidadari untuk ganjaran perbuatan saya tersebut.” Saya bisa bayangkan betapa marahnya Rasulullah pada oknum yang mencemarkan ajaran Islam seperti ini. Hukum qisas pasti akan dijatuhkan padanya.

Seandainya kita bisa belajar dari ini semua.

Balikpapan, 4 Desember 2005
Satria Dharma

0 tanggapan untuk “SAKSI JEHOVAH DI RUANG TAMU SAYA”

  1. Gene Netto berkata:

    Berkaitan dengan tulisan ini:
    Saya juga lantas teringat betapa kita menghancurkan sesama Islam karena perbedaan keyakinan seperti yang terjadi pada orang-orang Ahmadiyah. Benarkah Islam mengajarkan hal ini? Bukankah Rasul sendiri pernah menyatakan bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 bagian dan hanya 1 bagian yang benar, yaitu yang menegakkan AlQur’an dan hadist. Hanya itu. Tidak ada anjuran ataupun perintah Rasul agar mereka yang merasa sebagai bagian yang benar itu menghantam, menghakimi dan menghabisi 72 golongan lainnya yang salah dan tersesat.

    Barangkali hadith ini bermanfaat:
    Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Tolonglah saudaramu yang melakukan kezoliman dan yang dizolimi, seseorang berkata : wahai Rasulullah saya akan menolongnya jika dia seorang yang dizolimi, lalu bagaimana saya menolongnya jika dia melakukan kezoliman? Rasulullah bersabda: kamu menahannya, atau menghalanginya dari kezoliman, maka hal itu adalah cara untuk menolongnya.” (H.R. Bukhari).

    Bukan maksudnya bahwa orang yang keliru harus dibunuh, tetapi orang yang jelas2 keliru (seperti kaum yang menolak semua hadiths) sebaiknya diajak kembali ke golongan yang “satu”.

  2. Iyed berkata:

    Assalamu alaikum, saudaraku Bpk. Satria Darma

    saya mohon bantuannya. ditempat saya bekerja telah dibangun sebuah gereja. warga masyarakat sebernarnya tidak menyetujui atas pembangunan gereja tersebut karena warga mayoritas muslim, yang membuat kami umat muslim bingung adalah GKI pusat tidak mengakui, setelah kami berbicara dengan beberapa rekan kerja kami mengapa gereja sudah dibangun kok bermasalah (tidak diakui/ alasam mereka belum diakui)padahal gereja tersebut sudah diresmikan. tapi saya melihat ada yg lucu dan aneh diantaranya :
    1. Ini negara Indonesia kok meresmikan gereja ada orang Bule warga Inggris, apa pendeta mereka yang di Indonesia tidak mampu meresmikan gereja sehingga harus minta tolong pada bule( saya yakin mereka misionaris vatikan.

    2. Alasan mereka tidak diakui, karena yang memprakarsai dan pendanaan pembangunan gereja tersebut adalah aliran baru kristen di indonesia dan yang pertama di jawa barat serta belum diakui oleh GKI Pusat.

    pertanyaan saya apakah gereja ini gereja jehovah/jehoa.

    Untuk mereka yg suka membom, membunuh, mengkafirkan sesama muslim dan memusuhi agama lain :

    Rasulullah tidak pernah mengajarkan untuk menyiarkan Islam dengan pedang. mereka yang menyiarkan Islam dengan pedang adalah umat yang dulu selalu “memotong tali Unta Nabi”

    terima kasih pak

    wassalamu alaikum

  3. Tony Setyawan berkata:

    Saksi Yehuwa adalah cerminan dari murid Kristus yang benar! Org dunia dan agama lain mnurut saya kalah dgn mereka meskipun mereka ditentang abisan di Indonesia! Salut kepd Saksi Yehuwa!

  4. Benny Benzora berkata:

    Saksi-Saksi Yehuwa Di Indonesia memang tidak diakui oleh GKI Pusat, karena memang Saksi Yehuwa Bukan Bagian dari Orang-orang Gereja..

    Saksi-saksi Yehuwa sudah di Akui Pemerintah sejak Jamannya Presiden Abdurahman Wahid. dan Saksi Yehuwa sangat Jauh berbeda dengan ajaran-ajaran Gereja, dan Saksi Yehuwa adalah Agama yang Paling Kristen dibanding Agama yang lain.

    Majalah Awake! sudah di Translate ke “Sedarlah” kalau nggak salah sekitar tahun 1980an

  5. […] pengalaman Pak Satria Dharma di blognya ketika beliau didatangi tamu dari Saksi Jehovah, [ di sini ]. Pasca membaca postingan tersebut, dan tentu saja pasca membaca-baca berbagai postingan hebat Pak […]

  6. Monica Darumurti berkata:

    Jujur saja, saya tidak begitu menikmati saat saya mengikuti acara kotbah saksi yehovah beberapa waktu yang lalu. Saya adalah orang Katolik, dan saya tidak merasa nyaman dengan perbedaan apa yang dikatakan oleh Yesus dan oleh para misionaris itu.

    Acaranya memang menyenangkan, namun saya tidak ingin lagi mengikuti kotbah itu…

  7. ngana makang jo berkata:

    Perkenalkan, saya bekas anggota aliran saksi jehovah sudah 8 tahun ini saya memilih mengasingkan diri dengan rutinitas yang biasa saya lakukan karena saya tidak menemukan kebahagiaan dan arti hidup di organisasi ini.

    Mungkin indah dipandangan Bapak Satria Dharma, tapi kami sebenarnya di paksa untuk melakukan itu, dipaksa dengan cara halus, di jauhi jika kami tidak menyiarkan,dan disindir terus dalam khotbah,termasuk didatangi oleh orang dari kantor pusat tiap 6 bulan dan bertanya apa kendala nya sehingga jam dinas kami sedikit sekali, dan kadang seperti pesakitan kami ditemani oleh senior yg datang kerumah dan mau gak mau kami harus jalan.

    Kami harus membuat laporan tertulis brp jam sudah kami habiskan untuk menyiar,peta daerah yang kami cetak dari peta jakarta sudah dibagikan per bagian dan per daerah mana penugasan kami ada ditas kami ketika syiar dan ada tanda masjid atau gereja yang km harus hidari takut memicu debat,kami pun harus melaporkan situasi kondusif atau tidaknya suatu daerah, termasuk laporan berapa banyak buku atau sedarlah sudah kami bagikan.

    Kami diajar untuk membenci semua agama lain dan agama lain adalah pengikut IBLIS atau bahasa kami susunan besar, baik itu katolik islam budha hindu protestan advent atau agama apapun adalah pengikut IBLIS, orang yang tidak mau mendengar syiar kami adalah pengikut IBLIS dan layak BINASA.

    Kami makan daging babi dan anjing, juga minum sesuai kebutuhan tidak sampai mabuk itu tidak dilarang, yang haram adalah rokok darah sirih ulang tahun hormat bendera, banyak rekan2 saya dulu yang mati karena tidak boleh transfusi darah di rumah sakit, kasihan melihat keluarga mereka terlantar karena ditinggal oleh anggotanya, menurut saksi yehuwa transfusi = makan darah.

    Kehidupan didalamnya tidak seindah yang Bapak Satria Dharma lihat, bahkan jauh dari bahagia, yang ada adalah beban dan pola pikir yg dikejar2 hari armagedon dan menjadi budak dari watchtower.

    Banyak dari kami yang sejujurnya sangat tertekan dengan pengaturan yang dibuat, beban saya lepas seketika ketika saya menjauhi rutin saksi yehuwa.

    Rutin itu adalah, wajib membayar iuran walau tidak dipaksa, tapi khotbahnya sangat menyindir jika tidak membayar,wajib melapor syiar tiap bulan jika dibawah 11 jam anda terhitung sakit rohani, apalagi kadang2 melapor anda terhitung sakit rohani sekali, alias rohani anda tidak bagus, yah benar, walau anda tidak melakukan kesalahan apapun anda dinilai tidak rohani dan salah jika tidak ada laporan syiar.

    Rutinitas tiap minggu : hari minggu berkumpul utk ibadah 3-4 jam sore hari berkumpul untuk syiar, hari senin persiapan utk berkumpul hari selasa, hari selasa malam berkumpul untuk ibadah 2-3 jam, hari rabu pagi berkumpul untuk syiar hari malamnya persiapan utk ibadah kamis, hari kamis malam berkumpul ibadah 2-3 jam, hari jumat persiapan ibadah untuk sabtu, hari sabtu berkumpul utk syiar dari pagi sampai siang malamnya persiapan utk ibadah minggu.

    Rutinitas yang kaku dan keras seperti itu terus begitu di kehidupan saya, bertahun-tahun. sangat melelahkan hidup tak jelas arahnya antara menjadi orang yang rohani tapi juga harus makan, kami diajar menjadi seorang pendeta tetapi sekaligus harus hidup duniawi, berbeda dengan kristen lain yang memang menjadi pendeta bisa fokus menjadi pendeta tidak disimpangkan.

    Definisi hidup saksi yehuwa adalah bahagia menjadi “budak” watchtower benar benar dalam arti BUDAK.

    Sungguh bahagia saya sudah tidak lagi bergabung lepas sudah semua beban dan tekanan saya, pekerjaan saya menjadi lebih terarah dan jelas, pendamping hidup pun juga saya sudah dapat dan saya sangat bahagia sekarang.

  8. daniel santoso berkata:

    Kristus = yang diurapi anti kristus = anti urapan,saksi Yehova bukan saja menentang urapan Roh Kudus tapi menganggap Yesus hanya titisan malaikat michael,jelas2x anti christ,penyesat jaman akhir,mengenai baju wangi dan rapih,Tuhan tidak melihat penampilan luar tetapi hati,percuma luarnya bersih dan wangi kalo hatinya busuk,JBU

  9. daniel santoso berkata:

    Islam dan saksi Yehova ada setali 3 uang,sama saja,anti christ,bagai kaum musilm baca surat al imron,al baqaroh,al maryam < ayat yang paling anti diajarkan di pesantren karena Muhammad jelas berkata : Juruselamat adalah Isa,saya punya teman mantan kyai dan dia bongkar semua ayat tsb,yg dianggap ga penting dan ga pernah diajarkan di pesantren,bagaimana islam dgn kitab sucinya sebagian penting sebagian tidak?mau nurut sebagian2x saja,kalo ditanya mantan kyai itu bilang "ah,ga penting itu,ga usah dibaca"tapi sekrg dia sudah sadar,di islam ada banyak surat contohnya Yasin,yg masih bisa digunakan untuk memanggil jin islam,bahkan utk menyakiti org lain,Alkitab tdk mengijinkan kita bersekutu dgn apapun selain Tuhan,dan mengajarkan kasih,tdk ada menyakiti org lain

  10. satriadharma berkata:

    Bung Daniel, umat Islam itu umat yang paling menghormati Jesus Christ (Nabi Isa). Di AlQur’an justru lebih banyak ayat tentang Nabi Isa daripada Nabi Muhammad sendiri. Baru tahu kan! :-). Bagi umat Islam semua nabi adalah juru selamat. Mereka memang bertugas menyelamatkan umat manusia dari kesesatan. Jadi salah besar kalau disebut bahwa umat Islam tidak percaya bahwa nabi Isa bukan juru selamat.
    Anda telah dibohongi oleh seseorang yang mengaku sebagai ‘kyai’. Ia jelas tidak paham tentang Islam dan Al-Qur’an. Tak ada ayat yang ditutup-tutpi dalam Islam. Itu benar-benar nonsense. Sama omong kosongnya dengan menyatakan menggunakan ayat Al-Qur;’an untuk memanggil jin dan menyakiti orang lain. Kalau mau menyakiti orang lain cukup dengan tidak menegur dan melengos kalau ketemu dengannya. 🙂
    Jika Alkitab mengajarkan agar kita tidak bersekutu dengan apa pun selain Tuhan (bukan Nabi Isa lho!), mengajarkan kasih sayang dan tidak menyakiti orang lain (kecuali dalam perang) maka rasanya itu sama dengan ajaran AlQur’an.
    Saran saya, bacalah sendiri Al-Qur’an. Saya jamin tidak ada yang ditutup-tutpi disitu. 🙂 Enjoy yourself!
    Salam
    Satria

  11. nunik berkata:

    Kewajiban seorang saksi adalah bersaksi kepada siapapun, kapanpun, dimanapun. jadi kalau tidak bersedia bersaksi artinya dia bukan saksi. Untuk bisa mendapatkan sebutan ” Saksi Yehuwa” tentu seseorang akan bersaksi tentang kebesaran Yehuwa yang menyebabkan kita ada dengan sukarela. Yehuwa tidak pernah memaksa umatNya, kita manusia diberi akal, pikiran, hati dan kebebasan untuk memilih yang tentunya masing-masing pilihan mengandung konsekwensi sendiri-sendiri, jadi apakah kita bersedia menjadi saksiNya atau tidak, apakah kita mau menerima tranfusi darah atau tidak, apakah kita mau memperbaiki diri setiap waktu atau tidak, itu adalah pilihan dan masih banyak pilihan lain.
    Ada pengalaman yang membuat saya sebagai orang tua tersentuh. Anak saya perempuan (12 tahun) suatu hari menderita sakit demam berdarah yang cukup kritis, dokter meminta saya menandatangani tindakan yang akan diambil yaitu “tranfusi darah”, ketika anak saya tahu, dia langsung menolak keras, tidak mau menerima tranfusi darah. Anak saya mengatakan “Ma, aku mau ikut Yesus dan Yehuwa, jangan lakukan tranfusi, karena itu sama dengan makan darah, hanya umumnya kalau orang makan lewat mulut tapi tranfusi langsung masuk ke aliran darah saya sama dengan infus ini saya kan minum obat juga. Ma, meskipun saya mati hari ini karena tidak tranfusi darah, saya masih punya harapan untuk dibangkitkan dan hidup abadi dibawah pemerintahan Yesus. Jadi tolong Mama jangan tanda tangan”. Akhirnya saya orangtuanya tidak tanda tangan tetapi diminta membuat pernyataan tidak menyalahkan pihak rumah sakit jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap anak saya. Kami orang tua mencari obat alternatif atas saran dokter dan dengan dukungan doa dari saudara dan handai taulan anak saya sembuh secara fisik sekaligus rohaninya tetap bersih karena “tidak melanggar Hukum Allah”. Inilah yang disebut pilihan, kita bebas melakukannya.
    Tanpa menjelekkan pihak lain, kalau kita sudah membuat pilihan, marilah kita setia dengan pilihan kita karena Yehuwa itu Setia.
    Salam untuk sdr. Satria Dharma.

  12. call me "faith" berkata:

    saksi Yehovah(SY) tidak pernah menggunakan kata syiar untuk menyampaikan majalah atau memberitakan kabar baik,mereka menggunakan kata “mengabar”. mengenai pertemuan dihari selasa sudah diganti dengan malam ibadat keluarga(dirumah keluarga masing2) ini berlaku diawal tahun 2010 dan anda berkomentar dibulan april 2010.saya ragu mengenai identitas yg mengaku2 tsb. mengenai jam dinas saksi menyebutnya memberikan “laporan bulanan” perhitungan nya 1 hari ada 24 jam kalau 30 hari=720 jam jadi itungan nya 11 jam itu sekitar 1,5 persen jam perbulan yg dibaktikan lebih dari 98 persen untuk pribadi( selain kehadiran dihari ibadat layaknya agama lain) bagaimana kalau istilah perpuluhan diwajibkan untuk memberikan jam dinas? tapi itu juga tidak dipaksakan ingatlah mengenai janda mskin yg memberi dari kekurangan dihargai oleh yesus secara langsung kepada murid2 nya, bahkan 15 menit sebulan untuk pribadi2 yg mempunyai keterbatasan fisik/usia lanjut dianggap aktif secara rohani..kira2 bisa dihitung senditri berapa persen 15 menit dalam 720 jam( saya sendiri tidak 11 jam dalam memberikan laporan dinas), memang SY sangat keras dalam hal disiplin rohani (tidak boleh merokok,bermabuk-mabukan amoralitas seksual dll,perilaku yg salah tidak pernah dibiarkan berlalu tetapi selalu dimaafkan setelah ada disiplin yg berlaku atas pelaku kesalahan dan pertobatan yang serius ditunjukkan .SY tidak menganggap anggota agama lain pengikut iblis dan membenci mereka,bila betul maka kontradiksi dengan niat mereka melakukan pengabaran yaitu atas dasar kasih kepada sesama.(apa ada membenci orang lain tapi capek2, panas2 belum lg di maki2 penghuni rumah tapi tetap mengabar..pengalaman anak sdri nunik saya alami secara pribadi bukan atas paksaan tetapi atas dasar penalaran yang disertai iman mengenai makan darah juga atas artikel yg diterbitkan berdasarkan alkitab walau saya masih anak-anak pada waktu memutuskan hal ini bukan atas iman orang tua saya..mengenai tudingan anti crist thdp saksi jehovah rasa nya aneh,mereka melakukan pengabaran atas perintah yesus,menganggap yesus sebagai raja meianik mereka dan sudah bertahta disurga..dan mereka sekarang mempelajari secara khusus buku tentang yesus dalam ibadat mereka(sudah banyak artikel yesus yg SY terbitkan)
    tujuan saya memberikan pendapat dari sisi yang masih menjadi SY
    Salam untuk bpak Satria Dharma

  13. temanbaik berkata:

    saya teman baik dan tetangga dari penganut saksi jehovah dan sempat belajar sekitar setahun, mengerikan munafiknya saksi jehovah menurut saya, saya tahu persis kasus sex bebas di antara saksi jehovah yang tidak terungkap, anak2 muda yang bergaul dan pacaran banyak yang melakukan merangsang alat kelamin, menggunakan jari atau mulut, malah melakukan hubungan sex, pernah kawan saya berpacaran dengan saksi dari sidang daerah jakarta timur dan berhubungan sex, yg gilanya lagi si wanitanya ini sudah tidak perawan karena sering berhubungan sex dengan teman sma nya dan dgn teman satu sidanya, gila gak tuh, teman saya ini juga sering cerita kalau wanita2nya haus laki2 dan banyak yang perawan tua, saya banyak cerita ini karena saya sempat belajar tapi baru bergaul sebentar ternyata banyak kasus sex bebas terselubung yang tidak terungkap, penipuan yg tidak boleh dilaporkan kepolisi dan munafiknya pergaulan di situ,menurut buku saya hrs mengadukan ke perintis atau penatua yang mengajar saya tapi tidak tega krn rata2 mereka ada orang tua dan reputasi, sering juga ikut ramah tamah ke puncak, ke rumah saudara2 lain yah gitu lah rata2 laki2nya munafik,yg zus nya pakai rok tipis dan dada menonjol waktu berhimpun, kalau pacaran yah berciuman dan ada yang sampai sex bebas terselubung mungkin 4 dari 10 orang pernah dan sering mengalaminya di saksi tp mrk takut utk bilang setiap mereka berhubungan sex atau merangsang kelamin mrk akan bercerita dengan saudara/saudari siapa mrk melakukan itu jadi yah sama2 pegang rahasia gitu lah kalau lg pesta istimewa cukup liat2an aja sudah takutnya bukan main hahahaa, kadang rahasia itu dibawa sampai mereka tua dan punya anak, contohnya yah teman saya itu sekarang sudah menikah dan punya anak, yang gobloknya lagi big bos nya saksi itu namanya om hutasoit dari kantor cabang didisiplin karena datang ke ultah sodaranya hahahah aneh, benar benar benar aneh

  14. aloysius berkata:

    Bagi saya sebagai orang kristiani, saya tidak begitu memperdulikan argumentasi dari kalangan Saksi Yehovah tentang kebenaran aliran mereka. Biarpun terkadang saya cukup risih dengan cara2 yang mereka lakukan.

    Yang jauh lebih penting bagi saya untuk menyikapi aliran2 yang mungkin bertentangan dengan apa yang kita imani sekarang (apapun itu) adalah dengan mengikuti apa yang sudah diucapkan oleh Yesus sendiri bahwa akan ada banyak mereka2 yang berbicara atas namaKU namun tetap percayalah kepadaKu.

    Yesus juga memberikan perumpamaan ttg mereka….pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik.

    Apabila buah dari mereka adalah cinta kasih Tuhan, kedamaian, kebaikan bagi hidup kita dan sesama, …..maka mereka adalah pohon yang baik…

    namun apabila buah dari mereka adalah kecemasan, ketakutan, perpecahan, kebencian dsb…maka mereka adalah pohon-pohon yang tidak baik.

    jauhilah pohon yang tidak baik !!!!!

  15. Petojo Bobby berkata:

    Memang untuk mengikuti Yesus Kristus, standardnya ya Alkitab.
    Nah, sebagai seorang Saksi Yehuwa gak susah kok. Baca Alkitab, pelajari Alkitab agar mengerti, terapkan Alkitab dan beritahukan isi Alkitab kepada orang – orang lain. Beres. jadi kalau di Alkitab ada tulisan tidak boleh berzinah, ya itu yang benar. Bila di Alkitab ada tulisan bahwa tidak boleh memfitnah orang atau berdusta….ya itu yang akan seorang Saksi Yehuwa lakukan. karena apa yang baik berasal dari Allah. Tapi Bapa Dusta adalah si Iblis.

    Mau pilih mana? Monggo lho.

    Seorang saksi Yehuwa tidak selamanya jadi Saksi Yehuwa. kalau ternyata seseorang melanggar prinsip Alkitab, maka orang tersebut bisa dipecat dari keanggotaan Saksi-saksi Yehuwa, kalau terdapat bukti-bukti orang tersebut melakukan dosa yang serius.

    Jadi kalau mau memfitnah Saksi Yehuwa, ya monggo lho. Tapi kalau mau tahu tentang Saksi-Saksi Yehuwa…juga monggo. Sudah banyak Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia. Kalau mau bacaan-bacaan gratis dari Saksi Yehuwa juga gampang kok. Gak bayar.

    ok lah.

    selamat bertemu dengan Saksi-saksi Yehuwa. Justru Saksi yehuwa diinstruksikan Yesus untuk memberitakan isi Alkitab. Bukan ngumpet dikamar tidur. Baca Matius 28 : 18 – 20. Jadi sekarang mudah kok ketemu mereka.

    salam,
    Petojo – Bobby

  16. coral berkata:

    wah..wah..seru juga ya pak,satria,.sya krn kebangun tdur jadi *on* setelah bca artikel ini.ok ok..
    pertama, membaca komen dr bbrapa org yg sudah d keluarkan dr saksi yehuwa di atas alias d pecat,justru saya smakin terpukau bahwa betapa hebatnya saksi yehuwa diorganisasi. teratur dan tertib. sampai jam dmana mereka melakukan kegiatan pun dihitung..n segala sesuatu di lapangan, ada pemberitahuannya.
    kedua,saya sring ikut hadir tengah pekan dan akhir minggu dimana saksi yehuwa beribadah..dan berani menantang siapapun kalau sampai ada yg melakukan seks bebas dlm pergaulannya. mereka sopan,dlm pakaian pun sma..rapih. anak2 duduk tenang berjam2. great.. kan. pasti yg sudah sering baca buletin saksi yg berjudul awake, watchtower pasti tahu persis bagaimana pandangan moral saksi yg sangat luhur tentang seks..jd betapa berdusta nya jk ada yg mengatakan bhwa mrk seks bebas..
    ketiga,soal darah.. mungkin ke depan metode pengobatan medis tanpa darah menjadi metode paling modern mengingat manfaatnya yg besar,hemat, dng resiko yg kecil.
    tx

  17. PUTI berkata:

    Perkenalkan, nama saya xxxx .Ayah saya anggota SSY dan ibu penyiar belum terbabtis. Nah,menurut saya SSY itu jauh berbeda dengan kristen dan agama lainnya.Mereka punya ciri khas masing-masing, yaitu :Pakainnya rapi dan bersih, disetrika licin,Sopan, ramah, dan sangat merespek orang yang dijumpainya.Terus, mereka bilang kalau perang,Spritisme itu tidak baik. Nah, ya sudah mereka tidak lakukan itu. Mereka benar-benar menerapkan prinsip Alkitab bukan .

  18. PUTI berkata:

    Ingat, pandanglah mereka sebagai teman ya… jangan sebagai musuh atau lawan kita. Mereka menaruh minat yang tulus kok sama kita . Coba lihat perbedaan mereka dengan anggota Susunan Kristen lainnya,atau agama yang lain. Dari sikapnya, tutur katanya, penampilan, serta ajarannya, masuk akal nggak.Mereka menginjil jauh-jauh itu semua demi Allah Yehuwa.Kasih mereka yang tulus terbukti . Udahlah rapi,bersih, ramah, sopan,ajarannya masuk akal kasih pelajaran Alkitab dan majalah GRATIS lagi. Nah, bandingkan itu semua dari agama lain. Jauh berbeda kan… Jadi saya tidak setuju kalau SSY itu sesat, tadak mengasihi, Itu fitnah!!!

  19. Anti-Jehovah berkata:

    Seingat saya sekte ini sempat dilarang pemerintah, tetapi pada hari ini secara tidak sengaja saya menemukan tempat berkumpul “saksi jehovah”.

    Jika anda berada di daerah Jakarta, anda bisa menemukan mereka di Gedung ITC Kuningan, Lt. 9 disana ada “Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa”. Jika anda tertarik dapat melihat dan menilai sendiri.

  20. walter berkata:

    sya tidak akn mengutip apa pun , sya ingin mngjak brpkir trbuka . buruk baiknya sbuah benda trgantung dari pnilai . klo sdah trsugesti “ini sesat” , jadilah itu . klo blum dngar sugesti itu ? bnyak juga yg mnjadi jw krena blum prnah dngar sma skali . untuk mrsakan apel , hrus dikupas , dimakan , bukan dilihat . stelah dmakan , pkiran hrus terbuka kan ? 😀

  21. harry berkata:

    Perkenalkan nama saya Harry..
    Wahh…
    Menarik juga bahasan tentang saksi jehovah….
    Saya mau tanya,
    Apa seh…????
    kelebihan & kekurangan saksi jehovah…
    Agar saya dapat memahaminya lebih dalam lagi….!!!
    terima kasih….

  22. indriawan poetra bangoen berkata:

    Doktrin Trinitas adalah pengajaran bahwa TUHAN ADALAH SATU, NAMUN TERDIRI DARI TIGA PRIBADI:
    * Allah Bapa
    * Allah Putera
    * Allah Roh Kudus

    dasar Kitab Suci tentang Tritunggal Mahakudus :
    Yesus menunjukan kesatuan yg tak terpisahkan dgn Allah Bapa (Yoh10:30,Yoh 14:9,Yoh17:21)

    Yesus juga menyatakan keberadaan diri-Nya telah ada bersama-sama dgn Allah Bapa sebelum dunia di cipakan (Yoh17:5,Yoh1:1-3)

    Tentang ke-Allahan Yesus (Luk1:35,Luk1:42,Luk2:49,Mat3:17,Yoh8:58,Yoh13:13,Yoh14:9,14)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *