Senin, 17 Februari 2020
Just another WordPress site
UNTUK APA GELAR…?!

“Orang kan tidak perlu punya gelar untuk bisa sukses, Pak? Jadi untuk apa aku harus kuliah untuk mendapatkan gelar?”

“Tentu saja. Untuk sukses dalam hidup ini kita tidak perlu punya gelar. Tapi jika kamu bisa kuliah sampai selesai dan memperoleh gelar maka itu sudah berarti sebuah kesuksesan besar yang kamu capai. Itu berarti kamu telah mampu membuktikan pada dirimu bahwa kamu mampu melewati kesulitan, cobaan, tantangan, rintangan, godaan, selama bertahun-tahun kamu kuliah. Itu membuktikan bahwa kamu memiliki kecerdasan, ketekunan, kedisiplinan dan kesabaran dalam mencapai sebuah tujuan. Gelar itu buktinya. ”

“Sekarang kan jamannya sudah berubah Pak. Orang akan lebih menilai kita dari kinerja dan kemampuan kita. Gelar dan ijazah itu apalah artinya di dunia yang semakin datar ini…”

“Gelar yang kamu peroleh memang belum membuktikan bahwa kamu akan mampu melakukan sebuah prestasi besar dalam hidupmu tapi gelarmu itu akan menjadi semacam pengingat bagi dirimu dan penanda bagi orang lain bahwa kamu telah PERNAH sukses dalam hidupmu. Jika kamu tidak memiliki gelar, meskipun mungkin saja kamu punya ilmu yang sama dengan temanmu yang punya gelar, kamu harus bekerja JAUH LEBIH KERAS daripada temanmu yang punya gelar untuk membuktikannya. Mengapa? Karena temanmu sudah bekerja keras lebih dahulu dengan menyelesaikan kuliahnya sedangkan kamu tidak. Temanmu punya penanda untuk menunjukkan kapasitasnya sedangkan kamu tidak. Jika kamu mampu menunjukkan kemampuan yang sama dengan temanmu orang akan tetap meragukan kemampuanmu dan lebih percaya pada temanmu. Karena ia punya penanda sedangkan kamu tidak. Kamu juga akan lebih percaya diri dengan gelar yang kamu miliki karena kamu yakin bahwa kamu telah mampu membuktikan diri dengan keberhasilanmu bertahun-tahun menyelesaikan kuliah. Intinya, gelar itu akan memudahkan kamu dalam hal-hal tertentu.
Coba bayangkan situasi ketika kamu ingin memperkenalkan diri pada calon mertua atau calon bosmu. Jika kamu mengatakan bahwa kamu baru saja menyelesaikan Phd di Jepang maka tiba-tiba semua hal menjadi relevan. Tapi jika kamu mengatakan bahwa kamu tidak menyelesaikan kuliah karena bosan dengan situasi perkuliahan maka tiba-tiba sikap calmermu akan berubah lebih formal. It’s just an example.” *:) happy

“Lha Bapak sendiri kok tidak pernah mau pakai gelar selama ini? Kan Bapak punya gelar yang bisa dipakai sebagai penanda?”

Baca juga:  PENGAKUAN SUAMI

“Karena Bapak malu gelarnya cuma Drs. Kalau Bapak punya gelar PhD atau Doktor kayaknya Bapak akan pakai deh gelarnya supaya lebih keren.” *:)) laughing

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *