Selasa, 23 Juli 2019
Just another WordPress site
BERISLAM TANPA RUH DAN JIWA

Alkisah…

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sedang duduk di masjid dengan para sahabatnya. Tiba-tiba datang orang badui dan kencing di masjid.

Para sahabat nabi berujar,
“Tahan, tahan!”
(Dalam riwayat Bukhary disebutkan: lalu orang-orang mengusirnya)

Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepada para shahabatnya:
“Janganlah kalian menghentikan kencingnya, biarkanlah dia hingga dia selesai kencing.”

Kemudian Nabi bersabda kepada orang badui:
“Masjid ini, tidak seyogianya dikotori dengan kotoran, kencing dan air besar”
“Hanyasanya masjid diperuntukkan untuk dzikir kepada Allah, membaca al qur-aan dan shalat”. (dikatakan perawi -atau sebagaimana yang disabdakan nabi)

Kemudian Nabi bersabda kepada salah seorang shahabatnya:
“Berdirilah, ambilkan seember air dan guyurlah kencing tersebut”
Maka shahabat tersebut melaksanakannya. Kemudian Nabi bersabda kepada para shahabat:
“sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk membuat kesulitan.”
(HR. Ahmad, Bukhariy, Muslim dan selainnya).

Mohon Anda baca sekali lagi…

Saya minta Anda untuk membaca sekali lagi agar Anda resapkan betapa halus dan lemah lembutnya Rasulullah terhadap orang yang MENGENCINGI MASJIDNYA. (Sengaja saya tulis huruf besar agar terasa bedanya dengan sekedar MARAH KARENA ADZAN YANG TERLALU KERAS).

Coba kita lihat apa yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap orang Badui ngawur tersebut.
1. Beliau mencegah para sahabat untuk melarang Badui tersebut kencing. Rasulullah MEMBIARKANNYA. Dibiarkannya Badui ngawur tersebut kencing sampai selesai. Biar puas dan selesai hajatnya ….
2. Beliau menasehati orang Badui tersebut dengan memberitahu bahwa masjid adalah tempat untuk beribadah dan bukan untuk dikotori.
3. Beliau menyuruh para sahabat untuk membersihkan air kencing orang Badui tersebut.
4. Beliau menasehati para sahabat agar memberi kemudahan dan tidak membuat kesulitan. Maksudnya itu LAIN KALI, kalau ada orang Badui ngawur mengencingi masjid (atau ada orang wanita Cina marah pada suara adzan yang terlalu keras), agar tidak bersikap reaktif berlebihan, apalagi sampai memukuli orang Badui tersebut. Jangan..! Biarkan ia selesai kencing, (biar selesai marahnya karena adzannya terlalu kencang), bersihkan kencingnya, (suruh duduk dan beri minum kalau Cinanya marah-marah), dan nasehati ia baik-baik bahwa jangan kencing sembarangan di masjid.

Baca juga:  UMAT YANG TIDAK BELAJAR DARI SEJARAH

Bukan hanya Rasulullah TIDAK MARAH tapi juga MENGAJARI umat Islam untuk tidak marah dan berprilaku reaktif berlebihan. Rasulullah mengajarkan CARA CERDAS dan SIMPATIK untuk menghadapi orang bodoh dan ngawur. Orang bodoh bukan untuk dimusuhi tapi untuk diajari yang benar.
Jika kita mengaku umat Islam yang mencontoh pada Nabi yang begitu lemah lembut pada orang yang ngawur kayak orang Badui ini lantas mengapa kisah yang begitu popular ini tidak kita jadikan sebagai pelajaran?

Di manakah roh dan jiwa Islam yang diajarkan oleh Rasulullah ini…?!

Ya, Rasulullah. Maafkan kami umatmu yang belum juga mampu memahami inti dari ajaran kasih dan sayangmu.

Surabaya, 7 Agustus 2016

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *