“2012” MERESAHKAN

November 22nd, 2009 Oleh: Satria Dharma

200px-2012_PosterFilm “2012” meresahkan dan haram untuk ditonton! Kata siapa? Kata MUI Malang dan MUI Kalsel. Baca ini. Benarkah masyarakat resah? Sayup-sayup saya dengar teriakan dari belakang , “Resah…?! Resah apaan? Elo aja kali!” :D Jadi siapa dong yang resah? Ya mereka berdualah! Siapa lagi…?! Hahaha…! Lha wong MUI Pusat melalui ketuanya KH. Ma’ruf Amin saja tidak mengharamkan film kiamat 2012 untuk di tonton masyarakat. Baca ini. KH Ma’ruf nampaknya lebih luas pandangannya ketimbang dua rekannya tersebut. Jadi jangan dikira kalau sesama MUI tidak berbeda pendapat.Kalau ada hal yang meresahkan masyarakat maka masyarakat pasti akan menghindari hal yang meresahkannya tersebut. Itu hal yang alamiah sekali. Mereka tentu akan minta aparat untuk menghentikannya dan agar masyarakat menjauhinya. Umpamanya : geng motor, tawuran mahasiswa, premanisme, wabah penyakit, kebiasaan nenggak spritus dicampur air kencing kuda, dll. Tapi coba tanyakan pada masyarakat yang sampai antri berjam-jam untuk bisa menonton film yang ‘meresahkan’ tersebut. “Eh! Elu apa kagak tahu bahwa film ini meresahkan? Kok elu malah antri untuk nonton?’ Saya jamin Anda akan dijawab :”Ah! Itu kan akal-akalan elu aja supaya gua pulang dan elu yang gantiin tempat gua ngantri kan? Sono ngantri di belakang!” Kalau ini belum memuaskan Anda, coba cegat mereka yang baru saja selesai nonton dan tanyai mereka,:”Eh! Elu resah nggak setelah nonton film ini?” Saya yakin akan dijawab,:”Resah..?! Gila lu! Tuh yang kagak kebagian karcis yang resah.” Baca artikel selanjutnya… »

PERBUDAKAN DALAM ISLAM

November 21st, 2009 Oleh: Satria Dharma

200px-GeromeslavemarketSaya akan melanjutkan obrolan saya sebelumnya pada topik “Hukum Tuhan yang Berubah”. Tapi kali ini akan saya bikin dalam topik tersendiri, yaitu “Perbudakan dalam Islam”. Kebetulan saya sedang berada di perut Batavia dalam perjalanan pulang dari Manado ke Balikpapan dan punya waktu satu jam lebih sebelum mendarat.

Hukum atau syariat Islam tentang perbudakan ini menurut saya sangat menarik. Jelas sekali bahwa Tuhan ingin agar perbudakan itu dihapus dalam kehidupan karena perbudakan itu sungguh tidak sesuai dengan prikemanusiaan. Tapi kita tidak akan menemukan satu pun teks dalam AlQuran yang secara jelas menyatakan bahwa perbudakan harus dihapuskan. Pendekatan yang digunakannya berbeda dengan pendekatan yang digunakan untuk mengatasi masalah khamr, poligami, atau riba, misalnya.
Baca artikel selanjutnya… »

HUKUM TUHAN YANG BERUBAH

November 18th, 2009 Oleh: Satria Dharma

HukumSeorang teman bilang bahwa hukum atau aturan Tuhan itu tetap dan tidak akan pernah berubah. Sekali ditetapkan selamanya akan berlaku seperti itu. Saya bilang tidak. Hukum atau aturan Tuhan bisa berubah disesuaikan dengan perkembangan jaman. Yang dulunya diperbolehkan suatu saat bisa saja dilarang karena jaman sudah berubah.

Contoh yang gampang itu soal poligami
Baca artikel selanjutnya… »

Poligami Club, The Story Under…

October 24th, 2009 Oleh: Satria Dharma

poligamiAlkisah …
Di sebuah perkampungan yang selama ini suasananya aman tentram kerta raharja tiba-tiba terjadi perubahan. Terjadi ketegangan antara para suami dan para istri di kampung tersebut. Suasana yang biasanya romantis dan rukun berubah menjadi tegang dan tidak ada lagi tawa dan canda diantara mereka. Para suami tiba-tiba dimusuhi oleh para istri. Mengapa demikian?
Para ibu ternyata melihat gejala yang aneh dari para suami mereka yang tiba-tiba menjadi lebih genit daripada biasanya. Para suami yang biasanya sarungan setiap pagi dan tidak mandi kalau tidak diteriaki berkali-kali oleh istirnya tiba-tiba sejak pagi sudah mandi bersih dan berpakaian lengkap dengan sisiran yang klimis .Usut punya usut ternyata hal tersebut disebabkan oleh munculnya sebuah perkumpulan eksklusif bernama “Polgam Club” di kampung tetangga yang punya slogan “Why Only One If You Can Get More?”, “God Bless Those Who Allow Husbands.”, “Why Go Illegal If You Can Go Legal?”, dll… dll…
Ringkasnya, para suami menuntut agar mereka juga bisa memperoleh privilege yang diperoleh para anggota “Polgam Club” tersebut.’ Mosok mereka bisa kami tidak bisa?’, demikian kilah mereka. Lagipula berdasarkan statistik jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki. Entah statistic darimana yang mereka sampaikan. Kami tidak ingin terperosok dalam perzinahan yang semakin lama semakin mewabah. Alangkah baiknya kalau syahwat disalurkan secara syar’i daripada terjerumus, dll… dll… Tentu saja argumen mereka ini dijawab oleh para istri mereka dengan argumen,’Apakah servis kami selama ini kurang memuaskan sehingga perlu tukang servis lain? Satu aja ngak habis-habis kok.’. Dll… dll…
Baca artikel selanjutnya… »

Mengapa Obama Mendapat Nobel Perdamaian?

October 15th, 2009 Oleh: Satria Dharma

obamaMungkin Anda bertanya-tanya mengapa Obama memperoleh penghargaan Nobel Perdamaian yang sangat bergengsi tersebut. Bukankah Obama masih juga melancarkan perang ke berbagai penjuru dunia dan tidak mampu menekan Israel untuk berhenti meneror dan membunuhi rakyat Palestina? Lantas apa dong kontribusinya pada perdamaian dunia?
Artikel berikut ini mungkin bisa menjelaskannya.

The Nobel Prize, the Brand and the President
By Gilad Atzmon
Baca artikel selanjutnya… »

Mengeluh atau Mengubah Keadaan?

October 15th, 2009 Oleh: Satria Dharma

mengeluhTidak perduli apa pun profesi Anda. Tidak perduli seberapa sulit pekerjaan Anda. Anda punya dua pilihan dalam menghadapinya : Mengeluh atau Mengubah Keadaan.
Anak-anak saya juga sering menggerutu dan mengeluhkan berbagai hal dan karena bosan mendengar keluhan itu-itu juga maka saya menuliskan di sebuah kertas kuarto dan melaminating pesan berikut : “Kita Tidak Mengeluh dan Menggerutu. Kita Mengambil Tindakan dan Mengubah Keadaan.” Jadi setiap kali mereka mulai menggerutu atau mengeluh saya akan bertanya,:”Apakah kamu mengeluh? dan menyuruh mereka untuk membaca kembali pesan yang sudah saya laminating tersebut. It works! Mereka akan berhenti mengeluh meski sering juga mereka membantah,:”Nggak! Aku nggak mengeluh kok! Aku cuma bilang …”

Berikut ini ada cerita yang saya pungut dari milis lain yang mungkin menarik untuk kita jadikan sebagai pertimbangan dlam mengubah sikap kita dalam memandang hidup.
Enjoy!
Salam
Satria
Baca artikel selanjutnya… »

BERHENTI MEROKOK

June 29th, 2009 Oleh: Satria Dharma

puntung_rokokDulu saya adalah perokok kelas berat. Setiap hari paling tidak dua bungkus rokok kretek saya habiskan. Dan itu saya mulai ketika saya masih duduk di SMP klas 3! Seorang teman ’menjerumuskan’ saya dengan memasok saya rokok gratis dengan mencuri dari warung neneknya setiap hari dan ketika neneknya tahu saya sudah terjerat!

Bagaimana cara saya untuk bisa tetap merokok? Banyak jalan menuju Roma kata orang. Apalagi kalau cuma mau merokok. :-) Artinya, seorang yang sudah kecanduan merokok tidak akan keberatan diminta jalan kaki ke Roma asal dibekali rokok. hehehe…! Kalau sudah ketagihan dan benar-benar tidak punya rokok saya dan teman saya tidak segan-segan ’ngutis’ alias memunguti puntung rokok orang lain yang masih panjang untuk kami teruskan. ”Lanjutkan!” mungkin kira-kira demikian motto kami. ’Lebih panjang lebih baik’ dan ’demi wong cilik’ seperti kami. :D
Baca artikel selanjutnya… »

RESESI GLOBAL DAN PEMILU

March 29th, 2009 Oleh: Satria Dharma

IlustrasiDear all,
Saya tidak suka menyebarkan pesimisme tapi resesi global ini nampaknya memang kelabu. Joseph Stiglitz, pemenang Nobel Ekonomi th 2001, meramalkan bahwa akan ada 30 juta pekerja yang akan terpaksa tersingkir dari pekerjaannya dan bahkan bisa meningkat menjadi 50 juta orang. Jangan tanya soal angkatan kerja baru yang akan melongo melihat begitu panjangnya antrian dan sengitnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang paling remeh sekali pun. Dan ini akan berdampak lebih besar pada negara-negara sedang berkembang seperti negara kita. Gambaran yang lebih kelabu adalah bahwa akan ada sekitar 200 juta Baca artikel selanjutnya… »

LAPTOP UNTUK GURU: REVOLUSI PENDIDIKAN MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI

February 26th, 2009 Oleh: Satria Dharma

IlustrasiPernah dengar istilah OLPC? OLPC itu singkatan dari One Laptop Per Child (Satu Laptop untuk Setiap Anak). OLPC atau The Children’s Machine atau XO-1 atau Laptop $100 adalah sebuah program penyediaan laptop dengan harga terjangkau untuk anak-anak di seluruh dunia, khususnya anak-anak di negara berkembang dengan harapan agar mereka dapat mengakses pengetahuan dan pendidikan modern.
OLPC adalah ide dari Nicholas Negroponte (1943) seorang ilmuwan komputer yang dikenal sebagai pendiri dan direktur dari Media Lab di MIT (Massachusetts Institute of Technology). Organisasi ini bertugas mendesain , membuat dan mendistribusikan laptop yang dimaksud.
Baca artikel selanjutnya… »

CITA-CITA, KEINGINAN, DAN OBSESI

February 8th, 2009 Oleh: Satria Dharma

kids-obsession“Apa cita-citamu…?” Iseng-iseng saya tanya anak sulung saya.
“Cita-cita…..? Ehm…. Nggak tahu, eh….pilot! Eh…bukan…pemain sepakbola!” jawabnya. Mendengar jawabannya saya tahu bahwa ia asal jawab saja. Bagaimana mungkin ia bercita-cita jadi pilot jika ia tidak pernah menunjukkan ketertarikannya pada profesi tersebut dan keterkaitannya? Ia mungkin menikmati bepergian dengan pesawat dan mengasosiasikannya dengan itu. Bagaimana mungkin pula ia bercita-cita jadi pemain sepakbola jika dalam ekstra-kurikuler di sekolahnya, dengan tubuhnya yang kecil, ia bahkan tidak pernah dipasang untuk bermain. Ia selalu hanya kebagian sebagai ‘anak gawang’ yang tugasnya disuruh-suruh untuk membantu para pemain dalam tim. Saya sering mengoloknya untuk itu meski saya sebenarnya sadar bahwa itu tidak baik bagi self esteemnya. Tapi kadang-kadang saya sulit mengendalikan keinginan jail saya untuk mengolok-ngolok anak saya. Ini mungkin penyakit ‘kampungan’ yang saya bawa sejak kecil dan sulit untuk saya sembuhkan.
Meski demikian nampaknya anak saya sudah ‘kebal’ dan tidak seberapa terpengaruh dengan olok-olok saya. Buktinya ia masih juga bercita-cita jadi pemain bola meski kami sama-sama tahu bahwa itu sekedar asbun alias asal bunyi. Belakangan ia bilang pingin jadi anak band dan ia memulai ‘karir’nya dengan berdandan ala anak band. Paling tidak cita-citanya sudah mulai diwujudkan dengan gayanya dululah! Gaya dulu, kompetensi belakangan.
Baca artikel selanjutnya… »