LASKAR PELANGI: ‘KEPAK SAYAP KUPU-KUPU’ IBU MUSLIMAH DARI BELITONG

October 13th, 2008 Oleh: Satria Dharma

ibumuslimah-laskarpelangiPernah dengar Chaos Theory? Katanya sih kepak sayap seekor kupu-kupu di belahan dunia sini bisa menjadi gelombang badai di belahan dunia yang lain. Apa dan bagaimana sebenarnya teori tersebut saya sendiri tidak paham. Tapi pagi ini saya melihat betapa dahsyatnya ‘gelombang badai’ yang dihasilkan oleh ‘kepakan sayap kupu-kupu’ seorang Ibu Muslimah, seorang guru SD di sudut terpencil Belitong yang dituangkan secara imajinatif oleh Andrea Hirata dengan novel Laskar Pelanginya. Dahsyat! ‘Kepak sayap kupu-kupu’ Ibu Muslimah tersebut telah membuat gelombang badai dan kegemparan di seantero Indonesia setelah ‘kepakan’ pertamanya ia lakukan belasan tahun yang lalu di sebuah desa kecil bernama Gantong, Belitong, Siapa yang tahu bahwa kepak lemah seekor kupu-kupu di sebuah sudut dunia yang tidak kita kenal, dan mungkin samasekali tidak signifikan bagi kita, dalam jangka waktu puluhan tahun kemudian bisa menjadi badai taifun yang melanda dahsyat?
Baca artikel selanjutnya… »

Tahukah Anda bahwa Pendidikan Gratis dan Bermutu adalah Hak setiap Anak

September 18th, 2008 Oleh: Satria Dharma

lessonYa, benar! Pendidikan gratis yang bermutu adalah hak setiap anak di dunia.
Dimana dikatakan demikian?

Universal Declaration of Human Rights (1948)
“Education shall be free, at least in the elementary and fundamental stages. Elementary education shall be compulsory.”

European Convention on Human Rights (1952)
“No person shall be denied the right to education.”

UNESCO Convention against Discrimination in Education (1960)
“ The State Parties to this convention undertake to formulate, develop and apply a national policy which … will tend to promote equality of opportunity and of treatment… and in particular (a) to make primary education free and coimpulsory.”

International Covenant on Economic, Social dan Cultural Rights (1966)
“Primary Education shall be compulsory and available free for all.”

Convention on the Rights of the Child (1989)
“State Parties recognize the right of the child to education and with a view to achieving this right progressively and on the basis of equal opportunity, they shall in particular (a) make primary education compulsory and available free for all.”

Charter on the Rights and Welfare of the African Child (1990)
“State Parties to the present Charter shall take all appropriate measures with a view to achieving the full realization of (the right to education) and shall in particular: a) provide free and compulsory basic education”

UUD 1945 Amandemen dan UU Sisdiknas 2003
UU Sidiknas 2003 Pasal 34 Ayat (2) berbunyi :
“Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar TANPA MEMUNGUT BIAYA.”

Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 18
“18.  Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah.”

Baca artikel selanjutnya… »

PUASA PERTAMA TARA

September 13th, 2008 Oleh: Satria Dharma

Bulan Ramadhan ini merupakan tahun pertama Tara, anak bungsu kami, berpuasa sehari penuh. Tahun sebelumnya Tara hanya berpuasa setengah hari sebagaimana anak-anak lainnya. Sebetulnya kami tidak menyuruh Tara, yang baru kelas 1 SD itu, untuk berpuasa penuh dan menganggap berlatih berpuasa setengah hari sudah cukup baginya yang under-weight itu. Tapi nampaknya Tara memang anak yang istimewa. Ia punya semangat yang besar untuk melakukan hal-hal yang bagi orang lain cukup berat. (Saya ingat komentar murid-murid saya di tingkat elementary di Bontang International School dulu ketika tahu bahwa saya berpuasa seharian penuh selama sebulan ketika Ramadhan. Mereka mengatakan, :”Really? You don’t drink or eat even a bit the whole day? How could you do that, Mr Satria! I would die if I did that!” Ketika saya katakan bahwa banyak anak-anak muslim yang lebih muda darinya yang berpuasa seperti saya dan mereka pun semakin melongo! Mungkin mereka berpikir bahwa anak-anak muslim adalah calon-calon superman atau mungkin rahib petapa di masa depan.)
Baca artikel selanjutnya… »

MELIHAT BARAT DENGAN KACAMATA LAIN

September 11th, 2008 Oleh: Satria Dharma

Dear all,
Banyak diantara kita umat Islam yang selalu melihat ‘Barat’ dengan pandangan curiga, marah dan bahkan benci. Seolah (negara-negara) Barat adalah musuh bagi Islam dan patut diperangi dan minimal dimusuhi atau dijauhi. Negara Amerika Serikat pun kita jadikan sebagai representasi dari negara ‘Barat’ keji yang kita anggap sebagai negara yang ingin menghancurkan Islam baik dari dalam maupun dari luar.
Memang benar bahwa pemimpin-pemimpin AS sering mengeluarkan kebijakan yang sewenang-wenang terhadap negara-negara Islam. Bahkan Bush menyerang negara Afganishtan dan Iraq yang merupakan negara Islam dan hal tersebut merupakan kejahatan dari sebuah negara adidaya kepada negara lain.
Baca artikel selanjutnya… »

SEKOLAH ‘KOTAK SABUN’ YANG ISTIMEWA

August 18th, 2008 Oleh: Satria Dharma

Kotak SabunSebagai seorang guru yang telah berpindah-pindah tempat mengajar sejak tahun 1978 dan belakangan bekerja sebagai konsultan pendidikan saya banyak berkeliling melihat berbagai jenis sekolah baik di tanah air dan juga di luar negeri. Dari sekian banyak sekolah tentu saya melihat banyak sekolah bagus maupun sekolah buruk. Saya pernah melihat sebuah sekolah dasar di daerah terpencil di Kalimantan Timur yang hanya memiliki satu guru dan celakanya hanya lulusan SD! Hanya dia satu-satunya orang yang bisa dimintai jasanya untuk menjadi guru karena penduduk yang lain sibuk ke laut sebagai nelayan. Saya juga pernah mengajar di sebuah sekolah internasional dengan faslitas yang begitu ‘wah’ yang bahkan buku-buku dan pensilnya diimport dari Amerika. Kami tinggal memilih di katalog apa saja yang kami inginkan dan selanjutnya barang-barang tersebut akan datang ke sekolah kami. Kami bisa minta hampir apa saja! Saya sendiri memesan banyak buku referensi bagi guru tentang metode pembelajaran yang mutakhir. Saya tinggal conteng-conteng buku di katalog yang saya inginkan dan semua buku yang saya minta tidak pernah ditolak. Kami memang bebas untuk meminta apa saja materi, alat dan bahan-bahan pelajaran, buku-buku siswa maupun penunjang bagi bidang studi yang kami ajarkan masing-masing. Tapi ketika kepala sekolah ingin pesan ‘clay’ alias tanah liat dari Amerika untuk bahan pelajaran membuat keramik (kami punya peralatannya lengkap), saya langsung memrotesnya. ‘We don’t need clay from the States, we have plenty here’ kata saya mencegahnya memesan tanah liat import. Gila apa! Masak tanah liat aja mesti impor dari Amrik! Meski saya hanya guru bahasa Indonesia dan ia kepala sekolah tapi protes saya ia dengarkan dan ia turuti. Itu enaknya bergaul dengan expatriates karena mereka tidak otoriter. Jika argumen kita benar maka ia akan mengikuti kita.

Baca artikel selanjutnya… »

BUANG PUNTUNG ROKOK SEMBARANGAN…?!

August 12th, 2008 Oleh: Satria Dharma

puntung_rokokSaya juga pernah melihat orang yang naik Mercedes membuang kantong plastik berisi sampah dari McDonalds. Dibuang di depan kaki saya, dekat rumah. Hampir saja saya ambil dan taruh di atas kap mesin (mobil lagi tunggu di lampu merah). Tapi saya tahu pemilik mobil pasti marah sekali, jadi saya abaikan saja.

Gene Netto

+ My story, Gene.

Dua minggu yang lalu saya dan istri naik kereta dari Surabaya ke Madiun. Di ruang tunggu saya melihat dua anak muda yang merokok dengan asyiknya di depan saya. Kebal-kebul…! How intolerant! Perkiraan saya mereka adalah mahasiswa yang akan balik ke Jogya. Ketika selesai, salah seorang dari mereka membuang puntungnya di tempat sampah. Saya bersyukur dalam hati bahwa anak muda tersebut memiliki kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, however. I wish all students did the same.
Baca artikel selanjutnya… »

MALAS ADALAH MUSUH UTAMA SAYA

July 21st, 2008 Oleh: Satria Dharma

MalasDua puluh lima tahun yang lalu ketika saya masih memimpin bimbingan belajar Airlangga Student Group (ASG) saya memperhatikan bahwa kegagalan utama siswa dalam memperoleh nilai tinggi agar bisa diterima di SMA atau Perti pilihan mereka adalah karena mereka malas untuk berlatih soal-soal. Padahal kalau mereka mau rajin melatih diri dalam mengerjakan soal-soal ujian apa pun maka boleh dikata bahwa mereka pasti akan dapat lolos dalam ujian. Saya seringkali melihat anak-anak pintar yang gagal karena malas dan anak-anak yang tergolong rendah prestasinya di sekolah justru berhasil karena mau menerapkan strategi berlatih…berlatih… dan berlatih….! Saya katakan pada mereka bahwa seorang atlit tinju yang akan bertanding di ring tinju selama 10 ronde minimal harus telah berlatih 100 ronde. Itu belum termasuk latihan lari, skipping, punching, dll. Nah, bayangkan jika kita mesti menyelesaikan 40 soal matematika, misalnya. Berapa ratus soal matematika yang harus kita lahap sebelumnya, termasuk membaca teori dan menghafal penggunaan rumusnya? Saya bahkan wajibkan mereka untuk menyelesaikan minimal 1000 soal bahasa Inggris (karena saya mengajar bahasa Inggris) dan kalau bisa ya 2000 soal. Lahap semua soal dan rasakan betapa mudahnya soal-soal tersebut jika kita telah berlatih sebanyak mungkin soal. Saya tidak sekedar berteori tapi sekaligus membuktikannya.
Baca artikel selanjutnya… »

“Hidup Itu Perbuatan”, Katanya…

June 28th, 2008 Oleh: Satria Dharma

hidup-adalah-perbuatanHidup itu perbuatan! kata Sutrisno Bachir. Dan itu disampaikannya secara menyolok di baliho-baliho, papan-papan reklame, dan di layar-layar TV. Ia tidak hanya menuliskannya tapi juga membuat iklan tentang dirinya. Di layar TV saya dan istri saya terpaku melihat betapa ‘happy’nya kehidupan Sutrisno Bachir dan istrinya. Wajah mereka begitu sumringah. Senyum lebar begitu murah. Suasana terasa begitu damai. Sungguh sebuah keluarga impian setiap orang.
Pertamakali melihat iklan dirinya di papan reklame raksasa di Jakarta di tempat-tempat paling strategis, saya tertegun dan tercengang. Tanpa dapat saya cegah otak saya langsung mengeluarkan pertanyaan , :”Berapa duit yang harus dikeluarkan olehnya sekedar untuk mengatakan bahwa ‘Hidup itu Perbuatan’?” Dasar otak naif, umpat saya pada diri sendiri. Sutrisno Bachir adalah orang kaya raya dimana uangnya yang bekerja untuknya. Tak perlu bertanya berapa banyak uang yang dikucurkannya untuk menyatakan sesuatu yang begitu filosofis dan menggugah tersebut. Tapi sesuatu tetap mengganjal di otak saya.

Baca artikel selanjutnya… »

KLUB GURU: MEMBANGUN NEGARA DENGAN MENJADI GURU BANGSA

May 12th, 2008 Oleh: Satria Dharma

Siapakah yang disebut sebagai ‘Guru Bangsa’? Guru bangsa adalah setiap orang yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mendidik siswa dan orang-orang di sekitarnya agar dapat menjadikan mereka sebagai tunas-tunas bangsa yang akan tumbuh dan menjadi pembangun bangsa sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan dan amanat Undang-undang 1945.

Apakah hanya orang-orang besar saja yang bisa menjadi guru bangsa? Tidak. Pada hakikatnya bahkan setiap guru yang berdiri di depan kelas atau pun berkeringat di lapangan dan di laboratorium dan mengajar anak-anak bangsa sehingga dapat membuat anak-anak tersebut bangkit semangatnya dan muncul inspirasi untuk dapat menjadi penerus perjuangan bangsa pada hakikatnya adalah Guru Bangsa sejati.

Baca artikel selanjutnya… »

Nima Arkani-Hamed dan String Theory

May 10th, 2008 Oleh: Satria Dharma

Kenalkan, Nima Arkani-Hamed, seorang saintis ganteng, masih muda tapi prestasinya begitu top markotop. Nima adalah seorang ahli fisika berdarah IRAN dari ortu ahli fisika juga. Nima diangkat menjadi full professor di Harvard pada usia 30 tahun! Universitas Princeton begitu tergiur dengannya sehingga mem’bajak’nya sehingga Nima pindah menjadi seorang professor di Princeton dimana Albert Eistein pernah menjabat sebagai guru besar dari 1933 sampai 1955.
Baca artikel selanjutnya… »