Selasa, 18 Januari 2022
Satria Dharma's Weblog
HOTEL LIBERAL ATAU AGAMIS?

Karena selalu traveling dan tidur di hotel maka kami selalu memilih hotel yang sesuai dengan kebutuhan kami. Kita beruntung sekarang karena ada banyak usaha travel online yang menawarkan hotel berbagai tipe dan klas yang bisa kita pilih di seluruh dunia. Sistem pembayarannya bisa transfer atau kartu kredit. Saya berlangganan Traveloka, Agoda, Booking.com, Pegipegi, dan selalu mengecek tiket dan hotel di travel tsb. Semua sekarang sudah tersedia di ujung jari kita. Sungguh sangat memudahkan. Untuk tiket saya hampir selalu pakai Traveloka tapi untuk hotel saya pilih mana yang bisa tawarkan hotel yang sesuai dengan keinginan kami dengan harga paling murah. Agoda seringkali lebih murah daripada yang lain.

Apa standard hotel yang kami inginkan? Pertama kelas hotelnya. Bukan sok kaya tapi untuk pasangan seusia kami sebaiknya memang disesuaikan dengan kebutuhan kami. Kalau untuk mandi saja sangat sempit ya mboten kemawon. 😁 Saya suka kamar hotel yang ada water heater dan pemasak air listrik yang lengkap dengan kopi dan tehnya karena itu kebutuhan saya. Sebisa-bisanya ya kamar lengkap dengan sandal hotel. Kami juga memilih kamar yang non-smoking dengan fasilitas double bed bukan yang twin. Kedua, luas kamarnya. Kami selalu mengecek luas kamar yang akan kami pesan karena kami memang suka dengan kamar yang luas. Kami perlu space untuk salat jamaah. Ada hotel-hotel ekonomis yang benar-benar tidak menyisakan ruang kosong untuk salat. Ini benar-benar menjengkelkan. 😠 Jadi kami cari hotel yang minimal ukuran 28 m2. Yang bagus ya 32 m2 ke atas.

Hotel-hotel itu sebenarnya ada yang liberal dan ada yang agamis. 😎 ‘Hotel liberal’ adalah hotel yang tidak peduli dengan kebutuhan beribadah tamunya sedangkan ‘hotel agamis’ mempertimbangkan dan bahkan menyediakan fasilitas beribadah tamunya. Di ‘hotel agamis’ kamarnya diberi petunjuk arah kiblat. Biasanya diletakkan di plafon kamar atau bisa juga di laci meja.

Baca juga:  MENGRITIK PEMERINTAH? YA PERLULAH, BRO!

Pertama kali yang kami periksa kalau masuk kamar ya petunjuk arah kiblat ini. Jadi kalau saya melihat arah kiblat di plafon kamar saya langsung merasa ayem. Saya tidak perlu konsul ke HP saya. 😁

Di hotel yang lebih ‘soleh’ biasanya disediakan sejadah bagi tamu yang butuh. Kalau tidak ada saya biasanya pinjam ke hotel lewat room service. Hotel di Indonesia hampir selalu menyediakan sejadah bagi tamu yang mungkin perlu pinjam untuk di kamarnya. Bahkan kita bisa pinjam Alquran lho…! Kalau lupa bawa ya saya pinjam ke hotel.

Biasanya hotel-hotel yang berjaringan internasional itu ‘sekuler’ dan tidak memberi fasilitas petunjuk arah kiblat. Ya kita harus cari sendiri. Kalau sekarang mah kita bisa pakai aplikasi di HP. Kalau dulu ya kami tanya ke room boynya. Kalau di luar negeri kami tanya arah kompas mana Utara, Selatan, atau Barat. Dari situ baru kami tentukan arah kiblatnya sesuai dengan letak negara di mana kami berada.

Apakah ada hotel yang sangat ‘soleh’? 😁

Saya sangat surprised menemukan hotel yang sangat ‘soleh’ waktu ke Jogya minggu lalu. Ternyata di laci meja kamar tersebut disediakan 3 Kitab Suci, yaitu Alquran, Injil, dan Wedha…! 👍😁 Dulu memang masih banyak hotel yang menyediakan fasilitas seperti ini tapi sekarang kayaknya sudah tidak ada lagi sehingga saya tercengang mengetahui bahwa ada hotel bintang lima yang masih menyediakan tiga Kitab Suci.

Hotel itu adalah Melia Purosani Jogya. 👍😁

Hotel ini kami nobatkan sebagai hotel paling soleh di antara hotel-hotel lain yang kami kunjungi selama ini. 🙏😁

Bandung, 6 Desember 2021
Satria Dharma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *