Sabtu, 04 April 2020
Just another WordPress site
JADILAH TETANGGA YANG BAIK

Apa yang kita lakukan jika tetangga kita terkena bencana?

Kita MEMBANTU mereka. Itu sudah jelas.

Perkara bagaimana bentuk bantuannya maka itu bergantung pada apa bantuan yang mereka butuhkan dan bagaimana kesanggupan kita dalam membantu mereka. Jika mereka butuh bantuan tenaga, dana, makanan, pakaian, saran, hiburan, doa, atau apa saja yang kita miliki dan kita mampu membantunya maka kita membantu mereka sesuai dengan kebutuhan mereka dan kemampuan kita

Kita TIDAK menari di atas penderitaan mereka.

Kita TIDAK bergembira atau senang dengan penderitaan yang menimpa mereka.

Kita TIDAK mengatakan bahwa itu adalah azab, kutukan, hukuman, dan laknat Tuhan pada mereka.

TIDAK….!

Kita MEMBANTU tetangga kita. Kita MENAWARKAN bantuan kita pada mereka.

Barangkali saya perlu mengingatkan apa yang terjadi pada kita 14 tahun yang lalu, tepatnya pada 26 Desember 2004, ketika gelombang tsunami menerjang wilayah Aceh. Wilayah Aceh disapu ombak setinggi kurang lebih 20 meter sehingga membuat beberapa kota di provinsi itu hancur dan lumpuh. Korban meninggal di Aceh mencapai 130.736 jiwa dan lebih dari 500 ribu penduduk kehilangan tempat tinggal.

Apa yang dilakukan oleh tetangga kita ketika itu? Semua propinsi tetangga, semua negara, semua orang DI SELURUH DUNIA turun tangan MEMBANTU penduduk dan Propinsi Aceh untuk bangkit dan berdiri tegak. Tak satu pun propinsi, negara, umat atau kelompok masyarakat yang mengatakan atau menuding bahwa tsunami yang terjadi di Propinsi Aceh itu adalah azab, kutukan, hukuman, atau laknat dari Tuhan pada warga Aceh. TAK SATU PUN…

Ada 56 negara turut membantu bencana Aceh. Sungguh luar biasa perhatian dunia pada musibah yang menimpa rakyat Aceh waktu itu. Negara-negara tetangga seolah berlomba untuk menunjukkan simpati dan kedermawanannya pada Aceh. Bahkan negara yang paling dibenci oleh umat Islam Indonesia . yaitu Israel, turun tangan membantu. Dua minggu setelah tsunami, pesawat El Al Israel Airlines mendarat di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam. Pesawat ini diterbangkan langsung dari Tel Aviv, Israel, dan membawa bantuan sebesar 90 ton obat-obatan, pakaian, air minum, dan alat pemurnian air. Sempat terjadi insiden sebelum bantuan berhasil mendarat. Saat itu, pesawat El Al Israel Airlines tidak diizinkan memasuki wilayah udara Indonesia karena kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan mereka. Kan kita bermusuhan sama mereka…?!

Baca juga:  Konferensi Guru Indonesia 2006

Semua negara tetangga bahu membahu membantu Indonesia. Mereka membangun sarana dan prasarana bagi warga Aceh. Negara China adalah salah satu negara yang menunjukkan perhatian dan simpatinya paling awal. Pemerintah China membantu US$ 63,2 juta. Cina adalah negara yang meningkatkan jumlah bantuannya secara dramatis. Semula negara yang perekonomiannya sedang melaju pesat ini hanya menjanjikan bantuan US$ 2,6 juta. Tapi kemudian Cina menambahkan 500 juta yen lagi atau US$ 60.42 juta. “Masyarakat Cina sangat peduli terhadap bencana ini dan kami memiliki simpati yang mendalam kepada para korban,” kata Perdana Menteri Wen Jiabao seperti dikutip Reuters pada saat itu.

Pemerintah Tiongkok membangun perumahan bagi warga Aceh yang dinamai Perumahan Persahabatan Indonesia-Tiongkok. Perumahan ini dibangun dari dana hibah pemerintah China bagi korban tsunami di kabupaten Aceh Besar. Perumahan yang dikenal dengan sebutan Kampung Jackie Chan di area seluas 22,4 hektar itu terdiri atas 606 unit rumah tipe 42. Perhatian dan bantuan pemerintah China pada Indonesia, khususnya warga Aceh, bukan hanya saat itu. Pada saat terjadi gempa pada 7 Desember 2016 di Kabupaten Pidie Jaya, Setidaknya, 102 orang dilaporkan tewas. Bencana alam itu juga memicu kerusakan infrastruktur parah. Ungkapan dukacita pun mengalir dari Pemerintah Tiongkok Melalui duta besarnya di Jakarta, Xie Feng, Pemerintah Tiongkok langsung memberikan dana bantuan kemanusiaan sebesar US$ 1 juta demi membantu rakyat di wilayah terdampak gempa.Tak hanya berasal dari pemerintah, Palang Merah Tiongkok pun menggelontorkan dana bantuan darurat senilai US$ 100 ribu atau setara dengan Rp 1,3 miliar kepada Palang Merah Indonesia (PMI).

“Persahabatan antara rakyat Indonesia dengan rakyat Tiongkok terus terjalin dari generasi ke generasi. Kita saling membantu dan mendukung pada masa-masa sulit. Pada 2004 lalu ketika gempa yang disusul dengan tsunami, tim SAR kami termasuk salah satu yang tiba paling awal di Aceh. Kami mengulurkan tangan dengan membangun Kampung Persahabatan Tiongkok-Indonesia di Aceh yang dapat dihuni oleh 606 keluarga,” ujar Dubes Xie dalam keterangan tertulisnya kepada Liputan6.com, Selasa (13/12/2016).

Baca juga:  Kiriman Buku yg Luar Biasa

“Ketika Wenchuan diguncang gempa pada 2008, wakil dari Kampung Persahabatan datang ke Kedubes di Jakarta untuk menyerahkan bantuan. Rakyat kami sangat terharu mengetahui hal tersebut,” ujarnya.

Bulan Ramadan lalu, Dubes Xie menyempatkan diri berkunjung ke Aceh. Di sana ia bertandang ke Kampung Persahabatan dan Museum Tsunami untuk mengenang kembali korban tewas dalam bencana tersebut.

“Kami membantu memperbaiki gedung sekolah, jalan, fasilitas umum lainnya serta mendirikan perpustakaan Tiongkok. Kami juga menyampaikan salam Ramadan dari 23 juta muslim Tiongkok,” ungkapnya.

Saat ini Tiongkok, negara tetangga kita itu, sedang menghadapi musibah wabah Coronavirus dan sedang menderita karenanya.

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka, sebagaimana mereka membantu kita ketika kita terkena musibah juga?

Mungkin sulit bagi kita untuk menyaingi kemampuan Pemerintah dan rakyat Jepang dalam menunjukkan perhatiannya untuk membantu Pemerintah dan rakyat Tiongkok. Walau sejarahnya hubungan Jepang dengan China dulu kurang harmonis tapi ini tidak lantas membuat Jepang menahan diri. Sebelum Jepang mengevakuasi warganya, mereka sudah lebih dulu mengirim 1 pesawat penuh peralatan medis dan juga masker yg sangat dibutuhkan warga kota Wu Han. Di antara 264 warga Jepang yg di evakuasi terdapat 4 orang yang positif terjangkit virus Novel Corona. Oleh Tiongkok sebetulnya disarankan agar mereka dirawat di rumah sakit China saja. Namun Pemerintah Jepang tetap mengevakuasi atas pertimbangan ingin berbagi beban kesulitan dan tidak mau merepotkan Pemerintah China. Lebih daripada itu, Pemerintah Jepang mengumumkan bahwa bangsa apa pun yg berada di Jepang dan terdampak Virus Corona tanpa pandang kewarga negaraan semua akan diobati dan biayanya ditanggung Pemerintah. Warga Tiongkok yg berada di wilayah Jepang dan berakhir masa visanya bila masih ingin menetap di Jepang diberi perpanjangan visa gratis selama 2 bulan. Mereka tidak diusir karena itu adalah perbuatan yang tidak terpuji. Di medsos Jepang menyerukan agar warganya menyumbang apapun utk membantu China melewati musibah kemanusiaan ini.

Di super market dan pusat perbelanjaan Jepang disediakan masker gratis bagi warga Tiongkok dengan menempelkan spanduk-spanduk berbahasa China “Bernafas Sama, Bernasib Sama, Dunia Milik Kita Bersama..” Sungguh mengharukan..!!

Baca juga:  APAPUN KURIKULUMNYA, MUTU GURU KUNCINYA

Bagaimana dengan negara lain…?!

Jerman pada kesempatan pertama mengirim team ahli medis membantu China. Finlandia mengumumkan tidak melakukan pembatasan dan pemeriksaan khusus terhadap turis dari Tiongkok. Apabila ada turis yang terdampak Virus Corona akan diobati oleh team medis Pemerintah Finlandia. Pemerintah Thailand menyatakan bebas visa 15 hari tetap berlaku bagi warga Tiongkok. Apabila mereka masih ingin menetap imigrasi Thailand akan memberi perpanjangan visa selama 2 bulan. Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendesak warganya untuk berhenti membangkitkan xenophobia anti-Cina terkait dengan pecahnya virus corona. “China telah berbaik hati kepada kita (selama ini). Kita bisa menunjukkan kebaikan yang sama kepada mereka. Hentikan xenophobia ini,” kata Duterte pada konferensi pers kematian korban Corona virus pertama di Filipina pada hari Sabtu.

Saya tidak mau membandingkan dengan apa sikap kita terhadap musibah yang melanda tetangga kita tersebut. Saya terlalu sedih dan nelangsa melihat dan membacanya. Sungguh tidak mencerminkan sikap seorang tetangga atau pun muslim yang baik. Saya hanya ingin mengajak semua warga Indonesia untuk MULAI BERPIKIR apa bantuan dan hiburan yang bisa kita berikan pada Pemerintah dan warga Tiongkok yang sedang membutuhkan bantuan dan pertolongan tersebut SEKARANG. Jangan sampai kita terlambat dan ketika wabah ini telah selesai dan berlalu baru kita buru-buru menawarkan bantuan masker atau obat masuk angin.

Saya yakin bahwa sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia dan apalagi dianggap sebagai negara yang paling dermawan di dunia, kita juga bisa menunjukkan sikap islami kita. Tolong acuhkan dan JAUHI siapa pun orang-orang yang memprovokasi kita untuk memusuhi, membenci, melaknat warga, pemerintah, atau umat lain. Mereka jelas sekali bukan muslim yang baik meski berstatus ustad sekali pun. Mari kita tunjukkan sikap muslim sejati kita.

Mosok kalah sama warga dan pemerintah Israel yang kita anggap sebagai manusia dan negara yang paling jahat selama ini…?!

Surabaya, 6 Februari 2019

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *