Selasa, 25 Februari 2020
Just another WordPress site
PENULIS BUKU KAYA RAYA

Saya punya banyak teman penulis buku. Mulai yang hanya menulis satu atau dua buku sampai yang sudah menulis puluhan buku. Mulai yang sudah menulis buku sejak puluhan tahun yang lalu dan sampai sekarang belum juga terkenal sampai penulis buku yang terkenal dan berkat tulisannya diundang dolan ke berbagai negara. Mulai penulis yang sambatan karena buku-bukunya tidak kunjung membuatnya sugih sampai penulis yang diam-diam saja tapi penghasilannya dari menulis mencapai milyaran. Saya sendiri meski tidak pernah rumongso menjadi penulis tapi sebenarnya telah menulis belasan buku juga dan bisa menulis dan menerbitkan satu atau dua buku setiap tahunnya. Sila lihat di sini. Tapi saya tidak akan bakalan masuk dalam jajaran orang-orang yang bakal terkenal, boro-boro kaya, gara-gara menulis. 😄 Lha wong saya ini menulis dan menerbitkan buku hanya sekedar untuk hobi dan justru keluar uang untuk menerbitkan buku-buku saya. Jadi bukannya dapat uang dari tulisan dan buku-buku saya tapi malah keluar duit banyak untuk itu. Lha apa gunanya menulis dan menerbitkan buku kalau malah ‘torok’? 😄 Jawabannya adalah : “Saya emang begitu orangnya.” 😎 Namanya juga hobi. Sementara ada orang yang masuk dalam jajaran pemain professional dan memperoleh uang milyaran dari bermain saya sendiri bermain hanya untuk bersenang-senang. Begitulah kira-kira.

Tapi apakah benar bahwa menjadi penulis itu bisa menghasilkan uang milyaran, sebuah angka dengan sembilan nol di belakangnya? Bisa. Saya mengenal dua penulis yang bisa menghasilkan pendapatan sepuluh dijit dari buku yang ditulisnya. Salah satunya adalah Mas Dukut Imam Widodo. Mungkin Anda tidak pernah dengar namanya kalau tidak bergaul di dunia kepenulisan dan juga tidak pernah melihat buku-bukunya beredar di toko buku. Tapi beliau ini penulis produktif dan fenomenal dengan karya-karyanya yang bertajuk “Tempo Doeloe” seperti “Soerabaia Tempo Doeloe”, “Malang Tempo Doeloe”, “Monggo Dipun Badhog”, dll. Bukunya yang fenomenal “Soerabaia Tempo Doeloe” tebalnya 600 halaman dengan ilustrasi 1.000 foto, menggunakan 120 literatur. Buku meja yang luks itu diterbitkan oleh Pemkot Surabaya dan diluncurkan dalam peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2002 yang lalu. Buku-buku dengan genre sejarah kota ini tidak akan mudah Anda peroleh di toko buku dan biasanya hanya menjadi buku souvenir pada tamu-tamu penting dari manca karena luks dan mahal. Untuk setiap buku semacam ini Mas Dukut Imam Widodo memperoleh pendapatan ratusan juta dan bahkan milyaran dari perusahaan atau pemerintah kota yang memesannya. Mas Dukut tidak pernah peduli berapa banyak bukunya dicetak karena biasanya buku-buku semacam ini sistemnya beli putus. Mas Dukut sendiri mengaku bahwa dia kaya dari menulis buku dan bukan karena menjadi manajer di perusahaan asing. Beliau terakhir memang menjabat sebagai Manajer General Affairs di PT Smelting Gresik.

Baca juga:  Kunjungan Guru SBI ke Jepang : Once Upon a Time...

Siapa teman saya yang menjadi terkenal karena menulis? Salah satunya adalah Sirikit Syah. Sirikit yang mendapatkan gelar Masternya di bidang Komunikasi di London ini dikenal melalui karya-karya sastranya berupa esai, puisi, dan cerpen yang dipublikasikan di sejumlah media massa. Sirikit memang lama berkecimpung sebagai wartawan sebelum akhirnya menetapkan dirinya untuk menjadi dosen dan guru menulis di Sirikit School of Writing. Sirikit pernah mendapat penghargaan sebagai salah satu penulis Cerpen Terbaik Kompas 1999 bersama para penulis top Indonesia seperti Budi Darma, Afrizal Malna, Gus tf Sakai, AS Laksana, Umar Kayam, A.A. Navis, Leila S. Chudori, Y.B. Mangunwijaya, Gerson Poyk, Radhar Panca Dahana, Bre Redana, Seno Gumira Ajidarma, Ahmad Sahal, Toeti Heraty, dll. Sirikit Syah, yang nama aslinya adalah Hernani Sirikit, bukan hanya mendapatkan popularitas tapi juga tawaran untuk mengikuti konferensi internasional di Iran bertajuk ’’International Moslem Women Conference and the Islamic Awakening’’ pada Juli 2012 yang lalu.

Tadi malam saya mendapat kehormatan didatangi oleh seorang teman SMA yang juga berprofesi sebagai penulis sukses dengan penghasilan milyaran setiap tahun! Namanya Martin Kanginan dan saya pernah menulis tentang dirinya di sini. Martin adalah siswa paling pandai di angkatan saya di SMA dan waktu SKALU berhasil diterima di lima perguruan tinggi top di Indonesia dan akhirnya memilih masuk Teknik Elektro ITB. Ia juga mengambil gelar masternya di ITB tapi tidak meneruskan mengambil gelar Doktor. Ia tentu bisa mengambil gelar Doktor di bidang sains tapi tidak diambilnya karena ia tidak tertarik untuk berkarir sebagai dosen. Ia lebih tertarik pada dunia kepenulisan. Dan dunia kepenulisan memang mampu membuatnya kaya raya dengan penghasilan sepuluh dijit setiap tahunnya.

Baca juga:  ISLAM ITU SUPERIOR

Apa sih buku yang ditulis oleh Martin dan bagaimana ia bisa kaya raya dari menulis buku? Saya jamin jika Anda kurang gaul maka Anda tidak akan pernah membaca buku-bukunya meski pun sampai saat ini Martin sudah menulis sekitar 40 buku dan buku-bukunya bertengger di semua toko buku tidak peduli musim. Ketika buku-buku novel laris dan penulis top lain bukunya digeser dan menghilang dari rak setelah dipajang satu atau dua bulan, buku Martin Kanginan masih akan bertahan dan akan tetap bertahan mejeng di rak buku sejajar dengan mata kita. Tapi tolong jangan cari buku Martin di rak buku-buku populer atau novel-novel. Cari buku Martin Kanginan di rak buku pelajaran siswa.

Ya, Martin memang penulis buku pelajaran, khususnya Fisika SMA. Untuk urusan Fisika SMA Martin is a legend, seorang penulis legendaris yang sampai ditulis begini.

“Di bangku SMA, ketika gadis-gadis remaja menyelipkan foto pacar masing-masing atau para personil Westlife ke dalam dompet, saya memilih Marthen Kanginan. Jika Anda pernah mengecap bangku sekolah menengah, belum pernah mendengar nama Marthen Kanginan sama mustahilnya dengan mengaku selebtwit tapi belum pernah twitwor dengan Arman Dhani.

Marthen Kanginan adalah penulis buku pelajaran Fisika terbitan Erlangga untuk SMP dan SMA yang buah pikirannya telah meracuni hampir separuh dari penduduk Indonesia di masa muda. Marthen Kanginan adalah sosok yang membuat abege-abege ingusan menempelkan rumus-rumus di dinding toilet dan tembok kamar, berharap ketika bangun pagi rumus-rumus tersebut sudah menempel di otak seperti lintah. Marthen Kanginan adalah alasan mengapa sebagian besar anak dihukum orangtuanya di musim liburan kenaikan kelas akibat rapor merah membara.

Marthen Kanginan, wahai rakyatku, adalah Dewa Fisika—diturunkan Zeus ke bumi sebagai hukuman bagi anak manusia yang sulit sekali membedakan Gaya Katrol dan Gaya Benda.

Mengapa persisnya saya menyelipkan foto Marthen Kanginan di dalam dompet sungguh suatu misteri. Dia tidak ganteng, ramah, maupun murah senyum. Rambutnya tidak trendi. Jasnya pun membosankan. Fotonya di halaman belakang buku paket Fisika selalu menampilkan pose yang sama: menatap kaku tanpa rona bahagia. Marthen Kanginan memandang lurus tanpa ekspresi ke arah pembacanya, seolah berkata: eat this shit or you’ll die.” https://mojok.co/andinadwifatma/esai/marthen-kanginan/ 😄

Baca juga:  JALAN-JALAN KE AMERIKA SERIKAT DAN KANADA

Tulisan Mojok memang selalu ngocol dan saya tertawa ngakak membaca tulisan tentang Martin. Andina Dwifatma ini mungkin gak kenal sama Martin tapi bisa mendeskripsikannya dengan begitu pas dan sangat jenaka. Martin memang orang yang selalu serius dan sering dijadikan guyonan oleh teman-teman SMA jika ketemu. Maklumlah, meski pun sekolah SMA-nya di Surabaya tapi Martin ini tidak fasih misuh “Cuk” samasekali. Akhirnya dialah yang dicak-cuk oleh teman-teman dan dia baru bisa tertawa meski tetap tidak bisa ngakak sebagaimana arek-arek Suroboyo lainnya. Ngguyune Martin gak iso los soale mengandung Fisika, Cuk. 😄

Bagaimana Martin bisa kaya raya dari menulis sebuah hal yang begitu membosankan? Sumpah…! Pelajaran Fisika itu begitu membosankannya bagiku sejak SMP sehingga saya selalu keluar kelas pas pelajaran Fisika dan di SMA memilih (eh, dipilih ding!) masuk IPS. Buku Fisika Martin Kanginan ini sampai saat ini adalah ‘Kitab Suci’ bagi anak-anak IPA, utamanya yang kebelet pingin dapat nilai bagus dalam pelajaran Fisika. Para pelajar tidak akan bisa lolos dari pelajaran momok ini kalau belum ‘nguntal’ bukunya Martin. Buku Fisikanya Martin is a must untal book if you want to pass your physics exam. Itu sebabnya setiap tahun minimal bukunya dibeli sebanyak 200.000 eksemplar. Kalikan saja dengan royalti yang diperolehnya dari setiap kepala pening pelajar di Indonesia. Tidak salah jika Andina mengatakan begini :

“Inilah pria yang konon bisa membangun lima rumah hanya dari menulis barisan rumus dan latihan soal yang melibatkan benda bergerak, pegas, dan katrol. Inilah pria yang bisa mendefinisikan kesuksesan dalam satuan Newton dan Tesla. Inilah pria yang memberimu pesan moral: jika kau ingin kaya, tulislah buku pelajaran Fisika, jangan buku puisi tak tentu rupa.”

Sekedar tambahan info bagi Andina, angka lima itu sudah lewat dan kebanyakan properti yang dimiliki oleh Martin adalah apartemen dan apartemen ini dikontrakkannya. Dan dari sini uangnya beranak lagi. Penak toh? 😄

Surabaya, 19 Pebruari 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *