Minggu, 27 September 2020
Just another WordPress site
ROCKY GERUNG DAN DEFINISI HOAXNYA

“Sore tadi saya baca, Pak Jokowi bilang, ‘Jangan membaca Jokowi Undercover karena buku itu tidak ilmiah’. Saya anggap itu hoax,” kata Rocky dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang bertemakan Hoax di TVOne, Selasa (17/1), malam.

Dia melanjutkan, karena itu adalah pernyataan seorang presiden yang memberi penilaian pada buku yang tidak ilmiah, tentu akan memunculkan semacam simulasi dari mana Jokowi tahu. “O, pasti kalau ada wartawan tanya dia akan bilang, ‘kata Pak Tito. Kapolri’ Lho, Pak Tito rektor UI atau rektor ITB itu?” katanya yang membuat peserta ILC tertawa.

“Jadi Anda lihat bahwa, bahkan presiden menyebar hoax itu. Dari sudut pandang definisi lho,” kata Rocky disambut tepuk tangan. http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/01/18/ojy8o6361-rocky-gerung-kritik-pelarangan-jokowi-undercover-sebagai-hoax

Saya suka Rocky Gerung. Menurut saya this guy rocks…!  Pendapatnya berani dan tidak klise. Tapi pendapatnya di atas membuat saya perlu mencari-cari bodrex. Wong iki nggarai ndasku ngelu. Sebetulnya definisi apa sih yang digunakan oleh Rocky Gerung untuk menjelaskan tentang HOAX itu? Menurut Ensiklopedia bebas Wikipedia, HOAX atau pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu. Perhatikan karakter dari HOAX.
– usaha untuk menipu atau mengakali
– berita itu palsu
– si pencipta berita tahu jika itu palsu

Sekarang perhatikan alasan Rocky Gerung menyatakan pernyataan Jokowi adalah HOAX.
– Menurut Jokowi buku “Jakarta Undercover” tidak ilmiah
– Karena kalau ditanya Jokowi akan bersandar pada pernyataan Kapolri yang bukan Rektor UI atau Rektor ITB

Nah, coba pikir baik-baik definisi apa sebenarnya yang sedang digunakan oleh Rocky Gerung untuk menyatakan bahwa Jokowi itu menyebar HOAX. Apakah Rocky Gerung hendak menyatakan bahwa jika kita menyandarkan pendapat kita pada seseorang yang dianggap tidak kapabel atau terpercaya maka itu termasuk HOAX? Itu definisi ambil dari mana ya?

Baca juga:  HOAX "BERAKIDAH DAN BERSYARIAH"

 

Apakah Rocky Gerung sedang berupaya untuk menyebarkan hoax dengan pendapatnya tersebut. Tentu saja tidak. PENDAPAT itu berbeda dengan HOAX. Hoax itu berita palsu (sedangkan pernyataan Kapolri itu benar dan Jokowi tidak mengada-adakan pernyataan Kapolri. Itu pun seandainya Jokowi ditanya. Jadi Rocky Gerung ini sebenarnya yang mengada-ada dengan simulasinya). Apakah Jokowi hendak menipu atau mengakali dengan sebuah berita bohong? Kalau bertanya pada Rocky nampaknya demikian. Jadi pertanyaannya adalah : Apakah Rocky Gerung sedang berupaya menyebarkan hoax?
Tidak. Rocky Gerung tidak sedang menyebarkan hoax. Ia sedang MENYAMPAIKAN PENDAPAT. Pendapat itu bisa benar bisa salah (jangan dikira kalau sudah dosen apalagi bidang filsafat maka pendapatnya mesti benar. Ndak ada jaminan). Jadi meski pun pendapat Rocky Gerung ini menurut saya ‘nyleneh bin tendensius’ tetaplah tidak bisa dikategorikan sebagai hoax.

 

Karena pendapat Rocky Gerung masuk dalam kategori PENDAPAT maka tentu saja apa yang disampaikan oleh Jokowi soal buku “Jokowi Undercover” itu juga sebuah PENDAPAT. Jika menurut Rocky Gerung apa yang disampaikan oleh Jokowi itu hoax maka percayalah bahwa Rocky Gerung sendiri sedang menyebar-nyebarkan hoax.

Mari kita lihat pada pendapatnya yang lain.

“Pak Ahok bilang development index-nya tertinggi se-Indonesia dalam dua tahun berturut-turut. Oleh karena itu, Ahok dapat award empat kali. Sebagai fakta, itu benar. Tapi sebagai pesan politik, itu adalah hoax, karena enggak ada gunanya menyebutkan itu. Sebab, dari 10-12 tahun lalu, Jakarta selalu di atas, sebagai Ibu Kota dengan APBN 27 triliun (mungkin maksudnya APBD),” kata Rocky Gerung.
Bisakah sebuah fakta yang benar dianggap sebagai HOAX?
Sekarang perhatikan alasan Rocky Gerung menyatakan pernyataan Ahok adalah HOAX.
– tidak ada gunanya
– FAKTANYA Jakarta itu HDI-nya selalu tertinggi dari 10-20 tahun lalu (maksudnya bukan hanya dua tahun berturut-turut seperti yang diklaim oleh Ahok)

Baca juga:  SEANDAINYA SAYA ANIES BASWEDAN…

 

Apakah kalau sebuah pernyataan dianggap TIDAK ADA GUNANYA oleh Rocky Gerung yang dosen filsafat maka pernyataan itu bisa dimasukkan dalam kategori hoax? Apa sih yang ada di dalam kepala Rocky Gerung ketika menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Ahok itu ‘tidak ada gunanya’?
Apakah KARENA ternyata Jakarta memang selama ini selalu tertinggi HDI-nya maka pernyataan Ahok bahwa ‘Jakarta HDI-nya tertinggi dalam dua tahun berturut-turut oleh karena itu Jakarta (di bawah kepemimpinan Ahok) mendapat Award empat kali’ masuk dalam kategori hoax? KEBOHONGAN apa yang disampaikan oleh Ahok sehingga pernyataan ini dikategorikan sebagai hoax?

 

“Hoax itu bohong yg dibuat masuk akal. Tapi hanya efektif mempengaruhi massa bila anda menguasai media massa. Hanya penguasa yang mampu,” kata dia lagi.
Saya tidak tahu apakah Rocky Gerung sedang menyebarkan hoax atau dia BENAR-BENAR TIDAK TAHU bahwa anak SMA-pun MAMPU membuat dan menyebarkan hoax. Jadi jelas pendapat Rocky bahwa ‘hanya penguasa yang mampu’ membuat dan menyebarkan hoax adalah salah bin ngarut (ngawur ala Balikpapan). Kalau Rocky Gerung sebenarnya tahu bahwa siapa saja bisa membuat dan menyebarkan hoax maka pernyataannya di atas jelas ‘bohong yang dibuat masuk akal’ alias ia sendiri sedang menyebarkan hoax sesuai dengan definisi yang dibuatnya sendiri.

 

Surabaya, 11 Januari 2017

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *