November 28, 2022

0 thoughts on “PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PUSAT PEMBELAJARAN

  1. Menurut saya tidak hanya sarana perpustakaan yang mendukung minat baca siswa,terutama siswa dasar. Membaca sangat dipengaruhi oleh minat dan mood pada tingkatan siswa sekolah dasar.
    Anak usia pra sekolah menyukai gambar, anak tk sangat menyukai gambar dan terlibat dalam cerita dari gambar tersebut, sementara anak kelas 1 – 4 SD lebih suka dibacakan dari pada membaca sendiri. Siswa kelas 5-6 lebih suka membaca sendiri karena mereka mulai mempunyai privasi.
    so,better jika kita tidak saja menyediakan ruang dan waktu pada siswa lalu “bacalah” dengan semua fasilitas ini.
    Mengapa tidak, for example ambil satu buku tentang Albert Einstein, lalu kita ceritakan secara garis besar biografinya (tentu saja dengan bahasa yang menarik)tak perlu lama 10 menit adalah cukup. Berikan juga pilihan tentang para penemu lainnya. Lalu 2 hari kemudian beri kesempatan pada mereka untuk menceritakan apa yang jadi “pengalaman seru” yang mereka dapat dari membaca. And see..!mereka akan berebut untuk bercerita, karena pada dasarnya setiap siswa ingin mendapat perhatian. Lalu setelah itu mereka akan tidak sabar untuk segera membaca dan bercerita,lagi…lagi…dan lagi. Penulis telah menerapkan sistem ini dan Alhamdullilah minat baca (yang semula bisa dikatakan hampir tidak ada) menjadi hal yang menyenangkan bagi anak2, walau dengan sarana yang sangaaat jauh dari yang Bapak ceritakan.
    Semoga bermanfaat,
    Salam kenal Pak Satria

  2. Asallamualaikum…
    Salam kenal pak.
    Perpustakaan memang sangat mendukung KBM, namun kendala di sekolah kami kurang adanya pustakawan yang mampu menangani secara khusus.
    kami sebagai guru SD sangat ingin membuka wawasan siswa lewat perpustakaan. dan tahun kemarin kami juga mewakili kecamatan untuk mengikuti lomba perpustakaan tingkat kabupaten Cilacap. Kalo bapak/pembaca memiliki buku2 pendidikan untuk anak SD yang tidak terpakai, kami siap menampung dan sebagai sarana pendidikan buat anak2 kami…
    “Pendidikan perlu dibela dan diperjuangkan”

  3. Assalamualaikum Pak Satria……….
    Sangatlah benar bahwa perpustakaan adalah pusat pembelajaran bagi semua orang, mulai dari usia Batita hingga lansia. Untuk itu Saya sangat mendukung jika Stikom Stimik Balikpapan yang Bapak pimpin dapat mempelopori berdirinya perpustakaan yang lengkap, nyaman, megah dan representative di lingkungan khusus pelajar Gunung Pasir yang dapat diakses oleh siapa saja. Impian saya, kelak suatu saat nanti… Gunung pasir akan menjadi pusat informasi dunia terlengkap dan tercanggih satu-satunya di Kalimantan Timur. Insya Allah ya pak…. saya tunggu launchingnya…
    Wassalamualaikum

  4. bravo…
    seharusnya kita memang perlu terkaget-kaget (kalau perlu shock) dengan keadaan perpustakaan di negeri ini secara umum.. bukankah tugas kita untuk membangunnya, mengembangkannya, sekaligus memajukannya? tapi itu semua tidak cukup, pemerintah juga perlu membuat kebijakan tegas tentang pengelolaan perpustakaan demi kemajuan literasi kita. semoga tidak terlambat.

    untuk bapak jarmiko, sebenarnya banyak lulusan perpustakaan yang bisa bekerja di perpustakaan sekolah. akan tetapi karena biasanya posisi para pustakawan di sekolah sering dianggap sebagai tenaga Tata Usaha alias administrasi, maka teman-teman pustakawan enggan untuk mengabdikan dirinya di perpustakaan sekolah..alasannya bukan karena gengsi tapi karena pekerjaan perpustakan itu berbeda dengan pekerjaan administrasi lainnya..mereka adalah information broker pak…

  5. Assalamu’alaikum,

    Salam kenal

    Membaca sedikit narasi bapak tergerak hati untuk berkomentar dan mengomentari,

    Perpustakaan sekolah modern seperti “milik bapak” dipandang dari sudut fasilitasnya saya rasa sudah lebih dari cukup walaupun mungkin bisa dikatakan jauh dari ideal namun yang menjadi persoalan inti dari keberadaan perpustakaan sekolah hari ini adalah pada problem sejauh mana anak-anak didik kita mampu memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar dan kegemaran membaca menjadi ciri khas anak didik kita.

    Dibutuhkan kerjasama yang baik dalam sebuah sistem pembelajaran yang terintegralistik antara guru, pustakawan dan wali murid untuk pengembangan minat baca anak.

    Sehingga nantinya ruang kelas hanya sebagai tempat diskusi dan tempat penampungan segala macam persoalan tanya jawab materi ajar dari siswa ke guru sedang perpustakaan sendiri sebagai wahana tempat penggalian belajar mandiri siswa.

    Disini baru tugas membaca dapat diberikan kepada murid baik di kelas maupun di rumah.

    Wibowo Purnomo Hadi
    Pustakawan Kantor Perpustakaan Umum Daerah
    Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *