Selasa, 05 Agustus 2020
Just another WordPress site
Terimakasih atas Apa…?!

Saya sedang menunggu jadwal keberangkatan pesawat saya ke Surabaya di Cempaka Lounge bandara Ngurah Rai ketika seseorang menegur saya. “Hallo, Mas…! Apa kabar…?! serunya dengan gembira sambil memeluk saya dengan erat. Ia menunjukkan ekspresi sangat gembira bertemu dg saya saat itu. Sejenak saya terpana karena saya lupa siapa teman ini. Saya memang mudah lupa pada org yg lama tidak bertemu. Tapi setelah ia memberondong saya dg berbagai pertanyaan dan tawa saya lalu mulai ingat siapa teman satu ini. Ya, ia seorang teman dosen yg saya kenal di Bali. Kami pernah bertemu beberapa kali dan ia pernah meminta saran dalam upayanya utk membuka sekolah. Untung ia menyebutkan namanya ketika bercerita sehingga memori saya langsung komplit.

Ia kemudian bercerita bahwa upayanya utk membuka sekolah saat ini telah berhasil. Saat ini ia telah berhasil membuka sebuah sekolah menengah kejuruan di kampung halamannya di Banyuwangi. Sekolah ini memiliki prospek yg sangat baik walau pun baru berdiri karena meski sekolah lain belum ada penerimaan siswa tapi sekolahnya telah menerima 60-an siswa. Animo masyarakat sangat besar pada sekolah yg ia buka. Padahal ia menetapkan uang sekolah yg cukup tinggi utk ukuran kota kecil spt Banyuwangi. Bahkan katanya SPP sekolahnya tertinggi di Banyuwangi. Tapi toh masyarakat kota kecil tersebut bersedia membayar mahal demi bisa mendapat pendidikan di sekolahnya.

Dan itu semua katanya berkat bantuan saya…! Haah…!!! Sayalah katanya yg telah menginspirasinya sehingga ia mampu mencapai semua yg ia cita-citakan itu. Saya langsung ndlahom. 😀

Tentu saja saya senang ada teman yg sukses dalam mencapai cita-citanya. Sehari-hari saya lebih banyak mendengar kegagalan dan kesulitan yg menghadang kehidupan teman-teman dan orang-orang di sekitar saya. Dan itu selalu menyedihkan hati saya. Baru tadi malam seorang teman (yg hanya ketemu di SMS dan email) menceritakan musibah yg menimpa kehidupannya. Musibah beruntun yg membuat saja membeku membayangkannya. Saya tidak bisa membayangkan jika saya yg mengalaminya. Itu sungguh sebuah cobaan yg besar. Banyak orang yg suka curhat pada saya tentang kesulitan hidupnya dan saya menerimanya dengan perasaan gado-gado. Jadi sungguh senang mendengar ada seorang teman pada akhirnya mencapai kesuksesan. Ini adalah berita yg menggembirakan.

Baca juga:  ANDA MEMBACA ATAU MENGAJI? (DO YOU READ OR JUST RECITE?)

Tapi saya memang ndlahom dengan ceritanya. Itu karena berkali-kali ia bilang bahwa kesuksesan itu berkat bantuan saya padanya. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih pada saya sehingga saya jadi malu sendiri.

Ketika ia tahu bahwa saya bersama istri ia kembali memuji-muji saya di depan istri saya dan bilang bahwa saya adalah orang yg ia anggap sebagai guru dan inspiratornya sehingga bisa sukses seperti ini.

Saya langsung bertanya-tanya dalam hati apa sebenarnya yg telah saya lakukan atau berikan padanya sehingga ia menganggap saya memiliki andil dalam keberhasilannya? Saya berupaya utk mengingat-ingat apa bantuan yg telah saya berikan padanya dan tetap tidak mampu mengingatnya. It must have been three or four years ago. Jangankan mengingat detilnya sedangkan mengingat garis besarnya saja saya lupa. Maksudnya kalau saya tahu apa yg saya lakukan maka saya akan berupaya utk melakukannya lagi pada orang lain. Siapa tahu itu bisa berefek sama pada orang lain kan. Kan lumayan saya bisa jadi inspirator bagi banyak orang. Karena tetap tidak ingat jadi saya berhenti utk mengingat-ingatnya dan berupaya utk berkonsentrasi mendengar ceritanya. Dan ia bercerita ngalor ngidul tentang keberhasilannya saat ini dengan rasa bangga dan syukur.

Sebelum meninggalkan kami karena pesawatnya akan segera berangkat teman tadi berpesan dengan bersungguh-sungguh pada istri saya agar menghubunginya jika ingin berrekreasi atau kalau punya keperluan apa saja selama di Bali. Ia akan menyediakan apa saja kebutuhan yg diperlukan. Saya sampai terharu dengan keinginannya utk menyenangkan hati kami tersebut.

Sekali lagi saya menemukan kebenaran pendapat yg mengatakan bahwa life is a mystery. Banyak hal-hal misterius alias tidak kita pahami dalam hidup ini. Sampai sekarang saya tidak yakin bahwa saya pernah benar-benar membantunya utk mencapai dan menggapai cita-citanya meski pun ia berupaya keras meyakinkan saya bhw sayalah inspirator dan gurunya. Jadi saya anggap saja ini sebagai sebuah misteri lain dalam hidup saya.

Baca juga:  POLITIK DINASTI?

Hidup ini memang sungguh unik dan banyak kejutan. Kadang-kadang kita merasa membantu seseorang dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh daya upaya. Eeeh…! ternyata orang yg kita bantu bukannya berterimakasih pada kita malah membenci dan memusuhi kita. Kok bisa-bisanya ya…?! Bagaimana mungkin bantuan dan pertolongan yg kita berikan dengan tulus malah dianggap sebagai gangguan atau penghalang maksud…?! Tapi bukankah ada pepatah terkenal utk menyatakan situasi tsb dengan ‘air susu dibalas dengan air tuba’…?! Jadi sebetulnya itu bukan hal yg terlalu aneh. Hidup ini penuh dengan ironi sebagai bagian dari drama kehidupan.

Begitu juga dengan kejadian ini. Bagaimana mungkin kita akan tahu bahwa setitik bantuan yg kita berikan, yg mungkin hanya berupa saran-saran dan motivasi, bisa mendorong dan membantu seseorang mencapai cita-cita dan keinginan besar dalam hidupnya? Seperti dalam kisah ‘Jack and the Beanstalk’ sebuah benih kacang yg dilempar begitu saja bisa tumbuh menjulang sampai ke dunia lain di atas sana. Padahal mungkin ada ratusan biji benih yg kita tanam dengan penuh upaya dan harapan ternyata tak mampu tumbuh. Bukankah ini semua adalah misteri dalam hidup?

Belakangan ini saya berusaha utk lebih banyak melakukan refleksi thdp hidup saya. Maksud saya, semakin lama saya semakin takut dan berhati-hati pada apa yg saya katakan dan lakukan pada orang lain karena kuatir bisa berdampak buruk pada orang tersebut. Saya tak tahu apakah ‘sentuhan tangan’ saya akan membuat seseorang ‘menggelepar’ atau ‘bangkit’. Tentu saja saya tidak ingin memberi ‘sentuhan yg mematikan’ kepada siapa pun. Meski saya sadar bahwa dalam hidup ini saya mungkin berkali-kali memberikan ‘sentuhan maut’ pada orang-orang yg saya temui. Mungkin itu tidak saya inginkan tapi ada yg mungkin karena saya tidak peduli akibatnya.

Baca juga:  SEANDAINYA SAYA ANIES BASWEDAN…

Jika boleh berharap tentu saya ingin selalu bisa memberi sentuhan yg mampu membuat seseorang merasa terbantu dan bisa sukses karenanya seperti teman satu ini. Saya ingin sisa hidup saya bisa lebih memberi manfaat daripada mudharat kepada orang lain. Semoga…!

Bandara Ngurah Rai, Bali, 8 Mei 2013

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

2 tanggapan untuk “Terimakasih atas Apa…?!”

  1. aguspur berkata:

    ….semakin lama saya semakin takut dan berhati-hati pada apa yg saya katakan dan lakukan pada orang lain karena kuatir bisa berdampak buruk pada orang tersebut. ….berbuat sajalah sesuai dengan keyakinan, dan nurani kita …selebihnya itu urusane Gusti Allah …

  2. alafasy berkata:

    saya sangat menyukai cerita ini? makasi ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *