Rabu, 24 September 2020
Just another WordPress site
DOA ANAK SHOLEH

anak-solehDalam agama Islam diajarkan bahwa ada tiga amalan yang akan terus mengalir pahalanya walau pemiliknya telah tinggalkan dunia fana yaitu ;

1.ilmu yang bermanfaat
2.amal jariyah dan
3.doa anak sholeh

Ini bermakna bahwa orang tua diminta untuk mendidik anaknya agar menjadi anak yang sholeh yang kelak diharapkan akan terus mendoakan orang tuanya. Pesan dari ajaran tersebut adalah pesan tentang pendidikan, pendidikan kepada anak, yang ganjarannya begitu menggiurkan karena pahalanya akan terus mengalir meski kita sudah meninggal.

Ada sebuah doa yang dikenal dengan nama ‘Doa Anak Sholeh’ dan yang diajarkan oleh hampir semua orang tua muslim kepada anak-anak mereka dengan harapan agar anak-anak mereka mau mendoakan mereka dengan doa ini. Begini bunyinya :
“ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO”
Artinya dalam Bahasa Indonesia : “ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”

Doa ini begitu populernya sehingga hampir semua anak di sekolah hafal dengan doa ini. Doa ini juga cukup pendek dan sangat mudah dihafalkan oleh anak-anak. Dalam jangka waktu singkat anak balita bisa mengingat dan menghafalnya. Akan sungguh mengggemaskan jika kita mendengar anak balita yang masih cedal membacakan doa ini. Kalau anak kita bisa membaca doa ini rasanya hati orang tua langsung ‘mak nyes’, adem dan bahagia!

Meski kita berusaha mengajarkan doa ini kepada anak-anak kita, pernahkah kita benar-benar memperhatikan dan memahami makna dari doa ini? Sebagai seorang pendidik saya sungguh takjub dengan pesan yang hendak disampaikan oleh doa ini. Coba perhatikan kalimatnya baik-baik dan pikirkan mengapa doanya seperti itu. Mengapa anak-anak kita diminta untuk berdoa agar orang tuanya disayangi ‘sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil’? Mengapa redaksinya bukan ‘sebagaimana mereka menyayangiku selama ini’, umpamanya. Mengapa justru ditekankan ‘sewaktu aku masih kecil’? Apakah doa ini hanya berlaku bagi anak yang masih kecil saja dan jika sudah lebih dewasa maka redaksinya akan diubah menjadi. :”Sewaktu aku ABG, atau sewaktu dewasa’, umpamanya? Tidak. Doa itu redaksinya tidak berubah redaksinya meski kita mendoakan orang tua kita ketika kita sendiri telah tua. Redaksinya tidak berubah dan tidak perlu diubah.

Baca juga:  Tahukah kita...?!

Lantas mengapa begitu redaksinya?

Menurut saya, doa ini mengandung pesan pendidikan yang sungguh dalam bagi para orang tua. Jadi sebenarnya doa ini memang pesannya UNTUK ORANG TUA dan bukan untuk si anak. Melalui doa ini terkandung pesan untuk meminta agar orang tua mendidik dan menyayangi anaknya dengan sebaik-baiknya, khususnya SEWAKTU KECIL. Para orang tua diminta untuk mencurahkan kasih sayangnya sepenuh-penuhnya kepada anaknya sewaktu kecil karena sewaktu kecil itulah anak-anak kita membutuhkan kasih sayang yang tak terhingga sebagai bekal bagi mereka mengarungi hidup sewaktu besar nantinya. Dengan kasih sayang yang berlimpah dan pendidikan yang baik pada waktu kecil (bukan berarti memanjakannya) maka sang anak akan punya fondasi mental dan spiritual yang kuat dalam menghadapi hidup mereka di masa dewasa nantinya. Dengan doa ini seolah hendak dikatakan kepada para orang tua,:”Wahai para orang tua, sayangilah anak-anakmu sebaik-baiknya pada saat mereka masih kecil. Berikan semua yang terbaik darimu kepada anak-anakmu ketika mereka masih kecil. Janganlah sampai mereka mendapati hal yang buruk dan tidak baik darimu ketika mereka masih kecil. Janganlah sampai engkau menunjukkan sikap kasar, keras dan kejammu pada anakmu waktu masih kecil karena Tuhanmu akan mengganjarmu sesuai dengan perbuatanmu pada anakmu ketika masih kecil (dan bukan pada masa yang lain)”

Secara alami orang tua memang sangat menyayangi anak-anak mereka ketika masih kecil. Itu masa-masa ketika orang tua sangat menyayangi dan melindungi anak-anak mereka. Mereka melimpahinya dengan berbagai pujian dan hadiah. Pelukan dan ciuman datang tak henti-hentinya. Kata-kata lembut dan panggilan sayang berhamburan. Rasanya apa saja yang diminta oleh anak sewaktu ia masih kecil segera dituruti dan diusahakan dengan sungguh-sungguh. Para orang tua biasanya menolerir semua kesalahan anak-anak mereka dan tidak marah meskipun anak memecahkan barang orang tua yang paling disayangi.

Baca juga:  Keceriaan ada dimana-mana…

Hal ini tentu berbeda dengan ketika anak sudah cukup besar. Pada saat itu orang tua sudah mulai kurang toleran. Pujian semakin berkurang dan hukuman semakin banyak. Raut muka dan tutur kata sudah mulai berubah. Pendek kata kasih sayang orang tua sudah berbeda dengan ketika anak masih kecil. Itulah sebabnya doa tersebut menyebutkan secara spesifik WAKTU TERINDAH dalam hubungan anak dan orang tua, yaitu ‘sewaktu masih kecil’. Orang tua akan dimintakan ganjaran kepada Tuhan pengampunan dosa dan balasan kasih sayang yang terbaik dari Allah sebagaimana mereka melakukan hal yang terbaik kepada anak mereka sewaktu mereka masih kecil.

Jadi dengan redaksi doa itu kita sebenarnya diminta untuk menyayangi anak-anak kita ‘habis-habisan’ ketika mereka masih kecil karena upaya kita pada saat itulah yang akan menjadi perhitungan untuk balasannya dari Allah kelak. Hal itu juga sesuai dengan kebutuhan anak yang memerlukan kasih sayang yang berlimpah ketika masih kecil karena mereka benar-benar masih sangat bergantung pada orang tua pada saat itu. Hal itu juga sesuai dengan fitrahnya orang tua yang masih benar-benar ‘all-out’ dalam menyayangi anaknya ketika masih kecil. Doa itu memang mengandung pesan pendidikan luar biasa!

Jadi jika Anda masih punya anak kecil yang akan Anda jari doa tersebut jangan lupa bahwa doa itu sebenarnya pesan dari Tuhan kepada Anda. Berikan yang terbaik dan terindah dari Anda kepada anak-anak Anda yang masih kecil tersebut. Dengan demikian doa mereka akan sungguh-sungguh dan menghasilkan buah pahala yang tidak putus-putusnya.
Balikpapan 12 Desember 2008
Satria Dharma

0 tanggapan untuk “DOA ANAK SHOLEH”

  1. satriadharma berkata:

    Dari Kang Adriano Rusfi di milis CFBE :
    Kang, doa ini luar biasa. Saya hanya akan menambahkan beberapa catatan.
    Pertama, kata “RABBAYAANI” artinya “mereka berdua telah menddidik aku”. Terjemahan “menyayangiku” sebenarnya kurang tepat, karena RABBA adalah akar dari kata TARBIYYAH (pendidikan) . Jadi sekadar menyayangi saja tak cukup.
    Kedua, doa ini bersyarat. Dia bukan gratis tanpa syarat untuk seluruh orang tua, karena ada kata “KAMA”. Artinya, orangtua yang tidak mendidik anak diwaktu kecil tak akan mendapatkan doa ini.
    Ketiga, kata “rabbayaa” artinya “kedua ayah dan ibu”. Artinya, jika ayah tak terlibat dalam pendidikan anak secara signifikan dengan alasan sibuk mencari nafkah, maka ayah harus siap-siap gigit jari nggak kebagian doa ini.
    Keempat, pendidikan itu akan efektif jika dilakukan diwaktu kecil (shaghir). Kalau mendidik anak ketika sudah besar, telat. Dan hanya bagi yang mendidik anak diwaktu kecil doa ini akan dia dapatkan.

    Wassalam,
    Aad

  2. Sudarwoto berkata:

    Terima kasih Pak Satria, atas tulisannya yang bisa menjadi peringatan kita semua !
    Salam Suksek !

  3. sevina susilia berkata:

    pak..gimana kalo ayah kita bukan ayah yang sholeh..? berkali diingatkan tidak berubah..bahkan ibu terkadang malu dengan apa yang ayah lakukan.

  4. satriadharma berkata:

    Thanks atas komentarnya. Salam sukses juga untuk Anda.

  5. Allaeas Online berkata:

    Doa ini juga untuk ‘ mengingatkan ‘orang tua untuk menyayangi orang tuanya, ketika mereka tua renta dan rapuh, kita semua tahu banyak orang tua terlunta – lunta dimasa tua karena si anak ‘ tak tahu diri ‘ dan menganggap jika tua selalu merepotkan bahkan ada pula di titipkan di rumah jompo,

    Kita tahu bahwa yg namanya orang tua, (saat kita kecil lucu-lucunya) bahkan ketika seekor nyamuk menggigit pun beliau tidak ridho.

    Ini ada refferensi penggalan sebuah buku karya teman saya dan saya yang menerbitkan ” Kasih Tiada Akhir ” cocok untuk ‘ anak durhaka ‘ : http://syadiashare.com/kasih-tiada-akhir.html

  6. Sutisna berkata:

    Sungguh tiada terhingga kasih sayang yang yang diberikan orang Tua kepada anaknya dan memang demikianlah adanya , karena itulah sugguh suati tindakan yang sangat di benci oleh Allah swt manakala ada Orang Tua yang menjual anaknya kepada orang lain walaupun dengan asalan apapun apalagi menyiksa anak atau sampai membunuh anaknya sendiri suunguh suatu perbuatan biadab yang saya yakin Allah sangat marah sekali melihat tindakan hambanya yang melakukan perbuatan seperti itu……, Orang tua adalah sumber berkah bagi anaknya , karena Allah berkata jikalau kita sebgai seorang anak tidak berbakti dan menyayangi orang Tua kita sudah dapat di pastikan hidup seorang anak tersebut tidak akan berkah…, karena restunya Allah adalah bersalah dari restunya Orang tua kita terutama restu seorang $$$$$$$$$$$$ IBU$$$$$$$$$$$, Ibu kasihmu tiada henti…. semoga yang memiliki situs ini atau blog ini dan juga orang-orang yang memberi komentar adalah termasuk kepada orang – orang yang dikasihi oleh Allah karena menyayangi dan mengasihi orang serta mau merawat Orang Tuanya yg mungkin ada sudah usianya sudah menginjak usai puluhann……. tahun…. Amin……

  7. uly maria ulfah berkata:

    saya sedang belajar menjadi orang tua,anak saya baru 6 bulan. tulisan ini sangat berkesan dan mempunyai arti yang dalam. Setelah punya anak,saya baru bener2 merasakan kasih sayang orang tua apalagi ibu memang luaaar…biasa,semoga semua yang membaca tulisan ini menjadi lebih dan lebih manyayangi orang tua mereka.

  8. gunar berkata:

    artikelnya bagus …Insya Allah bermanfaat. tks y

  9. Ayang Ayangku berkata:

    menurut hemat saya, janganlah meninggalkan anak kita dalam kondisi miskin harta.
    saya khawatir mereka lupa mendo’akan kita karena mereka terlalu sibuk melawan kemiskinannya.
    tapi itu hanyalah kekhawatiran pribadi saya, selebihnya hanya Allah yang tahu.

  10. Andrey berkata:

    Wah.., Dahsyat sekali artikelnya..

    Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil,

    Amin

    lamb kenal

    Andre,
    izin copy ya mas…. 😀

  11. juni joerney berkata:

    bagus mas artikel y, tambah wawasan juni untuk doain almh ibunda juni,, terima kasih y mas,

  12. BALQIS AQIQAH JOGJAKARTA
    Menu tanpa bau prengus, gratis ustadz penceramah pengajian aqiqah
    Syar’i, Profesional dan Ramah banget….
    http://www.aqiqah.co.cc
    (telp: 0274-7455331 atau 081802731273)

    terima kasih atas postingnya… sip sngt manfaat utk masyarakat…

  13. lilik berkata:

    ass,
    mohon izin.
    saya mau nanya,
    mana yang harus di dahulukan,
    jika ada seseorang yang amat membutuhkan bantuan (semisalnya bantuan dana) datang dan bercerita sementara di satu sisi kebutuhan pribadi dan orangtua (keluarga) juga membutuhkan dana/biaya.
    dalam kondisi ini saya seorang anak memberikan batuan kepada orang tersebut tapi kondisi keluarga sedang membutuhkan bantuan dana itu,

    mana yang harus didahulukan jika dihadapi 2perkara terserbut
    di satu sisi menolong seseorang tp keadaan keluarga sedang butuh bantuan

    suqqron….

  14. Zakiah berkata:

    “Ini bermakna bahwa orang tua diminta untuk mendidik anaknya agar menjadi anak yang sholeh yang kelak diharapkan akan TERUS mendoakan orang tuanya. Pesan dari ajaran tersebut adalah pesan tentang pendidikan, pendidikan kepada anak, yang GANJARANnya begitu MENGGIURKAN karena pahalanya akan terus mengalir meski kita sudah meninggal.”

    Buat saya kedengarannya seperti pamrih. Atau seperti MLM. Di MLM, kalo orang di bawah rantai kita rajin, kita akan dapat ganjarannya walaupun kita sudah tidak jualan lagi. Ini pendapat saya pribadi, tapi bisa jadi saya salah.

  15. Permadi aji berkata:

    Thank tuk pengetahuannya

  16. ma ksh penjelasannya . moga bermanfaat bg semua

  17. ismanpurwanto berkata:

    untuk lilik, kalau waktu kejadiannya bersamaan maka dahulukan bantuan ke orang tua, kemudian saudara dekat, saudara jauh dst. kan tetapi kalau dana mencukupi ya dibantu semuanya. Orang tua nomor satu. Karena jasa orang tua tak kan terbalaskan walau seluruh harta kita berikan, hanya nyawa yang bisa melunasinya, atau apabila kita mendapati orangtua jadi budak dan kita memerdekakannya itu baru lunas jasa orang tua kepada kita anaknya.

  18. TETE berkata:

    Mohon petunjuk yang dimaksud “Anak” itu apakah Anak Kandung, Anak Tiri, Anak Angkat, Anak Asuh atau Anak Yatim ? dan bagaimana bagi yang tidak mempunyai anak Kandung ? wassalam

  19. TRYO berkata:

    gag akan lupa dngan doa tsb,.,.sesuatu bangett.,,amin,.

  20. […] Sumber : mentariindonesia.sch.id img […]

  21. wawanwawin berkata:

    …BUAT TETE…

    …anak yg sholeh itu mempunyai makna anak yg memiliki prilaku & sifat kebaikan, jadi anak tersebut bisa mendoakan siapa saja, yg tentunya kearah kebaikan. Jadi, apabila anak tersebut berdoa utk kebaikan, maka orang tua yang telah mendidiknya akan mendapatkan pahala…dan itu akan mengalir terus walaupun orang tua yg mendidiknya telah meninggal dunia…

    ITU ADALAH LOGIKA SAYA, MUDAH2AN SY YG SALAH
    APABILA ADA KRITIK SILAHKAN SMS 081311198619

  22. suyatin berkata:

    oke banget artikelnya,di zaman sekarang banyak anak yang tidak hormat lagi sama orang tua,disekolahkan malah tawuran giliran dewasa mabuk-mabukan masya Allah.mari kita dakwahkan anak sholeh dimanapun jua
    kunjungi web kami di : aqiqahsemarang.net walau hanya untuk sepatah kata komentar.matur nuwun

  23. muliawardi berkata:

    bagus sekali. kadang kadang kita sebagai orang tua selalu merasa diri selalu benar.sehingga ketika berbuat salah kita tidak mau minta maaf pada anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *