Sabtu, 23 Agustus 2019
Just another WordPress site
  • Chateu
  • Bareng Pak Anies Baswedan
  • Sabang
  • India
  • NUS, Singapore
  • Merapi, Jogja, Indonesia
  • Kamboja
  • Nusa Dua, Bali, Indonesia
  • Thailand
  • Turki
  • Singapura
  • Puncak, Jawa Barat, Indonesia
  • Korea Selatan
  • Wisuda si Bungsu
TERIMA KASIH SUDAH MENGINGATKAN UNTUK MEMBACA

Seorang guru yang membeli buku-buku saya mengucapkan terima kasih karena telah mengingatkannya untuk membaca. Katanya ia termasuk orang yang tidak suka membaca. Sekarang mau tidak mau ia harus memaksakan diri untuk senang membaca. Sampai sekarang ia merasa masih harus belajar untuk benar-benar suka membaca. And I’m very glad to hear this. I have the opportunity to change someone’s life with reading. 😄

Bagaimana dengan Anda…?! Selanjutnya…

SUKSES TANPA SEKOLAH

“Bisakah jadi mahasiswa UI jurusan Ekonomi tanpa pernah bersekolah sama sekali baik di SD, SMP, atau pun SMA?”

“Bisa…!”

“Lho, emangnya gak ikut seleksi atau tes masuk?”

“Ya ikutlah…!”

Ternyata anak kita bisa masuk ke PTN dan jurusan top macam Ekonomi UI meski pun anak kita tidak pernah bersekolah baik di SD, SMP, atau pun SMA…! Yang penting anak kita ikut tes masuknya dan diterima. Bagaimana caranya? Ya homeschooling alias belajar mandiri.

Buku yang luar biasa ini menceritakan bagaimana Yudhis yang meski sama sekali tidak pernah ikut sekolah formal tapi mampu menjadi Pembelajar Mandiri. Saya sampai terhenyak saking terpikatnya membaca pengalaman Yudhis belajar mandiri sejak kecil dan konsisten dengan pilihannya untuk tidak belajar di sekolah. Selanjutnya…

SCARY KHILAFAH (BAGIAN 3)

“Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? – Cak Nun

Wahai saudaraku para pendukung HTI, mari kita duduk santai dan ngobrol nyaman. Saya ingin bertanya sesuatu pada kalian.
Pernahkah kalian berpikir atau bertanya pada diri kalian masing-masing atau pada ulama kalian mengapa Hizbut Tahrir yang sudah didirikan pada tahun 1953, atau lebih dari 60 tahun yang lalu, sampai saat ini belum juga mencapai tujuannya? Mungkin kalian tidak pernah bertanya karena kalian sudah didoktrin untuk tidak bertanya.

Tapi ini serius…
Selanjutnya…

SERI DISKUSI DENGAN HTI (BAGIAN 4): SCARY KHILAFAH (BAGIAN 2)

“Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah.”

 

Isu Kedua: Benarkah ada kesepakatan pemimpin dunia agar dunia tidak dikuasai khilafah?

 

Mari kita bahas bersama. Tapi untuk itu kita mesti membuka-buka buku sejarah. Cak Nun ini memang pintar. Kita diajak untuk belajar sejarah agar tidak katrok. 😉

Kalau sekarang adalah Abad 21 sedangkan yang dimaksud oleh Cak Nun 2 – 3 abad lalu itu berarti kita harus melihat sejarah dunia di Abad 18.  Apakah yang terjadi di dunia pada Abad 18? Berikut ini daftar kejadian yang mungkin menarik diketahui pada abad tersebut.

Selanjutnya…

SERI DISKUSI DENGAN HTI (BAGIAN 3): SCARY KHILAFAH

Seorang teman mengirimi saya tulisan Cak Nun yang berjudul Scary Khilafah. Ini pembukanya yang menarik.

SCARY KHILAFAH

“Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah.”

Cak Nun adalah salah satu penulis favorit saya. Saya hampir punya semua bukunya. Penampilannya bersama Kyai Kanjeng juga selalu memikat. Tapi saya tidak akan membahas semua yang ditulisnya pada artikelnya tersebut. Saya hanya akan membahas dua isu pada paragraf pembukanya tersebut. Isu pertama tentang khilafah yang ‘scary’ dan isu kedua tentang apakah memang ada kesepakatan pemimpin dunia agar dunia tidak dikuasai khilafah.

Isu pertama: Mengapa dunia takut pada khilafah? Selanjutnya…

NO DICHOTOMY

Negara di dunia tidak bisa lagi dibagi menjadi dua bagian: kaya dan miskin. Pembagian secara biner itu sungguh sudah tidak layak lagi dipakai. Rosling merekomendasikan untuk berpikir tentang dunia yang dibagi menjadi empat tingkatan berdasarkan pendapatan warganya, yaitu dari Tingkatan 1 s/d 4. Jadi kategori ‘Negara Berkembang’ dan ‘Negara Maju’ sudah sangat ketinggalan zaman.

Rosling sendiri berkali-kali menjelaskan hal ini, dengan data tentunya, pada staf Bank Dunia. Tapi Bank Dunia butuh 17 tahun dan 14 kali ceramah Rosling baru mereka mau berubah. 😯 Kini Bank Dunia telah mengubah kategori dunia dalam 4 tingkatan. Tapi PBB dan sebagian besar organisasi dunia lain BELUM BERUBAH. 😊

Mengapa susah sekali berubah? Selanjutnya…

SHOCKING FACTS IN “FACTFULNESS”

“Factfulness” karya mendiang Hans Rosling adalah buku yang saya baca pada pagi yang cerah namun sejuk di ‘villa’ kami di Desa Madigondo, Madiun (sebetulnya sudah masuk Kabupaten Magetan). Hari ini kami baru menyembelih hewan qurban kami di desa. Dan sementara penduduk desa bekerja dengan riang memotong-motong daging, saya menikmati buku luar biasa ini di beranda. 😄

Buku ini luar biasa menarik dan apa yang disampaikannya akan membuat kita tercengang. 😯 Ternyata selama ini kita salah dalam menilai situasi dunia yang kita tinggali. 😎

Dalam buku ini Rosling mengemukakan bahwa sebagian besar kita, tidak peduli seberapa pintar, terdidik, berwawasan Anda, ternyata salah dalam menilai keadaan dunia. Kita selama ini selalu berpendapat bahwa dunia ini lebih miskin, kurang sehat, dan lebih berbahaya daripada fakta yang sebenarnya. Kita selalu membagi dunia dalam dua kategori: negara kaya dan negara miskin, negara maju dan negara terkebelakang, negara sehat dan negara sakit, kita dan mereka, dst. Dan kita cenderung mengira bahwa dunia lebih muram dan menyedihkan daripada fakta dan keadaan sebenarnya. Ternyata kita SALAH BESAR selama ini…! 🙄
Tapi tak usah merasa malu karena bahkan orang-orang paling terdidik, para kepala negara, para penentu kebijakan klas dunia pun ternyata salah dalam menilai dunia.

Mari saya beri contoh. Selanjutnya…

SERI DISKUSI DENGAN HTI (BAGIAN 2): HIZBUT TAHRIR PENGKHIANAT BANGSA

“HTI bukan pengkhianat bangsa… yang pengkhianat bangsa adalah para pelaku korupsi dan para pejabat yang menggadaikan tanah asing ke Aseng dan Asing…”

Ini adalah tipikal jawaban dari orang HTI. Ini namanya PENGALIHAN ISU. Jadi ketika kita bicara tentang sesuatu maka mereka akan mengalihkan isunya ke isu lain. Mereka juga dengan cerdik menggunakan sentimen anti asing dan aseng untuk menarik simpati umat pada agenda politik mereka. PENGALIHAN ISU adalah senjata utama mereka ketika diserang balik. Dan mereka punya segudang isu untuk jadi bahan pengalihan. Pekerjaan mereka sebenarnya justru mengumpulkan isu-isu yang menarik perhatian masyarakat, dan khususnya umat Islam, agar tertarik pada mereka. Sama dengan penjual obat pinggir jalan yang bawa ular besar supaya orang-orang datang melihat. Anehnya orang-orang itu kok ya selalu tertarik melihat ular besar. 🙂

Ini contohnya. Ketika kita katakan bahwa HTI itu pengkhianat bangsa maka ia akan menuding pihak lain sebagai pelakunya. Di sini mereka ingin mengalihkan perhatian kita pada isu anti asing dan aseng. Orang yang sudah punya sentimen pada kedua isu tersebut dengan mudahnya akan mengikuti kendang yang mereka tabuh dan akhirnya ikut menari bersama para zombie khilafah.

Selanjutnya…

ORANG-ORANG BIASA

“Fiksi bukan sekedar mengadakan yang tidak ada. Fiksi adalah cara berpikir.” – Andrea Hirata

Ini adalah novel terbaru dari Andrea Hirata. Meski judulnya adalah ‘Orang-orang Biasa’ atau ‘Ordinary People’ tapi sebenarnya orang-orang yang diceritakannya ‘not quite ordinary’. Seperti biasa di tangan Andrea Hirata sosok apa pun yang ia kisahkan akan menjadi sosok yang istimewa, unique, quite strange, and peculiar tepatnya. 😄

Ini adalah kisah tentang 10 (sepuluh) sosok unik yang digambarkan sangat mengenaskan nasibnya dengan begitu ngocolnya tapi kemudian ditakdirkan (tepatnya dijadikan oleh dalangnya alias Andrea Hirata) menjadi sosok yang mampu melakukan tindakan yang spektakuler. Macam ‘Laskar Pelangi’ juga tapi dengan kisah yang dibangun dengan plot twist yang akan membuat kita tercengang lalu tertawa ngakak karena merasa dikerjai oleh Andrea Hirata. Jika Anda sudah pernah nonton film “Ocean’s Eleven” maka ini adalah kisah petualangan “Debut’s Ten” yang akan membuat Anda terpukau dengan plot kisahnya yang sama sekali tak terduga.
Selanjutnya…

SERI DISKUSI DENGAN HTI (BAGIAN 1): KHILAFAH BUKANLAH AJARAN ISLAM

Ada beberapa pengikut HTI yang mampir dan berkomentar di status saya. Yang bertanya baik-baik ya saya jawab baik-baik sedangkan yang bermulut comberan ya saya tendang kembali ke comberan dari mana ia berasal. Daripada kita kecipratan semburan mulut comberannya kan kita ikut bau nantinya. Emoji

Soal bertanya jawab dengan orang-orang HTI itu sudah saya lakukan sejak tahun 2003 kalau tidak salah. Kami berdiskusi baik melalui mailing list mau pun tatap muka langsung. Semua level pertanyaan dan serangan mereka sudah pernah saya hadapi. Dan materinya ya itu-itu saja. Tapi bagi mereka yang tidak pernah pibu dengan orang HTI mungkin pertanyaan dan sodokan mereka sulit mereka jawab. Sebetulnya mereka itu NGASAL saja kok. Percayalah…! Repotnya kalau kalian memang tidak pernah baca dan kurang pengetahuan ya bakalan diuntal sama mereka lha wong mereka ikut kajian khusus dan terus menerus dibina oleh mentornya. Emoji

Berikut ini beberapa argumen mereka yang mampir ke status saya. Selanjutnya…