Minggu, 25 Juli 2021
Satria Dharma's Weblog
BELAJAR DARI ALQURAN: KISAH NABI YUSUF
Ilustrasi.

Ilustrasi

Saya sangat terkesan dengan kisah Nabi Yusuf. Saking terkesannya sehingga anak kedua saya beri nama Muhammad Yusuf Dharma dan kami panggil Yufi.

Salah satu kelebihan Nabi Yusuf adalah kemampuannya menakwilkan mimpi. Sekarang kemampuan ini tidak lagi diperlukan karena sains telah berkembang pesat berkat para ulama sains yang secara tekun terus menerus berupaya untuk memahami ayat-ayat Tuhan di alam semesta ini. Sekarang tanda-tanda alam (ayatullah) ditakwil dan ditafsirkan melalui ilmu pengetahuan yang saintifik. Karena kemampuannya menafsirkan mimpi raja yang tidak dapat dipahami oleh semua pembesar dan pejabat kerajaan Mesir waktu itu maka Yusuf akhirnya diangkat menjadi pejabat istana. Padahal Yusuf saat itu sedang dipenjara karena tuduhan fitnah yang ditujukan padanya oleh Zulaikha, istri tuannya yang mengangkatnya menjadi anak.

Nabi Yusuf itu kan ceritanya dipenjarakan karena kasus tuduhan melakukan upaya skandal seks dengan istri tuannya yang mengangkatnya sebagai anak. Nama istri tuannya itu Zulaikha. Nama panggilannya entah Zoey, Zulay atau Zeyca, tak ada yang tahu. Beliau bertahun-tahun dipenjara sampai kasus ia mampu menjelaskan mimpi horror Raja Mesir. Raja Mesir dihantui oleh mimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan tujuh ekor sapi betina yang kurus, juga ada tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai gandum yang kering. Hanya Yusuf yang mampu menguak dan membongkar misteri dibalik mimpi horor tersebut. Karena terkesan akhirnya Raja Mesir mengutus orang agar Yusuf dihadirkan di hadapannya.

Namun Yusuf, melalui utusan tersebut, meminta agar Raja terlebih dahulu menanyakan pada para perempuan mengenai masalah atau kasus Yusuf sampai dipenjara tersebut.

Saat Raja menanyai mereka, para perempuan itu menjawab, “Mahasempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya.” Zulaikha membenarkan mereka, “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.” (QS Yusuf (12): 50-51)

Baca juga:  RAKYAT SEPERTIMU…

Jadi sebelum dikeluarkan dari penjara Nabi Yusuf ingin agar namanya dibersihkan dulu dari tuduhan. Agar jangan ada fitnah di antara kita, eh, penduduk Mesir. Jika kasus ini sudah klir dan bukan sekedar di SP3-kan barulah ia mau keluar dari penjara dan membantu Raja Mesir dengan mimpi buruknya itu. Begitu ceritanya…

Raja yang terkesan kemudian bersabda, “Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku.” Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, dia (raja) berkata, “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami dan dipercaya.” QS. Yusuf (12): 54

Yusuf kemudian berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang PANDAI MENJAGA (AMANAH) lagi BERPENGETAHUAN (KAPABEL). (Yusuf: 55)

Jadi kita bisa melihat bahwa Nabi Yusuf MEMINTA atau MEMILIH jabatan yang ia inginkan kepada Raja Mesir. Jadi kalau kalian benar-benar punya keahlian yang hebat maka kalian bisa memilih apa pekerjaan dan jabatan yang cocok dan sesuai dengan kapabilitas kalian. Tapi kalau bisanya cuma provokasi aja ya sebaiknya ke laut aja. Mengapa Yususf memilih jabatan tersebut? Karena itulah jabatan yang akan membuat perannya benar-benar akan dapat menyelamatkan kerajaan Mesir dari kelaparan akibat kemarau yang sangat panjang. Yusuf pun diangkat menjadi menteri yang mengurus pengelolaan pangan dan harta kekayaan kerajaan. Apa sebab Yusuf berani mengajukan dirinya untuk menjadi bendaharawan negara? Karena ia memiliki dua kapasitas yang sangat dibutuhkan untuk menjadi pejabat yaitu: AMANAH dan KAPABEL atau professional dan menguasai pekerjaan. Jadi syarat untuk menjadi pejabat itu minimal harus memiliki dua kualitas pribadi tersebut yaitu AMANAH atau dapat dipercaya dalam mengemban tugas dan KAPABEL atau memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas. Jika pejabat negara dapat melaksanakan dua fungsi tersebut maka kepercayaan yang diberikan kepadanya insya Allah akan dapat dilaksanakan dengan baik.

Baca juga:  MEMERANGI PEMBANGKANG ZAKAT

Mengapa Raja Mesir tersebut berani memberikan jabatan yang sangat penting itu kepada Yusuf yang sebenarnya adalah seorang narapidana? Jelas sekali bahwa Raja Mesir tersebut telah tertarik kepada kemampuan Yusuf dalam menafsirkan mimpinya yang tidak ada seorang pun orang di sekitarnya yang mampu. Yusuf memiliki sebuah pengetahuan yang dianggap sangat krusial dalam menyelamatkan kerajaan Mesir dari bencana yang bakal menimpa negeri itu. Yusuf memiliki sebuah kapabilitas yang sangat langka sehingga membuatnya sangat layak menyandang jabatan tersebut.

Inisiatif Yusuf untuk membersihkan namanya dari tuduhan keji yang membuatnya dipenjara bertahun-tahun juga sangat jitu. Dengan demikian Yusuf dapat menunjukkan kapasitasnya yang lain yaitu sifat amanahnya dan setianya kepada tuannya yang menjadi ayah angkatnya tersebut. Pembuktian tersebut berhasil menunjukkan kualitas diri Yusuf yang setia dan tidak khianat terhadap tuannya sebelumnya. Dia lebih suka masuk penjara ketimbang mengikuti keinginan istri tuannya yang mengajaknya untuk berbuat serong tersebut. Mending masuk penjara ketimbang berkhianat dan melakukan maksiat. Bandingkan dengan kita-kita ini yang mungkin sudah terjerumus jika terus menerus digoda diajak untuk hohohihe oleh seorang wanita secantik Zoey. Kabarnya si Zoey ini sangat cantik dan bahkan sebenarnya Yusuf juga tertarik padanya. Tapi berkat pertolongan Tuhan yang memberikannya petunjuk (burhana rabbi) maka ia pun terhindar dari godaan yang sangat menggiurkan tersebut.

Apa yang bisa saya tarik dari kisah Nabi Yusuf tersebut…?!

Dari sini saya bisa melihat mengapa Presiden Jokowi mengangkat dan memberi amanah Ahok untuk menjadi Komisaris Utama Pertamina meski pun Ahok adalah seorang mantan narapidana yang pernah masuk penjara. Presiden Jokowi sadar benar bahwa tuduhan yang dikenakan pada Ahok adalah tuduhan rekayasa politik dan bukan karena Ahok benar-benar bersalah menghina agama Islam seperti yang dituduhkannya pada dirinya. Presiden Jokowi juga paham benar kapasitas dan kapabilitas Ahok dalam melakukan pekerjaan karena pernah bekerja bersamanya menjadi wakilnya dan juga pernah sangat sukses menjadi Gubernur DKI sebelumnya. Presiden Jokowi juga sangat percaya pada Ahok dalam masalah amanah dan kejujuran. Sungguh sulit mencari pejabat yang kapasitas kejujurannya setara dengan Ahok. Keberaniannya melawan dan membrantas korupsi di mana ia bekerja dan berbakti juga tidak ada bandingannya. Itulah sebabnya Ahok akan selalu sukses di mana pun ia diberi amanah. Ia memiliki kapasitas pribadi dan kapabilitas yang sungguh menonjol dan menjadi kunci sukses baginya di mana pun ia diberi amanah.

Baca juga:  GERAKAN LITERASI BANGSA (Bagian 1)

Lho kok saya membandingkan Nabi Yusuf dengan Ahok? Saya tidak membandingkan kok. Saya melihat kesamaannya saja. Kalau ente tidak setuju ya bikinlah tulisan sendiri untuk membantah tulisan saya ini.

Surabaya, 14 Juli 2021

Satria Dharma

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *