Senin, 14 Juli 2020
Just another WordPress site
TEACHING TO THE TEST
Ilustrasi. gambar: https://www.mlive.com/

Ilustrasi. gambar: https://www.mlive.com/

Teaching to the test atau Mengajar untuk Menghadapi Tes adalah istilah untuk praktek pengajaran atau pendidikan yang kurikulumnya sangat terfokus pada persiapan siswa untuk mengikuti ujian standar. Itulah yang terjadi pada dunia pendidikan kita selama belasan tahun ini dengan adanya kewajiban mengikuti UN. Para guru bahasa Inggris tidak lagi mengajarkan ketrampilan berbahasa seperti Listening, Speaking, Reading, dan Writing tapi fokus pada mengajarkan siswanya agar bisa menjawab soal-soal UN Bahasa Inggris. Siswa tidak dilatih agar mampu menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai bekal kehidupan mereka kelak tapi dilatih untuk bisa menjawab soal-soal UN. Begitu juga dengan bidang studi lain.

Jadi jelas bahwa adanya UN itu memaksa guru untuk membatasi kurikulumnya pada pengetahuan atau keterampilan untuk meningkatkan kinerja siswa menghadapi ujian yang harus mereka ikuti. Ini menghasilkan fokus pembelajaran pada pengulangan keterampilan sederhana mengenali dan menjawab soal (“drill and kill”) dan membatasi kemampuan guru untuk fokus pada pemahaman holistik tentang materi pelajaran. Dengan ujian berisiko tinggi (highstake tests) yang harus dihadapi siswanya guru jelas dipaksa untuk mengajar menjawab soal tes daripada ketrampilan berbahasa kepada siswa mereka. Mengajar untuk tes membuat siswa belajar tanpa hasrat dan makna dari kurikulum yang sudah dipreteli. Siswa yang hanya diajarkan untuk ujian akan gagal mencapai pemahaman yang melekat dalam ingatan dan benar-benar komprehensif tentang materi pelajaran. Biasanya setelah mengikuti UN mereka akan melupakan semua persiapan mereka sebelumnya. Bahkan jika siswa mendapat nilai tinggi pada tes belum tentu siswa benar-benar memahami konsep-konsep kunci materi tersebut. Lebih sering siswa hanya menghafal kunci jawaban sambil mengabaikan pentingnya keterampilan kreatif dan kemampuan berpikir abstrak. Menurut Richard D. Kahlenber, baik guru maupun siswa menghabiskan sebagian besar waktu mereka mempelajari konsep dari buku teks untuk mempersiapkan ujian, terlepas dari moralitas, estetika, keterampilan hidup, dan kreativitas yang jelas lebih penting untuk bekal sukses siswa. Menurut kritikus, sistem pendidikan yang berpusat pada tes standar tidak benar-benar mendidik siswa atau memberi mereka kemampuan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan masa depan mereka.

Baca juga:  MISTER BIG, Tetangga Kursi Saya

Dan itulah yang kita lakukan selama ini pada anak-anak kita, just teaching them to the test. 🙄

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *