Selasa, 25 Februari 2020
Just another WordPress site
UJIAN TENTANG TOLERANSI

Berikut ini ada sebuah tes untuk mengetahui seberapa besar toleransi Anda dalam soal berpakaian. Anda hanya akan diberi situasi nyata yang terjadi dan akan ditanya pandangan Anda tentang hal tersebut. Anda hanya perlu menjawab dengan jawaban ‘setuju’ atau ‘tidak’.

SITUASI 1.
Beberapa hari yang lalu dikabarkan terjadi persekusi pada peserta lomba lari maraton di Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta. Seorang wanita bercelana pendek dan berkaus serta bersepatu dimaki oleh bapak-bapak.
Selain penghadangan ada juga peristiwa pemukulan yang terjadi saat itu. Seorang pelari perempuan, sempat dipukul di bagian anggota tubuh tertentu. Selain itu seorang pelari rekan pelari perempuan juga sempat dipukul dibagian wajah saat membela pelari perempuan tersebut.

Penyebabnya adalah warga geram karena peserta tak berpakaian tertutup ketika melewati kampung tersebut. Mereka menyatakan bahwa kampung mereka adalah kampung santri yang memang memiliki peraturan dan budaya Islami.
Warga marah lantaran dilalui oleh peserta lari perempuan yang memakai hotpants dan kaos lengan pendek. Di Mlangi, para lelaki biasa memakai sarung, baju muslim, dan peci meski tidak hendak pergi ke masjid. Sementara hampir semua perempuan di dusun ini mengenakan jilbab di dalam maupun di luar rumah. Pengamalan ajaran Islam adalah prioritas bagi warga Mlangi yang konon rela menjual harta bendanya agar bisa naik haji.

Menurut Pak Camat kesalahan berasal dari pihak Universitas Aisyah Yogyakarta (UNISA) yang menyelenggarakan lomba lari pada Selasa (1/5/2018) itu.
Abu Bakar, Camat Gamping, menyampaikan pihak penyelenggara seharusnya bisa melakukan koordinasi dengan aparat di wilayah sebelum menggelar acara. Sehingga nantinya tak ada aturan lokal yang dilanggar saat penyelenggaraan acara.

“Harus koordinasi dengan aparat wilayah. Hormati aturan lokal. (Di Mlangi) Wilayah banyak pesantrennya, orang harus berpakaian yang sopan dan menutup aurat. Kita kalau di Bali saja menghormati bila ada tulisan terkait berpakaian yang sopan,” urai Abu Bakar.

Baca juga:  KEPOMPONG DAN PERJUANGANNYA

Ditemui terpisah, Ketua Milad ke 27 Unisa Yogyakarta, Ruhiyana mengungkapkan bahwa acara 5K Unisa Running 2018 sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Pihak panitia, kata Ruhiyana melakukan kerjasama dengan induk olahraga atletik yaitu Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY.

“Sebenarnya kami berpikiran sesuai standar. Aturan mainnya sesuai PASI. Pakaian yang dikenakan para pelari juga sesuai standar kenyamanan mereka dalam berlari,” papar Ruhiyana di kampus Unisa Yogyakarta, Sabtu (5/5).

PERTANYAAN:
Apakah Anda SETUJU dengan alasan Camat Gamping bahwa warga luar harus mengikuti aturan berpakaian yang telah ditetapkan oleh kampung?

JAWAB : YA/TIDAK (coret yang tidak perlu)

NB: Jangan meneruskan membaca jika Anda belum menjawab.

SITUASI 2
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Suka) pada Senin (5/3/2018) mengeluarkan surat keputusan yang melarang mahasiswanya menggunakan cadar. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan untuk mencegah meluasnya aliran Islam anti-Pancasila.

Mawar, bukan nama sebenarnya, menilai aturan ini sebagai bentuk diskriminasi di Yogyakarta, yang konon merupakan kota pluralisme dan menghargai perbedaan.

“Kami merantau jauh-jauh ke Yogya, karena Yogya dikenal plural, menerima keragaman yang ada. Tapi dengan adanya kebijakan itu kami kecewa, kenapa akhirnya cara berpakaian itu dianggap sebagai sesuatu yang dilarang, sesuatu yang ditakutkan,” kata Mawar kepada Tirto, Senin (5/3/2018) malam.

Mawar memahami bahwa aturan ini dibuat dengan tujuan yang baik, untuk menerapkan Islam universal di UIN. Selama ini, kata Mawar, gaya berpakaian cadar sering disebut meniru kebiasaan Arab dan Iran. Pihak kampus ingin mereka yang bercadar menggunakan jilbab seperti pada umumnya, yang digunakan perempuan Indonesia.

https://tirto.id/larangan-bercadar-di-kampus-uin-yogyakarta…

PERTANYAAN :
Apakah Anda SETUJU dengan alasan Rektor bahwa warga kampus harus mengikuti aturan berpakaian yang telah ditetapkan oleh kampus?

Baca juga:  Kaukus Perempuan Parlemen se-Indonesia dan Pendidikan

JAWAB : YA/TIDAK (coret yang tidak perlu)

Mudah sekali bukan…?! 😄

Kalau sudah dijawab mohon jawabannya dikumpulkan di camat atau rektor setempat. Yang tidak mengumpulkan jawaban akan kena sanksi. Sanksinya sementara masih didiskusikan dengan Thanos. 😄 (ada rumor yang menyatakan bahwa Thanos menyesali perbuatannya dan sekarang sudah mualaf dan menyepi di Ubud. Untuk menyambung hidupnya ia berjualan akik di pinggir jalan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *