Jumat, 08 Agustus 2020
Just another WordPress site
DAY 4: BACK TO YANGON

Bis kami sampai di Aung Mingalar bus station lebih awal. Sebelum jam 6 pagi sudah sampai. Saya sdh salat di bis sebelumnya karena tidak tahu jam berapa akan sampai dan kalau berdasarkan jadwal baru akan sampai jam 7 pagi. Selain itu saya tidak yakin ada mushalla di terminal. Kemarin saya tanya di terminal Mandalay katanya tidak ada. Kabeh ae lha wong negoro mayoritas Buddha. Nek pagoda yo sak arat-arat. Njaluk sing model opo. 😄

Tiba di terminal bis Aung Mingalar yang besarnya luar biasa (kira-kira 3 kalinya Bungurasih Surabaya) tapi semrawut itu kami mampir di warung untuk ngopi dulu sambil melihat-lihat suasana. Benar-benar ramai dan semrawut. 😄
Saya cek biaya Grab dari stasiun ke East Hotel di Sule ternyata biayanya 9.000 Ks. Jauh juga ternyata. Tapi waktu kami ngopi kami didatangi oleh seseorang yang menawari taksi. Semula dia minta 12.000 Ks ke East Hotel tapi begitu saya tawar 9.000 dia mau. Ya lebih baik pakai dia saja kalau begitu.

East Hotel di daerah Sule ini jauh lebih baik ketimbang New Golden Forward yang kami inapi kapan hari. Utamanya karena lokasinya yang sangat strategis dan terletak di down town. Dari sini kita bisa jalan kaki 5 menit saja ke Bogyoke Aung San Market. Hanya 1 menit ke Sakura Tower kalau mau mencoba makan malam di tempat tertinggi di Yangon. Dari sini juga bisa jalan kaki saja ke Sule Pagoda. Jadi kalau Anda mau ke Yangon saya rekomendasikan sebaiknya nginap di hotel ini saja. 🙏

Pagi ini sebetulnya saya mau mengajak istri saya jalan ke Kuil Buddha Chaukhtatgyi, kuil Budha yang paling terkenal di Bahan Township, Yangon, Myanmar. Ini rumah salah satu tempat patung Buddha berbaring (Reclining Buddha) yang paling dipuja di Myanmar. Patung Buddha berbaring di sini panjangnya 66 meter dan salah satu yang terbesar di Myanmar. Tapi istri saya sudah bosan lihat patung dan pagoda katanya. 😊 Ya gak jadi kesana akhirnya.

Baca juga:  KISAH MUSA

Kalau dipikir-pikir tur kami ini kayak tur religi saja. Kalau di Jawa ya seperti Tur Wali Sanga yang mendatangi masjid-masjid dan tempat-tempat keramat Bedanya ini yang didatangi adalah masjid-masjid dan tempat suci agama Buddha.

Karena tidak mau kesana akhirnya kami putuskan utk tinggal di hotel saja sampai waktu check-out jam 12:00. Tapi saya sdh minta ijin utk keluar setengah jam lebih lambat karena mau salat dulu jam 12:15 sebelum meninggalkan hotel. Rencananya kami akan titip koper di hotel dan jalan kaki ke Bogyoke Aung San Market. Masih ada sisa uang Kyat selain uang taksi dan makan siang nanti. Kami sebenarnya suka mengoleksi berbagai mata uang negara di mana kami pernah datangi. Sayang sekali di Myanmar ini tidak ada uang koinnya dan semua mata uangnya dalam bentuk uang kertas. Kami juga tidak tahu mata uang terkecil di Myanmar itu berapa karena tidak ada uang koinnya.

Setelah check-out, bayar hotel pakai kartu kredit, kami lalu titip koper. Kami jalan kaki ke Junction City yang terletak di depan Bogyoke Aung San Market. Tujuan kami cuma satu: cari makan. To our surprise ternyata di Food Streat lantai 4 kami ketemu resto Ayam Penyet. 😄 Ternyata rasanya sama enaknya dengan ayam penyet dan ikan bawal goreng di Indonesia. Harganya juga setaralah.

Selesai makan kami habiskan waktu untuk kembali ke Bogyoke Aung San Market. Masih ada sisa uang yang bisa dibelanjakan dan masih ada oleh-oleh yang belum kami belikan. Alhasil tiga lembar longyi kembali memenuhi koper kami. 😊

Sebelum jam 4 kami telah sampai kembali di East Hotel. Setelah mengepak ulang barang belanjaan saya segera pesan Grab untuk ke Yangon International Airport. Ternyata biayanya cuma 6.200 Ks. Padahal kata resepsionis hotel kalau naik taksi sekitar 10.000 Ks.

Baca juga:  JALAN-JALAN KE MYANMAR

Jam 5 sore kami telah selesai check-in di Jetstar menuju Singapore. Sekarang kami telah duduk santai di depan Gate 2 menunggu panggilan boarding. Kami insya Allah akan berangkat jam 19:35 dari Yangon dan akan tiba di Singapore pada jam 00:10. Jadi sudah ganti hari. 😊 Kenapa begitu lama? Ternyata karena perbedaan waktu antara Myanmar dan Singapura yang berbeda 1,5 jam. Jadi meski pun perjalanannya hanya 3 jam tapi ditambah 1,5 jam perbedaan waktu maka kami baru akan sampai di Singapura pada jam 00:10 alias sudah ganti hari. Di Singapura kami akan transit selama 7,5 jam dan pagi hari baru akan terbang ke Cengkareng. Kami akan sampai di Cengkareng sekitar jam 8:35 pagi. Dari Cengkareng kami akan terbang lagi ke Balikpapan siang hari. Jadi kami akan berada di Bandara Cengkareng lumayan lama karena kami tidak ada urusan utk pergi ke Jakarta.

Sekian dulu kisah perjalanan saya di Myanmar. Kalau ada hal lain yang menarik akan saya kisahkan terpisah.
Bye…bye..!

Kamis, 15 Maret 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *