Para Avengers pejuang kebenaran dan penuntut kejujuran UGM yang terdiri atas Amien Rais, Roy Suryo, Rismon Sianipar dan dokter Tifa yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menggrudug UGM untuk menuntut UGM berbicara jujur soal ijazah Jokowi kemarin (15/4/25). Mereka ditemui oleh tim UGM yang terdiri atas Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Wening Udasmoro, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni Arie Sujito, Sekretaris Universitas Andi Sandi, Dekan Fakultas Kehutanan Sigit Sunarta, dan Ketua Senat Fakultas Kehutanan San Afri Awang.
Setelah pertemuan UGM secara resmi membuat siaran pers pada jam 11:00. Intinya mereka tetap menyatakan bahwa Joko Widodo Alumnus UGM. Joko Widodo adalah alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Yang bersangkutan telah melaksanakan seluruh proses studi yang dimulai sejak tahun 1980 dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681 dan diwisuda pada tanggal 5 November 1985. Ini press releasenya.
Saya mencari-cari berita tentang keseruan pertemuan mereka. Saya membayangkan bahwa terjadi adu argumen yang sangat tajam, meruncing, terus meningkat, sempat terjadi gebrak meja, dan kalau perlu ada yang membalik meja dan melempar botol, karena para Avengers pejuang kebenaran ini tidak puas dengan jawaban UGM. Saya sedikit berharap ada teriakan “Takbir…! Allahuakbar….!’ dari para pendukung pejuang kebenaran dan penuntut keaslian ijazah Jokowi tersebut. Pokoknya saya ingin merinding dengan peristiwa ini. Tapi ternyata saya harus kecewa. Mereka para Avengers kita yang tampaknya ganas dan siap melumat siapa saja yang berani membela Jokowi di medsos ternyata tidak tampak kegarangan mereka begitu di depan tim UGM. 😔
Garangan palsu…! Saya kecewa….!🥺
Sila lihat kegarangan mereka di sini.
(Nada Tinggi Roy Suryo Demo UGM Soal Keaslian Ijazah Jokowi Berakhir Liat Foto Wisuda & Minta Maaf)
Kalau cuma begini akhirnya kan percuma para pembenci Jokowi mengerahkan semua energi kemarahan dan kebencian mereka selama ini di medsos. Mereka sudah begitu yakin dan penuh harap 100 milyar persen bahwa kepalsuan ijazah Jokowi akan terbongkar begitu berhadapan dengan para pahlawan pejuang kebenaran yang mereka dukung selama ini.
Tibakno…
Ternyata…
Ealah…
Jelas sekali bahwa the dagelan game is over. Tidak ada lagi kasus yang harus dihadapi oleh Jokowi. Bubarkan saja tim pengacara yang dibentuknya. Tidak ada gunanya. Kalau masih ada yang ngotot bahwa ijazah Jokowi itu palsu maka sampaikan saja bahwa kalau ijazah Jokowi palsu maka yang bersalah tentu UGM karena UGM yang mengeluarkan ijazahnya Jokowi. Silakan tuntut UGM karena telah mengeluarkan ijazah palsu. Jokowi tidak perlu menunjukkan ijazah aslinya. Biar saja dianggap palsu 100 milyar, bahkan 100 trilyun persen. Toh UGM sudah mengakui bahwa Jokowi alumnusnya dan tentu saja ijazahnya dikeluarkan oleh UGM. Palsu yo ben sing penting ijazahnya keluaran UGM dan kampusnya membela dengan gagah berani. 😎
Surabaya, 16 April 2025
Satria Dharma