Sabtu, 23 Februari 2020
Just another WordPress site
29 Gifts : Keajaiban Memberi 29 Hari

Apa yang terjadi jika kita memberi sedekah secara terus menerus setiap hari selama 29 hari tanpa terputus? Sedekah ini tidak berarti harus berbentuk materi. Bukankah senyuman yang tulus juga sebuah sedekah yang akan sangat berarti bagi orang yang membutuhkan sebuah senyuman? Buku ”29 Gifts: Keajaiban Memberi 29 Hari yang Mengubah Hidup untuk Selamanya” akan menjelaskan perubahan apa yang bisa terjadi pada orang-orang yang melakukannya. Buku setebal 279 halaman ini ditulis oleh Cami Walker, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, dan diterbitkan pertama kali pada tahun 2010. Buku ini sangat menarik dan saya rekomendasikan untuk dibaca. Tapi mungkin buku ini sudah tidak beredar.

Cami Walker adalah seorang penderita Multiple Sklerosis – penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan saraf tulang belakang yang merusak kesehatannya, meruntuhkan semangatnya, dan mengubah hidupnya menjadi mengenaskan. Padahal waktu itu ia baru berusia 31 tahun dan baru sebulan menikah. Hidupnya berubah drastis. Setelah bolak-balik masuk rumah sakit dan tidak ada harapan akan pulih seperti sedia kala, ia merasa benar-benar terpuruk dan merasa tidak mungkin bisa hidup normal lagi.Keputusasaan melandanya. Suatu kali ia menuruti nasihat seorang penyembuh, guru spiritualnya yang berasal dari Afrika yang bernama Mbali Creazzo. Oleh Mbali ia diminta untuk melakukan pemberian selama 29 hari tanpa terputus. Cami Walker menurutinya. Toh tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baik meski pun hal tersebut tidak ada hubungannya dengan apa yang dieritanya. Hari demi hari ia melakukan tindakan sedekah atau memberi yang tulus secara sadar. Apa yang terjadi pada Cami Walker setelah memberikan satu pemberian dengan tulus dan sadar selama 29 hari berturut-turut tanpa terputus samasekali adalah keajaiban.

Baca juga:  National Future Educators Conference (NFEC)

Dalam buku ini, Cami Walker menceritakan apa yang dialaminya hari-demi-hari selama menjalani pemberian selama 29 hari itu. Setiap hari ia berupaya untuk melakukan pemberian yang mungkin tampak sederhana tapi pemberian itu berpengaruh pada dirinya secara psikologis. Pada akhirnya pemberian sederhana ini berpengaruh pada pekerjaannya, pada kehidupan rumah tangganya, terapi pengobatan penyakitnya, serta upayanya untuk lepas dari kecanduan obat. Ia pun mengetahui bahwa dengan memberi, kita membuka diri untuk menerima. Dan seringkali apa yang kita terima justru jauh lebih besar ketimbang yang kita berikan.

Apa saja pemberian atau sedekah yang dilakukan oleh Cami Walker? Apakah pemberian itu harus selalu berbentuk materi? Ternyata tidak. Bahkan pemberiannya pada hari pertama adalah sekadar menelpon seorang teman yang sama-sama menderita MS. Telpon ini ternyata sangat menyenangkan bagi temannya yang kebetulan memang sedang kesepian karena suaminya sedang keluar kota.

Pemberian hari kedua juga remeh yaitu memberi saweran sebanyak 5 dollar pada sekelompok penari breakdance. Meski hanya lima dollar tapi ini adalah jumlah yang cukup besar baginya yang sedang kesulitan uang dan banyak utang. Sumbangannya ini membuat penonton lain juga ikut menyumbang sejumlah yang sama dan bahkan ada yang lebih. Di lain saat Cami Walker mengerjakan tugas cuci piring yang biasanya dilakukan oleh suaminya atau bahkan sekedar memberikan hak sepenuhnya bagi suaminya untuk menonton TV yang ia sukainya. Meski ini tampak remeh bagi orang lain tapi tidak mudah bagi Cami Walker yang biasanya menguasai remote control TV.

Cami Walker menceritakan bahwa pada akhirnya 29 Gifts lebih dari sekedar pemberian. Ini juga sebuah pembelajaran untuk menerima hidup, pembelajaran untuk bersyukur, pembelajaran untuk berfokus kepada orang lain dan membantunya menyembuhkan diri dari penyakitnya yang parah tersebut.

Baca juga:  BERSEDEKAH KATA-KATA

Cami Walker sendiri lebih suka tidak memberikan uang dan lebih suka memberikan waktu dan kemampuannya kepada orang lain. Salah satunya adalah dengan mengajak orang lain juga terlibat dengan gerakannya yang ia promosikan melalui sebuah website yang ia rancang. Saat ini ada ribuan orang yang telah mengikuti program Memberi 29 Harinya ini. Mereka semua merasa bahwa gerakan Memberi 29 Hari ini ternyata sangat bermanfaat bagi bagi diri sendiri mau pun bagi kehidupan sekeliling. Banyak kisah-kisah yang sangat menyentuh dari perbuatan memberi yang dilakukan oleh orang-orang yang mengikuti gerakan ini.

Hebatnya, apa yang dilakukan oleh Cami Walker ini kemudian menjadi sebuah gerakan yang diikuti oleh ribuan orang dari puluhan negara yang juga kemudian mendapatkan keajaiban dari gerakan memberi selama 29 hari tanpa terputus ini.

Menurut Mbali Creazzo, guru spiritual yang mengajari Cami Walker, pemberian itu bisa berupa apa saja kepada siapa pun. Ia bisa berupa uang receh, sekaleng sup, waktu, kata-kata atau pikiran yang manis. Apa pun yang diberikan secara sadar kepada orang lain yang membutuhkankannya. Ada beberapa hal yang perlu dihindari dalam memberikan pemberian, yaitu :
– Memberi secara pamrih: Jika aku memberi, aku orang baik dan aku akan mendapatkan imbalan
– Memberi sebagai kewajiban: Aku harus memberi karena aku diharapkan memberi
– Memberi karena merasa bersalah: Jika aku tidak memberi maka aku akan mendapatkan karma buruk
– Memberi secara tak rela: Dia punya sepatu baru, pastilah dia tidak butuh-butuh amat uang itu.
– Memberi dengan penyesalan: Tampaknya aku harus memberi karena hari ini sudah hari ke- 15 aku memberi, padahal aku baru saja keluar uang banyak untuk servis mobil.

Baca juga:  SEBEGITU TOLOLNYAKAH KITA…?! (BAGIAN 2)

Buku ini menawarkan ide yang sangat menarik. Buku ini memberikan tantangan bagi kita untuk memberi selama 29 hari berturut-turut tanpa terputus. Selain harus berturut-turut, tantangan lainnya adalah kita harus melakukan pemberian ini dengan sadar dan diniati benar-benar sebagai pemberian. Pemberian ini haruslah tulus ikhlas dan dengan segenap jiwa kita. Seperti yang disampaikan kita tidak perlu memberi dalam bentuk uang. Pemberian tersebut bisa berupa apa saja seperti mendengarkan seorang teman yang sedang bersedih, menemani teman yang kesepian, melakukan pekerjaan rumah yang bukan merupakan tugas kita, atau pemberian kecil namun mungkin berharga seperti gunting kuku indah, toples cantik, buku bestseller, dll. Pada hakikatnya siapa saja bisa mengikuti gerakan ini. Anda bisa melihat gerakan ini di www.29gifts.org

Hal yang menarik adalah pemberian yang dilakukan tidak terputus selama 29 hari ini bisa diulang lagi berkali-kali dalam siklus yang terus menerus sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Dengan demikian kita akan memiliki kebiasaan baru dan juga cara baru dalam memandang hidup.

Buku ini terutama sangat menarik bagi saya karena saya sendiri suka memberi. Bersedekah buku adalah kesenangan saya. https://satriadharma.com/2015/10/24/kapan-terakhir-kali-anda-bersedekah/

Buku ini memberikan saya pandangan baru tentang apa arti memberi, bagaimana melakukannya dengan lebih tepat, bagaimana meluaskan makna pemberian tersebut, dan bagaimana agar bisa menjadikan diri saya sebagai seseorang yang penuh rasa syukur. Saya merekomendasikan Anda untuk membaca buku yang inspiratif sekaligus mencerahkan ini.

Surabaya, 6 April 2017

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *