Rabu, 13 Nopember 2019
Just another WordPress site
1000 BUKU SEBELUM BERSEKOLAH

Hume City adalah sebuah kota kecil di sebelah utara Melbourne, Australia, dengan penduduk 180.000-an orang saja. Meski pun demikian kota kecil ini adalah salah satu kota yang paling cepat pertumbuhannya dan memiliki komunitas yang berasal dari budaya yang berbeda. Penduduknya datang dari 166 negara yang berbeda yang berbicara dalam 120 bahasa yang berbeda – di mana 2 dari 5 penduduknya berbahasa non-Inggris.

Saya belum pernah kesana…
Tapi saya tahu bahwa Hume City punya Hume Libraries yang punya program literasi yang hebat. Nama programnya adalah 1000 Books Before School atau 1000 Buku Sebelum Bersekolah

1000 Books Before School adalah sebuah program untuk mendorong para orang tua dan pengasuh anak untuk membaca 1000 (seribu) buku bersama anak-anak mereka sebelum anak mereka masuk sekolah. Dan mereka siap untuk melatih para orang tua dengan program tersebut. Saya langsung ngiler dan termimpi-mimpi untuk bisa mengadopsi program tersebut ke Indonesia. Minimal kota Surabayalah!

Saya tahu bahwa banyak penduduk kota Surabaya yang sama pahamnya dengan saya betapa pentingnya menjadikan anak melek literasi sejak mereka masih bayi. Alangkah hebatnya jika Kota Surabaya yang sudah mendeklarasikan dirinya sebagai Kota Literasi ini mampu mengadopsi program 1000 Buku Sebelum Bersekolah ini…! Bayangkan pengaruhnya terhadap para balita yang telah terpapar seribu buku bahkan sebelum mereka masuk sekolah. Mereka pasti akan menjadi anak yang benar-benar siap untuk menghadapi program sekolah karena mereka telah dibekali dengan seribu buku bacaan di kepala mereka. Berbagai penelitian telah menunjukkan pentingnya membacakan buku-buku pada anak balita sebelum mereka masuk sekolah.

Caranya melaksanakan program 1000 Buku Sebelum Bersekolah sebenarnya cukup mudah. Jumlah seribu buku memang terasa ‘Wah…!’padahal ternyata tidak terlalu sulit untuk dicapai. Begini logikanya. Rata-rata satu buku anak-anak balita itu hanya butuh lima menit untuk membacanya. Buku bagi anak-anak balita memang penuh gambar dan hanya berisi beberapa kalimat pendek saja. Buku itu juga biasanya hanya di bawah 20 halaman per bukunya. Jadi untuk membacanya bersama anak hanya dibutuhkan sekitar lima menit per buku. Jika orang tua mau menyisihkan waktunya untuk membacakan buku 15 menit saja sehari maka itu berarti 3 (tiga) buku sehari, 90 (sembilan puluh) buku sebulan dan 1000 buku setahun. Mudah saja kan…?!

Baca juga:  SOKOLA RIMBA : Kisah tentang Dedikasi dalam Mendidik

Memang mudah bagi kota dengan perpustakaan yang sudah demikian maju dan memiliki ribuan buku anak-anak. Bagaimana dengan kota-kota di Indonesia yang mungkin perpustakaannya belum memiliki koleksi buku untuk balita sama sekali? Ya harus mulai dipikirkan bagaimana caranya untuk mulai mengoleksi buku-buku bagi balita tersebut. Kapan lagi kalau tidak dimulai dari sekarang? Mengumpulkan dan mengoleksi buku bagi balita memang satu hal yg harus kita jawab lebih dahulu. Tapi jika kita punya 100 judul buku saja di perpustakaan kita maka sebenarnya kita sudah bisa memulai program ini. Meski hanya ada 100 judul buku itu pun bisa kita baca berulangkali tanpa membuat anak kita bosan.Anak-anak kita bahkan akan suka mengulang-ulang buku yang sudah berkali-kali kita bacakan padanya. Itu semacam proses retensi untuk memperkuat ingatannya dan membuat ceritanya menjadi bermakna baginya.

Jadi mari kita mulai membacakan balita kita setiap hari meski bukunya hanya itu-itu saja.

Surabaya, 30 September 2015

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *