Senin, 10 Desember 2018
Just another WordPress site
BRAIN RULES

Tahukah Anda bahwa pegawai Starbucks dilarang memakai parfum pada jam kerja? Parfum akan menghalangi aroma menggoda dari kopi yg akan mereka sajikan dan potensi aroma menggoda itu penting dalam menarik konsumen. Ya, aroma adalah salah satu alat utk meningkatkan penjualan, kalau dilakukan dengan tepat.

Aroma vanili cocok utk penjualan busana perempuan dan rose maroc, wangi mirip madu pedas, untuk busana pria. Aromanya akan merangsang mereka utk membelinya alias dapat meningkatkan penjualan berlipat ganda. Tapi jangan dibalik. Aroma vanili diberikan pada pria dan aroma rose maroc pada wanita. Kalau terbalik justru penjualan akan merosot.
Fakta menarik ini saya peroleh dari halaman 211 buku yg baru saja selesai saya baca. Judulnya “Brain Rules” karya John Medina. Buku yang sangat menarik ini saya peroleh dari stand obral Gramedia. Sejak melihatnya saya langsung yakin bahwa buku ini pasti menarik. Bukan karena judulnya saja tapi karena buku ini masuk dalam New York Times Bestseller. Saya selalu suka buku-buku yg masuk dalam kategori New York Times Bestseller karena biasanya memang menarik dan benar-benar mampu membuka wawasan kita dengan perspektif yg baru (Ah…! Saya mengimpikan ada Kompas atau Republika Bestseller).

John Medina adalah seorang pakar biologi molekuler perkembangan yang berfokus pada gen-gen yang terkait dengan perkembangan otak manusia dan genetika dari gangguan kejiwaan.
Buku setebal 284 halaman ini sebenarnya sudah terbit sejak tahun 2008, namun baru diterjemahkan ke dalam bhs Indonesia pada tahun 2011 (dan kini dianggap sudah lewat masanya dan diobral). Buku ini mendapat banyak pujian. “Hanya sedikit orang yg lebih cakap dari John Medina utk membantu seorang manajer mengatasi segala hiruk-pikuk yang ada.” demikian komentar Harvard Business Review. Garr Reynolds, penulis “Zen Presentation” memuji Brain Rules sebagai “Salah satu buku paling informatif, paling memikat, dan paling berguna sepanjang masa.” Dan karena itulah saya juga menjadi sangat penasaran. Bukan hanya karena popularitasnya, tapi saya memang penasaran mau tahu bagaimana meningkatkan kinerja otak: di tempat kerja, di sekolah dan di rumah.

Buku ini bicara tentang 12 kedahsyatan otak di tempat kerja, sekolah, dan rumah. Banyak ide-ide luar biasa yg bisa kita terapkan di sekolah kalau mau menjadikan sekolah kita sekolah yg kreatif, inovatif dan progresif.

Menurut Medina, kita dapat tetap menjadi pemelajar sepanjang hayat. Dan ia memberi contoh teman-teman penelitinya yang berusia di atas 70-an tahun yang masih tetap menderu mesin intelektualnya dengan bahan bakar rasa ingin tahu yang tinggi. Ia bahkan teguh meyakini bahwa jika anak-anak diperbolehkan untuk terus ingin tahu, maka mereka akan terus menggunakan kecenderungan alamiah mereka untuk menemukan dan bereksploitasi sampai mereka berusia 101 tahu (usia kakeknya yang masih terus aktif sampai usia tersebut). Dan Ia memberikan contoh pengalaman hidupnya sebagai alasan mengapa ia menjadi seperti sekarang ini.

Baca juga:  Program Literasi untuk Mahasiswa

Suatu hari ketika ia berusia sekitar 14 tahun, ia berkata pada ibunya bahwa ia adalah seorang ateis. Padahal ibunya adalah seorang relijius yang taat. Medina mengira bahwa pernyataan tersebut akan menghancurkan perasaan ibunya,. Sebaliknya ibunya berkata,”Bagus sekali, Nak!” . Seolah Medina baru menyatakan bahwa ia tidak suka nachos lagi. Besoknya ibunya menyuruhnya duduk di meja dapur sambil memegang satu bungkusan di pangkuan. Ibunya berkata dengan tenang,:”Jadi ibu dengar kamu adalah seorang ateis sekarang. Apakah itu benar?”. Media mengangguk dan ibunya tersenyum. Ibunya meletakkan bungkusan itu di tangan Medina dan berkata, :”Nama penulis buku ini Friedrich Nietssche dan buku ini berjudul  “Twilight of the Idols”. Jika kamu ingin menjadi seorang ateis, jadilah ateis terhebat di luar sana. Bon Appetit!”

 

Hal ini memberi pesan penting pada Medina : Rasa ingin tahu itu adalah hal terpenting dan topik yang menjadi minat anak adalah SANGAT PENTING. Jadi adalah sangat penting bahwa SEKOLAH untuk mendorong rasa ingin tahu siswa-siswanya agar menjadi penemu sepanjang hayatnya. Tanpa rasa keingintahuan maka hakikatnya tak ada yang bisa dipelajari di sekolah atau pun di lingkungan. Rasa ingin tahulah yang mendorong otak kita untuk bekerja gila-gilaan.

 

Ada fakta paling menyedihkan dalam dunia pendidikan, menurut Medina, yaitu bahwa dalam 30 hari orang biasanya melupakan 90% dari yang mereka pelajari di kelas. Semakin banyak perhatian yang diberikan otak pada stimulus tertentu, semakin rumit informati itu akan dikodekan-dan disimpan. Perhatian yang lebih baik selalu berarti pemelajaran yang lebih baik (better learning). Pesan-pesan yang merebut perhatian kita akan terhubung denghan memori, minat dan kesadaran. Rangsangan-rangsangan baru-atau rangsangan yang tidak lazim, tak terduga, atau khas-adalah cara ampuh untuk menyedot perhatian demi memicu minat. Uniknya, berbeda dengan apa yang kita percayai selama ini, kemampuan mencurahkan perhatian itu tidak mampu melakukan multitasking. Seorang yang tersela atau terganggu memerlukan waktu 50% lebih lama untuk menuntaskan suatu pekerjaan. Bukan hanya itu, kesalahannya juga akan 50% lebih banyak.

Baca juga:  Satu Buku Setahun dan Dua Buku Tahun Ini

Untuk dapat meningkatkan peluang mengingat sesuatu dapat dilakukan dengan mereproduksi atau menyusun lingkungan tempat kita pertama kali memasukkan sesuatu ke dalam otak. Itulah sebabnya ia mengusulkan bagi guru untuk melakukan tiga prinsip dalam mengajar, yaitu dengan selalu ‘mengail’ perhatian (yang celakanya hanya bisa bertahan selama 10 menit sehingga harus selalu ‘dikail’). Caranya adalah :

  1. Kail harus memicu emosi. Rasa takut, tertawa, bahagia, nostalgia, ketakjuban- seluruh paket emosional yang bisa dirangsang dan semua bekerja baik.
  2. Kail harus relevan dengan apa yang akan disampaikan dan tidak sekedar cerita atau anekdot.
  3. Kail harus diberikan di antara potongan modul yang ingin kita sampaikan. Karena perhatian menghilang setiap 10 menit maka kail itu harus diberikan di setiap potongan topik atau inti materi yang hendak kita berikan. Memulai kuliah/pelajaran dengan kail yang memberikan gambaran ke depan dan relevan bagi bahan pelajaran sepanjang hari adalah cara terbaik untuk merebut perhatian kelas

Mengapa harus demikian? Karena otak tidak memberikan perhatian pada hal-hal membosankan dan kita sama sebalnya dengan siswa ketika melihat atau mengikuti presentasi yang membosankan.

Menurut sejarah nenek moyang kita berevolusi dengan mengalokasikan energi yang seharusnya untuk berjalan, menjadi untuk mengembangkan otak kita. Tidak heran kalau, otak manusia, yang bobotnya hanya 2% dari berat badan manusia, mengkonsumsi hingga 20% total energi yang diperolehnya. Kita dapat bertahan hidup selama 30 hari atau lebih tanpa makanan dan seminggu atau lebih tanpa air. Tapi otak kita begitu aktif sampai-sampai tidak bisa bertahan tanpa oksigen selama lebih dari 5 menit tanpa mengalami resiko kerusakan yang serius dan permanen. Itulah sebabnya mengapa manusia membutuhkan olahraga. Olahraga menyuplai oksigen lebih banyak ke otak. Hal ini membuat kerja otak semakin baik. Jadi pesannya adalah : Bergeraklah untuk meningkatkan kemampuan berpikir Anda!

Olahraga apa? jawabannya adalah: jalan kaki. Nenek moyang kita adalah makhluk pohon yang berevolusi menjadi makhluk pejalan kaki. Manusia purba, berjalan kaki hingga 40 km/harinya (otak kita dirancang untuk berjalan kaki – 19 kilometer per hari!). Itu berlangsung cukup lama–hingga ribuan tahun. Sayang, saat teknologi memasuki kehidupan manusia sehingga tidak sampai 100 tahun yang lalu manusia berubah menjadi malas bergerak. Karena malas bergerak, otak menjadi kekurangan suplai oksigen. Otak juga tidak optimal dalam membuang racunnya. Tidak heran kalau negara yang isinya orang pemalas, rata-rata manusianya tidak normal. J Manusia yang semasa mudanya aktif, masa tuanya akan lebih cerah. Sebaliknya,  orang yang mudanya hanya duduk-duduk santai, masa tuanya akan lebih suram dan menyedihkan. Anak-anak yang jogging selama 30 menit dua atau tiga kali seminggu selama 12 minggu akanmeningkat kinerja kognitifnya secara signifikan dibandingkan kinerja sebelum menjalani program jogging. Orang yang giat berolahraga mengungguli mereka yang tidak aktif bergerak dalam tes-tes yang mengukur memori jangka panjang, penalaran, perhatian, pemecahan masalah, bahkan tugas-tugas yang sering disebut sebagai intellegensia cair. Intinya, olahraga meningkatkan berbagai kemampuan yang begitu bernilai di ruang kelas dan tempat kerja.

Baca juga:  Resensi Buku : Cara Menikmati Buku dan Mengikat Ilmu

Secara umum informasi yang ada dalam buku ini adalah hal-hal menarik tentang bagaimana cara otak menyimpan memori, bagaimana cara otak mengingat nya, dan bagaimana cara otak menghapus ingatannya, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya.

Ada banyak hal menarik yang bisa kita peroleh dari buku ini. Itulah sebabnya saya cepat-cepat kembali ke Gramedia untuk memborong semua sisa buku ‘Brain Rules” ini begitu saya mulai membacanya. Saya sudah merencanakan untuk membagikan buku ini pada beberapa teman yang saya pikir akan sama tertariknya dengan saya untuk membaca dan mengetahui informasi yang ada di buku ini. Saya tahu bahwa ini bukan buku yang mudah bagi kebanyakan kita. Kita harus memiliki rasa ketertarikan yang besar pada topik yang disampaikan dan juga daya tahan untuk membaca buku tebal yang bicara hal-hal teknis dan istilah-istilah rumit tentang neurosains. Tapi kalau kita sebagai guru tidak lagi memiliki ketertarikan pada bagaimana otak siswa-siswa bekerja ketika belajar bersama kita lantas bagaimana nasib dunia pendidikan kita kelak?

Ada beberapa orang teman yang masuk dalam daftar untuk saya kirimi buku ini. Tapi jika ternyata orang tersebut tidak tertarik untuk membaca buku ini maka sudilah kiranya mengembalikan buku itu pada saya agar bisa saya kirimkan pada orang lain yang mungkin tertarik.

 

Surabaya, 22 April 2014

 

 

2 tanggapan untuk “BRAIN RULES”

  1. winda berkata:

    saya tertarik banget pak, mauuuu

  2. […] arti lain xD. Gaya gombalnya pak satria itu ga romantis tapi romantis, kocak! Oya, baca tulisan resensi buku brain rules-nya deh, dijamin bikin pengen jalan kaki sekarang juga daripada otak jadi rusak, […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *