Marilyn Monroe konon pernah berkata kepada Einstein, “Kalau kita kawin dan punya bayi, dia akan berwajah cantik seperti saya dan pintar seperti Anda”. Einstein, Si Bapak Relativitas, menjawab: “Iya kalau begitu. Bagaimana kalau sebaliknya dia mewarisi wajahku dan kecerdasannya menurun darimu.” Einstein jelas menganggap si blonde cantik ini tidak memiliki kecerdasan di kepalanya. 🤭
Selama ini memang ada stereotip tentang wanita berambut pirang. Wanita berambut pirang selama ini digambarkan sebagai wanita yang seksi dan menarik secara fisik, tapi juga dianggap kurang cerdas alias agak bloon karena lebih menonjolkan kecantikannya belaka. Mungkin Einstein juga menganut kepercayaan semacam itu.
Saat itu belum diketahui bahwa Marilyn Monroe ternyata memiliki IQ 165, lima poin di atas Einstein yang dianggap sebagai “jenius terhebat sepanjang masa” tersebut. Marilyn Monroe adalah seorang pembaca yang hebat. Di rumahnya ia memiliki ratusan buku dan bisa menghabiskan berjam-jam membaca karya sastra, puisi, teater, dan filsafat. Meskipun Einstein adalah seorang jenius fisika dan dapat dianggap sebagai lambang kecerdasan, Monroe adalah seorang aktris dan penyanyi sukses yang menjadi simbol seks, yang tidak dapat lepas dari stereotip tertentu yang memiliki label dan karenanya menyiratkan karakter tertentu.
Marilyn tidak mendapatkan pendidikan formal saat masih anak-anak atau remajanya, dan itulah sebabnya dia menjadi pecinta buku yang hebat di masa dewasanya. Ada lebih dari 400 buku di perpustakaannya, mulai dari fiksi hingga sains. Si pirang legendaris memilih penulis seperti Hemingway, Flaubert, Camus, dan Freud. Kalau remaja dan wanita muda di Indonesia kira-kira bacaannya apa ya? 😁
Semangat hidup Monroe sangat tinggi. Selain memiliki rasa ingin tahu yang besar dan rasa lapar akan pengetahuan, Monroe juga secara teratur menghadiri kelas akting. Menurut salah satu gurunya — Lee Strasberg yang legendaris, Marilyn Monroe dan Marlon Brando adalah murid terbaiknya karena hanya merekalah yang dapat membenamkan diri secara mendalam ke dalam kehidupan karakter mereka. Kehebatan aktris ini juga diperhatikan oleh teman-teman siswanya dan guru lainnya.
Namun demikian, pembuat film masih belum memberikan peran serius kepada aktris tersebut, itulah sebabnya Marilyn menjadi yang terbaik dalam kondisi dan lingkungan kerja yang dimilikinya. Ia dituntut untuk menampilkan kecantikan dan keseksian penampilannya. Dan itulah yang ia tampilkan pada publik. Dan itu juga yang menjadi persepsi publik terhadapnya.
Sarah Churchwell, penulis biografi aktris tersebut berkata: “Mitos terbesarnya adalah dia bodoh. Yang kedua adalah dia rapuh. Yang ketiga adalah dia tidak bisa berakting. Dia jauh dari kata bodoh, meskipun dia tidak mengenyam pendidikan formal, dan dia sangat sensitif terhadap hal itu. Tapi dia memang sangat pintar – dan sangat tangguh. Dia harus memiliki keduanya untuk mengalahkan sistem studio Hollywood pada tahun 1950an. Kepala Fox Studios sangat meremehkannya, dan dia melawannya sekuat tenaga, dan Monroe menang secara nyata. Dia sangat cerdas, dengan selera humor yang satiris. Si pirang bodoh yang dia tampilkan adalah sebuah peran – dia adalah seorang aktris, demi Tuhan! Aktris yang sangat baik sehingga tidak ada seorang pun yang percaya bahwa dia tidak seperti apa yang dia gambarkan di layar.”
Selain cantik dan cerdas, Marilyn Monroe juga dermawan. Berikut adalah daftar perbuatan baik si pirang terkenal:
– Dia secara finansial mendukung organisasi yang membantu panti asuhan dan organisasi lain yang menangani masalah anak-anak.
– Dia menulis cek sebesar $10.000 ke panti asuhan saat berkunjung ke Meksiko.
– Dia mewariskan 25% hartanya kepada psikolognya, yang akan digunakan untuk mensponsori pendirian rumah sakit jiwa.
Berikut ini adalah kutipan kata-katanya. Coba renungkan apakah ini kata-kata dari orang yang dianggap tidak memiliki kecerdasan karena berambut pirang :
“Salah satu hal terbaik yang terjadi pada saya adalah saya seorang wanita. Semua wanita seharusnya merasa seperti itu.”
“Tertawalah saat kamu sedih. Menangis itu terlalu mudah.”
“Lebih baik sendirian daripada sengsara bersama seseorang.”
“Ketidaksempurnaan adalah keindahan dan kegilaan adalah kejeniusan. Lebih baik menjadi konyol daripada menjadi membosankan.”
“Jika aku mengikuti semua aturan, aku tidak akan berhasil.”
“Lebih mudah mencintai seorang pria daripada tinggal bersamanya.”
“Jangan menundukkan kepala, angkat dahimu dan tersenyumlah, karena hidup adalah hal yang indah dan kamu punya banyak alasan untuk tersenyum.”
Sekedar tambahan informasi, gaun putih ikonik Marilyn Monroe dari “The Seven Year Itch” terjual dengan harga $4,6 juta di lelang Beverly Hills.
Surabaya, 25 Juli 2024
Satria Dharma